Sepertinya, dari seluruh postingan yang ada di blog ini, Tokyo menempati peringkat pertama nama kota yang paling sering saya bahas. Padahal Jepang nggak melulu tentang Tokyo, dan sayang sekali jika hanya Tokyo yang saya bahas. Jadi untuk kali ini saya ingin coba membahas ke destinasi wisata populer lainnya yang ada di Jepang.

Setelah menimbang-nimbang apakah akan membahas destinasi wisata populer yang ada di sekitar Tokyo, atau hijrah ke Hokkaido dan mengulik bagian utara Jepang, pilihan saya jatuh ke Gunung Fuji. Gunung yang satu ini terkenal sebagai salah satu simbol ikonik yang mewakili negara Jepang.

Banyak legenda asli Jepang yang berhubungan dengan gunung ini, dan sampai sekarang Gunung Fuji terus menjadi salah satu daya tarik wisata di negara Jepang. Jadi mulai sekarang hingga beberapa tulisan selanjutnya, saya ingin mengupas lebih dekat tentang Gunung Fuji, mulai dari aneka fakta seputar gunung tersebut, cara untuk mengakses ke sana, dan apa saja hal menarik yang bisa ditemukan disana. Pleae enjoy dan mudah-mudahan bermanfaat.

Gunung Fuji [foto: Midori/wikimedia]
Gunung Fuji [foto: Midori/wikimedia]

Fakta-fakta terkait Gunung Fuji

Biasanya saya menyajikan tulisan dalam beberapa sesi, mulai dari sejarah, daya tarik dari suatu obyek, hingga cara termudah menuju ke tempat tersebut (biasanya dari kota Tokyo). Supaya nggak bosan, kali ini saya ingin berbagi info dalam bentuk kumpulan fakta seputar Gunung Fuji.

  • Gunung Fuji, atau Fuji-san (kanji: 富士山), merupakan gunung tertinggi di Jepang. Titik puncaknya berada di ketinggian 3776 meter dari permukaan laut. Detail dimensi lainnya adalah memiliki keliling 125, 529 kilometer dengan diameter antara 40-48 kilometer di bagian dasarnya, dengan kawah di bagian puncak yang memiliki diameter 487,68 meter.
  • Gunung Fuji merupakan gunung berapi yang aktif. Walau begitu, letusan terakhir terjadi pada tahun 1708. Erupsi pada tahun tersebut secara sejarah juga cukup menarik, karena dimulai sejak bulan Desember tahun 1707 dan baru berakhir pada tahun baru 1708.
  • Posisi Gunung Fuji terletak di perbatasan antara prefektur Yamanashi dan Shizuoka. Jaraknya kira-kira 100 kilometer di sebelah barat daya Tokyo. Walau cukup jauh, jika hari sedang cerah Gunung Fuji bisa terlihat cukup jelas dari Tokyo dan Yokohama. Namun jika kalian berencana pergi ke Gunung Fuji dari Kyoto, Osaka, maupun Nagoya, salah satu spot terbaik untuk menikmati keindahan gunung ini adalah saat berada di sekitar Stasiun Shin-Fuji. Tambahan lainnya, saat ini Gunung Fuji menjadi bagian dari Fuji-Hakone-Izu National Park.
Gunung Fuji dilihat dari Shinjuku, Tokyo [foto: Morio/wikimedia]
Gunung Fuji dilihat dari Shinjuku, Tokyo [foto: Morio/wikimedia]
  • Tak jelas asal usul nama Gunung Fuji. Menurut teks kuno, nama Gunung Fuji berasal dari kata “immortal” atau fushi/fuji. Ada juga yang berpendapat bahwa nama Gunung Fuji berasal dari kata dalam bahasa Ainu (bangsa asli Jepang) yang bermakna api. Pendapat lainnya, konon nama Gunung Fuji berasal dari dewa api dalam agama Budha yaitu Fuchi. Namun pendapat-pendapat tersebut juga masih dipertentangkan karena teori tentang asal usul nama Gunung Fuji masih terus muncul hingga saat ini.
  • Gunung Fuji sudah sejak lama dianggap sebagai tempat suci. Bagi penganut Shinto, Gunung Fuji itu sakral karena berkaitan dengan dewa Sengen, salah satu dewa dalam ajaran Shinto. Menurut penganut Budha, Gunung Fuji dianggap sebagai pintu untuk masuk ke dunia lain. Menariknya, walau dianggap sebagai gunung suci, tempat ini tidak ditutup untuk umum layaknya gunung suci lainnya. Justru mendaki gunung dianggap sebagai bagian dari perjalanan ziarah. Jadi jangan heran jika Gunung Fuji ini tak hanya populer di kalangan wisatawan, namun juga rutin dikunjungi oleh para peziarah.
  • Gunung Fuji diakui sebagai salah satu dari 3 gunung suci di Jepang (disebut Sanreizan). Dua gunung lainnya adalah Gunung Tate dan Gunung Haku, dan ketiganya telah diakui sebagai Special Place of Scenic Beauty, situs bersejarah, dan telah masuk dalam daftar World Heritage (sebagai situs budaya).
  • Ada beberapa keunikan spesifik dari Gunung Fuji. Pertama, karena bentuknya yang sangat simetris. Jarang sekali ada gunung berapi yang bentuknya bisa simetris. Tak heran jika gunung ini dipandang sebagai lambang keindahan yang lalu menginspirasi banyak karya seni kuno dan modern. Kedua, Gunung Fuji ini sebetulnya terdiri dari 3 gunung yang berbeda. Gunung pertama, yang berada di paling dasar, adalah Komitake. Di atas Komitake, ada Kofuji. Dan di bagian teratas ada Fuji, yang merupakan gunung termuda di antara ketiganya.
Gunung Fuji memiliki bentuk yang simetris [foto: Alpsdake/wikimedia]
Gunung Fuji memiliki bentuk yang simetris [foto: Alpsdake/wikimedia]
  • Gunung Fuji dikelilingi oleh 3 kota kecil disekitarnya. Ada kota Gotemba di sisi timur, Fujinomiya di barat daya, dan Fujiyoshida di sisi utara. Gunung ini juga dikelilingi ole 5 danau, yaitu danau Yamanaka, danau Motosu, danau Kawaguchi, danau Sai, dan danau Shoji. Namun salah satu tempat terbaik untuk menikmati pemandangan gunung Fuji adalah jika dilihat dari danau Ashi yang juga tak jauh dari gunung tersebut.
Gunung Fuji dan danau Kawaguchi [foto: Marion & Christoph Aistleitner/wikimedia]
Gunung Fuji dan danau Kawaguchi [foto: Marion & Christoph Aistleitner/wikimedia]
  • Untuk moda transportasi, salah satu bandara terdekat adalah Mt.Fuji Shizuoka Airport yang berjarak 80 kilometer dari gunung ini.
Aokigahara [foto: Simon/wikimedia]
Aokigahara [foto: Simon/wikimedia]

Perkenalan dengan Gunung Fuji dicukupkan sampai disini dulu ya. Selanjutnya saya akan berbagi info aktifitas apa saja yang bisa dilakukan di gunung ini maupun di sekitarnya.

***

Mendaki Gunung Fuji (1): Informasi Dasar

Mendaki Gunung Fuji (2): Yoshida Trail & Fujinomiya Trail

Mendaki Gunung Fuji (3-End): Subashiri Trail & Gotemba Trail

***

*Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia

Comments

comments