fbpx
Home Guides Tahu Nggak, Hanya Ada 12 Kastil Original Di Seluruh Jepang Lho!

Tahu Nggak, Hanya Ada 12 Kastil Original Di Seluruh Jepang Lho!

Sebelumnya, saya sudah menyinggung sedikit tentang sejarah singkat (yang ternyata habis beberapa paragraf) tentang kastil di Jepang. Begitu juga dengan struktur yang biasa ditemukan pada kastil. Saat ini saya ingin berbagi info seputar keaslian kastil di Jepang.

Sudah pernah berkunjung ke Osaka Castle ? Atau mungkin pernah terkagum-kagum melihat megahnya Nagoya Castle? Jangan keburu terkesima melihat betapa kastil-kastil yang usianya sudah uzur tersebut masih berdiri megah sampai saat ini. Sebagai informasi, kedua kastil di atas bangunan aslinya sudah hancur pada masa perang. Dengan kata lain, Osaka Castle dan Nagoya Castle merupakan proyek rekonstruksi kualitas super.

Kaget? Saya mengerti banget kalau kaget, walaupun khusus untuk Osaka Castle harusnya sudah bisa ditebak jika kastil itu kastil modern dengan citarasa lampau. Soalnya sekarang ada elevatornya sih. Perasaan yang sama pernah saya rasakan saat berkunjung ke Sensoji Temple.

Pengemudi rickshaw yang membawa kami ke kuil itu dengan bangga mempromosikan Sensoji Temple sebagai “kuil tertua di Jepang yang masih terawat sampai saat ini”. Saat saya melihat langsung kemegahan kuil Sensoji, saya terkesima. Terpukau. Takjub melihat betapa kompleks bangunan kuil masih berdiri kokoh, walau sedikit bertanya-tanya kok tiang bangunannya seperti beton concrete modern ya?

Dan saat tahu jika kuil yang sejarahnya sudah dimulai sejak abad 7 itu ternyata hasil rekonstruksi (karena bangunan aslinya sudah hancur oleh serangan udara), perasaan saya hampir sama seperti saat tahu jika saos tomat di warung bakso langganan ternyata nggak terbuat dari tomat, melainkan dari ubi jalar. Shock, merasa tertipu, namun karena enak ya lanjut aja. Kurang lebih begitulah.

Sebagai informasi awal, saat ini di Jepang terdapat lebih dari 100 kastil yang tersebar dari ujung ke ujung. Sebetulnya, sebelum Restorasi Meiji dimulai (pada tahun 1871), terdapat sekitar 2000 kastil di seluruh Jepang.

Namun sebagian besar kastil tersebut kondisinya sudah rusak, atau malah hancur. Penyebabnya beragam, mulai dari hancur karena perang, sengaja dihancurkan karena dianggap sebagai warisan dari penguasa terdahulu, atau ditinggalkan oleh penghuninya dan akhirnya hancur dengan sendirinya.

Setelah situasi di Jepang relatif stabil, berbagai proyek rekonstruksi (termasuk rekonstruksi kastil) pun dimulai, walau ada juga yang masih dibiarkan berupa puing seperti Takeda Castle. Dari 100-an kastil (bangunan maupun puing) yang ada saat ini, hanya sekitar 12 kastil saja yang bisa digolongkan dalam kategori relatif asli. Mau tahu kastil mana saja yang masih oetentik itu? Berikut daftar nama dan ulasan singkatnya.

Di urutan pertama, kastil asli yang dianggap paling terjaga dengan baik adalah Himeji Castle. Kastil ini sekaligus menjadi salah satu tempat terbaik melakukan hanami di Jepang.

Hishi-no-mon [foto: Kenpei/wikimedia]
Hishi-no-mon [foto: Kenpei/wikimedia]
Himeji Castle [foto: Bernard Gagnon/wikimedia]
Himeji Castle [foto: Bernard Gagnon/wikimedia]
Sudut lain di Himeji Castle [foto: Nando.sm/wikimedia]
Sudut lain di Himeji Castle [foto: Nando.sm/wikimedia]
Sakura dan Himeji Castle [foto: Azurfrog/wikimedia]
Sakura dan Himeji Castle [foto: Azurfrog/wikimedia]   
 

Kastil lainnya yang juga masih relatif asli, adalah Matsumoto Castle yang berlokasi di Matsumoto, prefektur Nagano. Kastil ini tak hanya memiliki bangunan yang utuh, namun juga kompleks kastil yang relatif lengkap.

