fbpx
Home Guides Camping Sendirian Itu Asyik Lho. Untuk Pemula, Intip Dulu Tips dan Trik-nya...

Camping Sendirian Itu Asyik Lho. Untuk Pemula, Intip Dulu Tips dan Trik-nya Disini, ya!

Punya rencana untuk melakukan solo traveling? Keren! Tapi kalau masih bingung menentukan kemana destinasi yang ingin dicapai, kenapa nggak sekalian saja mencoba melakukan camping sendirian alias solo camping?

Sekilas, camping sendirian terdengar seperti sebuah ide yang berbahaya. Sama seperti halnya solo traveling, camping sendirian membutuhkan totalitas dan komitmen untuk melakukan semuanya sendirian. Mulai dari merencanakan lokasi camping, hingga membangun dan membongkar tenda, semua harus kalian lakukan sendirian. Yes, sendirian.

Tapi, walau terdengar berbahaya, camping sendirian juga punya banyak sisi positif. Lebih lengkapnya bisa kalian baca dalam tautan berikut: Plus Minus Camping Sendirian, Apa Saja? Jika setelah membaca tulisan tersebut kalian masih berminat untuk melakukan camping sendirian, maka langkah selanjutnya yang harus kalian lakukan adalah mengetahui tips dan trik untuk melakukan camping sendirian dengan sukses.

Dari sekian banyak tips dan trik solo camping yang bisa kalian temukan di dunia maya, beberapa poin terpenting bisa kalian baca dibawah ini, terutama jika kalian mengaku sebagai pemula:

*             *             *             *             *

1. Semua Berawal Tentang Lokasi, Lokasi, dan Lokasi.

Pentingnya memilih lokasi camping, via taringa
Pentingnya memilih lokasi camping, via taringa

Saat melakukan camping bersama teman, kalian mungkin tak terlalu memusingkan mengenai masalah lokasi. Oke, pemilihan lokasi camping itu memang penting. Namun kalian bisa sedikit lebih tenang, karena jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (yang berkaitan dengan isu lokasi seperti masalah keamanan), selalu ada teman yang bisa diajak bekerja sama menyelesaikan bermacam masalah.

Tapi saat memutuskan untuk melakukan camping sendirian, pemilihan lokasi tak sekedar menjadi sebuah isu yang penting, melainkan isu yang penting banget! Ingat kan, saat camping sendirian kalian harus siap melakukan semuanya sendirian, termasuk menghadapi segala resiko bahaya seorang diri. Itulah sebabnya kalian perlu melakukan riset ekstra mendalam sebelum memutuskan untuk camping di sebuah lokasi.

Jika ini adalah solo camping pertama kalian, sangat disarankan untuk camping di tempat yang pernah kalian kunjungi sebelumnya bersama teman-teman. Harapannya, resiko bahaya bisa lebih ditekan karena kalian sudah mengenal medan tersebut sebelumnya.

Namun jika kalian betul-betul ingin mencoba tempat baru, setidaknya usahakan camping di lokasi yang aksesnya cukup mudah dan keamanannya cukup terjamin. Cari tahu juga apakah di sekitar lokasi tersebut ada fasilitas air bersih, cukup aman dari hewan buas, dan tentu saja bisa dijadikan tempat camping.

*             *             *             *             *

2. Jangan Malas Melakukan Riset dan Tentukan Rute Perjalanan Sedetail Mungkin.

Pentingnya melakukan riset, via noobz
Pentingnya melakukan riset, via noobz

Ingat, salah satu resiko melakukan camping sendirian adalah kalian harus melakukan semuanya sendirian, mulai dari berangkat hingga pulang nanti. Berhubung camping sendirian nggak mungkin dilakukan di tengah kota yang ramai banget (kecuali kalau kalian siap dipelototi oleh orang yang lalu lalang dan siap ditanya-tanya oleh petugas setempat), maka kalian perlu melakukan riset mendalam mengenai lokasi camping.

