Sebetulnya, sudah cukup lama saya ngebet banget nulis tentang Maldives. Tempat honeymoon paling populer di dunia ini memang sudah lama bikin penasaran, dan rasa penasaran itu semakin bertambah setelah muncul video tentang Meldaifs (tahu kan maksudnya?).

Gemes-gemes gimana gitu, kepingin tahu apa saja sih yang ada di negara bulan madu itu. Hanya saja, rencana menulis tentang Maldives terpaksa ditunda dulu selama beberapa waktu. Repot sih kalau disangka black champaign. Jadi lebih baik sabar dulu sampai waktunya tepat. Begitu pikir saya.

Maldives, a country with a glance [foto: KingKurt22/wikimedia, B166-er/wikimedia]
Maldives, a country with a glance [foto: KingKurt22/wikimedia, B166-er/wikimedia]
Maldives, a country with a glance [foto: B166-er/wikimedia]
Maldives, a country with a glance [foto: B166-er/wikimedia]
Maldives, a country with a glance [foto: Bruno de Giusti/wikimedia]
Maldives, a country with a glance [foto: Bruno de Giusti/wikimedia]
Maldives, a country with a glance [foto: Godot13/wikimedia]
Maldives, a country with a glance [foto: Godot13/wikimedia]   
 

Nah, berhubung kemarin acara coblos mencoblos sudah selesai dan sekarang tinggal pada dag dig dug menunggu hasil perhitungan suara, boleh dong saya mulai bercerita tentang pulau tropis nan cantik ini. Saya lihat sebetulnya Maldives cukup sering dibicarakan di forum Jalan2, khususnya untuk topik diving.

Namun karena rata-rata masih berfokus pada aspek wisatanya saja, untuk kali ini saya fokus berbagi aneka fakta seru lainnya seputar Maldives yang mungkin saja belum diketahui banyak orang. Biar nggak campur aduk, disini saya tetap menggunakan nama “Maldives” dibanding “Maladewa”.

