fbpx
Home Guides Biar Nggak Mati Gaya Di Shirakawa-Go Dan Gokayama

Biar Nggak Mati Gaya Di Shirakawa-Go Dan Gokayama

Lanjut lagi tentang Shirakawa-go dan Gokayama. Untuk tulisan ini saya ingin sharing aneka aktifitas yang bisa dilakukan di kedua tempat tersebut.

Yang sudah baca penjelasan tentang Shirakawa-go dan Gokayama mungkin akan bertanya-tanya. Kedua tempat tersebut memang menarik, tapi letaknya lumayan di antah berantah dan harus transit beberapa kali jika berangkat dari Tokyo. Nah, kalau sudah sampai disana, kira-kira apa saja yang harus dilakukan? Nggak pakai iklan, ini bocoran beberapa aktifitas wisata populer supaya nggak mati gaya di Shirakawa-go dan Gokayama.

Menginap di minshuku

Di tulisan sebelumnya saya sudah menyinggung jika nggak sedikit rumah-rumah penduduk yang beralih fungsi menjadi minshukuMinshuku, atau kerap disebut juga dengan istilah budget ryokan, merupakan penginapan tradisional ala Jepang yang dikelola oleh keluarga (lebih lanjut, baca disini).

Mengingat lokasinya yang berada di Shirakawa-go dan Gokayama yang suasananya masih terasa “Edo banget” alias suasana Jepang jadul, menginap di minshuku menjadi salah satu aktifitas wisata favorit untuk dilakukan disini. Jarang-jarang kan bisa merasakan sensasi tidur di rumah asli yang usianya sudah ratusan tahun di lingkungan yang juga serba jadul jika bukan di Shirakawa-go dan Gokayama? Jadi, jika memang berniat untuk menikmati suasana di Shirakawa-go dan Gokayama, kenapa nggak sekalian menginap di minshuku saja?

Shirakawa-go [foto: Emrank/flickr]
Shirakawa-go [foto: Emrank/flickr]
Shirakawa-go [foto: Konstantin Leonov/flickr]
Shirakawa-go [foto: Konstantin Leonov/flickr]
Shirakawa-go [foto: Emrank/flickr]
Shirakawa-go [foto: Emrank/flickr]
Shirakawa-go [foto: Greg Palmer/flickr]
Shirakawa-go [foto: Greg Palmer/flickr]   
 

Tertarik untuk mencoba menginap di minshuku? Perhatikan beberapa hal ini. Pertama, nggak perlu khawatir dengan masalah kenyamanan. Walau dari tampak luar bangunannya terlihat kuno (dan memang bangunan jadul sih), saat ini banyak minshuku yang sudah dilengkapi dengan beberapa perlengkapan modern seperti telepon dan fax.

Ibarat kata, wisatawan tetap akan tidur di futon(kasur ala Jepang), namun kamar mandinya sudah dirancang ala barat (biasanya shared bathroom). Wisatawan juga tak perlu repot-repot menelepon ke berbagai minshuku di Shirakawa-go dan Gokayama, karena banyak diantara mereka yang bisa di booking via situs booking hotel.

Dan yang kedua, perlu diketahui juga jika rata-rata harga minshuku di Shirakawa-go dan Gokayama harganya bisa saja lebih tinggi dibanding minshuku di Tokyo. Namun tetap saja layak dipertimbangkan demi faktor pengalaman. Jika memang budget wisata terbatas, solusi lainnya bisa dengan mencari guest house yang lokasinya nggak begitu jauh dari Shirakawa-go.

Yokichi Ryokan, salah satu penginapan di Shirakawa-go [foto: Greg Palmer/flickr]
Yokichi Ryokan, salah satu penginapan di Shirakawa-go [foto: Greg Palmer/flickr]
Tipikal interior dalam rumah tradisional Jepang [foto: Tamago Moffle/flickr]
Tipikal interior dalam rumah tradisional Jepang [foto: Tamago Moffle/flickr]
Tipikal interior dalam rumah tradisional Jepang [foto: Tamago Moffle/flickr]
Tipikal interior dalam rumah tradisional Jepang [foto: Tamago Moffle/flickr]
Pemandangan dari dalam sebuah rumah [foto: Tamago Moffle/flickr]
Pemandangan dari dalam sebuah rumah [foto: Tamago Moffle/flickr]

Berendam di onsen

Sudah tahu kan jika Shirakawa-go lokasinya di gunung Hakusan? Nah, di kaki gunung Hakusan ada sebuah pemandian air panas alami (onsen) yang cukup populer, yaitu Oshirakawa-hirase-onsen (Shiranomizu-no-yu Hot Spring Public Bath). Memang sih lokasinya nggak persis di Shirakawa-go, namun tak sedikit yang sengaja mampir ke onsen ini saat berada di Shirakawa-go karena faktor khasiatnya.

Konon, air panas alami di onsen ini berkhasiat untuk mengatasi masalah kesuburan lho. Untuk bisa berendam disini, biaya yang diperlukan kurang lebih ¥600* (dewasa) dan ¥400* (anak-anak) dengan jam operasional rata-rata antara pukul 10.00-21.00. Alternatif lainnya, bisa berkunjung ke Shirakawa-go no Yu, sebuah onsen yang terdapat di desa Ogimachi, Shirakawa-go.

Mengelilingi desa

Jangan hanya puas setelah melihat 1-2 rumah saja. Shirakawa-go dan Gokayama terdiri dari beberapa desa. Untuk pengalaman yang lebih lengkap, jelajahilah desa-desa tersebut hingga ke pelosoknya. Di Shirakawa-go, desa terbesarnya (dan sekaligus daya tarik utama di area ini) adalah Ogimachi.

