fbpx
Home Guides Serba-serbi Harajuku Untuk Pemula, dan Kenapa Kalian Wajib Kesana Saat di Tokyo

Serba-serbi Harajuku Untuk Pemula, dan Kenapa Kalian Wajib Kesana Saat di Tokyo

Nama “Harajuku” mungkin sudah tak asing lagi di telinga kebanyakan orang, entah orang tersebut penggemar segala sesuatu yang bertema Jepang atau tidak. “Harajuku” kerap diasosiasikan dengan segala sesuatu yang berbau budaya pop Jepang, dan istilah “Harajuku style” pun identik dengan segala sesuatu yang funky dan unik, khususnya dalam hal style fashion.

“Harajuku” juga acapkali identik dengan orang-orang yang berdandan unik dan khas, cosplayer yang memenuhi jalan, dan banyak stereotipe lain tentang Harajuku – yang sebagian diantaranya too good to be true.

Agar tidak terjebak dengan ilusi tentang Harajuku, dan agar tidak kecewa saat memiliki kesempatan untuk berkunjung ke sana (khususnya bagi first time traveller), yuk mari mengenal sedikit tentang Harajuku. Sebetulnya, Harajuku itu apa? Dan apa saja yang bisa kalian temukan dan dapatkan disana? Simak detailnya berikut ini.

*             *             *             *             *

Informasi Dasar

Harajuku, via (imagine)/flickr/creative commons

Saat menyebut nama “Harajuku”, tak sedikit yang mengira jika Harajuku adalah nama sebuah distrik di Tokyo. Sayangnya, pendapat tersebut kurang tepat. Sejatinya Harajuku adalah nama sebuah kawasan (bukan distrik resmi) yang berada di sekitar Stasiun Harajuku.

Bahkan Harajuku tidak digunakan sebagai alamat surat menyurat lho, karena secara administratif Harajuku ini termasuk dalam Distrik Shibuya. Jadi, saat melihat peta Tokyo, jangan harap kalian dapat menemukan nama Harajuku tercantum sebagai nama kawasan disana.

Sejarah Harajuku sebagai pusat fashion anak muda dan tren budaya pop Jepang terkini konon dimulai paska Perang Dunia II berakhir. Pada saat itu, banyak tentara Amerika dan penduduk sipil yang tinggal di area (yang kini menjadi Harajuku). Secara tidak langsung, penduduk di Harajuku pun jadi terinspirasi dengan gaya fashion Western yang dibawa oleh warga Amerika tersebut, yang akhirnya menarik minat pada desainer fashion untuk meluncurkan “Harajuku style”.

Tren tersebut semakin mewabah sejak pelaksanaan Tokyo Olympics pada tahun 1964 yang selenggarakan di Yoyogi National Gymnasium (dekat Harajuku). Event tersebut otomatis membuat Harajuku ikut kebanjiran didatangi oleh turis asing, dan mendorong tumbuhnya berbagai toko untuk mengakomodasi kebutuhan turis tersebut. Sejak saat itulah Harajuku populer sebagai salah satu tempat kongkow trendi, dan seiring berjalannya waktu, dikenal sebagai pusat trend fashion anak muda Jepang terkini.

*             *             *             *             *

Daya Tarik Harajuku

Ada banyak hal yang membuat Harajuku menarik untuk dikunjungi saat berada di Tokyo. Mari mulai dengan Takeshita-dori (atau Jalan Takeshita) yang menjadi jantungnya Harajuku.

Kepadatan di pintu masuk Takeshita-dori, via jdnx/flickr/creative commons

Dari seluruh daya tarik Harajuku, Takeshita-dori layak mendapat peringkat pertama, sehingga belum sah rasanya menjejakkan kaki di Harajuku jika belum mampir ke Takeshita-dori. Jalan sepanjang 400 meter ini memiliki banyak toko, kafe, outlet fashion, hingga restoran fast food di sepanjang sisinya. Dari toko-toko di jalan inilah lahir tren fashion yang dikenal sebagai Harajuku Style. Takeshita-dori ini sangat populer, dan selalu ramai dipadati oleh pengunjung, khususnya dari kalangan anak muda Jepang.