Salah satu riset yang perlu dilakukan adalah riset mengenai rute menuju ke tempat camping dan sebaliknya. Catat dan ketahui dengan benar cara untuk menuju ke tempat camping, begitu juga dengan rute pulang; termasuk detail kendaraan menuju kesana atau sebaliknya. Catat alternatif cara menuju tempat camping dan sebaliknya, sehingga kalian bisa melakukan improvisasi rute jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal di luar rencana.

Catat juga berbagai tempat penting yang mungkin ada di sekitar lokasi camping, seperti lokasi rumah sakit terdekat, kantor polisi terdekat, dan sejenisnya. Jika berencana membawa kendaraan sendiri, cari tahu juga lokasi parkir yang aman, atau bisakah kendaraan kalian mencapai lokasi camping.

Semakin terpencil tempat yang akan kalian kunjungi, maka riset yang kalian lakukan pun harus makin serius. Jangan sampai semua rencana mendadak berantakan hanya karena menemukan kesulitan saat menuju lokasi camping, maupun saat hendak pulang dari sana.

Lebih baik lagi jika kalian sekaligus mencari tahu kondisi topografi di sekitar tempat camping, sehingga kalian nggak akan terkaget-kaget jika ternyata lokasi camping terletak di ketinggian beberapa ribu meter dari permukaan laut.

Selain masalah rute, riset lain yang perlu kalian lakukan adalah mengenai kondisi cuaca di sekitar lokasi camping. Bagaimana cuaca di sekitar lokasi camping? Bagaimana suhu rata-rata di sekitar lokasi? Riset mengenai hal-hal tersebut akan membantu kalian menyusun barang-barang apa saja yang perlu dibawa saat camping. Kalian juga bisa mempertimbangkan ganti lokasi camping, seandainya cuaca di lokasi yang diinginkan ternyata sedang kurang baik.

Sebagai tambahan informasi, camping sendirian nggak berarti kalian harus 24 jam ada di dalam tenda lho. Ada baiknya kalian sekaligus mencari tahu tempat-tempat menarik lainnya yang ada di sekitar lokasi camping, yang bisa dikunjungi di siang hari. Jadi kalian nggak perlu khawatir bakalan mati gaya walau camping sendirian.

*             *             *             *             *

3. Tentukan Tanggal yang Tepat dan Pikirkan Durasi Waktu Camping. Ada Tips Khusus Wanita Disini.

Pentingnya memilih tanggal yang tepat, via hiamg
Pentingnya memilih tanggal yang tepat, via hiamg

Setelah menentukan lokasi camping yang tepat dan menyusun itinerary wisata, sekarang saatnya menentukan berapa lama waktu yang akan kalian habiskan untuk camping sendirian. Jika kalian baru tahap ingin mengukur kemampuan dan kesiapan diri untuk melakukan camping sendirian, 1-3 hari mungkin rasanya cukup untuk uji coba.

Namun traveler profesional umumnya menganjurkan antara 5-10 hari (atau lebih), karena pada durasi waktu itulah kalian baru akan merasakan keluar dari zona nyaman yang sesungguhnya. Tapi tetap saja semuanya kembali lagi pada waktu yang kalian miliki, dan juga kemampuan masing-masing.

Kalian juga harus jeli dalam memilih tanggal untuk melakukan camping sendirian. Jangan langsung memutuskan pergi hanya karena punya hari libur di tanggal tersebut. Lebih baik jika kalian memilih camping saat musim panas, atau minimal saat hujan sedang jarang menyapa bumi. Kan nggak seru kalau kalian harus berjibaku sendirian di lokasi camping saat menghadapi cuaca buruk? Selain itu, camping saat cuaca tengah tak bersahabat pun akan mempertinggi resiko keamanan dan keselamatan.

Khusus untuk para ladies yang ingin mencoba camping sendirian, sebaiknya pilih tanggal yang aman dari tamu bulanan. Walaupun saat ini sudah tersedia aneka menstrual pad maupun tampon yang praktis untuk digunakan, tetap saja pastinya ada perasaan kurang nyaman jika menghadapi tamu bulanan saat berada di tempat yang kurang familiar. Jadi intinya, pertimbangkan dengan baik masalah pemilihan tanggal camping ya!

