fbpx
Home Guides Serba-Serbi Shinkansen, Kereta Super Cepat Ala Jepang (Part 1)

Serba-Serbi Shinkansen, Kereta Super Cepat Ala Jepang (Part 1)

Shinkansen. Nama itu pasti sudah nggak asing bagi para traveller, khususnya yang hobi jalan-jalan (minimal jalan-jalan virtual) ke Jepang. Namun sejauh yang saya baca, shinkansen baru sebatas dikenal sebagai “kereta super cepat dari Jepang”. Padahal, banyak lho trivia lain seputar shinkansen yang menarik untuk diketahui.

Banyak kosa kata unik tentang shinkansen yang nggak bisa ditemukan dalam kereta biasa lainnya, baik di Jepang apalagi di Indonesia. Jadi pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi aneka trivia seputar shinkansen. Mudah-mudahan bisa membantu Jalan2ers yang akan pergi ke Jepang untuk memahami konsep yang ditawarkan oleh shinkansen, atau minimal bisa menambah pengetahuan seputar shinkansen.

Sejarah awal shinkansen

Percaya nggak, kalau proyek pembangunan shinkansen sudah digagas sejak tahun 1930-an. Awalnya, proyek ini mengambil terjemahan literal dari bullet train (kereta peluru), yaitu dangan ressha. Nama shinkansen sendiri pertama dicetuskan tahun 1940-an, dan shinkansen sendiri memiliki makna “shin” = baru dan “kansen” = jaringan rel.

Jadi, sebetulnya salah kaprah jika mengira nama shinkansen bermakna “kereta super cepat”, karena shinkansen sebetulnya merujuk pada nama jalurnya. Yah, mirip-mirip dengan orang salah menyebut Trans Jakarta dengan busway, yang sebetulnya istilah busway merujuk pada jalur Trans Jakarta. Namun di luar negara Jepang, tak sedikit juga yang menyebut shinkansen dengan istilah superexpress atau bullet train saja.

Walau sudah digagas sejak tahun 1930-an, shinkansen pertama baru beroperasi pada tahun 1960-an. Tepatnya pada 1 Oktober 1964, yaitu saat berlangsungnya Tokyo Olympics. Awalnya, kecepatan kereta ini “hanya” berkisar 210 km/jam dan bisa menempuh jarak TokyoOsaka hanya dalam 4 jam saja (perjalanan normal membutuhkan waktu 6 jam 40 menit). Namun saat ini shinkansen terus berevolusi dan kecepatan rata-ratanya adalah 320 km/jam, walau dalam test drive dapat mencapai 581 km/jam.

Macam-macam model shinkansen [foto: Rdb/wikimedia]
Macam-macam model shinkansen [foto: Rdb/wikimedia]
Tipe N700 & N 500 [foto: Takeshi Kuboki/wikimedia]
Tipe N700 & N 500 [foto: Takeshi Kuboki/wikimedia]
Seri E1 [foto: Sui-setz/wikimedia]
Seri E1 [foto: Sui-setz/wikimedia]
Seri E2 [foto: zh:user:pyzhou/wikimedia]
Seri E2 [foto: zh:user:pyzhou/wikimedia]

Mengenal jalur shinkansen

Ini yang mungkin belum banyak diketahui oleh traveller pada umumnya. Di Indonesia, seluruh jalur keretanya di kelola oleh pemerintah. Namun berbeda dengan jalur kereta api di Jepang yang bisa dikelola oleh swasta. Jadi jangan heran jika mengamati nama jalur kereta di Jepang, ada beberapa nama perusahaan yang nyempil ikut eksis dalam nama jalur.

Begitu juga dengan jalur shinkansen. Secara umum, jalur shinkansen dikelola oleh group Japan Railways a.k.a JR. Namun sebetulnya, jalur shinkansen dioperasikan oleh 4 perusahaan yang bergabung dalam Japan Railway, yaitu JR CentralJR WestJR East, dan JR Kyushu. Keempat operator tersebut berbagi tugas menangani enam jalur shinkansen di seluruh Jepang. Adapun keenam jalur shinkansen dan operatornya adalah sebagai berikut:

JR Central, mengelola jalur Tokaido Shinkansen (menghubungkan stasiun Tokyo dan stasiun Shin-Osaka). Total panjang jalurnya adalah 515,4 km dan pertama dibuka tahun 1964.

JR West, mengelola jalur Sanyo Shinkansen (menghubungkan stasiun Shin-Osaka dan stasiun Hakata). Total panjang jalurnya adalah 553,7 km, dan dibuka tahun 1972-1975.

JR East, mengelola jalur Tohoku Shinkansen (stasiun Tokyo-stasiun Shin Aomori), Joetsu Shinkansen (stasiun Omiya-stasiun Niigata), dan Nagano Shinkansen/Hokuriku Shinkansen (stasiun Takasaki-stasiun Nagano). Tohoku Shinkansen memiliki panjang jalur 674,9 km, Joetsu Shinkansen 269,5 km, dan Nagano Shinkansen/Hokuriku Shinkansen 117,4 km.

JR Kyushu, mengelola jalur Kyushu Shinkansen (menghubungkan stasiun Hakata-stasiun Kagoshima Chuo). Total panjang jalurnya adalah 256,8 km dan dibuka tahun 2004-2011.