  • Sejarah asli Maldives masih simpang siur karena fakta sejarah dan legenda saling campur aduk. Menurut legenda, penguasa pertama di Maldives berasal dari India, yaitu Sri Soorudasaruna Adeettiya, putra raja Kalinga yang sengaja dibuang ke Maldives (dulunya bernama Dheeva Maari). Sebelum kedatangan sang pangeran ke Maldives, di kepulauan ini sudah ada komunitas lokal yang memuja matahari dan air yang sudah eksis sejak 3000 tahun yang lalu. Dalam perjalanan sejarahnya, negara ini sempat dikuasai oleh negara lain seperti Portugis, Belanda, dan Inggris.
  • Lokasi Maldives terletak di barat daya dari Srilangka. Waktu lokal di Maldives adalah GMT+5, yang berarti lebih lambat 2 jam dari Waktu Indonesia Bagian Barat. Cuaca di Maldives selalu hangat sepanjang tahun dengan temperatur kira-kira 29-32 derajat celcius, sehingga paling cocok berkunjung ke Maldives dengan menggunakan pakaian kasual berbahan kaos. Oya, dari Indonesia ke Maldives kurang lebih membutuhkan waktu 4-5 jam naik pesawat, itu belum termasuk transportasi dari bandara internasional ke pulau tujuan yang diinginkan.
  • Maldives merupakan negara yang menganut sistem presidensial. Negara ini terbagi dalam 7 provinsi dan 21 wilayah administratif. Ibu kota Maldives adalah Male, dan disinilah populasi terbanyak penduduk Maldives berada. Mata uangnya adalah Rufiyaa dan Laaree (1 Rufiya = 100 Laarees). Namun nggak perlu khawatir jika nggak punya Rufiya atau Laaree. US Dollar banyak digunakan, dan beberapa resort menerima pembayaran kartu kredit ternama seperti American Express, Visa, dan sebagainya.
Male, ibukota Maldives [foto: Shahee Ilyas/wikimedia]
Male, ibukota Maldives [foto: Shahee Ilyas/wikimedia]
Male, ibukota Maldives [foto: Giogio Montersino]
Male, ibukota Maldives [foto: Giogio Montersino]
Presidential residence di Male [foto: A Robustus/wikimedia]
Presidential residence di Male [foto: A Robustus/wikimedia]
Male International Airport [foto: DD/wikimedia]
Male International Airport [foto: DD/wikimedia]
  • Sudah pada tahu kan jika Maldives adalah negara kepulauan? Totalnya, negara ini memiliki 1190 pulau yang tersebar di area seluas 90000 kilometer persegi, sehingga Maldives sekaligus diakui sebagai negara yang wilayahnya paling tersebar satu sama lain. Dari sekian banyak pulau tersebut, hanya 200 yang dihuni. Itu pun hanya 185 pulau yang dihuni secara permanen dengan total populasi 350000 orang. 105 pulau sudah menjadi resort ekslusif, dan 31 area lainnya sudah masuk dalam kategori dilindungi.
  • Lalu bagaimana caranya jika ingin bepergian dari satu pulau ke pulau lainnya? Berhubung disini nggak ada jembatan penghubung antar pulau, ada 3 opsi yang bisa dipilih. Pertama, dengan menggunakan penerbangan domestik. Walau negaranya relatif kecil, Maldives memiliki 4 bandara internasional dan 6 bandara domestik, dengan bandara terbesarnya terletak di Male, yaitu Ibrahim Nasir International Airport. Kedua, dengan menggunakan sea plane. Sayangnya tidak semua pulau memiliki fasilitas ini sehingga alternatif ketiga, yaitu menggunakan perahu, menjadi transportasi andalan lainnya di Maldives.
Sea plane [foto: DD/wikimedia]
Sea plane [foto: DD/wikimedia]
Sea plane [foto: DD/wikimedia]
Sea plane [foto: DD/wikimedia]
Perahu [foto: Lauren reich/wikiimedia]
Perahu [foto: Lauren reich/wikiimedia]
Perahu [foto: DD/wikimedia]
Perahu [foto: DD/wikimedia]   
  • Selain diakui sebagai negara dengan luas wilayah yang paling “berceceran”, Maldives juga memegang rekor lain yaitu sebagai negara dengan ketinggian paling rendah. Daratan Maldives rata-rata hanya setinggi 1,5 – 2,4 meter saja! Jadi nggak heran jika beberapa pulau di Maldives ada yang mulai hilang akibat naiknya air laut.
  • Sekalipun pernah dikuasai oleh berbagai bangsa asing, Maldives adalah negara Islam yang cukup ketat. Saking ketatnya, segala tindakan yang menjurus ke penistaan agama akan cepat mendapat respon, dan mempraktekkan agama lain secara terang-terangan juga dilarang disini. Fakta lainnya, di Maldives minuman beralkohol juga dilarang (kecuali di area resort), begitu juga dengan berjemur sambil topless di pantai.
  • Bahasa nasional dari Maldives adalah Dhivehi, dan penduduk asli Maldives disebut Dravidian. Walau begitu, bahasa Inggris dikenal oleh mayoritas penduduk Maldives, jadi nggak perlu khawatir jika nggak kenal bahasa Dhivehi. Selain bahasa Inggris, bahasa asing lain yang cukup populer disini adalah Jerman, Italia, Jepang, dan Prancis.

 

Biasanya, citra tentang Maldives selalu ditampilkan melalui gambar-gambar resor tepi lautnya. Pariwisata memang menjadi daya tarik utama dari Maldives. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan selama berwisata ke Maldives:

  • Bulan madu. Sudah tahu kan jika Maldives populer sebagai negara tujuan bulan madu? Di Maldives memang banyak terdapat resort papan atas dengan pemandangan ciamik ke arah laut lepas maupun pantai berpasir putih. Beberapa resort menawarkan aktifitas tambahan yang pastinya akan membuat suasana bulan madu semakin mantap, seperti makan di tepi pantai, berenang bersama, dan sebagainya. Untuk harga resortnya termasuk bervariasi, tergantung apa ingin menginap di penginapan biasa atau di cottage lepas pantai. Yang pasti sih makin jauh ke laut, maka harga cottage-nya pun makin melambung.
Resort di Maldives [foto: Business slayer/wikimedia]
Resort di Maldives [foto: Business slayer/wikimedia]
Resort di Maldives [foto: huvavenfushi/wikimedia]
Resort di Maldives [foto: huvavenfushi/wikimedia]
Resort di Maldives [foto: Bruno de Giusti/wikimedia]
Resort di Maldives [foto: Bruno de Giusti/wikimedia]
Resort di Maldives [foto: B166-er/wikimedia]
Resort di Maldives [foto: B166-er/wikimedia]
  • Melakukan berbagai olah raga air, seperti menyelam, berselancar, dan sebagainya. Walau Maldives terkenal sebagai salah satu negara terbaik untuk menyelam, beberapa teman dengan bangga menyatakan jika kekayaan alam bawah laut di Indonesia nggak kalah (dan bahkan lebih menarik) dari Maldives. Mungkin yang belum ada di Indonesia adalah restoran bawah air, jadi jika malas menyelam, bisa mempertimbangkan mampir ke resto ini.
Ithaa Restaurant [foto: Alexey Potov' noblige/wikimedia]
Ithaa Restaurant [foto: Alexey Potov’ noblige/wikimedia]
Windsurfing di Maldives [foto: eNil/wikimedia]
Windsurfing di Maldives [foto: eNil/wikimedia]
  • Melakukan studi banding. Maldives memiliki banyak sekali pulau menarik yang masih menjunjung tinggi kearifan lokal. Beberapa pulau bahkan terbilang relatif perawan sehingga menantang untuk dijelajahi oleh para pecinta alam. Sebagian pulau lainnya menawarkan aktifitas seru seperti memancing di malam hari. Jadi jangan hanya mentok di resort saja, karena masih banyak pulau lain di Maldives yang bisa dikunjungi. 
Tari tradisional Maldives [foto: Xavier Romero-frias/wikimedia]
Tari tradisional Maldives [foto: Xavier Romero-frias/wikimedia]
Salah satu pulau tak berpenghuni di Maldives [foto: Nizam Ibrahim/wikimedia]
Salah satu pulau tak berpenghuni di Maldives [foto: Nizam Ibrahim/wikimedia]
  • Santai dan menikmati suasana. Pasir putih dan laut biru yang membentang luas selayang mata memandang. Apa lagi yang paling asyik untuk dilakukan selain menikmati suasana? Terlebih karena di Maldives satu pulau diperuntukkan untuk satu resort sehingga tingkat privasi-nya cukup tinggi.
Pulau resort di Maldives [foto: Giorgio Montersino/wikimedia]
Pulau resort di Maldives [foto: Giorgio Montersino/wikimedia]
Pulau resort di Maldives [foto: , Adrian.benko/wikimedia]
Pulau resort di Maldives [foto: , Adrian.benko/wikimedia]
Pulau resort di Maldives [foto: Patrick Verdier/wikimedia]
Pulau resort di Maldives [foto: Patrick Verdier/wikimedia]
Pulau resort di Maldives [foto: MadMedea/wikimedia]
Pulau resort di Maldives [foto: MadMedea/wikimedia]
  • Spa. Tak hanya Bali yang dikenal memiliki berbagai tempat spa kelas dunia. Di Maldives juga terdapat beberapa tempat spa yang menarik juga untuk dicoba.
  • Menikmatisea plane. Bagi wisatawan yang baru berkunjung ke Maldives, naik sea planebisa jadi aktifitas wisata tersendiri lho. Terlebih karena dari sea plane wisatawan bisa menikmati uniknya hamparan pulau di Maldives. Mau sambil foto-foto? Boleh juga.

Demikian sekilas fakta tentang Maldives. Rencananya saya masih akan berbagi beberapa informasi tentang Maldives. Untuk detailnya, tunggu tulisan selanjutnya ya (promosi mode on).

***

* Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username wikimedia.

 

baca juga :

Mau Makan Dan Tidur ‘gratis’ Di Maldives? Baca Infonya Disini.

Maldives Nggak Melulu Berisi Resort, Lho. Untuk Budget Traveller, 5 Akomodasi Hemat Ini Manis Juga Untuk Dilirik.

Belum Ada Budget Untuk Liburan ke Maladewa? Main Saja Dulu ke Tempat-Tempat Ini Yuk!

Comments

comments