*             *             *             *             *

4. Jangan Pelit Berbagi Rencana Perjalanan Pada Orang Lain.

Berbagi rencana perjalanan pada orang lain, via usit
Berbagi rencana perjalanan pada orang lain, via usit

Tips ini mungkin akan membuat solo traveller bingung. Memangnya aman ya membagikan rencana perjalanan pada orang lain? Bukannya justru malah mengundang bahaya jika kita mempublikasikan rencana perjalanan, apalagi jika kita pergi sendiri?

Oke, pendapat yang menyebutkan jika “mempublikasikan rencana perjalanan = mengundang bahaya” itu mungkin ada benarnya. Tapi pendapat itu nggak sepenuhnya benar. Ya, memang benar kalian akan mengundang bahaya jika mengumumkan rencana perjalanan, khususnya jika rencana tersebut disebar di berbagai forum maupun diceritakan pada orang yang baru dikenal. Tapi jika hanya di share pada keluarga maupun teman terdekat, nggak masalah kan?

Begitu juga saat melakukan camping sendirian. Berbagi rencana perjalanan pada keluarga maupun teman terdekat akan membantu mereka mengontrol keadaan kalian. Mereka juga akan lebih cepat mengetahui seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika itinerary kalian tidak berjalan sesuai rencana.

Kalian pun sebaiknya disarankan untuk rutin menghubungi orang rumah maupun teman seandainya terjadi perubahan rute maupun perubahan itinerary. Jangan sampai orang tua atau teman terlanjur menghubungi petugas hanya karena kalian pulang lebih lambat dari jadwal ya!

Kesimpulannya, jangan pelit berbagi rencana perjalanan pada keluarga maupun teman terdekat, namun jagalah kerahasiaan itinerary kalian dari orang yang tidak dikenal.

*             *             *             *             *

5. Packing, Packing, Packing!

Jeli dalam masalah packing, via youqueen
Jeli dalam masalah packing, via youqueen

Hal esensial lainnya yang perlu banget kalian ketahui sebelum melakukan camping sendirian adalah mengenai teknik packing. Sudah tahu kan, kalau camping sendirian berarti kalian harus melakukan semuanya sendiri? Kalian harus membawa barang-barang sendiri, memanggul tas, membawa tenda, hingga membawa semua perlengkapan. Semua harus kalian lakukan sendirian.

Kecuali jika kalian memang hobi angkat berat dan punya body seperti Ade Rai, sangat disarankan untuk membawa barang seringan mungkin. Bawa juga perlengkapan multi-fungsi, dan mudah digunakan walau sendirian.

Sebagai contoh, saat memilih perlengkapan masak. Walau kalian harus masak sendiri selama melakukan camping, toh kalian nggak perlu bawa panci, penggorengan, beserta kompor gas-nya secara bersamaan kan? Bisa-bisa orang akan mengira kalian lagi kabur dari rumah tuh!

Begitu juga saat memilih perlengkapan lainnya. Coba deh lakukan browsing tentang perlengkapan apa saja yang perlu dibawa saat camping, dan siapkan versi ringkasnya yang mudah digunakan tanpa bantuan orang lain. Contohnya untuk kompor, kalian bisa membawa kompor kecil yang praktis dan ringan untuk dibawa-bawa.

Begitu juga saat memilih tenda, pilih yang berukuran kecil namun cukup nyaman untuk satu orang, cukup ringan untuk dibawa, namun mudah didirikan seorang diri (contohnya tenda bentuk dome). Banyak opsi perlengkapan praktis lainnya yang bisa kalian pilih sesuai kebutuhan.

Kalian pun harus ekstra perhitungan saat membawa bahan makanan dan air minum. Bawalah bahan makanan yang praktis dimasak (lebih baik kalau makanan kaleng) dalam jumlah yang cukup, tapi jangan berlebihan. Kalau punya jiwa petualangan lebih, boleh juga jika kalian lebih dulu mempelajari caranya agar bisa survive tanpa perlu membawa bahan makanan dari rumah. Sedangkan untuk air minum, kalian bisa membawa agak banyak jika tidak terlalu yakin apakah ada sumber air bersih di sekitar lokasi camping atau tidak.

