fbpx
Home Guides Kyoto – Nara – Osaka Dalam 1 Hari? Bisa!

[Sample Itinerary] Kyoto – Nara – Osaka Dalam 1 Hari? Bisa!

Terkadang, saat kita memiliki waktu wisata yang terbatas, muncul keinginan untuk mengunjungi beberapa kota sekaligus dalam satu waktu. Hal tersebut mungkin saja dilakukan jika kota-kota yang dikunjungi letaknya berdekatan, walau resikonya, kalian mungkin tidak bisa terlalu lama berada di sebuah obyek wisata karena harus mengejar waktu.

Begitu juga dengan KyotoOsaka, dan Nara. Ketiga kota tersebut merupakan kota-kota yang populer sebagai kota tujuan wisata di Jepang. Dan, bagian yang paling menariknya, ketiga kota tersebut posisinya cukup berdekatan. Kyoto dan Osaka hanya berjarak 15 menit menggunakan shinkansen, sedangkan Kyoto dan Nara hanya berjarak 35-45 menit menggunakan kereta rapid maupun limited express.

Osaka dan Nara pun hanya berjarak kira-kira 1 jam menggunakan kereta. Nah, pertanyaannya kini, mungkinkah mengunjungi ketiga kota tersebut dalam waktu wisata yang terbatas, misalnya saja, dalam waktu satu hari?

Jawabannya, bisa. Sangat bisa. Tentunya ada beberapa kondisi yang harus dicatat.

Pertama, obyek wisata yang bisa dikunjungi di masing-masing kota tentulah sangat terbatas. Jadi jangan berharap bisa mampir ke semua obyek wisata ya (kecuali jika kalian memiliki Pintu Kemana Saja-nya Doraemon).

Kedua, waktu kunjungan ke berbagai spot wisata tersebut sangatlah terbatas karena harus mengejar waktu.

Tambahan lainnya, untuk sample itinerary ini saya membuat contoh dimana wisatawan menginap di Kyoto. Nara dan Osaka hanya menjadi side trip dari Kyoto. Jika diperlukan, nanti saya coba buat versi lain dari itinerary ini untuk wisatawan yang menginap di Osaka maupun Nara.

Judul Trip: Kyoto-Osaka-Nara dalam 1 hari

Target pasar: Siapa saja, terutama mereka yang kuat berjalan kaki dan suka melihat-lihat suasana

Jenis trip: Exploring, sightseeing, cultural

Starting point: Stasiun Kyoto

Detail rute:

#1: Stasiun Kyoto

Mulailah dengan mencari sarapan di sekitar Stasiun Kyoto. Setelah selesai, naik Kintetsu Kyoto Line Express menuju Stasiun Kintetsunara di Nara. Pilih kereta yang terpagi yang bisa didapat. Lama perjalanan kira-kira 45 menit, 620 yen.

Stasiun Kyoto [foto: 663highland/wikimedia]
Stasiun Kyoto [foto: 663highland/wikimedia]

#2: Stasiun Kintetsunara – Nara Park

Biaya: 0 yen
Waktu tempuh: 5-10 menit jalan kaki

Stasiun Kintetsunara [foto: 東京特許許可局/wikimedia]
Stasiun Kintetsunara [foto: 東京特許許可局/wikimedia]

#3: Nara Park

(estimasi waktu wisata keseluruhan: 2-3 jam)

Biaya: free (untuk taman), bervariasi (untuk masing-masing fasilitas didalamnya)

Nara Park merupakan obyek wisata paling populer di Nara. Disinilah tempatnya hewan rusa berkeliaran dengan bebas dan cukup jinak saat didekati oleh wisatawan, walau mereka bisa menjadi sangat agresif jika melihat kalian membawa makanan. Nilai tambah lainnya dari taman yang sudah berdiri sejak tahun 1880 ini, adalah karena di taman ini terdapat beberapa obyek wisata terpopuler di Nara.

Nara Park [foto: 663highland/wikimedia]
Nara Park [foto: 663highland/wikimedia]
Berikut beberapa yang direkomendasikan untuk dikunjungi di Nara Park.

  • Todaiji Temple, merupakan salah satu kuil paling terkenal dan paling bersejarah di Jepang yang menjadi bagian dari Nara Park. Kuil ini juga memiliki bangunan kayu terbesar di Jepang, dan patung Buddha (Daibutsu) setinggi 15 meter yang sedang dalam posisi duduk. Kuil ini buka rata-rata mulai pukul 08.30-17.30 setiap harinya, dan tiket masuknya adalah 500 yen*.
Budha Daibutsu di Todaiji Temple. Telapak tangannya saja setinggi manusia. [foto: Løken/wikimedia]
Budha Daibutsu di Todaiji Temple. Telapak tangannya saja setinggi manusia. [foto: Løken/wikimedia]
  • Kasuga Taisha, merupakan kuil Shinto paling besar di Nara dan dulunya berfungsi sebagai pelindung kota saat Nara menjadi ibu kota negara Jepang. Kuil ini juga dulunya menjadi kuilnya keluarga Fujiwara, salah satu klan terkuat di Jepang (pada era Nara dan Heian). Kasuga Taisha ini bisa dikunjungi secara gratis, kecuali untuk beberapa bagian yang memerlukan tiket masuk. Jam operasionalnya rata-rata mulai pukul 06.00-18.00.
Kasuga Taisha [foto: Kimon Berlin/wikimedia]
Kasuga Taisha [foto: Kimon Berlin/wikimedia]
Setelah puas menjelajah Nara Park, kembali lagi ke Stasiun Kintetsunara.

