Pecinta budaya Jepang, khususnya budaya tradisional, pastilah sering membayangkan seperti apa sih kehidupan Jepang di masa lampau. Seperti apa ya rasanya berjalan-jalan di sebuah kota dengan nuansa Jepang jadoel dan bertemu dengan orang-orang yang mengenakan kimono, dengan tatanan rambut yang khas, atau malah bertemu dengan sosok samurai nan gagah yang berjalan-jalan dengan membawa pedang tergantung di bagian pinggang.

Atau mungkin juga melihat langsung para ninja beraksi saat memata-matai lawan politik sang shogun, walaupun, ninja asli sih harusnya nggak kelihatan saat sedang beraksi.

Well, teman-teman bisa kok merasakan suasana Jepang ratusan tahun silam saat ini juga. Tanpa perlu meminjam mesin waktu Doraemon. Yang teman-teman butuhkan hanyalah tiket pesawat ke Jepang, dan tiket masuk menuju Edo Wonderland a.k.a Nikko Edomura. Nah pertanyaannya, apa itu Edo Wonderland?

Pintu masuk Edo Wonderland [foto: Scion_cho/flickr]
Pintu masuk Edo Wonderland [foto: Scion_cho/flickr]

Intro

Edo Wonderland, yang dikenal juga dengan nama Nikko Edomura, merupakan sebuah theme park bertema nuansa Edo yang terdapat di sekitar Kinugawa Onsen. Secara mudah, tempat ini merupakan sebuah kota kecil dengan dipenuhi berbagai bangunan bernuansa Jepang pada periode Edo. Namun, tempat ini berbeda dari museum open air seperti yang terdapat di Tokyo maupun di Kawasaki.

Perbedaan yang paling mencolok, adalah karena tempat ini bukanlah berisi bangunan asli dari periode Edo seperti pada Edo-Tokyo Open Air Architectural Museum maupun Nihon Minka-en.

Ya, seluruh bangunan di dalam theme park ini sengaja dibangun untuk kepentingan hiburan karena selain digunakan sebagai tempat wisata, Edo Wonderland ini juga populer sebagai tempat shooting film-film bertema Jepang lama seperti film samurai. Sehingga bisa dibilang jika Edo Wonderland ini memiliki nuansa yang lebih mirip dengan Toei Kyoto Studio Park.

Suasana di Edo Wonderland [foto: via flickr]
Suasana di Edo Wonderland [foto: via flickr]

Apa saja yang terdapat di Edo Wonderland?

Theme park yang didirikan di lahan seluas 500000 meter persegi ini sudah dibuka sejak tahun 1968 dan terdiri dari berbagai bangunan yang dirancang dengan nuansa khas Periode Edo (1603-1868), khususnya diantara tahun 1680-1730 an. Pada rentang masa tersebut, suhu politik di Jepang sedang sangat stabil sehingga berbagai kebudayaan tengah berkembang.

Dengan kata lain, suasana yang ada di Edo Wonderland ini mencerminkan kejayaan periode Edo. Bagian yang menarik, seluruh staff di taman ini mengenakan kostum ala penduduk pada Periode Edo lho, sehingga suasana di taman ini sanggup membuat wisatawan seperti terlempar ke masa ratusan tahun silam saat Shogun Tokugawa memerintah Edo. Kira-kira seperti ini gambaran suasananya.

Tak sulit untuk menemukan samurai yang berbaris seperti ini di Edo Wonderland [foto: Julle/flickr]
Tak sulit untuk menemukan samurai yang berbaris seperti ini di Edo Wonderland [foto: Julle/flickr]

“Kota kuno” ini memiliki banyak bangunan menarik dengan fungsi yang berbeda-beda dan juga sajian atraksi yang beragam. Ada bangunan yang mewakili simbol kota pada periode Edo, bangunan teater, restoran, dan lain-lain. Secara garis besar, bangunan-bangunan di taman bermain ini bisa dikelompokkan dalam beberapa zona, mulai dari Edo Experiences, teater, amusement dan experiences, restoran, dan point of interest.

Zona Edo Experiences mengajak pengunjung untuk melihat lebih dekat berbagai profesi yang populer di masa Edo. Salah satu yang paling populer adalah atraksi yang mengajak anak-anak usia 5-12 tahun untuk memilih salah satu dari 3 profesi, apakah menjadi anggota Shinsengumi (pasukan pengawal kota Edo.

Hayo, yang suka nonton Samurai X harusnya sudah familiar dengan profesi ini), menjadi ninja, maupun menjadi torikata police constable. Pengunjung juga dapat mencoba melakukan proses pewarnaan pakaian menggunakan indigo (dengan biaya tambahan diluar harga tiket masuk), dan hasil karyanya boleh dibawa pulang setelah seluruh proses selesai dilakukan.

Atau jika tak ingin mengikuti aneka workshop, pengunjung bisa menikmati suasana di Edo Wonderland ini dengan menyewa aneka kostum, mulai dari kostum gadis biasa, samurai, geisha, ouran, detektif, dan banyak lagi. Harga sewanya bervariasi, mulai dari 2000 yen hingga 30000 yen*.

Ninja di Edo Wonderland [foto: via flickr]
Ninja di Edo Wonderland [foto: via flickr]

Untuk zona teater, Edo Wonderland ini memiliki 6 teater yang uniknya, masing-masing memiliki tema yang berbeda dan tentu saja menampilkan pertunjukan yang berbeda-beda namun masih memiliki tema kehidupan pada Periode Edo. Grand Ninja Theater termasuk salah satu teater favorit di tempat ini.

Di teater ini pengunjung dapat melihat para ninja memamerkan berbagai trik dan menampilkan para aktor yang turut bermain dalam film “The Last Samurai”. Namun jika kalian lebih suka pertunjukan dengan tema budaya tradisional, bisa mampir ke Traditional Japanese Performing Arts Theater yang menampilkan pertunjukan geisha dan Traditional Japanese Culture Theater dimana geisha dan oiran (penghibur kelas atas) menampilkan beberapa pertunjukan.

Adapun 3 teater lainnya adalah Ryogoku-za Traditional Theater (menampilkan pertunjukan seni gambar bayangan yang sudah berlangsung sejak 200 tahun silam), The Magistrate of Kitamachi (teater tentang pengadilan yang dilakukan oleh hakim superstar Toyama-no-Kinsan), dan Nyan-mage Theater.

Pertunjukan di Traditional Japanese Performing Arts Theater [foto: Scion_cho/flickr]
Pertunjukan di Traditional Japanese Performing Arts Theater [foto: Scion_cho/flickr]
Pertunjukan di The Magistrate of Kitamachi [foto: via flickr]
Pertunjukan di The Magistrate of Kitamachi [foto: via flickr]
Sisanya lanjut sedikit dalam tulisan bagian kedua. Masih ada beberapa bangunan ikonik, termasuk museum, yang menarik dikunjungi di Edo Wonderland. Plus saya mau menyinggung sedikit tentang obyek wisata populer yang lokasinya berdekatan dengan Edo Wonderland.

***

*Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
**Foto (kecuali yang memiliki keterangan sumber) diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

Comments

comments