La Foret Harajuku, via Comyu/wikimedia commons

Tak hanya memiliki toko-toko kecil yang menawarkan tren fashion terkini, Harajuku juga memiliki pusat perbelanjaan yang cukup populer, yaitu LaForet Harajuku. Pusat perbelanjaan yang terdiri dari 7 lantai ini memiliki banyak butik fashion dan toko, serta museum di lantai atasnya. Tak jauh dari La Foret Harajuku, ada Tokyu Plaza Omotesando Harajuku yang baru beroperasi sejak tahun 2012. Sama seperti La Foret Harajuku, Tokyu Plaza ini juga memiliki banyak toko fashion dan lifestyle.

Meiji Jingu, via Kakidai/wikimedia commons

Selain memiliki Takeshita-dori, di Harajuku juga terdapat terdapat beberapa obyek wisata menarik. Salah satu yang paling terkenal adalah Meiji-jingu, sebuah kuil Shinto yang lokasinya dekat sekali dengan Stasiun Harajuku. Meiji-jingu ini merupakan sebuah kuil yang dipersembahkan untuk mengenang dan menghormati Kaisar Meiji. Suasana di sekitar Meiji-jingu ini sangatlah asri karena dipenuhi dengan pepohonan. Kontras dengan suasana lain di sekitar Harajuku yang sibuk dan ramai.

Obyek wisata lain yang cukup dekat dengan Takeshita-dori adalah Togo Shrine atau Togo Jinja, sebuah kuil yang didedikasikan untuk mengenang Admiral Togo. Posisi kuil ini sebetulnya ada di kawasan Aoyama, namun cukup dekat dari Takeshita-dori

Yoyogi Park, via Eyewall ZRH/flickr/creative commonsTak jauh dari Meiji-jingu ada sebuah taman yang disebut-sebut sebagai salah satu taman publik terluas di Tokyo, yaitu Yoyogi Park. Taman ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas menarik seperti area joging, hutan, spot untuk piknik, dan lain-lain.

Ngomong-ngomong, Harajuku ini posisinya sangat dekat dengan beberapa kawasan populer di Tokyo. Dua diantaranya adalah Aoyama dan Omotesando. Aoyama merupakan salah satu kawasan elit di Tokyo yang memiliki banyak pusat perbelanjaan, restoran, dan pusat hiburan. Sedangkan Omotesando memiliki banyak butik dan retail yang dirancang dengan gaya arsitektur yang menarik. Detailnya bisa kalian simak dalam bagian selanjutnya.

*             *             *             *             *

Yang Wajib Dilakukan di Harajuku

Ada banyak aktifitas gratis dan non-gratis yang bisa kalian lakukan di Harajuku. Mari mulai dari yang gratisan lebih dulu:

  • Melihat-lihat Takeshita-dori
Jalan-jalan di Takeshita-dori, via Leng Cheng/flickr/creative commons

Sebagai daya tarik utama dari Harajuku, mengunjungi Takeshita-dori jelas merupakan sebuah kewajiban. Asyiknya, jalan ini menarik untuk dikunjungi tanpa harus membeli apapun, alias window shopping saja. Itu karena Takeshita-dori selalu ramai dipadati oleh pengunjung, sehingga suasananya selalu hidup dan menarik untuk dinikmati.

Tambahan lain, di Takeshita-dori banyak muda mudi yang kerap berdandan dengan padu padan menarik. Bagi kalian yang suka bingung mix and match baju, bisa mencari inspirasi dari dandanan pada muda mudi di Harajuku.

  • Mengunjungi Meiji-jingu
Pesta pernikahan di Meiji Jingu, via Everjean (EverJean) from Antwerp, Belgium/wikimedia commons

Yes, Meiji-jingu ini bebas biaya tiket masuk alias dapat dikunjungi secara gratis – kecuali jika kalian masuk ke Treasure House dan/atau taman di bagian dalam (biaya JPY500 untuk masing-masing spot).