#4: Stasiun Kintetsunara – Stasiun Tsuruhashi (Osaka)

Biaya: 490 yen*
Waktu tempuh: 30-35 menit, via Kintetsu Nara Line Exp.

Setelah turun di Stasiun Tsuruhashi, lanjutkan dengan naik Osaka Loop Line (120 yen*, 5 menit) menuju Stasiun Osakajokoen. Dari sana, jalan kaki 18 menit menuju Osaka Castle.

#5: Osaka Castle

(Estimasi waktu wisata: 45-60 menit)

Biaya: 600 yen*

Ini dia salah satu obyek wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Osaka. Osaka Castle awalnya dibangun tahun 1583, namun sempat dihancurkan beberapa kali. Pada tahun 1997, kastil ini selesai dirombak dengan beberapa fitur modern, seperti elevator!

Osaka Castle dilihat dari kejauhan [foto: 663highland/wikimedia]
Osaka Castle dilihat dari kejauhan [foto: 663highland/wikimedia]
Dari Osaka Castle, kembali lagi ke Stasiun Osakajokoen.

#6: Stasiun Osakajokoen – Stasiun Namba

Biaya: total 330 yen*
Waktu tempuh: 15-17 menit

Dari Stasiun Osakajokoen, naik Osaka Loop Line (Outer Loop) menuju Stasiun Tsuruhashi. Lanjutkan dengan naik Kintetsu Nara Line Rapid Exp. menuju Stasiun Osaka-Namba. Dari Stasiun Osaka-Namba, jalan kaki 7 menit menuju Namba Parks.

#7: Namba Parks dan area sekitarnya

(estimasi waktu wisata: 2-3 jam)

Ini salah satu spot favorit saya saat menyusun itinerary Osaka, karena di sekitar Namba Parks (tepatnya di area Namba) terdapat banyak obyek wisata menarik. Namba Parks sendiri merupakan sebuah shopping center yang dibangun menyerupai sebuah lembah alami. Gaya arsitekturnya unik, dan juga kalian dapat beristirahat sejenak setelah lelah berjalan-jalan melihat spot wisata sejarah.

Namba Parks [foto: Hiroyuki Kawano/wikimedia]
Namba Parks [foto: Hiroyuki Kawano/wikimedia]

Beberapa tempat yang direkomendasikan disekitar area ini antara lain:

  • Dotonbori, sebuah spot wisata paling populer di Osaka. Tempat ini sejatinya merupakan sebuah area yang memiliki kanal, dan di sepanjang sisinya terdapat banyak restoran dan kafe. Jika kalian tiba di tempat ini sore maupun menjelang malam, disarankan untuk mencari makan di area ini karena disinilah destinasi kuliner utama di Osaka.
Dotonbori [foto: Kansai Explorer/wikimedia]
Dotonbori [foto: Kansai Explorer/wikimedia]
  • Den Den Town, Akihabara-nya Osaka. Disinilah surganya para otaku anime dan manga di Osaka, dan juga surganya pecinta elektronik.
Den den Town, Akihabara-nya Osaka [foto: Stéfan Le Dû/wikimedia]
Den den Town, Akihabara-nya Osaka [foto: Stéfan Le Dû/wikimedia]
  • Shinsaibashi Shopping Arcade, merupakan sebuah shopping arcade utama di Osaka. Terdapat banyak retail dan butik ternama di daerah ini.
Shinsaibashi Shopping Arcade [foto: Terence Ong/wikimedia]
Shinsaibashi Shopping Arcade [foto: Terence Ong/wikimedia]
Setelah selesai berjalan-jalan, jalan kakilah ke Stasiun Namba (subway). Lalu, naiklah kereta Osaka City Subway Midosuji Line menuju Stasiun Shin-Osaka (15 menit, 280 yen*). Dari Stasiun Shin-Osaka, naik Shinkansen Hikari atau Kodama (15 menit, 3010 yen*) menuju Stasiun Kyoto atau naik kereta Rapid JR (24 menit, 560 yen*). Kedua alternatif tersebut di cover oleh JR Pass.

#8: Stasiun Kyoto

Setelah tiba di Stasiun Kyoto, wisata hari ini pun berakhir. Jika kalian masih ingin berjalan-jalan, bisa menikmati suasana Gion di malam hari (14 menit, 270 yen*, via Stasiun Gion-Shijo dari Stasiun Kyoto) maupun sekedar melihat Kyoto dari ketinggian melalui Kyoto Tower (buka sampai pukul 21.00).

Kyoto Tower di malam hari [foto: Fg2/wikimedia]
Kyoto Tower di malam hari [foto: Fg2/wikimedia]

Semoga bermanfaat.

***

*Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username wikimedia.

Comments

comments