Salah satu gerbang kastil [foto: 663highland/wikimedia]
Salah satu gerbang kastil [foto: 663highland/wikimedia]
Parit dan gerbang [foto: Fg2/wikimedia]
Parit dan gerbang [foto: Fg2/wikimedia]
Menara pengawas [foto: 柑橘類/wikimedia]
Menara pengawas [foto: 柑橘類/wikimedia]
Sudut lain di Matsumoto Castle [foto: Boberger/wikimedia]
Sudut lain di Matsumoto Castle [foto: Boberger/wikimedia] 
 

Bitchu-Matsuyama Castle yang berlokasi di Bitchu-Takahashi, Chugoku, salah satu contoh kastil asli yang terdapat di puncak gunung. Kastil dengan nama mirip dengan Bitchu-Matsuyama, yaitu Matsuyama Castle, juga sama-sama diakui sebagai kastil asli. Bedanya, Matsuyama Castle ini terletak di daerah Matsuyama, Ehime.

Bitchu-Matsuyama Castle [foto: ChubbyWimbus/wikimedia]
Bitchu-Matsuyama Castle [foto: ChubbyWimbus/wikimedia]
Bitchu-Matsuyama Castle [foto: Reggaeman/wikimedia]
Bitchu-Matsuyama Castle [foto: Reggaeman/wikimedia]
Matsuyama Castle [foto: Yamaguchi Yoshiaki/wikimedia]
Matsuyama Castle [foto: Yamaguchi Yoshiaki/wikimedia]
Matsuyama Castle [foto: Jyo81/wikimedia]
Matsuyama Castle [foto: Jyo81/wikimedia]   
 

Matsue Castle yang terdapat di prefektur Shimane, Chugoku, juga diakui sebagai kastil asli. Kastil ini dulunya dibangun oleh Horio Yoshiharu pada tahun 1611, sebelum dikuasai oleh salah satu klan yang punya hubungan dengan keluarga shogun, yaitu klan Matsudaira.

Salah satu gerbang di Matsue Castle [foto: 663highland/wikimedia]
Salah satu gerbang di Matsue Castle [foto: 663highland/wikimedia]
Matsue Castle [foto: David.Monniaux/wikimedia]
Matsue Castle [foto: David.Monniaux/wikimedia]
Sudut lain di Matsue Castle [foto: 663highland/wikimedia]
Sudut lain di Matsue Castle [foto: 663highland/wikimedia]
Matsue Castle di musim dingin [foto: Mti/wikimedia]
Matsue Castle di musim dingin [foto: Mti/wikimedia]   
 

Di wilayah Kansai, ada Hikone Castle yang sudah selesai dibangun pada tahun 1622. Sebagian besar area di kastil ini masih relatif asli, walau ada juga beberapa bagian dari kompleks kastil yang merupakan hasil rekonstruksi.

Salah satu gerbang [foto: via wikimedia]
Salah satu gerbang [foto: via wikimedia]
Menara pengawas [foto: 663highland/wikimedia]
Menara pengawas [foto: 663highland/wikimedia]
Menara pengawas [foto: Jnn/wikimedia]
Menara pengawas [foto: Jnn/wikimedia]
Sudut lain Hikone Castle [foto: 663highland/wikimedia]
Sudut lain Hikone Castle [foto: 663highland/wikimedia]   
 

Sebetulnya, Hirosaki Castle di area Tohoku ini pernah hancur akibat sambaran petir pada tahun 1627. Namun kastil ini telah selesai di renovasi pada tahun 1810, yaitu sebelum Restorasi Meiji dimulai. Jadi kastil ini tetap dianggap (relatif) asli karena direkonstruksi sebelum era Jepang modern dimulai.

Higashimon [foto: Kamoseiro/wikimedia]
Higashimon [foto: Kamoseiro/wikimedia]
Menara pengawas [foto: Angaurits/wikimedia],
Menara pengawas [foto: Angaurits/wikimedia],
Sudut lain Hirosaki Castle [foto: Kamoseiro/wikimedia]
Sudut lain Hirosaki Castle [foto: Kamoseiro/wikimedia]
Hirosaki Castle dan Sakura di malam hari [foto: Kojin/wikimedia]
Hirosaki Castle dan Sakura di malam hari [foto: Kojin/wikimedia]   
 

Mau tahu kastil asli yang paling tua di antara kastil asli lainnya? Jawabannya adalah Inuyama Castle yang terdapat di kota Inuyama, prefektur Aichi. Dari deretan nama 12 kastil yang disebut asli, hanya ada 4 nama yang telah diakui sebagai National Treasures yaitu Inuyama Castle, Himeji Castle, Matsumoto Castle, dan Hikone Castle.