Nggak sulit kok untuk mencapai Meiji Jingu ini, karena lokasinya yang sangat dekat dengan Stasiun Harajuku. Hanya saja, walau terbilang dekat, kalian membutuhkan waktu kira-kira 15 menitan jalan kaki melewati hutan sebelum betul-betul bisa mencapai kuil ini.

  • Mampir ke Togo Jinja
Togo Jinja, via Rs1421/wikimedia commons

Togo Jinja merupakan sebuah kuil yang didedikasikan untuk mengenang Admiral Togo Heihachiro, seorang jenderal di periode Taisho yang pernah mengalahkan armada kapal Rusia pada perang Russo-Jepang tahun 1905.

Walau kalah megah dari Meiji Jingu, kuil ini cukup populer dijadikan spot pemotretan foto pernikahan karena suasananya yang cukup menarik. Togo Jinja juga memiliki danau, jembatan kecil, dan tempat penjualan jimat. PS: kuil ini hanya berjarak 5 menitan jalan kaki dari Stasiun JR Harajuku.

  • Menghabiskan waktu di Yoyogi Park
Dancer di Yoyogi Park, via blondinrikard/flickr/creative commons

Sebagai salah satu taman publik terbesar di Tokyo, Yoyogi Park ini memiliki hampir semua yang bisa dicari dari sebuah taman: danau, lapangan terbuka, area hutan, taman bunga, dan banyak lagi. Jika kalian berkunjung ke taman ini pada akhir pekan, kalian dapat melihat berbagai pertunjukan dari street performer (dance, band, dll). PS: Taman ini bebas tiket masuk lho.

  • Berburu Cosplayer
Cosplayer di Harajuku, via Jacob Ehnmark/wikimedia commons

Salah satu daya tarik Harajuku yang sudah populer ke mancanegara adalah keberadaan para cosplayer yang kerap berdiri di titik-titik tertentu. Para cosplayer ini biasanya akan dengan senang hati meladeni permintaan berfoto bersama, atau bahkan memperagakan beberapa adegan dari cosplay yang tengah diperankannya. Tips: salah satu spot yang jadi tempat nongkrong favorit para cosplayer adalah Harajuku Bridge.

  • Menghadiri Berbagai Festival
Harajuku Omotesando Genki Matsuri Super Yosakoi, via 工房 やまもも/wikimedia commons

Ada beberapa festival menarik yang digelar di Harajuku, atau setidaknya, cukup dekat dari Harajuku. Beberapa festival yang layak masuk dalam agenda kalian antara lain:

– St.Patrick’s Day Parade (pertengahan Maret),
– Yoyogi Park Wanwan Carnival (pertengahan April),
– Tokyo Rainbow Pride (pertengahan Mei), Thai Festival (pertengahan Mei),
– The Okinawa Festival (akhir Mei),
– Vietnam Festival (pertengahan Juni),
– Ocean Peoples Toko (awal Juli),
– Brazilian Day Japan (pertengahan Juli),
– Taiwan Festa (akhir Juli),
– Jingu Gaien Fireworks Festival (pertengahan Agustus),
– Harajuku Omotesando Genki Matsuri Super Yosakoi (akhir Agustus),
– Fashion’s Night Out (awal September),
– Namaste India (akhir September),
– Hokkaido Fair in Yoyogi (akhir September-awal Oktober),
– Indonesia Japan Friendship Festifal (pertengahan Oktober),
– Omotesando Halloween Pumpkin Parade (akhir Oktober),
– Tokyo Vegefood Festa (akhir Oktober),
– Meiji Jingu Shrine Yabusame (awal November),
– Fiesta de Espana (akhir November),

Note: Beberapa festival di atas mungkin saja bukan festival tahunan. Ada baiknya lakukan double check untuk memastikan tanggal pelaksanaan festival sebelum memasukkan dalam itinerary.

