Another Trip From Tokyo (1): Hakone

Kayaknya udah agak lama juga saya nggak melanjutkan tema tentang side trip dari kota Tokyo. Bagi yang baru pertama mampir ke lounge ini, saya pernah berbagi informasi seputar kota tujuan wisata sampingan yang bisa dilirik sebagai kota tujuan wisata tambahan saat berwisata ke Tokyo.

Beberapa kota yang pernah saya tulis antara lain Yokohama, Kawasaki, Kamakura, Enoshima, Narita, dan Hakone. Link-link tulisannya akan saya sertakan di bagian akhir tulisan ini. Melanjutkan tulisan tentang kota tujuan wisata sampingan yang bisa di akses dengan mudah dari Tokyo, kali ini saya ingin berbagi informasi tentang Nikko. Seperti biasa, kita mulai dari yang global-global terlebih dulu sebelum masuk ke obyek wisata yang agak spesifik.

Sekilas tentang Nikko

Nikko merupakan sebuah kota yang terletak di daerah pegunungan di prefektur Tochigi. Kota ini merupakan pintu masuk menuju Nikko National Park, sebuah taman nasional yang populer karena disini terdapat mausoleum dari Tokugawa Ieyasu, shogun pertama yang mendirikan keshogunan Tokugawa dan memulai periode Edo.

Nikko ini sangat populer di antara wisatawan domestik maupun wisatawan internasional lho, karena di Nikko ini, terutama area pegunungannya, memiliki banyak spot pemandangan yang spektakuler. Saking indahnya, ada ungkapan yang mengatakan “Never say ‘kekko’ until you’ve seen Nikko”.

Kekko disini bisa diartikan sebagai “indah” atau “puas”, sehingga secara kasar ungkapan di atas bisa diterjemahkan menjadi “jangan merasa puas/merasa sesuatu itu indah sebelum melihat Nikko”. Cukup membuat penasaran kan seperti apa Nikko itu?

Nikko dilihat dari ketinggian [foto: t-mizo/wikimedia]
Nikko dilihat dari ketinggian [foto: t-mizo/wikimedia]

Jika dilihat dari posisi, Nikko ini terletak kira-kira 125-140 kilometer dari Tokyo dan 35 kilometer dari ibu kota prefektur Tochigi yaitu Utsunomiya. Untuk iklim, walau posisi Nikko lebih dekat ke Tokyo, namun iklimnya mirip-mirip dengan Hokkaido: bersalju di musim dingin dan musim panasnya lembab. Suhu rata-rata tahunannya adalah 7°C sementara saat bulan-bulan panas suhu rata-ratanya hanya 22°C, yang berarti kota ini sangatlah sejuk.

Maklum, Nikko ini memang berada di daerah pegunungan dengan ketinggian yang bervariasi antara 200 hingga 2000 meter di atas permukaan laut. Oya, Nikko ini populer sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati suasana musim gugur di Jepang lho. Jadi yang ada rencana untuk berwisata ke Jepang (khususnya Tokyo) di musim gugur ini, bisa mempertimbangkan Nikko untuk side trip-nya.

Posisi prefektur Tochigi dalam peta Jepang [foto: Ningyou/wikimedia]
Posisi prefektur Tochigi dalam peta Jepang [foto: Ningyou/wikimedia]
Posisi Nikko di prefektur Tochigi [foto: DanGarb/wikimedia]
Posisi Nikko di prefektur Tochigi [foto: DanGarb/wikimedia]

Sejarah singkat

Sejarah Nikko dipercaya dimulai sejak abad ke-8, yaitu saat Shodo Shonin membangun sebuah kuil bernama Rinno-ji pada tahun 766. Tak lama setelahnya, kuil lainnya juga ikut didirikan di sekitar sana, yaitu kuil Chuzen-ji. Tak perlu waktu lama hingga muncul desa di sekitar kuil yang kemudian berkembang menjadi kota.

Namun Nikko sendiri baru menarik perhatian banyak pengunjung setelah kuil Nikko Tosho-gu selesai dibangun pada tahun 1617 (pada periode Edo) dan menjadi makam shogun Tokugawa Ieyasu. Berbagai jalan dibangun untuk memudahkan akses menuju Nikko. Setelah periode Edo berakhir dan berganti menjadi periode Meiji, Nikko pun berkembang menjadi resort pegunungan dan semakin menarik perhatian wisatawan khususnya wisatawan asing. Jika ingin tahu apa yang paling menarik dari Nikko, baca bagian di bawah ini ya.