Honmaru gate [foto: Yanajin33/wikimedia]
Honmaru gate [foto: Yanajin33/wikimedia]
Menara pengawas [foto: ThorstenS/wikimedia]
Menara pengawas [foto: ThorstenS/wikimedia]
Taman di Inuyama Castle [foto: Jeremydeades/wikimedia]
Taman di Inuyama Castle [foto: Jeremydeades/wikimedia]
Pemandangan di sekitar Inuyama Castle [foto: Chris 73/wikimedia]
Pemandangan di sekitar Inuyama Castle [foto: Chris 73/wikimedia]   
 

Kastil lainnya yang masuk dalam nama 12 kastil asli adalah Kochi Castle yang berada di kota Kochi, prefektur Kochi, pulau Shikoku. Kastil yang terdapat di puncak bukit ini termasuk salah satu kastil yang unik karena dulu, menara kastilnya, tak hanya digunakan untuk keperluan militer, namun juga sebagai rumah tinggal.

Salah satu gerbang di Kochi Castle [foto: 663highland/wikimedia]
Salah satu gerbang di Kochi Castle [foto: 663highland/wikimedia]
Kochi Castle [foto: Mkill/wikimedia]
Kochi Castle [foto: Mkill/wikimedia]
Kochi Castle [foto: Reggaeman/wikimedia]
Kochi Castle [foto: Reggaeman/wikimedia]
Kochi Castle [foto: Reggaeman/wikimedia]
Kochi Castle [foto: Reggaeman/wikimedia]   
 

3 kastil lainnya yang diakui sebagai kastil asli adalah Marugame Castle (disebut juga sebagai Kameyama Castle) di Marugame; Uwajima Castle di Uwajima, prefektur Ehime; dan Maruoka Castle di Maruoka, Fukui. Sepertinya kepanjangan ya kalau saya ulas satu persatu? Lihat saja foto-foto kastil tersebut di bawah ini ya.

Gerbang Marugame Castle [foto: 663highland/wikimedia]
Gerbang Marugame Castle [foto: 663highland/wikimedia]
Marugame Castle [foto: 663highland/wikimedia]
Marugame Castle [foto: 663highland/wikimedia]
Uwajima Castle [foto: Vickerman625/wikimedia]
Uwajima Castle [foto: Vickerman625/wikimedia]
Maruoka Castle [foto: Mnd/wikimedia]
Maruoka Castle [foto: Mnd/wikimedia]   
 

Pendapat saya

Terlepas dari pendapat bahwa kastil (dan banyak bangunan bersejarah lain) di Jepang adalah palsu dan penipuan, saya pribadi sangat kagum pada keseriusan pemerintah dan masyarakat Jepang dalam menghargai peninggalan bersejarah.

Memugar bangunan bersejarah itu sulit! Dosen kuliah urban desain dulu pernah menjelaskan jika setiap proses rekonstruksi maupun pemugaran bangunan bersejarah harus dilakukan secermat mungkin dengan memperhatikan detail asli bangunan, sehingga prosesnya bisa memakan waktu bertahun-tahun. Karenanya, dibutuhkan komitmen tinggi untuk melakukannya. Salut untuk keseriusan pemerintah Jepang!

Proses pemugaran Hiimeji Castle [foto: Corpse Reviver/wikimedia]
Proses pemugaran Hiimeji Castle [foto: Corpse Reviver/wikimedia]
Proses pemugaran Hiimeji Castle [foto: Corpse Reviver/wikimedia]
Proses pemugaran Hiimeji Castle [foto: Corpse Reviver/wikimedia]
Proses pemugaran Hiimeji Castle [foto: via wikimedia]
Proses pemugaran Hiimeji Castle [foto: via wikimedia]
Proses pemugaran Hiimeji Castle [foto: via wikimedia]
Proses pemugaran Hiimeji Castle [foto: via wikimedia]   
 

Menariknya, di beberapa proyek rekonstruksi/pemugaran, pengunjung bisa melihat langsung bagaimana kegiatan tersebut berlangsung seperti yang terjadi pada Himeji Castle tahun 2014 ini. Memang aktifitas wisata jadi sedikit terganggu, tapi sebagai gantinya ada proses pembelajaran tentang pemugaran bangunan bersejarah sehingga akhirnya jadi aktifitas wisata tersendiri.

Saya pun jadi berandai-andai jika kawasan bersejarah di Indonesia seperti Kota Tua Jakarta dipugar secara serius, dan prosesnya bisa disaksikan langsung oleh pengunjung. Wah, bisa jadi tempat wisata bersejarah kita popularitasnya akan naik ke level internasional, dan Indonesia tak hanya dikenal dengan Bali-nya saja. Itu menurut pendapat saya pribadi loh yaa! Menurut teman-teman sendiri, kira-kira mungkin nggak suatu saat nanti Indonesia bisa dikenal karena wisata sejarahnya?

***

* Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username wikimedia.

Comments

comments