Disini terdapat berbagai rumah dan bangunan jadul yang kini sudah beralih fungsi menjadi museum kecil, penginapan, dan bahkan restoran. Ada juga bangunan lainnya seperti kuil. Sedangkan di Gokayama, desa terbesarnya adalah Ainokura.

Desa lainnya yang cukup populer adalah Suganuma. Sama seperti Ogimachi, di kedua desa tersebut terdapat kumpulan rumah-rumah bertipe gassho-zukuri yang sudah diubah fungsi menjadi museum, minshuku, dan restoran. Oya, terkadang digelar beberapa workshop di bangunan-bangunan tradisional tersebut lho.

Biasanya workshop-nya bertema budaya tradisional Jepang, seperti cara membuat kertas washi (kertas dinding). Jadi sambil berkeliling, jangan lewatkan juga kesempatan untuk melakukan wisata kuliner maupun melihat-lihat aneka workshop.

Ogimachi [foto: Greg Palmer/flickr]
Ogimachi [foto: Greg Palmer/flickr]
Tipikal suasana desa [foto: Greg Palmer/flickr]
Tipikal suasana desa [foto: Greg Palmer/flickr]
Kuil Myozenji di Ogimachi [foto: Alpsdake/wikimedia]
Kuil Myozenji di Ogimachi [foto: Alpsdake/wikimedia]
Wada-ke House di Ogimachi [foto: 663highland/wikimedia]
Wada-ke House di Ogimachi [foto: 663highland/wikimedia]

Mengunjungi museum

Di atas sudah saya singgung jika di Shirakawa-go dan Gokayama ini banyak sekali rumah tinggal yang berubah fungsi jadi museum. Rata-rata rumah tinggal tersebut menceritakan sejarah rumah tersebut sejak pertama berdiri hingga saat ini. Biasanya, untuk masuk ke museum rumahan tersebut diperlukan tiket masuk yang tak begitu besar, dan sepanjang mengelilingi museum akan diiringi dengan bunyi musik tradisional. Menarik untuk dicoba.

Namun jika ingin berkunjung ke museum yang tidak berskala rumahan, mampirlah ke Gassho-zukuri Minkaen. Tempat ini merupakan museum terbuka yang letaknya di desa Ogimachi. Di museum ini berdiri berbagai rumah dan struktur bangunan (totalnya ada 27 bangunan) yang sengaja direlokasi dari berbagai tempat di Shirakawa-go untuk menghindari kerusakan.

Gassho-zukuri Minkaen [foto: 663highland/wikimedia]
Gassho-zukuri Minkaen [foto: 663highland/wikimedia]
Gassho-zukuri Minkaen [foto: 663highland/wikimedia]
Gassho-zukuri Minkaen [foto: 663highland/wikimedia]
Gassho-zukuri Minkaen [foto: 663highland/wikimedia]
Gassho-zukuri Minkaen [foto: 663highland/wikimedia]
Gassho-zukuri Minkaen [foto: 663highland/wikimedia]
Gassho-zukuri Minkaen [foto: 663highland/wikimedia]

Menikmati berbagai festival dan menikmati suasana

Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati berbagai festival yang rutin digelar di Shirakawa-go dan Gokayama. Khusus untuk Shirakawa-go, salah satu yang paling populer adalah iluminasi musim dingin yang dilakukan pada tanggal tertentu (biasanya akhir pekan) di musim dingin.

Pada masa-masa tersebut, berbagai rumah gassho-zukuri akan dihiasi oleh iluminasi khusus dan menghasilkan pemandangan spektakuler. Banyak lho wisatawan mau bersusah payah datang kemari demi mengabadikan pemandangan cantik di Shirakawa-go walau harus mengenakan outfitekstra tebal plus pelindung muka karena temperatur yang terlalu dingin. Ingin tahu cantiknya Shirakawa-go di musim dingin? Lihat saja foto-foto berikut ini.

Shirakawa-go di musim dingin [foto: Simon le nippon/flickr]
Shirakawa-go di musim dingin [foto: Simon le nippon/flickr]
Shirakawa-go di musim dingin [foto: Simon le nippon/flickr]
Shirakawa-go di musim dingin [foto: Simon le nippon/flickr]
Shirakawa-go di musim dingin [foto: Tsuda/flickr]
Shirakawa-go di musim dingin [foto: Tsuda/flickr]
Shirakawa-go di musim dingin [foto: Yosemite/wikimedia]
Shirakawa-go di musim dingin [foto: Yosemite/wikimedia]
 

Festival populer lain di Shirakawa-go adalah Doburoku Matsuri Festival yang digelar pada tanggal 14-19 Oktober. Pada masa ini, penduduk setempat akan berdoa pada dewa gunung, memohon agar diberi keselamatan dan hasil pertanian yang baik.

Festival ini banyak diminati wisatawan karena pada periode tersebut akan digelar banyak pertunjukan tradisional yang meriah. Nggak kebagian waktu festival? Nikmati saja suasana di Shirakawa-go dan Gokayama. Mengingat luas area hijaunya saja mencapai 90% dibanding luas bangunan, pastinya disini banyak yang bisa dilihat sehingga nggak perlu takut bakalan mati gaya!

***

Semoga infonya bermanfaat yah!

***

* Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

 

baca juga :

Mengunjungi Nara, Ibu Kota Pertama Jepang

10 Festival Musim Semi Terpopuler Di Tokyo Dan Jepang

Jalan-Jalan Ke Jepang: Tips Bahasa Jepang Untuk Turis

Comments

comments