Jangan lupa juga membawa perlengkapan P3K dan peralatan emergency, khususnya jika kalian memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Tambahan lainnya, nggak ada salahnya kok membawa beberapa perlengkapan hiburan supaya nggak mati gaya. Misalnya saja, kalian bisa membawa buku bacaan, board game, gitar, radio, dan alat hiburan lainnya yang nggak merepotkan untuk dibawa. Jangan lupa juga untuk menyiapkan power bank (kalau perlu bawa beberapa buah) agar alat komunikasi kalian bisa tetap menyala sekalipun tengah berada di alam bebas.

*             *             *             *             *

6. Walau Nggak Suka Pakai Jaket dan Tahan Udara Dingin, Membawa Pakaian Hangat dan Selimut Itu Wajib Hukumnya.

Pentingnya membawa pakaian hangat, via primesurvival
Pentingnya membawa pakaian hangat, via primesurvival

Entah kalian memilih lokasi camping di pegunungan atau di pantai, membawa jaket dan selimut itu hukumnya wajib. Bagaimanapun, camping jelas dilakukan di udara terbuka, sedangkan kita tak pernah bisa betul-betul menebak suasana hati alam, bukan? Daripada kena sakit dan akhirnya jadi repot sendiri (karena kalian harus mengurus diri sendiri di tempat yang asing), lebih baik sedia payung sebelum hujan. Betul tidak?

Lagipula, ada keuntungan lain jika kalian berbekal jaket dan selimut. Seandainya pun kondisi cuaca di sekitar lokasi camping ternyata bersahabat, kalian bisa menggunakan jaket dan selimut untuk membantu menambah kenyamanan tidur. Misalnya saja dengan dijadikan sebagai tambahan bantal maupun tambahan alas tidur. Jadi, nggak rugi kan membawa jaket maupun selimut?

*             *             *             *             *

7. Jangan Malas Mengecek Semua Perlengkapan yang Akan Dibawa Camping.

Salah satu perlengkapan camping, via gearmale
Salah satu perlengkapan camping, via gearmale

Saat pergi camping bersama teman, kalian bisa selalu mengandalkan satu sama lain. Nggak bisa pasang tenda? Tenang, pasti ada teman lain yang bisa mengajari kita pasang tenda dengan benar (kecuali jika kalian berangkat bersama teman-teman yang juga pemula). Nggak membawa pisau serba guna? Tinggal pinjam saja pada teman yang bawa. Nggak bawa kompor? Kan bisa nebeng masak di kompor teman lainnya.

Eh, itu hanya ilustrasi saja dan bukan untuk ditiru ya! Petualang yang baik akan selalu mempersiapkan dirinya sebaik mungkin dan berusaha agar tidak merepotkan orang lain.

Tapi, jika kalian pergi sendirian, maka kalian tak hanya wajib membawa barang-barang yang dibutuhkan untuk camping. Kalian pun WAJIB mengecek lebih dulu kondisi barang yang akan dibawa, dan berlatihlah menggunakan barang tersebut hingga mahir.

Sebagai contoh, kalian nggak cukup hanya membawa tenda untuk camping. Kalian pun harus mengecek lebih dulu kondisi tenda, apakah masih layak pakai atau tidak. Tak hanya itu, kalian juga WAJIB berlatih mendirikan tenda sendirian sampai bisa.

Begitu juga saat membawa pisau, pastikan pisau tersebut dalam kondisi baik. Pokoknya, jangan sampai kalian gigit jari saat tiba di lokasi camping karena ternyata barang-barang yang telah kalian bawa tidak berfungsi dengan baik. Kan konyol banget tuh namanya.

