fbpx
Home Guides Spring In Korea: Aneka Informasi Dasar

Spring In Korea: Aneka Informasi Dasar

Spring in Korea“. Sekilas judulnya seperti film bertema roman yah. Namun saya jamin tulisan ini nggak ada hubungannya dengan romantisme. Lebih tepatnya, saya ingin mengajak teman-teman untuk wisata virtual ke Korea saat musim semi tiba.

Sudah jadi rahasia umum jika Korea Selatan merupakan salah satu negara yang memiliki 4 musim, mulai dari musim semi, panas, gugur, hingga musim dingin. Masing-masing musim tersebut memiliki karakteristik dan keunikan yang berbeda satu sama lain, yang mungkin akan mengagetkan para first time traveller yang berasal dari negara tropis seperti Indonesia. Terlebih karena di setiap musim tersebut terdapat beberapa perubahan aktifitas dan gaya busana yang cukup signifikan.

Untuk membantu teman-teman yang berminat berwisata ke negeri Ginseng tersebut, mulai dari tulisan ini saya akan mengulas lebih dalam mengenai aneka musim di negara Korea, yang akan dimulai dari musim semi. Kenapa? Karena pada bulan ini (Mei) Korea Selatan masih dalam periode musim semi, jadi momennya pas aja gitu.

Nah, berhubung rencananya saya ingin mengupas tuntas detail apa saja yang ada di masing-masing musim, mulai dari karakteristik, pakaian yang bisa dikenakan di musim tersebut, aktifitas, hingga tempat terbaik untuk dikunjungi di masing-masing musim; kemungkinan untuk setiap musimnya akan ada beberapa seri tulisan. Jadi, dinikmati saja ya. Dan inilah aneka informasi dasar tentang musim semi di Korea Selatan.

Periode waktu dan suhu rata-rata

Hampir sama seperti negara Jepang (karena letak kedua negara ini memang nggak begitu jauh), periode musim semi di Korea Selatan jatuh kira-kira pada bulan Maret hingga bulan Mei. Area yang berada di paling selatan, seperti pulau Jeju, akan mengalami musim semi lebih cepat dari daerah lainnya; sementara wilayah utara mengalami musim semi yang sedikit lebih lambat.

Perkiraan suhu udara

Musim semi menandai akhir kekuasaan musim dingin dan mulai berkuasanya cuaca hangat. Walau begitu, pada awal musim semi biasanya suhu udara masih relatif dingin. Normalnya, suhu udara rata-rata antara 7,1 hingga 17,8 derajat celcius.

Namun khusus pada awal musim semi, suhu di daerah pegunungan seperti Gangwon-do bisa mencapai -2 derajat celcius di pagi hari dan 17-18 derajat celcius di tengah hari. Baru pada bulan April cuaca sudah mulai menghangat sepenuhnya, sehingga tak sedikit juga yang berpendapat jika musim semi di Korea Selatan dimulai pada bulan April.

What to wear

Lupakan jaket atau mantel tebal, kecuali jika akan bepergian ke daerah pegunungan di awal musim semi. Itu karena suhu di awal musim semi, apalagi di daerah pegunungan, temperaturnya masih cukup dingin. Sedangkan untuk daerah lainnya, jaket yang cukup ringan maupun sweater bisa menjadi pilihan jika berwisata di awal musim semi, terutama karena suhu udara cenderung semakin dingin setelah matahari terbenam.

Baru pada pertengahan bulan April dan Mei outerwear yang lebih ringan seperti cardigan cocok untuk dikenakan karena cuaca semakin hangat. Kombinasi antara cardigan dan aksesoris seperti scarf, topi, dan kacamata hitam selalu menjadi aksesoris favorit di setiap musim semi di Korea.

Yang harus diperhatikan

  • Pada awal musim semi, waspadai penyakit pilek karena suhu udara yang sering naik dan turun secara signifikan, ditambah dengan hembusan angin kencang yang membawa udara dingin masih cukup sering terjadi.
  • Udara musim semi di Korea masih cukup kering, walau tidak sekering saat musim dingin. Jadi jangan lupa siapkan peralatan pendukung untuk mencegah kulit kering seperti lipbalm dan body lotion.
  • Terkadang ada hembusan angin yang disertai dengan debu pasir yang berasal dari Gurun Gobi dan terbawa hingga Korea Selatan. Untuk mencegah iritasi mata dan saluran pernafasan, sebaiknya bersiaplah membawa masker saat liburan musim semi di Korea Selatan.

Aktifitas musim semi

Musim semi identik dengan aktifitas menikmati keindahan bunga yang mulai bermekaran setelah “tidur” di musim dingin. Namun bunga apa yang harus dinikmati keindahannya saat berada di Korea Selatan? Apakah aktifitas musim semi hanya sebatas menikmati bunga? Berikut beberapa bocoran aktifitas yang dapat dicoba saat berwisata musim semi ke Korea Selatan.

