fbpx
Home Guides Yurikamome, Transportasi Serba Otomatis Di Tokyo Waterfront (Part 1)

Yurikamome, Transportasi Serba Otomatis Di Tokyo Waterfront (Part 1)

Tokyo punya banyak jenis moda transportasi, mulai dari moda transportasi yang biasa digunakan sehari-hari seperti kereta dan subway dan bus; hingga moda transportasi untuk wisata seperti Tokyo Waterbus dan bus tingkat dengan atap terbuka.

Namun masih ada dua moda transportasi unik lainnya yang jarang disinggung (padahal penggunanya sangatlah banyak), yaitu yurikamome dan monorail. Kalau monorail mungkin sudah banyak yang tahu bentuknya seperti apa, namun yurikamome itu apa ya? Yuk mari kenalan dengan moda transportasi yang satu itu.

Sekilas info

Yurikamome, atau New Transit Yurikamome (Shinkotsu Yurikamome), merupakan nama tak resmi dari Tokyo Waterfront New Transit Waterfront Line alias Tokyo Rinkai Shinkotsu Rinkai-sen. Julukan yurikamome sendiri diambil dari burung laut yang kerap ditemukan di perairan Tokyo, yang juga menjadi simbol prefektur ini.

Yurikamome [foto: via wikimedia]
Yurikamome [foto: via wikimedia]

Jika sekilas dilihat, kendaraan ini tak berbeda dengan kereta biasa walau ada juga yang menyebutnya mirip monorail. Namun sebetulnya yurikamome ini bukan kereta maupun monorail karena dia berjalan di track yang berbeda dan punya sistem yang sama sekali berbeda dengan kereta maupun monorail.

Salah satu hal yang paling mendasar, yurikamome ini merupakan kendaraan tanpa masinis maupun kru kereta, karena moda transportasi ini 100% dijalankan secara otomatis dan dikendalikan oleh komputer. Keren kan?

Yurikamome dilihat dari atas [foto: A10ml/wikimedia]
Yurikamome dilihat dari atas [foto: A10ml/wikimedia]
Mengingat sistemnya berbeda dengan kereta dan monorail, yurikamome ini bergerak di jalur khusus. Dia bergerak menggunakan listrik namun bukan seperti yang bisa kita lihat dari KRL. Jalurnya mirip monorail (dan itulah yang membuat yurikamome ini sering dianggap seperti monorail) namun sebetulnya jalurnya sama sekali bukan jalur monorail dan malah sangat berbeda dengan jalur monorail. Jalur yurikamome ini dirancang untuk dapat dilalui oleh roda berlapis karet, dan jalurnya dibatasi oleh dinding. Berikut perbandingan antara jalur monorail dan jalur yurikamome.

Jalur yurikamome [foto: MirandaAdramin/wikimedia]
Jalur yurikamome [foto: MirandaAdramin/wikimedia]
Jalur monorail [foto: ã£/wikimedia]
Jalur monorail [foto: ã£/wikimedia]

Fakta lain tentang yurikamome

Yurikamome ini dibuat dengan tujuan untuk menghubungkan wilayah Tokyo Waterfront. Salah satu alasannya, karena track yurikamome ini ditinggikan dari atas tanah dan juga dapat membuat loop hingga 270°, yurikamome ini menawarkan pemandangan yang indah ke arah Tokyo Bay. Apalagi karena jalur yurikamome ini ada yang melalui Rainbow Bridge, sebuah jembatan yang menjadi landmark Tokyo, yang menghubungkan antara Tokyo dengan kawasan Odaiba.

Yurikamome dan Rainbow Bridge [foto: Brianlockwood/wikimedia]
Yurikamome dan Rainbow Bridge [foto: Brianlockwood/wikimedia]

Saat pertama direncanakan, yurikamome ini sempat ditentang karena dianggap terlalu mahal dan memboroskan anggaran. Namun saat kawasan Odaiba (pulau buatan di Tokyo yang kini menjadi pusat wisata dan hiburan) direvitalisasi, akhirnya yurikamome ini justru menjadi atraksi tersendiri yang menarik banyak wisatawan yang penasaran, seperti apa sih rasanya naik kendaraan tanpa awak dan serba otomatis.

Oya, walau terasa canggih, yurikamome ini bukanlah kendaraan serba otomatis yang pertama kali dibuat di Jepang, karena 14 tahun sebelum yurikamome dioperasikan (pada tahun 1995), Kobe sudah lebih dulu memiliki Port Liner yang dioperasikan mulai tahun 1981.

Bagian dalam yurikamome seri 7000 [foto: Tennen-Gas/wikimedia]
Bagian dalam yurikamome seri 7000 [foto: Tennen-Gas/wikimedia]

Harga tiket

Pertanyaannya kini, berapa harga tiket yurikamome? Dimana bisa membeli tiketnya? Dan bagaimana cara naik yurikamome?

Kita mulai dari harga tiket lebih dulu. Untuk tiket, harganya bervariasi tergantung jarak tempuhnya. Totalnya terdapat 16 stasiun yang dilalui oleh yurikamome, dan harga tiketnya bervariasi mulai dari 190 yen* hingga 390 yen*.

Memang lebih mahal dibanding dengan kereta biasa, namun sebanding kok dengan kenyamanan dan juga kelebihan yang dimiliki oleh yurikamome. Namun, jika ternyata kalian jatuh cinta dengan yurikamome dan berencana untuk naik lebih dari 2x dalam sehari, disarankan untuk membeli One-Day Pass.

Tiket tersebut merupakan tiket terusan yang berlaku di hari yang sama saat pembelian, maupun di satu hari tertentu selama masa berlaku, dan tiket ini dapat dibeli di berbagai mesin tiket di seluruh stasiun yang dilalui oleh Yurikamome.

Kecuali jika kalian ingin membeli beberapa One-Day Passes, bisa membelinya di office counter di Stasiun Shimbashi dan Toyosu. Ngomong-ngomong, harga tiket terusan ini adalah 820 yen* untuk dewasa dan 410 yen* untuk anak-anak

Itu harga tiket reguler. Jika kalian pergi bersama rombongan, bisa lho mendapat diskon tiket untuk group. Syaratnya, rombongan minimal berjumlah 25 orang untuk mendapat diskon tiket 17% dan 300 orang atau lebih untuk mendapat diskon tiket 20%. Tiket untuk rombongan ini bisa dibeli di Stasiun Shimbashi dan Stasiun Toyosu, dan syarat lainnya, seluruh penumpang dalam group harus hadir dan berangkat dari stasiun yang sama.

***

Mengingat yurikamome ini dioperasikan secara otomatis yang berarti sama sekali tidak menggunakan masinis dan tidak ada petugas lain di kereta, isu yang paling banyak ditanyakan pastilah tentang aspek keselamatan. Aman nggak sih naik yurikamome? Ada teknologi apa saja yang dapat menjamin keselamatan penumpang?

Bagaimana jika saat perjalanan terjadi hujan badai/salju/taifun/gempa bumi/dan sebagainya? Yurikamome pernah kecelakaan nggak sih? Saya akan menjawab lebih detail tentang isu-isu tersebut dalam bagian kedua, termasuk mengulas juga tentang rute dan stasiun apa saja yang dilalui oleh yurikamome itu.

***

Yurikamome, Transportasi Serba Otomatis Di Tokyo Waterfront (Part 2 END)

***

*Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
**Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

Comments

comments