fbpx
Home Guides Okunikko, Area Pegunungan Di Nikko Yang Sangat Eksotis (Part 2 END)

Okunikko, Area Pegunungan Di Nikko Yang Sangat Eksotis (Part 2 END)

Okunikko. Area pegunungan di Nikko, sebuah kota yang berjarak 125-140 kilometer dari Tokyo ini memang memiliki segudang pemandangan eksotis yang bisa dinikmati di keempat musim. Dengan daya tarik utamanya adalah Danau Chuzenji yang berada di kaki gunung yang dianggap gunung suci di Nikko, yaitu Gunung Nantai, daerah Okunikko ini memiliki banyak obyek wisata populer. Karena saya sudah berbagi cerita seputar Danau Chuzenji pada tulisan Okunikko, Area Pegunungan di Nikko yang Sangat Eksotis (1), kali ini giliran aneka obyek wisata diluar danau tersebut yang ingin saya bagi-bagi ceritanya.

Note: Tulisan ini melanjutkan tulisan tentang Okunikko bagian pertama yang bisa dibaca disini: Okunikko, Area Pegunungan di Nikko yang Sangat Eksotis (1) dan merupakan bagian dari tulisan Another Trip from Tokyo (2): Nikko. Jadi bagi teman-teman yang belum baca bagian pertamanya, atau mau lebih mengenal Nikko, silahkan mampir dulu ke dua tulisan di atas. Untuk lebih lengkap, bisa sekaligus baca juga Mengenal Lebih Dekat Aneka Situs Warisan Dunia di Nikko (1) dan Mengenal Lebih Dekat Aneka Situs Warisan Dunia di Nikko (2-end).

2. Hangetsuyama

Akses: dari Chuzenjiko onsen, naik bus ke Hangetsuyama Parking Lot (20 menit, 510 yen*)

Danau Chuzenji memang merupakan daya tarik utama di Okunikko ini. Namun adakah suatu tempat dimana kita bisa menikmati keindahan danau yang memiliki panjang keliling 25 kilometer ini? Tentu saja ada.

Cobalah pergi ke sisi tenggara Danau Chuzenji dan susurilah hiking trail. Kalian akan tiba di puncak gunung Hangetsuyama. Dari observation deck di Gunung Hangetsuyama inilah kalian dapat menikmati keindahan pemandangan Danau Chuzenji maupun ke arah Gunung Nantai, khususnya saat musim gugur dimana daerah di sekitar danau dan gunung akan berubah menjadi penuh warna.

3. Kegon Waterfall (Kegon no Taki) dan Ryuzu Waterfall (Ryuzu no Taki)

Sesuai namanya, kedua tempat ini merupakan air terjun yang terdapat di Okunikko. Lebih tepatnya, kedua air terjun ini merupakan yang paling populer di Okunikko. Masing-masing memiliki keunikan dan ciri khas yang membuatnya populer.

Kegon Waterfall, alias Kegon no Taki, disebut-sebut sebagai salah satu air terjun terindah di Jepang. Tempat ini terdapat di sisi timur Danau Chuzenji dan merupakan pintu keluar dari air di danau tersebut. Dengan ketinggian mencapai hampir 100 meter, ditambah dengan keindahan pemandangan di Danau Chuzenji, tak pelak lagi danau ini memang memiliki pemandangan yang mengesankan.

Terlebih jika pengunjung menikmatinya dari Akechidaira Observatory yang posisinya tak jauh dari air terjun tersebut. Untuk mencapai air terjun ini wisatawan bisa berjalan kaki dari halte bus di Chuzenjiko Onsen, yang berjarak 50 menit naik bus dari Stasiun JR Nikko maupun Stasiun Tobu Nikko.

Kegon Waterfall dan Danau Chuzenji [foto: Uraomote_yamaneko/wikimedia]
Kegon Waterfall dan Danau Chuzenji [foto: Uraomote_yamaneko/wikimedia]
Kegon Waterfall dilihat lebih dekat [foto: Orbixx/wikimedia]
Kegon Waterfall dilihat lebih dekat [foto: Orbixx/wikimedia]
 

Sedangkan Ryuzu Waterfall, alias Ryuzu no Taki, letaknya berlawanan arah dari Kegon Waterfall, yaitu berada di sisi barat Danau Chuzenji. Air terjun yang namanya dapat diterjemahkan sebagai “air terjun kepala naga” ini sangat populer akan keindahannya, karena di sekitar air terjun terdapat beragam pepohonan yang berwarna-warni ceria di musim gugur.

Tak heran jika air terjun ini menjadi salah satu tempat terbaik untuk menikmati musim gugur di Nikko. Dan mau tahu bagian terbaiknya? Tak jauh dari tempat ini terdapat sebuah observation deck kecil yang bisa di akses secara cuma-cuma alias gratis.