Tapi jika kalian berkunjung ke Harajuku diluar waktu tersebut, setidaknya kalian bisa mencoba main ke Meiji Jingu maupun Togo Shrine. Jika beruntung, siapa tahu kalian berkesempatan melihat acara pernikahan khas Shinto yang digelar di kedua kuil tersebut.

  • Main-main ke Aoyama, Omotesando, atau Shibuya

Sudah tahu kan kalau Harajuku sangat dekat dengan Aoyama, Omotesando, atau Shibuya? Maka tentu saja salah satu aktifitas gratisan yang bisa kalian lakukan di Harajuku, adalah dengan sekaligus mengunjungi kawasan-kawasan tersebut. Selama kalian mau berjalan kaki beberapa menit, cukup mudah kok untuk mencapai Aoyama, Omotesando, dan Shibuya tanpa harus mengeluarkan tiket kereta sama sekali.

 

Berikut ini daftar beberapa rekomendasi aktifitas yang bisa kalian lakukan di Aoyama, Omotesando, dan Shibuya:

* Aoyama

Icho Namiki Avenue, via Kakidai/wikimedia commons

– Jalan-jalan di Icho Namiki Avenue (khususnya kalau berkunjung ke Tokyo saat musim gugur). Icho Namiki Avenue merupakan sebuah jalan yang memiliki deretan pohon Ginkgo. Saat musim gugur, pohon-pohon tersebut akan berubah warna menjadi keemasan.
– Mampir ke Akasaka Palace
– Mengunjungi Aoyama Cemetery (Aoyama Reien). Ya, Aoyama Cemetery adalah salah satu kuburan publik tertua di Jepang. Tempatnya cukup luas, dan di kuburan ini terdapat banyak makam orang dan tokoh ternama – salah satunya adalah anjing Hachiko. Lanskap di pemakaman ini pun cukup menarik, dan populer dikunjungi saat musim semi tiba (untuk melakukan hanami).
– Jalan-jalan ke Killer-dori (Killer Street) yang memiliki banyak toko street fashion. Lokasinya terletak di Minami Aoyama, tak jauh dari Aoyama Cemetery.

* Omotesando

Omotesando Hills, via IQRemix/flickr/creative commons

– Jalan-jalan menikmati suasana. Omotesando bertabur banyak bangunan yang memiliki gaya arsitektur menarik.
– Belanja. Tak hanya memiliki banyak gedung menarik, Omotesando juga bertabur toko dan butik ternama. Prada dan Louis Vuitton hanyalah sebagian brand yang bisa kalian temukan di Omotesando.
– Mengunjungi beberapa museum keren di Omotesando, seperti Nezu Museum dan Ota Memorial Museum of Art.

* Shibuya

Patung Hachiko di Shibuya, via Leng Cheng/flickr/creative commons

– Melihat/memotret/melintas di Shibuya Crossing.
– Shopping. Shibuya kaya akan berbagai tempat belanja, mulai dari shopping mall besar hingga toko-toko kecil.
– Mencicipi izakaya, atau bar ala Jepang.
– Jalan-jalan di berbagai walking spot populernya, seperti Dogenzaka Street, Nonbei Yokocho, dan lain-lain.
– Berpose di Patung Hachiko.
– Mengubah penampilan di berbagai salon trendi di Shibuya.
– Mengunjungi beberapa kuil di Shibuya. Walau kuil-kuil itu sebetulnya bukan kuil populer, namun lumayan bisa dijadikan tempat pelarian sejenak jika kalian sudah bosan dengan suasana Shibuya yang ramai.

 

Sedangkan aktifitas non-gratisan yang bisa kalian lakukan di Harajuku antara lain:

  • Belanja, Belanja, Belanja
Deretan toko di Harajuku, via Joe Mabel/wikimedia commons

Sudah tahu, kan, kalau di Harajuku bertabur banyak tempat belanja? Jadi, jelas banget kalau shopping menjadi aktifitas yang wajib dilakukan saat berada di Harajuku. Kalian bisa keluar masuk berbagai toko di Harajuku – mulai dari toko kecil hingga shopping mall – untuk belanja, maupun sekedar mencari inspirasi mix and match fashion.