Peta jalur shinkansen [foto: Hisagi/wikimedia]
Peta jalur shinkansen [foto: Hisagi/wikimedia]
Peta jalur shinkansen [foto: aney/wikimedia]
Peta jalur shinkansen [foto: aney/wikimedia]
 

Oya, untuk tambahan informasi, ada juga jalur lain yang disebut sebagai mini-shinkansen yang antara lain adalah sebagai berikut: Yamagata Shinkansen (menghubungkan Fukushima-Shinjo) dan Akita Shinkansen (menghubungkan Morioka-Akita).

Ada juga jalur kereta biasa yang tidak dirancang khusus untuk shinkansen namun dapat dilalui oleh kereta shinkansen, antara lain adalah sebagai berikut: Hakata Minami Line (menghubungkan Hakata – Hakata-minami) dan Gala-Yuzawa Line (secara teknis merupakan cabang dari Joetsu Line).

Selain jalur-jalur tersebut, sebetulnya masih ada beberapa jalur lain yang sedang dalam tahap pengembangan. Namun saya pending dulu sampai disini, karena kalau kepanjangan bisa puyeng duluan.

Ngomong-ngomong, ada yang penasaran nggak kenapa harus tahu tentang nama-nama jalur shinkansen? Dengan mengetahui jalur-jalur shinkansen, wisatawan memiliki pilihan rail passes yang lebih luas.

Selama ini wisatawan asing cenderung mengenal JR Pass sebagai satu-satunya tiket terusan untuk naik seluruh kereta JR (termasuk shinkansen). Padahal, dengan mengetahui kemungkinan jalur yang akan diambil, banyak lho pilihan rail pass lainnya yang juga meng-cover shinkansen dan harganya jauh lebih hemat. Saya pernah menulis tentang aneka rail pass tersebut disini: bagian 1bagian 2bagian 3.

 

Tiket, tiket, dan tiket

Saat naik kereta biasa, penumpang cukup membeli 1 macam tiket. Selanjutnya tinggal duduk manis sampai tujuan, itu kalau kebagian tempat duduk. Tapi di shinkansen sistemnya agak beda. Tiketshinkansen terdiri dari beberapa sub-item. Detailnya adalah sebagai berikut:

  • Tarif dasar. Tarif ini merupakan tarif standar untuk bepergian dari titik A ke B. Sama seperti kereta biasa, besaran tarif ini akan berubah sesuai dengan jarak tempuhnya.
  • Shinkansen supplement. Merupakan tarif tambahan yang dikenakan untuk mengakses kereta shinkansen.
  • Biaya reservasi tempat duduk. Tarif dasar yang sudah disebut di awal betul-betul murni biaya perjalanannya saja. Jika ingin melakukan reservasi tempat duduk (untuk memastikan Anda dapat tempat duduk selama perjalanan), ada biaya tambahan yang akan dikenakan. Besaran biaya tambahan ini berbeda-beda antara hari biasa dan periode liburan. Biasanya, kisarannya antara ¥320*, ¥520*, atau ¥720*. Namun jika ingin lebih hemat, bisa juga tidak melakukan reservasi alias go show langsung naik kereta. Tips lengkapnya “Menghemat Biaya Transportasi Wisata Di Jepang” bisa dibaca disini.
  • Green car feeGreen car merupakan sebutan untuk gerbong kelas dewa, alias gerbong kelas satu. Apa bedanya dengan gerbong kelas biasa? Nanti saya jelaskan di bagian terpisah.

Jadi, saat naik kereta shinkansen, normalnya penumpang harus membayar tarif dasar+shinkansen supplement+biaya reservasi tempat duduk+green car fee (jika ingin naik gerbong kelas satu). Karena itulah setiap kali menulis tentang tiket shinkansen dalam berbagai tulisan di blog ini saya selalu menambahkan keterangan “belum termasuk biaya tempat duduk”.

Tambahan info, normalnya tiket tarif dasar dan shinkansen supplement di tulis terpisah (penumpang mendapat 2 jenis tiket yang berbeda). Namun ada kalanya tiket tarif dasar dan shinkansen supplementdicantumkan dalam satu tiket. Jika menggunakan rail pass (misalnya JR Pass), penumpang sudah nggak perlu repot lagi memikirkan berapa tiket dasar maupun shinkansen supplement yang harus dibayar dan bisa melakukan reservasi tempat duduk secara cuma-cuma.

Contoh tiket shinkansen [foto: Newsliner/wikimedia]
Contoh tiket shinkansen [foto: Newsliner/wikimedia]
Contoh tiket reservasi tempat duduk dari Tokyo ke Shin-Osaka [foto: JRHorse/wikimedia]
Contoh tiket reservasi tempat duduk dari Tokyo ke Shin-Osaka [foto: JRHorse/wikimedia]
Tiket dan keterangannya dalam bahasa Inggris [foto: Fg2/wikimedia]
Tiket dan keterangannya dalam bahasa Inggris [foto: Fg2/wikimedia]
Contoh tiket shinkansen hikari [foto: Cassiopeia sweet/wikimedia]
Contoh tiket shinkansen hikari [foto: Cassiopeia sweet/wikimedia]   
 

Lalu dimana bisa membeli tiket shinkansen. Lanjut di trivia selanjutnya yah. Tarik nafas dulu!

***

* Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username wikimedia.

***

Serba-serbi Shinkansen, Kereta Super Cepat ala Jepang (bagian 1bagian 2bagian 3)

Kenali Etika Berkereta Api di Jepang

Aneka Rail Pass di Seluruh Jepang (bagian 1bagian 2bagian 3)

Comments

comments