fbpx
Home Guides Spring In Korea Dan Catatan Kuliner Yang Tertinggal

Spring In Korea Dan Catatan Kuliner Yang Tertinggal

Kemarin saya sudah menulis tentang kuliner musim dingin di Korea Selatan. Tulisan tersebut rencananya untuk menutup seri tulisan 4 musim di Korea Selatan yang sudah saya tulis sebulan terakhir ini.

Tapiiiiii, by the wayyyyy, ngomong-ngomonggggg! Saya baru sadar, baru banget sadar, kalau ada yang kurang dari seri tulisan tentang musim semi di Korea Selatan. Mana nih cerita tentang kulinernya? Kok rasanya saya belum pernah menulis tentang kuliner musim semi di Korea Selatan?

Saya pun membongkar-bongkar lagi tulisan lama di blog ini, dan benar saja. Tulisan tentang kuliner khas masing-masing musim baru dimulai dari musim panas, yang berarti saya melewatkan kesempatan menulis tentang kuliner musim semi. Ding dongggg!

Tadinya saya mau tutup mata saja, pura-pura nggak ngeh kalau ada catatan yang tercecer tentang musim semi di Korea Selatan. Tapi rasanya gimana gitu, kayaknya nggak lengkap juga kalau nggak ditulis yah. Better late than never, walau harusnya seri 4 musim di Korea Selatan sudah berakhir, saya persembahkan tulisan berbagai kuliner musim semi di negeri ginseng.

Jika diperhatikan, kuliner khas di keempat musim memiliki keyword atau ciri khas dan manfaat masing-masing. Kuliner khas musim panas identik dengan sesuatu yang “segar dan menguatkan stamina”, agar kondisi tubuh tetap terjaga menghadapi panasnya suhu udara musim panas.

Kuliner musim gugur identik dengan nuansa alam, karena musim gugur dikenal juga sebagai musim panen. Di musim dingin, kuliner yang dapat menghangatkan badan menjadi favorit untuk disantap. Lalu bagaimana dengan kuliner musim semi?

Musim semi, selain identik dengan bunga yang berwarna-warni, juga dikenal sebagai musimnya bahan makanan segar yang kaya nutrisi. Sayuran dan buah yang baru dipetik, hingga seafood yang baru ditangkap, semua paling nikmat disantap saat musim semi tiba.

Salah satu buah yang populer diburu saat musim semi adalah buah stroberi, dan stroberi Korea memang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Asia. Stroberi paling nikmat disantap di bulan Maret dan April, dan pada waktu-waktu tersebut, di berbagai jaringan hotel ternama seperti Sheraton dan Novotel seringkali digelar promosi maupun festival kuliner bertema Stroberi.

Bahkan di daerah Nonsan, salah satu daerah penghasil Stroberi terbesar di Korea Selatan, rutin digelar Nonsan Strawberry Festival saat musim semi tiba (bisa baca disini).

Selain stroberi, masih ada beberapa buah dan sayuran lain yang menjadi bintang saat musim semi tiba. Mugwort, dalam bahasa Korea disebut ssuk (kalau bahasa Indonesianya apa ya?), menjadi salah satu bahan makanan favorit di musim semi.

Biasanya mugwort ini diseduh menjadi teh yang akan mengeluarkan aroma khusus, atau dijadikan sup maupun diolah menjadi kue beras. Salah satu daerah terbaik untuk menemukan bahan makanan ini adalah pulau Ganghwado di provinsi Gyeonggi-do.

Tomat juga mudah ditemukan di musim semi, terutama di daerah Daejeo di Busan, yang rutin mengadakan festival tomat setiap tahunnya. Biasanya tomat disantap mentah, atau disajikan sebagai campuran sandwich maupun salad.

Selain tomat, naengi, alias shepherd’s purse, menjadi sayuran favorit lain di musim semi. Sayuran yang kaya protein dan kalsium ini paling pas disantap setelah dicampur dengan pasta kedelai, atau dimasak menjadi sup maupun stew.

Strawberrry [foto: ProjectManhattan/wikimedia]
Strawberrry [foto: ProjectManhattan/wikimedia]
blogentry-843-0-90427000-1402055851

Tomat [foto: Stegano/wikimedia]
Tomat [foto: Stegano/wikimedia]
Shepherd's purse [foto: Ian Cunliffe/wikimedia]
Shepherd’s purse [foto: Ian Cunliffe/wikimedia]   
 

Tak hanya buah dan sayuran yang nikmat disantap saat musim semi tiba. Banyak seafood segar yang kuantitasnya berlebih di musim semi, atau mencapai rasa terbaiknya di musim yang penuh bunga ini. Jukkumi, atau octopus ocellatus adalah salah satunya.

Hewan ini termasuk keluarga gurita, namun ukurannya lebih kecil 10-20 centimeter dari gurita normal. Sebetulnya jukkumi ini sudah bisa ditangkap sejak bulan Oktober, namun saat musim semi jukkumi mulai bertelur sehingga rasanya lebih lezat.

Biasanya jukkumi ini diolah dengan dimasak setengah matang dan dicelupkan dalam saus pedas. Enak juga dibuat dengan cara shabu-shabu, maupun dipanggang. Oya, kalau di Korea Selatan, jukkumi ini paling banyak ditangkap di daerah pesisir Barat seperti Seocheon, Taean, dan Boryeong.

Semuanya ada di provinsi Chungcheongnam-do. Sedangkan contoh menu yang bisa dicoba antara lain Jukkumi Samgyeopsal Bokkeum (jukkumi dan samgyeopsal/perut babi panggang disajikan bersama sayuran dan kue beras dalam saus pedas panas) dan Jukkumi Shabu-shabu.

Jukkumi Samgyeopsal Bokkeum [foto: Travel Oriented/flickr]
Jukkumi Samgyeopsal Bokkeum [foto: Travel Oriented/flickr]

Selain jukkumiking crabs juga banyak ditangkap saat musim semi tiba. Kepiting ini mudah ditemukan di daerah Uljin dan Yeongdeok di provinsi Gyeongsangbuk-do. Namun jika ingin mengolah sendiri, disarankan membeli di daerah Uljin karena harga king crabs di sana jauh lebih murah dari Yeongdeok (karena kepiting banyak ditangkap di Uljin).

Sedangkan jika mementingkan cita rasa, kepiting Yeongdeok punya rasa yang lebih alami karena tinggalnya di pasir yang bersih. Oya, king crabs ini paling enak dimasak dengan cara dikukus, dibakar, maupun digoreng.

Namun jika suka menyantapnya mentah-mentah, enak juga kok. Contoh menu king crabs yang wajib dicoba adalah Daege-jjim, yaitu kepiting kukus, yang mudah ditemukan di berbagai restoran di Yeongdeok, Seoul, maupun Incheon.

Kurang lebih itulah aneka kuliner khas musim semi di Korea Selatan. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang akan wisata musim semi ke Korea Selatan, maupun hobi kulineran ala Korea di berbagai resto di Indonesia. Oya, setelah membandingkan dengan daftar kuliner di musim panasmusim gugur, dan musim dingin, kira-kira mana yang jadi favorit teman-teman?

***

* Foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

 

baca juga :

Spring In Korea, Wisata Kemana Ya?

Spring In Korea: Aneka Informasi Dasar

Spring In Korea: Kalender Festival Di Bulan Maret

Comments

comments