Sedangkan jika kalian ingin membeli pernak-pernik murah untuk dijadikan oleh-oleh, Daiso Harajuku bisa menjadi pilihan asyik untuk dilirik. Sedangkan kalau ingin mencari toko mainan terkenal, bisa mampir ke Kiddy Land.

PS: Jangan hanya fokus pada toko-toko yang ada di jalan utama. Terkadang kalian akan menemukan toko-toko menarik di jalan kecil yang ada di belakang jalan utama.

Informasi beberapa toko populer di Harajuku dan sekitarnya bisa dilihat disini.

  • Kulineran!
Display crepes di Harajuku, via Leng Cheng/flickr/creative commons

Sebagai salah satu kawasan yang populer di kalangan anak muda, tentu saja Harajuku memiliki beberapa kuliner khas. Salah satu yang paling wajib untuk dicoba adalah mencicipi aneka crepes dengan berbagai kombinasi rasa. Harga aneka crepes ini biasanya ada di kisaran JPY500, dan kalian akan mudah menemukan kios penjual crepes di Takeshita Dori.

  • Membuat Purikura
Contoh booth purikura, via Pixelms/wikimedia commons

Purikura, atau photo sticker booth (di Indonesia lebih populer dengan sebutan ‘photo box’), sebetulnya sudah banyak ditemukan di Indonesia. Hanya saja, purikura di Jepang biasanya memiliki lebih banyak fitur imut dan juga bisa mengedit wajah. Membuat purikura merupakan salah satu aktifitas yang disukai oleh remaja Jepang, dan di Harajuku kalian bisa dengan mudah menemukan berbagai mesin purikura.

*             *             *             *             *

Akses

Stasiun JR Harajuku, via Chris 73/wikimedia commons

Harajuku terletak di sekitar area Stasiun Harajuku, yang jaraknya hanya terpaut 1 stasiun dari Stasiun Shibuya dan 2 stasiun dari Stasiun Shinjuku. Otomatis Harajuku ini asyik dikunjungi saat kalian berwisata ke Shibuya maupun Shinjuku.

Stasiun Harajuku ini dilalui oleh JR Yamanote Line, yaitu sebuah jalur kereta loop line mengelilingi Tokyo, sehingga jalur ini mudah sekali di akses dari mana-mana. Dari Stasiun Harajuku, kalian hanya tinggal menyeberang jalan untuk mencapai Takeshita Dori.

Alternatif lainnya, kalian dapat naik Chiyoda dan Fukutoshin Subway Lines, dan turun di Stasiun Meijijingu-mae. Dari stasiun ini, kalian tinggal jalan kaki beberapa menit untuk mencapai Takeshita Dori. Ngomong-ngomong, stasiun ini juga relatif dekat dengan Omotesando lho. Jika turun di Meijijingu-mae, kalian bisa bebas memilih apakah akan menjelajah Omotesando atau Harajuku lebih dulu.

Ingin jalan-jalan sambil menikmati suasana? Jika berangkat dari Shibuya, kalian bisa jalan kaki untuk mencapai Harajuku. Jarak tempuhnya mungkin kira-kira 10-15 menitan jalan kaki. Tidak terlalu jauh kan?

*             *             *             *             *

Note:
Seluruh foto diambil dari creative commons (credit tercantum dalam setiap foto). Tidak ada proses editan tambahan lainnya selain proses resizing.

 

baca juga :

Punya Rencana Traveling ke Jepang? Catat Aneka Safety Tips Berikut Ini!

Faq Tentang Jepang (1): Hal-Hal Dasar

Jalan-Jalan Ke Jepang: Oleh-Oleh Khas Jepang

Comments

comments