fbpx
Home Guides Tips Dan Trik Menginap Di Haneda International Airport (Part 1)

Tips Dan Trik Menginap Di Haneda International Airport (Part 1)

Bicara tentang menginap di Haneda Airport, saya pernah mengalaminya saat berwisata ke Tokyo tahun 2012 lalu. Ceritanya, kebetulan sekali jadwal penerbangan pulang ke Indonesia bertepatan dengan terjadinya taifun yang sempat mengacak-acak Tokyo dan membuat jadwal kereta dan bus berhenti total.

Seingat saya, waktu itu hanya subway yang beroperasi dan kami pun menuju ke Haneda dengan menggunakan subway. Apa daya, walau sudah buru-buru tiba di Haneda Airport, dan walau taifun sudah berakhir saat jadwal flight tiba, pesawat tak kunjung datang. Tanpa adanya penjelasan apapun dari maskapai penerbangan kami (maklum, naik low cost airlines sih), alhasil kami terdampar di Haneda selama berjam-jam (seingat saya antara 5-6 jam) dan terpaksa menginap disana.

Walau kebetulan posisi kami menginap agak kurang nyaman (karena berada di tengah-tengah penumpang yang grumpy akibat tidak adanya kejelasan flight sama sekali plus saya membawa balita umur 3 tahun), namun saya masih bersyukur karena posisi kami menginap tepat berada di depan iklan yang memasang wajah Takuya Kimura yang caem. Lumayan buat menghibur hati yang dongkol karena ditelantarkan oleh maskapai kami, haha..

Bilboard Takuya Kimura yang menyelamatkan hari, eh malam saya [foto: dok.pribadi]
Bilboard Takuya Kimura yang menyelamatkan hari, eh malam saya [foto: dok.pribadi]

Jadi kesimpulannya, berdasarkan pengalaman saya, Bandara Haneda termasuk salah satu bandara yang memungkinkan untuk dijadikan tempat menginap. Setelah saya telaah lebih lanjut, Bandara Haneda termasuk salah satu yang rutin dijadikan tempat menginap sementara oleh wisatawan, khususnya wisatawan yang datang dengan penerbangan terakhir.

Maklum, prosedur imigrasi di bandara Jepang bisa sangat lama dan berbelit sehingga kita bisa saja ketinggalan kereta terakhir karenanya (ya, kereta di Jepang nggak 24 jam lho). Jadi khusus untuk tulisan ini saya ingin berbagi beberapa info seputar Bandara Haneda, khususnya bagi yang ingin menginap disana.

Sekilas info

Tak kenal maka tak sayang. Agar topik tentang Bandara Haneda ini lebih afdol, saya akan mulai dulu dengan menceritakan gambaran awal seputar bandara ini.

Haneda Airport [foto: Pyzhou/wikimedia]
Haneda Airport [foto: Pyzhou/wikimedia]

Bandara Haneda, atau nama resminya adalah Tokyo International Airport (東京国際空港, Tōkyō Kokusai Kūkō), biasa disebut sebagai Haneda Airport atau Tokyo Haneda Airport, merupakan salah satu dari 2 bandara terbesar yang ada di wilayah Greater Tokyo Area (mencakup seluruh wilayah Kanto).

Bandara satunya lagi adalah Bandara Narita, yang pernah saya singgung sekilas dalam tulisan Side Trip from Tokyo (5): Narita. Dibanding Narita yang terletak di prefektur Chiba, Bandara Haneda ini letaknya paling dekat dengan Tokyo. Tepatnya, bandara ini terletak di Distrik Ota, Tokyo.

Bandara Haneda Terminal 1 [foto: Alex Len/wikimedia]
Bandara Haneda Terminal 1 [foto: Alex Len/wikimedia]

Bandara Haneda sudah dibuka sejak tahun 1931 dan pada saat itu menjadi bandara sipil terbesar yang pernah dibangun di Jepang. Bandara Haneda pun sempat menjadi bandara internasional Jepang hingga tahun 1978, dan akhirnya lebih banyak menghandle berbagai penerbangan domestik dari/menuju Tokyo mulai dari tahun 1978-2010 (penerbangan internasionalnya dipindahkan ke Narita).

Pada tahun 2010 hingga saat ini, bandara ini kembali menjadi bandara internasional setelah ditambahkan terminal internasional. Jadi kini terdapat 3 terminal di bandara ini: Terminal 1 dan Terminal 2 (dihubungkan dengan jalan bawah tanah dan juga shuttle bus, dan Terminal Internasional. Nah, di Terminal Internasional inilah yang memungkinkan para wisatawan untuk menginap.

Terminal Internasional Bandara Haneda [foto: Adkdhc8/wikimedia]
Terminal Internasional Bandara Haneda [foto: Adkdhc8/wikimedia]

Bisa nggak menginap di Bandara Haneda?

Seperti yang saya tulis sebelumnya, bisa banget. Bahkan bandara ini disebut-sebut sebagai salah satu bandara terbaik untuk menginap, lho. Hanya saja, lokasi tempat menginap itu terbatas, yaitu hanya di area Terminal Internasional saja. Itu karena hanya Terminal Internasional saja yang beroperasi selama 24 jam (walau dengan beberapa kondisi khusus yang akan saja jelaskan pada bagian tips dan trik).

Terminal 1 dan Terminal 2 yang melayani penerbangan domestik tidak buka 24 jam, walau di Terminal 1 ada kabin yang bisa digunakan untuk menginap dan hotel di Terminal 2 (tentunya nggak gratis ya).

Percaya nggak kalau ini ada di Terminal Internasional Bandara Haneda? [foto: Aimaimyi/wikimedia]
Percaya nggak kalau ini ada di Terminal Internasional Bandara Haneda? [foto: Aimaimyi/wikimedia]
Ada beberapa fasilitas menarik yang bisa dimanfaatkan oleh wisatawan yang akan menginap di Bandara Haneda, berikut sebagian diantaranya:

  • ATM;
  • Area bermain untuk anak (jika membawa anak-anak). Lokasinya di dekan gate 109 dan 113.
  • Tempat penukaran mata uang asing, tersebar di berbagai lokasi dengan jam operasional antara 09.00-19.00.
  • Makanan dan minuman. Beberapa diantaranya buka 24 jam (akan saya detailkan kemudian).
  • Tempat penyimpanan barang dan loker. Untuk penyimpanan barang rata-rata jam operasionalnya antara pukul 06.00-10.30, sedangkan loker koin bisa digunakan 24 jam.
  • Fasilitas tambahan lainnya, seperti lounge (beberapa diantaranya bisa diakses dengan gratis. Syarat dan ketentuan berlaku), shower room (ya, bisa mandi di airport dengan biaya tertentu), Wi-Fi gratis, dan bahkan ada beberapa alternatif tempat menginap yang bisa dimanfaatkan (seperti hotel dan kabin) jika keberatan menginap di tempat terbuka. Jadi intinya, tak perlu takut untuk menginap di Bandara Haneda deh.

Tentang tips dan trik menginap di Bandara Haneda saya lanjut di bagian 2 yah.

***

Tips Dan Trik Menginap Di Haneda International Airport (Part 2)

Tips Dan Trik Menginap Di Haneda International Airport (Part 3)

Tips Dan Trik Menginap Di Haneda International Airport (Part 4 END)

***

*Foto-foto (kecuali jika ada keterangan lainnya) diambil dari creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

Comments

comments