fbpx
Home Guides Do & Don’t: Kenali Aneka Etika Dasar Di Negeri Ginseng

Do & Don’t: Kenali Aneka Etika Dasar Di Negeri Ginseng

via myseoulsearching.com
via myseoulsearching.com

Kemarin saya sudah sharing info seputar Koreastay, program homestay bagi wisatawan asing yang penasaran dengan bagaimana sih rasanya tinggal bersama keluarga asli Korea Selatan.

Program tersebut juga bisa jadi alternatif akomodasi saat wisata ke Korea Selatan lho, karena kisaran harganya terbilang hemat, yaitu antara KRW30000*-60000* per-malam (atau setara dengan Rp.330000-660000 untuk 1 won 11 rupiah).

Sebagai pelengkap dari info program homestay tersebut, saya ingin sharing beberapa etika dasar yang wajib diketahui oleh wisatawan saat wisata ke negeri ginseng itu. Berwisata ibaratnya bertamu ke rumah orang.

Ada beberapa aturan yang mungkin berbeda dengan yang biasa ditemukan di kampung halaman. Terlebih jika negara tujuan adalah Korea Selatan yang memiliki budaya dan tradisi yang jauh berbeda dengan budaya Indonesia, mulai dari bahasa, huruf tradisional, hingga batasan hal-hal yang boleh dan tak boleh dilakukan.

Sebetulnya ada beberapa etika berikut ada kemiripan dengan etika yang berlaku di Jepang, yang sebagian sudah saya tulis dalam tulisan berjudul Travelers, Jangan Lakukan Ini di Jepang ya! (klik hyperlink). Monggo sekalian dilihat sebagai referensi bagi yang ingin wisata juga ke Jepang.

Umum

  • Hampir mirip dengan bangsa Jepang, orang Korea umumnya menghindari kata tidak maupun menghindari sikap yang kira-kira akan menyakiti orang lain. Jadi pandai-pandailah menangkap ekspresi lawan bicara, apakah mereka betul-betul mengatakan hal yang sebenarnya atau hanya sekedar basa-basi saja untuk menyenangkan Anda.
  • Basa-basi menjadi salah satu bagian penting dalam pergaulan. Jika Anda dipuji, cara yang paling sopan untuk menerima pujian tersebut adalah dengan bersikap merendah.
  • Bagi orang Korea, sentuhan fisik bisa dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu. Jadi jika belum terlalu kenal, jangan coba-coba untuk melakukan kontak fisik seperti menepuk pundak maupun memeluk.
  • Salah satu point terpenting dalam budaya Korea adalah selalu menghormati orang yang lebih tua. Jika bertemu dengan orang yang lebih tua, misalnya saja yang dituakan di rumah host, hindari melakukan kontak mata secara langsung dan selalu tunjukkan sikap sopan.

Salam

  • Hampir mirip dengan Jepang, bangsa Korea biasa membungkukkan badan sebagai pengganti salam. Namun kadang-kadang ada juga yang membungkukkan badan sekaligus berjabat tangan (untuk laki-laki). Poin ini sedikit berbeda dengan budaya Jepang yang tidak mengenal kombinasi membungkukkan badan dan jabat tangan sekaligus. Oya, jika berjabat tangan, tata cara sopannya adalah dengan mengulurkan tangan kanan sementara tangan kiri ikut maju untuk mendukung tangan kanan.
  • Untuk wanita, biasanya salamnya cukup dengan membungkukkan badan saja (tidak perlu sambil jabat tangan).
  • Adapun kata ucapan standar yang diucapkan saat salam adalah “man-na-suh pan-gop-sumnida”, yang berarti “senang bertemu dengan Anda”.
  • Saat berpisah, membungkuk maupun melambaikan tangan merupakan salam perpisahan yang paling umum.