1. Melihat bunga Cheri

Bunga Cheri? Maksudnya bunga Sakura? Yes, betul. Walau dianggap sebagai bunga khas Jepang, bunga Sakura bisa dilihat di berbagai negara yang memiliki 4 musim. Dan bukan hanya bangsa Jepang yang memiliki tradisi hanami, karena mengamati bunga Cheri yang bermekaran juga menjadi salah satu aktifitas musim semi favorit di Korea. Bagi yang ingin tahu spot terbaik menikmati bunga Cheri di Korea Selatan, akan saya tulis terpisah ya. 

Bunga Cheri di Korea Selatan [foto: Travel Oriented/flickr]
Bunga Cheri di Korea Selatan [foto: Travel Oriented/flickr]
Bunga Cheri di Korea Selatan [foto: Channy Yun from South Korea/wikimedia]
Bunga Cheri di Korea Selatan [foto: Channy Yun from South Korea/wikimedia]
Bunga Cheri di Korea Selatan [foto: HunkinElvis/wikimedia]
Bunga Cheri di Korea Selatan [foto: HunkinElvis/wikimedia]
Bunga Cheri di Korea Selatan [foto: Piotrus/wikimedia]
Bunga Cheri di Korea Selatan [foto: Piotrus/wikimedia]

2. Menikmati keindahan bunga Forsythia dan Azalea

Di Jepang, bunga Sakura melambangkan kebahagiaan karena musim semi telah tiba. Di Korea Selatan, penanda musim semi tersebut adalah bunga Forsythia dan Azalea. Keduanya memiliki keindahan yang tak kalah dari bunga Sakura/bunga Cheri dan waktu mekarnya pun sangat dinanti-nanti oleh masyarakat Korea. Forsythia dan Azalea mulai mekar pada pertengahan bulan Maret yang dimulai dari pulau Jeju, dan pada awal April di daerah Chuncheon, Gangwon-do.

Forsythia [foto: Korea.net the official page of the republic of Korea/flickr]
Forsythia [foto: Korea.net the official page of the republic of Korea/flickr]
Forsythia [foto: Korea.net the official page of the republic of Korea/flickr]
Forsythia [foto: Korea.net the official page of the republic of Korea/flickr]
Azalea [foto: Caroline Knox/wikimedia]
Azalea [foto: Caroline Knox/wikimedia]
Azalea [foto: Korea.net the official page of the republic of Korea/flickr]
Azalea [foto: Korea.net the official page of the republic of Korea/flickr]

3. Memetik stroberi

Stroberi Korea terkenal sebagai salah satu yang terbaik di Asia. Berhubung musim stroberi dimulai kira-kira pada pertengahan Maret dan April, kenapa tidak sekalian mencicipi stroberi Korea? Salah satu tempat terbaik untuk menikmati stroberi Korea adalah Geoje di Gyeongsangnam-do, Nonsan di Chungcheongnam-do, dan Damyang di Jeollanam-do.

4. Makan kepiting

Pada awal musim semi, King Crabs mulai banyak ditangkap terutama di daerah pesisir timur. Jadi tak ada salahnya berwisata sambil menikmati King Crab dan Snow Crab, sekaligus menikmati keindahan laut dan pantai di Korea. Tapi jangan berenang ya, karena seperti yang sudah disinggung sebelumnya, suhu di awal-pertengahan musim semi masih relatif dingin.

5. Menghadiri berbagai festival tradisional

Selain musim gugur, musim semi dikenal sebagai salah satu musim yang memiliki banyak festival, mulai dari yang berskala lokal hingga nasional. Rencananya aneka festival musim semi akan saya tulis terpisah, jadi tunggu tulisan selanjutnya ya.

Andong Hahoe Mask Festival [foto: Caroline Knox/wikimedia]
Andong Hahoe Mask Festival [foto: Caroline Knox/wikimedia]
Gurye Sansuyu Flower Festival [foto: Korea.net/wikimedia]
Gurye Sansuyu Flower Festival [foto: Korea.net/wikimedia]
Gwangyang Maehwa Festival [foto: Korea.net/wikimedia]
Gwangyang Maehwa Festival [foto: Korea.net/wikimedia]
Hangan Yeouido spring flower festival [foto: Korea.net/wikimedia]
Hangan Yeouido spring flower festival [foto: Korea.net/wikimedia]   

***

Demikian sekilas info tentang musim semi di Korea Selatan. Untuk aneka festival musim semi beserta rekomendasi tempat yang wajib dikunjungi saat musim semi, tunggu tulisan selanjutnya ya.

***

* Seluruh foto diambil dari creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

 

baca juga :

Spring In Korea: Kalender Festival Di Bulan Maret

Spring In Korea Dan Catatan Kuliner Yang Tertinggal

Comments

comments