fbpx
Home Guides Tertarik Melakukan Shukubo? Baca Dulu Ini! (Part 2 END)

Tertarik Melakukan Shukubo? Baca Dulu Ini! (Part 2 END)

Sudah tahu apa itu shukubo? Sudah tahu apa yang membuat shukubo menarik untuk dicoba oleh wisatawan? Kalau belum, baca disini dulu ya, karena tulisan ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya. Disini saya ingin berbagi aneka info dimana bisa melakukan shukubo, perkiraan harga, dan juga info lainnya yang masih berkaitan dengan kegiatan menginap di kuil tersebut.

Sebelumnya, sudah dijelaskan jika tidak semua kuil menyediakan fasilitas untuk shukubo. Namun jumlah kuil yang menerima shukubo pun jumlahnya tak sedikit dan tersebar di berbagai penjuru Jepang. Biasanya, kuil-kuil yang menyediakan shukubo adalah kuil-kuil yang populer sebagai tempat tujuan wisata, terutama wisata religi. Bisa karena kuil tersebut menjadi pusat aliran tertentu, memiliki sejarah yang unik, dan sebagainya.

Jika ditanya dimana tempat yang paling populer untuk melakukan shukubo, jawabannya tentu saja adalah Gunung Koya, atau Koyasan, yang terletak di prefektur Wakayama, Kansai. Koyasan sudah lama dikenal sebagai salah satu tempat wisata religi terbaik di Jepang, dan telah diakui oleh UNESCO sebagai World Heritage Sites “Sacred Sites and Pilgrimage Routes in the Kii Mountain Range” (bersama dengan 2 lokasi lain di Kii Peninsula). Kenapa? Karena gunung ini merupakan pusatnya dari aliran Shingon Buddhism, salah satu aliran Budha yang telah masuk ke Jepang sejak Periode Heian.

Kobo Daishi (atau Kukai), tokoh penting yang membawa Shingon Buddhism ke Jepang, membangun kuil Garan di Gunung Koya pada tahun 826. Seiring dengan perkembangan aliran Shingon Buddhism, di sekitar kuil pusat itu kini terdapat lebih dari 100 kuil yang berada di sepanjang jalan di Gunung Koya. Menariknya, lebih dari 50 kuil menyediakan fasilitas shukubo yang dapat digunakan oleh para peziarah maupun wisatawan yang sekedar ingin merasakan shukubo.

Suasana di Koyasan [foto: Danirubioperez]
Suasana di Koyasan [foto: Danirubioperez]
Suasana di Koyasan [foto: crystalline radical]
Suasana di Koyasan [foto: crystalline radical]
Suasana di Koyasan [foto: akuppa]
Suasana di Koyasan [foto: akuppa]
 

Ada beberapa hal yang membuat shukubo di Gunung Koya ini menarik selain dari pengalaman ber-shukubo itu sendiri. Yang paling utama, tentu saja karena banyaknya kuil yang terdapat di gunung ini sehingga suasana religius sekaligus mistis sangat terasa disini.

Suasana Gunung Koya yang dipenuhi oleh hutan yang masih asri menjadi daya tarik lain yang membuat wisatawan terus datang kesini. Selain itu, rata-rata kuil di Gunung Koya ini telah melengkapi shukubo-nya dengan fasilitas yang ramah untuk wisatawan asing. Bahkan mayoritas shukubo di Koyasan ini sudah dapat dibooking melalui berbagai situs booking hotel.

Selain Koyasan, masih banyak kuil di kota lain yang juga menerima shukubo. Berikut beberapa nama kuil yang menerima shukubo di beberapa kota besar di Jepang:

  • Tokyo: kuil Komadori-sanso dan kuil Seizanso di Gunung Mitake (atau Mitake-san).
  • Kyoto: kuil Ninna-ji memiliki fasilitas shukubo(di Omuro Kaikan Hall) yang menyediakan makanan non-vegetarian. Kuil lainnya di Kyoto yang menyediakan fasilitas shukubo antara lain Myoren-ji, Hiden-in, Roku-in, Myoshin-ji, Kosho-ji, Hokyo-in, Chion-in, Chishaku-in, Jyorengin, Hongan-ji , dan Cyoraku-ji.
  • Osaka: kuil Jyokoenman-ji, Shippotaki-ji, dan Katsuou-ji.
  • Nara: kuil Senko-ji, Shigisan (Senjyu-in, Gyokuzo-in, Jyohuku-in), Yoshinosan (Kizo-in, Tonan-in, Chikurin-in, Sakuramoto-bo)
Kuil Ninna-ji di Kyoto [foto: Carles Tomás Marti]
Kuil Ninna-ji di Kyoto [foto: Carles Tomás Marti]
Kuil Ninna-ji di Kyoto [foto: Carles Tomás Marti]
Kuil Ninna-ji di Kyoto [foto: Carles Tomás Marti]
Kuil Ninna-ji di Kyoto [foto: Carles Tomás Marti]
Kuil Ninna-ji di Kyoto [foto: Carles Tomás Marti]

Lalu, berapa biaya untuk melakukan shukubo?