Ryuzu Waterfall [foto: Abasaa/wikimedia]
Ryuzu Waterfall [foto: Abasaa/wikimedia]

4. Akechidaira Plateau dan Akechidaira Ropeway

Akses: Dari Stasiun JR Tobu maupun Stasiun Tobu Nikko, naik Tobu Bus yang menuju Chuzenjiko Onsen maupun Yumoto Onsen (35 menit, 1100 yen*)

Tempat ini merupakan sebuah dataran tinggi yang berada di dekat Danau Chuzenji. Terdapat berbagai fasilitas menarik di sekitar tempat ini, mulai dari observation deck (gratis) yang menawarkan pemandangan indah ke arah Kegon Waterfall dan Danau Chuzenji, toko souvenir, kafetaria, dan Akechidaira Ropeway (terletak di stasiun bawah). Kereta gantung ini dapat di akses dengan membeli tiket sebesar 400 yen* (sekali jalan) dan/atau 730 yen* (pulang-pergi).

Akechidaira Ropeway dan Gunung Nantai [foto: Ski Mania/wikimedia]
Akechidaira Ropeway dan Gunung Nantai [foto: Ski Mania/wikimedia]

Ngomong-ngomong, Akechidaire Plateau ini terletak tak jauh dari Irohazaka, sebuah jalan berkelok-kelok yang menjadi penghubung antara Nikko (kota) yang berada di elevasi lebih rendah dengan Okunikko yang berada di elevasi lebih tinggi.

Pemandangan di sepanjang jalan ini tergolong dramatis di berbagai musim, jadi jika kalian berniat pergi ke Okunikko dengan melalui Irohazaka, sebisa mungkin nikmati pemandangan yang di sepanjang jalan ini untuk pengalaman yang lebih lengkap.

Irohazaka [foto: via wikimedia]
Irohazaka [foto: via wikimedia]

5. Yumoto Onsen

Akses: naik Tobu Bus (80 menit, 1700 yen*) dari Stasiun JR Niko atau Stasiun Tobu Nikko

Selain terkenal karena memiliki banyak obyek wisata populer nan indah, daerah Okunikko ini juga populer sebagai salah satu tempat untuk mencari pemandian air panas alami. Selain Chuzenjiko Onsen, kota onsen populer lainnya adalah Yumoto Onsen.

Sumber air panas di Yumoto Onsen [foto: Daderot/wikimedia]
Sumber air panas di Yumoto Onsen [foto: Daderot/wikimedia]

Berbeda dengan obyek wisata lain yang sudah disinggung sebelumnya yang berlokasi di sekitar Danau Chuzenji, Yumoto Onsen ini posisinya jauh di dalam Okunikko. Tepatnya, tempat ini berada di dekat Danau Yunoko dan menjadi bagian dari Nikko National Park.

Layaknya sebuah kota, Yumoto Onsen ini memiliki berbagai obyek wisata tersendiri, mulai dari kuil Buddha, obyek wisata alami seperti Danau YunokoYunodaira Marsh (sebuah rawa yang meletup-letupkan air panas alami), serta Yudaki Waterfall; dan tentunya terdapat banyak ryokan, onsen, dan pemandian air panas yang dibuka untuk umum.

Yudaki Waterfall [foto: Geomr/wikimedia]
Yudaki Waterfall [foto: Geomr/wikimedia]

6. Senjogahara Marshland

Lokasi: di antara Yumoto Onsen dan Danau Chuzenji

Di antara Yumoto Onsen dan Danau Chuzenji, terdapat sebuah rawa bernama Senjogahara Marshland. Tempat yang berada di ketinggian 1400 meter di atas permukaan air laut ini dapat diakses dengan menyusuri walking trail baik dari arah Yumoto Onsen (tak jauh dari Yudaki Waterfall) maupun dari arah Ryuzu Waterfall.

Senjogahara ini populer dikunjungi saat musim gugur karena pada waktu tersebut rerumputan di rawa ini berubah warna menjadi coklat kemerahan sementara pepohonan berkilau keemasan, walau pemandangan di musim lain seperti musim panas pun tak kalah menakjubkannya.

Senjogahara di musim panas [foto: Miguel Vieira/wikimedia]
Senjogahara di musim panas [foto: Miguel Vieira/wikimedia]
Alternatif lainnya, berkunjunglah saat musim dingin karena pada masa tersebut rawa ini akan diselimuti oleh salju. Memang sih jika salju terlalu tebal, hiking trails ini mungkin saja tidak dapat dilalui. Namun setidaknya wisatawan dapat melihat-lihat pemandangan menarik dari hamparan salju di tempat ini.

Senjogahara di musim dingin [foto: Piccolist/wikimedia]
Senjogahara di musim dingin [foto: Piccolist/wikimedia]

***

Okunikko tak kalah keren dari Nikko kota, bukan? Jika teman-teman semakin tertarik untuk berkunjung ke Nikko, tunggu informasi tentang aneka freepass yang berlaku di daerah ini dalam tulisan selanjutnya.

***

*Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
**Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username wikimedia.

Comments

comments