Toshogu Shrine, gerbang Yomeimon [foto: MykReeve/wikimedia]
Toshogu Shrine, gerbang Yomeimon [foto: MykReeve/wikimedia]

Yang menarik dari Nikko

Secara garis besar, Nikko bisa dibagi dalam 2 wilayah: Nikko (kota) dan Okunikko (taman nasional). Kedua wilayah tersebut memiliki daya tarik yang berbeda-beda. Contohnya, wilayah Nikko (kota) populer sebagai tempat wisata sejarah dan wisata kuil karena di sini terdapat beraneka kuil yang indah.

Contohnya adalah Toshogu Shrine yang menjadi mausoleum Tokugawa Ieyasu. Tempat lainnya, Taiyuinbyo, menjadi mausoleum dari Tokugawa Iemitsu, cucu dari Ieyasu. Masih banyak kuil populer lainnya di Nikko ini seperti Futarasan Shrine, dan Rinnoji Temple. Diluar kuil-kuil juga masih banyak obyek wisata populer lainnya. Sepertinya, agar lebih detail nanti saya ulas terpisah saja ya.

Salah satu jembatan di Nikko [foto: Nheyob/wikimedia]
Salah satu jembatan di Nikko [foto: Nheyob/wikimedia]
Okunikko juga tak kalah menariknya, khususnya jika dilihat dari segi daya tarik keindahan alamnya. Di Okunikko ini terdapat danau Chuzenji yang ada di kaki Gunung Nantai. Ada Hangetsuyama, gunung dengan pemandangan indah ke arah Danau Chuzenji. Lalu ada Ryuzu Waterfall, air terjun yang pemandangannya luar biasa indah. Di Okunikko ini juga terdapat Yumoto Onsen. Supaya puas, Okunikko ini pun akan saya ulas lebih detail dalam ulasan terpisah yah.

Ryuzu Waterfall [foto: Abasaa/wikimedia]
Ryuzu Waterfall [foto: Abasaa/wikimedia]

Akses dari Tokyo ke Nikko

Jarak Tokyo-Nikko sebetulnya hanya 125-140 kilometer (kira-kira setara dengan jarak Bandung-Jakarta) sehingga Nikko bisa dikunjungi pulang-pergi dari Tokyo. Namun jika ingin lebih menikmati suasana Nikko, disarankan untuk menginap 1-2 malam di kota ini.

Adapun akses termudah menuju Nikko adalah menggunakan kereta. Ada berbagai alternatif kereta yang bisa dipilih:

Untuk pemegang JR Pass maupun tiket terusan lain yang dikeluarkan oleh JR (JR East Pass dan JR Kanto Area Pass), dari Stasiun Tokyo maupun Stasiun Ueno bisa naik JR Tohoku Shinkansen ke Stasiun Utsunomiya.

Dari sana tinggal transfer ke JR Nikko Line. Lama perjalanannya kira-kira 100 menit dengan biaya mencapai 5000 yen* sekali jalan (gratis jika menggunakan JR Pass/JR East Pass/JR Kanto Area Pass). Alternatif lainnya, bisa naik kereta limited express dari Stasiun Shinjuku dan turun di Stasiun Tobu Nikko.

Lama perjalanannya kira-kira 2 jam dengan biaya 4000 yen*. Rute ini tidak sepenuhnya di cover oleh JR Pass, namun di cover oleh JR East Pass dan JR Kanto Area Pass (detail baca disini: Aneka Rail Pass di Seluruh Jepang (1): Hokkaido, Kanto+Tohoku dan Aneka Rail Pass di Seluruh Jepang (2): Kanto, Hakone/Izu/Gunung Fuji, Chubu, Kansai).

 

Stasiun Tobu Nikko [foto: M.Ohtsuka/wikimedia]
Stasiun Tobu Nikko [foto: M.Ohtsuka/wikimedia]
Sedangkan jika tidak menggunakan tiket terusan dari JR, bisa naik Tobu Railways dari Stasiun Asakusa. Lama perjalanannya kira-kira 2 jam dan biayanya 1360 yen* sekali jalan. Ngomong-ngomong, Tobu ini mengeluarkan aneka freepass untuk daerah Nikko. Lain kali saya bahas terpisah ya.

***

*Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username wikimedia.

Comments

comments