Biayanya bisa bervariasi, tergantung dari masing-masing kuil dan fasilitas apa saja yang ditawarkan oleh kuil tersebut. Biasanya tarifnya dimulai dari ¥3000, seperti yang terdapat di kuil Jyokoenman-ji di Osaka. Tarif tersebut berlaku jika menginap saja (tanpa makan), dan harganya akan menjadi ¥4500 jika ingin mendapat makan pagi dan makan malam.

Harga shukubo di kuil Ninna-ji berbeda lagi, mulai dari ¥5200 (tanpa makan), ¥6000 (termasuk makan pagi), dan ¥9500 (termasuk makan pagi dan makan malam, ¥7500 untuk anak-anak). Kuil Shigisan (Gyokuzo-in) di Nara memiliki rate ¥8000-¥12000, dan jika ingin mengikuti Nun Experience Plan, tarifnya antara ¥8000-¥14000.

Sedangkan untuk kuil-kuil di Koyasan, rate-nya kira-kira ¥9500-¥15000 per-orang per-malam, sudah termasuk makan pagi dan makan malam. Shukubo itu mahal? Tergantung dari persepsi dan deskripsi tentang kata mahal. Harganya memang lebih tinggi dari hostel maupun hotel kapsul. Tapi jika dilihat dari segi pengalaman, shukubo jelas menawarkan pengalaman lebih dari akomodasi lainnya.

Tertarik melakukan shukubo? Walau saat ini sudah banyak fasilitas shukubo yang ramah terhadap wisatawan asing, ada beberapa hal yang perlu diketahui agar tidak terkena culture shock.

  • Bagaimana pun, ingatlah selalu jika fasilitas shukubo merupakan bagian dari fasilitas kuil. Jadi jangan berharap ada pelayanan sekelas hotel saat melakukan shukubo.
  • Kuil yang menerima shukubo mungkin saja memiliki website dalam bahasa Inggris yang dikelola dengan profesional. Namun perlu diketahui, staff yang dapat berbahasa Inggris tidak selalu ada di setiap kuil (terutama untuk kuil-kuil kecil). Solusinya, bicaralah lebih pelan dan gunakan bahasa tubuh setiap kali membutuhkan sesuatu.
  • Menginap di ruangan bergaya Jepang juga memiliki konsekuensi tersendiri lho. Dinding pembatas antar kamar biasanya sangat tipis karena betul-betul terbuat dari dinding kertas, sehingga Anda bisa saja mendengar hela nafas dari kamar sebelah. Bagi Anda yang sangat mementingkan privasi, dinding tipis bisa jadi akan mengurangi kenyamanan tidur. Namun jangan khawatir soal kenyamanan kamar. Di luar masalah dinding yang ekstra tipis, kamar untuk shukuborata-rata cukup nyaman untuk wisatawan.
  • Program religi yang diadakan oleh kuil juga bisa menjadi salah satu faktor yang memicu culture shock. Terlebih karena aktifitas tersebut rata-rata dimulai sejak dini hari. Jadi jika memang hanya ingin menikmati suasana menginap di kuil, bisa memilih kuil yang hanya menyediakan akomodasi saja.
  • Sebetulnya, siapa saja boleh melakukan shukubo. Namun jika Anda termasuk tipikal partygoers, suasana kuil yang tenang dan sepi (terutama di malam hari) bisa jadi akan terasa “mengejutkan”. Di kuil jelas tidak ada fasilitas hiburan, dan bahkan Anda diharapkan untuk ikut menjaga ketenangan dengan bersikap tenang. Belum lagi jika kuil yang Anda pilih hanya menyediakan menu vegetarian ala pendeta Budha. Jadi pertimbangkan juga kesiapan mental Anda sebelum memutuskan untuk melakukan shukubo.
  • Terakhir dan yang paling penting, ada satu tips agar terhindar dari culture shocksewaktu melakukan shukubo. Nikmati saja suasana shukubo, dan bersikaplah open minded. Mungkin masih ada 1-2 hal yang membuat Anda kaget, tapi selama Anda bisa menikmati setiap kejutan tersebut, maka shukubopasti tetap akan terasa menyenangkan. Ingat selalu bahwa inti dari shukubo bukanlah sekedar untuk berwisata, namun sekaligus menjadi momen untuk mengenal lebih dekat budaya setempat, serta mencari ketenangan setelah sehari-hari sibuk dengan suasana perkotaan.

Selamat mencoba!

* Seluruh foto diambil dari flickr via creative commons. Credit nama berdasarkan username flickr. Tidak ada perubahan dari foto aslinya.

Comments

comments