Bagi yang kerap main ke forum traveling, rasanya bunyi pengumuman seperti ini cukup familiar:

“Dicari, teman seperjalanan untuk pergi ke [isi dengan nama tempat favorit kalian] untuk tanggal [isi dengan tanggal yang kalian inginkan]”.

Pengumuman seperti itu mungkin akan membuat sebagian traveller mengeryitkan sebelah mata, walau pastinya banyak yang menganggap hal tersebut sangat wajar. Yah, akui saja, nggak semua orang suka bepergian dengan orang yang nggak dikenal karena bermacam alasan.

Salah satunya adalah adanya kekhawatiran nggak cocok dengan partner traveling yang akhirnya malah membuat rencana wisata jadi berantakan. Kekhawatiran itu cukup beralasan karena ternyata cukup banyak juga yang pernah mendapat “pengalaman unik” saat wisata bareng orang yang betul-betul baru. Berikut ini beberapa pengalaman dari unik dari para traveller bersama dengan partner travelling-nya yang bisa ditemukan di internet. Apakah kalian pernah mengalami hal-hal berikut ini?

Ilustrasi pergi bersama travel partner/travel companion, via grimm-reisen
Ilustrasi pergi bersama travel partner/travel companion, via grimm-reisen

1. Bertemu Travel Partner yang Super Irit dan Super Kikir

Seorang traveller, yang menyebut dirinya sebagai hardcore-budget traveller, mengaku pernah berwisata dengan seorang partner yang ternyata jauh lebih kikir dari dirinya.

Sang partner hampir selalu “lupa” membayar makanan yang telah dipesan, betah berlama-lama di tempat makan hanya dengan “bersenjatakan” minuman sebotol air mineral (sementara teman lainnya makan), nggak malu mengambil menu sarapan dari hotel untuk bekal makan seharian, dan tak sungkan untuk mencomot makanan dari partner lainnya dengan alasan “icip-icip”.

Dia selalu mencari obyek wisata gratisan, dan menolak untuk naik kendaraan jika jarak tempuh ke sebuah obyek belum lebih dari 10 kilometer! Benar-benar partner travelling yang sukses bikin tepok jidat deh!

Pesan moral:

Memilih partner traveling itu wajib jika tak ingin mendapat partner yang “ajib” punya. Panduan untuk memilih partner travelling pernah dibagikan dalam thread

Ilustrasi facepalm, via gooverseas
Ilustrasi facepalm, via gooverseas

2. Travel Partner yang Dipilih Ternyata Seorang Penipu

Ini mungkin termasuk salah satu partner travelling yang paling membuat trauma. Saat kita mencari pasangan untuk travelling, salah satu tujuannya adalah untuk mencari teman berbagi pengeluaran (share cost). Namun bagaimana jika sang “partner” nyaris tidak membayar biaya pengeluaran apapun padahal telah menikmati fasilitas tersebut, dan yang lebih buruk, dia kabur tanpa membayar bagiannya.

Seorang traveller pernah membagikan pengalamannya dalam sebuah forum, dan akhirnya disimpulkan jika hal tersebut terjadi karena tidak adanya kesepakatan di awal tentang biaya yang akan dikeluarkan dan juga karena biaya tidak dikumpulkan di awal.

Pesan moral:

Rincilah semua perkiraan biaya yang dibutuhkan dalam sebuah perjalanan bersama partner travelling, dan jika memungkinkan, biaya patungan untuk keperluan bersama (seperti sewa mobil maupun sewa alat) sebaiknya dikumpulkan di awal.

Ilustrasi kecewa saat travelling, via squaremouth
Ilustrasi kecewa saat travelling, via squaremouth

3. Dikerjai oleh Travel Partner

Pengalaman ini dibagikan oleh seorang solo traveller, sebut saja si A, saat bepergian ke suatu wilayah di Eropa. Saat tengah berada di stasiun, dia didekati oleh traveller lain. Setelah berbincang sejenak, mereka memutuskan untuk travelling bersama-sama. Sayangnya, ternyata “partner” baru tersebut ternyata berniat buruk. Dia mencampur minuman si A dengan obat bius, dan mengambil barang-barang berharga yang dimiliki oleh A. Wah, semoga ini tidak terjadi pada traveller lain ya!

Pesan moral:

Travelling bersama partner baru memang membutuhkan kepercayaan, namun jangan sampai mengendurkan kewaspadaan kalian.

Ilustrasi minuman dengan obat bius, via thouthcatalog
Ilustrasi minuman dengan obat bius, via thouthcatalog

4. Travel Partner Nggak Open-mind

Resiko saat pergi bersama orang yang betul-betul tidak dikenal adalah adanya kemungkinan kita akan bertemu dengan orang baru yang memiliki karakter ajaib. Seorang traveller pernah berbagi pengalamannya saat bepergian bersama partner baru ke sebuah negara dimana bahasa Inggris bukan merupakan bahasa pertama mereka.