*             *             *             *             *

8. Bersahabatlah dengan Petugas Setempat, dan Percayalah Kalian Akan Baik-baik Saja.

Contoh image petugas di sebuah lokasi. Tahu kan ini dari film apa?, via peopletalk
Contoh image petugas di sebuah lokasi. Tahu kan ini dari film apa?, via peopletalk

Kecuali jika kalian betul-betul pergi ke tempat terpencil yang ada di ujung dunia, biasanya hampir setiap lokasi memiliki petugas yang berwenang untuk menjaga keamanan lingkungan. Misalnya saja, di hutan ada penjaga hutan, di pantai ada penjaga pantai, begitu juga dengan tempat umum lainnya.

Saat pergi camping sendirian, jangan bersikap sok misterius dengan langsung pergi menuju lokasi camping. Cari tahu dulu siapa petugas yang bewenang di sekitar lokasi camping yang kalian tuju. Atau, kalian bisa juga mencari tahu siapa penguasa setempat (seperti Kepala Desa atau RT/RW) yang bisa dihubungi jika kalian memerlukan bantuan.

Bersahabatlah dengan petugas tersebut, dan mereka umumnya dengan senang hati akan membantu kalian (selama kalian berlaku sopan dan menghargai nilai-nilai setempat). Mereka juga bisa membantu mengontrol keadaan kalian, dan memberi kabar pada keluarga jika diperlukan.

Jangan segan berkonsultasi dengan mereka mengenai informasi di sekitar lokasi camping. Begitu juga jika kalian memiliki kondisi kesehatan tertentu, tak ada salahnya berbagi informasi tersebut pada petugas setempat, sehingga mereka bisa membantu jika sekiranya terjadi sesuatu pada kalian.

*             *             *             *             *

9. Jangan Lengah, dan Tetaplah Peka Terhadap Perubahan Cuaca.

Pekalah terhadap cuaca, via mpora
Pekalah terhadap cuaca, via mpora

Nggak ada yang bisa 100% sukses menebak kondisi alam. Sekalipun prakiraan cuaca menyebutkan jika hari itu akan 100% cerah, dalam sekali kedipan mata bisa saja cuaca buruk akan terjadi. Masalahnya, cuaca yang ringan sekalipun bisa menjadi masalah besar jika kalian berada di alam bebas, sendirian.

Karena itulah, saat camping sendirian, jangan sampai lengah. Perhatikan terus kondisi cuaca yang ada di sekitar lokasi camping, dan sensitif-lah terhadap perubahan cuaca sekecil apapun. Jika cuaca betul-betul kelihatan mulai tidak bersahabat, atau minimal ada tanda-tanda yang kurang baik, sebaiknya kalian segera berbenah dan pergi dari lokasi camping untuk menuju tempat lain yang lebih terlindung.

*             *             *             *             *

10. Dan, Jangan Lupa Siapkan Copy Data Diri Ya!

Ilustrasi camping sendirian, via cfrankie.wordpress
Ilustrasi camping sendirian, via cfrankie.wordpress

Menyiapkan copy data diri mungkin terdengar sepele untuk dilakukan. Tapi percayalah, lebih baik bersiap untuk skenario terburuk, bukan? Apalagi kalau kalian pergi seorang diri, ke tempat yang masih terasa asing.

Adapun copy data diri yang dimaksud disini adalah kumpulan informasi singkat tentang kalian yang ditulis di kertas. Isinya berupa data diri yang penting, seperti nama, alamat, golongan darah, daftar kontak darurat yang bisa dihubungi, lokasi camping, dan informasi lain yang kalian anggap penting. Copy data diri ini sebaiknya di simpan di beberapa barang bawaan kalian, seperti di dalam jaket, di dalam kendaraan, di dalam ransel, dan lain-lain.

Kenapa sih harus repot-repot menyiapkan copy data diri? Tujuannya tentu saja untuk memudahkan orang membantu kalian seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (dan kalian tidak bisa memberikan informasi yang dibutuhkan karena satu dan lain hal, seperti saat kehilangan kesadaran).

Ada baiknya copy data diri tersebut dimasukkan ke dalam wadah tahan air (seperti kantong plastik), sehingga tidak mudah rusak oleh air dan lumpur. Yah, berjaga-jaga selalu lebih baik dibanding menyesal kemudian, bukan?

*             *             *             *             *

Selamat melakukan solo camping!

Comments

comments