Table manner

  • Jangan duduk sebelum diminta duduk oleh tuan rumah.
  • Jangan menempati kursi untuk orang yang dihormati. Bagi yang belum tahu, kursi untuk orang yang dihormati posisinya dapat dilihat dari arah pintu. Oya, jika Anda ditawari untuk duduk di kursi kehormatan, etikanya Anda harus menolaknya dengan sopan.
  • Jangan mulai makan sebelum yang paling tua mengajak untuk mulai makan.
  • Makanlah dengan alat makan yang disediakan (umumnya menggunakan sumpit) dan jangan makan menggunakan tangan kosong.
  • Untuk kesopanan, usahakan mencicipi semua jenis makanan yang dihidangkan di atas meja walau dalam porsi kecil, kecuali jika Anda alergi maupun tidak dapat makan makanan tertentu (jika tak yakin dengan menunya, jangan sungkan untuk bertanya).
  • Selesai makan, jangan melintangkan sumpit di atas mangkok. Cara yang lebih sopan adalah dengan meletakkan sumpit di atas meja di sebelah mangkok.
  • Jika ditawari minuman beralkohol dan Anda ingin menolaknya, katakan jika Anda tak bisa minum alkohol. Dewasa ini sudah banyak yang mengerti jika tak semua orang dapat minum alkohol. Namun jika Anda ingin menghormati ajakan minum tersebut, setidaknya cicipi gelas pertama saja dan jangan dihabiskan. Aturan di Korea, gelas kosong berarti tambah minuman.
  • Satu hal yang paling penting, jangan mengkritik makanan atau minuman yang disajikan. Bangsa Korea sangat bangga dengan kuliner mereka dan kritikan dapat dianggap tidak sopan.

Oleh-oleh

Nah, tips ini khususnya bagi yang tertarik untuk mengikuti program Koreastay yang mana wisatawan akan tinggal di rumah host.

  • Untuk mengawali sebuah hubungan baik, usahakan membawa buah tangan saat akan bertemu dengan host. Tak ada syarat khusus untuk kriteria buah tangan yang akan diberikan, namun hindari memberikan barang-barang berikut ini: yang harganya terlalu mahal (karena akan menyusahkan mereka untuk memberi hadiah balasan), memberi benda tajam seperti gunting maupun pisau (karena menyimbolkan putusnya sebuah hubungan), set barang yang terdiri dari 4 item (karena menyimbolkan kematian), penutup kepala warna hijau, dan barang-barang yang dihiasi tulisan warna merah (menyimbolkan kematian).
  • Barang ideal yang dijadikan oleh-oleh adalah benda-benda berukuran kecil maupun makanan (kue, coklat, ataupun buah-buahan).
  • Sebaiknya oleh-oleh dibungkus dengan rapi, dan lebih baik lagi jika dibungkus dengan warna cerah seperti kuning atau merah. Sebaliknya, jangan membungkus oleh-oleh dengan warna putih, hitam, maupun hijau.

Tambahan lainnya

  • Hindari mengajukan pertanyaan yang terlalu personal pada orang yang belum terlalu dikenal. Sebaliknya, jika orang Korea menanyakan hal pribadi pada Anda (seperti umur maupun gaji), itu berarti mereka sungguh-sungguh tertarik pada Anda.
  • Hindari membicarakan topik-topik berikut ini: politik, perang, komunisme, sosialisme, dan hal yang terlalu pribadi. Sebaliknya, topik favorit untuk dibicarakan adalah: olahraga (khususnya sepak bola), ekonomi dan pencapaian internasional, hobi, kesehatan anggota keluarga, dan layang-layang.
  • Salah satu tips terpenting, jangan pernah menyamakan Korea dengan Cina maupun negara lainnya karena dapat menyakiti harga diri mereka.

Demikian beberapa etiket dasar yang perlu diketahui jika ingin bepergian ke Korea Selatan. Tentunya etika-etika tersebut saya pilih yang paling umum dan berkaitan dengan aktifitas wisata, khususnya berkaitan dengan program Koreastay. Semoga bermanfaat.

 

baca juga :

Panduan Menjelajahi Seoul, Ibukota Korea Selatan

Yang Gratis-gratis di Seoul Korea Selatan

Kulineran Di Seoul, Makan Apa?

Comments

comments