Dan coba tebak, sang partner selalu mengeluhkan setiap perbedaan budaya yang mereka hadapi. Yang lebih parah, dia pernah menyerang seseorang yang tak mengerti maksud perkataannya dan menyalahkan orang tersebut karena tak bisa berbahasa Inggris!

Pesan moral:

Sekali lagi, menyeleksi partner travelling itu wajib dilakukan.

Wisatawan menaiki unta di padang pasir; sebuah pengalaman yang belum tentu akan dialami oleh mereka yang nggak berpikiran terbuka, via kenyabuzz
Wisatawan menaiki unta di padang pasir; sebuah pengalaman yang belum tentu akan dialami oleh mereka yang nggak berpikiran terbuka, via kenyabuzz

5. Ribetnya Traveling Bersama Traveller Kuper, Kudet, dan yang Lebih Parah, Tukang Curhat

Seorang traveller berbagi pengalamannya saat jalan dengan partner baru (wanita). Sang partner tersebut sepertinya jarang bepergian dan tampaknya nggak terlalu mengerti tentang seluk beluk traveling. Yang lebih parah, ternyata dia selalu mellow dan membawa problem rumahnya dalam acara wisata. Mau nggak mau traveller itu pun terpaksa bertindak juga sebagai konsultan pribadi selama momen wisata alias jadi pendengar setia setiap curhatnya!

Ilustrasi sedih, via neclintit
Ilustrasi sedih, via neclintit

6. Hygiene Freak dan Ribet

Satu lagi pengalaman dari seorang traveler yang membuktikan jika menyeleksi partner travelling itu penting. Seorang traveller wanita berbagi kisahnya saat menginap dengan partner baru di sebuah hotel. Diluar dugaan, partner tersebut ternyata super higienis. Saat dia tak sengaja menggunakan handuk milik sang partner, kehebohan pun terjadi karena sang partner mendadak murka dan mempermasalahkan tentang higienitas.

Masih kisah tentang partner yang sama, ternyata sang partner pun punya kebiasaan yang unik. Tak hanya freak mengenai higienitas, namun dia juga termasuk jenis nocturnal alias selalu tidur sangat larut malam (alias menjelang dini hari). Akibatnya, waktu istirahat jadi terganggu karena sang partner kerap melakukan aktifitas hingga selepas tengah malam. Dia juga termasuk ribet dengan barang bawaan. Intinya, dia seorang partner yang super ribet deh!

freaks via KaeYenWong/flickr
freaks via KaeYenWong/flickr

7. Terlalu Freak dengan Itinerary

Kadang, ada saja traveller yang terlalu terpaku dengan itinerary. Dalam batasan tertentu, berpatokan pada itinerary memang penting untuk menjaga agar jadwal berlangsung seperti yang direncanakan.

Tapi jika terus menerus memastikan itinerary hingga berulang kali (padahal dia sudah mengetahui itinerary tersebut), lama kelamaan itu akan membuat traveller lain yang pergi bersamanya menjadi gerah. Hal tersebut pernah dialami oleh seorang traveller yang lantas membagikan pengalamannya dalam website pribadinya.

Berpatokan dengan itinerary itu penting, tapi kalau terlalu freak jelas mengganggu, via danaeavia
Berpatokan dengan itinerary itu penting, tapi kalau terlalu freak jelas mengganggu, via danaeavia

 

Itu hanya sebagian saja pengalaman “unik” yang pernah dialami bersama partner yang betul-betul belum dikenal. Pengalaman lainnya yang cukup sering dibagikan oleh traveller adalah bertemu dengan partner yang ternyata party goers, partner yang terlalu ingin menempel di setiap aktifitas, serta partner yang mudah histeris.

Namun dari semua traveller yang pernah berbagi pengalaman menyebalkan bersama partner baru, hampir semuanya mengaku nggak kapok bepergian dengan orang yang betul-betul asing dan justru menganggap pengalaman-pengalaman buruk tersebut sebagai sebuah momen yang berkesan.

 

Nah, diantara teman-teman yang pernah pergi bersama orang yang sama sekali asing, adakah pengalaman unik yang pernah didapat? Ayo bagi ceritanya dong

 

baca juga :

Ups! Ini Dia Aneka Kesalahan Yang Biasa Dilakukan Traveller Pemula

Nggak Punya Teman Untuk Liburan Tahun Baru? Solo Traveling Aja, Bro And Sis!

Belum Ada Budget Untuk Liburan ke Maladewa? Main Saja Dulu ke Tempat-Tempat Ini Yuk!

Comments

comments