Bunga Sakura [foto: Yoshikazu Takada / flickr]
Bunga Sakura sudah lama dikenal sebagai bunga khas yang menjadi identitas negara Jepang, sehingga Jepang tak hanya disebut sebagai negeri Matahari Terbit melainkan juga negeri Sakura.

Bunga cantik berwarna putih bersemu merah muda maupun kuning ini juga memiliki keunikan yang membedakannya dengan bunga-bunga lainnya. Sakura hanya berbunga 1x dalam satu tahun (yaitu pada akhir Maret-awal April), dan masa mekarnya pun singkat sekali (antara 10-14 hari sejak awal mekar). Singkat sekali, bukan?

Walau mekarnya bunga Sakura terbilang singkat, masa-masa tersebut merupakan masa penting bagi bangsa Jepang. Sakura yang bermekaran melambangkan musim semi yang penuh kebahagiaan telah tiba. Kebahagiaan menyambut mekarnya Sakura juga diungkapkan melalui tradisi hanami, yang secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai “melihat bunga” (hana=bunga, mi=melihat).

Menurut sejarah, awalnya tradisi hanami merupakan tradisi untuk menyambut mekarnya bunga-bunga Plum. Tradisi ini kabarnya sudah dilakukan sejak Periode Nara (tahun 710-794). Namun pada periode Heian (tahun 794-1185), bunga Sakura dianggap lebih menarik dan perayaan hanami pun mulai bergeser menjadi “melihat bunga Sakura”.

Permaisuri Saga pada periode Heian-lah yang memulai tradisi hanami, dengan mengadakan pesta melihat bunga Sakura sambil makan dan minum, diselingi dengan kegiatan membuat puisi secara spontan untuk memuji keindahan Sakura (jika tidak bisa, maka sebagai hukuman harus meminum sake dalam seteguk).

Awalnya tradisi tersebut hanya terbatas pada keluarga bangsawan saja. Lama kelamaan tradisi tersebut juga diadaptasi oleh kalangan samurai pada periode Edo, dan menjadi tradisi masyarakat Jepang dari berbagai kalangan.

Hanami [foto: Marufish / flickr]
Hanami [foto: Marufish / flickr]

Saat ini, hanami merupakan tradisi “wajib” yang masih terus dilakukan saat Sakura bermekaran. Apa saja yang dilakukan saat hanami? Banyak. Kegiatan utamanya jelas adalah piknik, yaitu makan dan minum sambil menikmati keindahan bunga Sakura. Banyak juga yang menggunakan waktu hanami untuk minum sake maupun bir.

Jika dulu kegiatan hiburan saat hanami adalah saling membuat puisi, maka saat ini aktifitas hanami lebih bersifat pesta, sehingga banyak juga yang membawa alat-alat hiburan seperti perlengkapan karaoke. Jadi jangan heran jika suasana hanami jauh sekali dari kesan sepi ya..^^

Anda ingin ambil bagian dalam tradisi ini? Tak sulit kok untuk melakukan hanami, tentunya selama Anda tak keberatan berdesak-desakan karena tradisi ini memang populer sekali. Pertama, tentukan dulu tempat dimana Anda ingin melakukan hanami, dan pantau waktu perkiraan bunga Sakura akan mekar di tempat tujuan Anda (karena waktu mekarnya Sakura berbeda-beda, tergantung dari suhu dan cuaca setempat).

Anda juga harus mempersiapkan alas duduk, namun jika tak ingin repot, pada masa hanami biasanya berbagai convenience store menyediakan alas duduk siap beli (berupa lembaran plastik berwarna biru/hijau). Lalu, jika ingin mendapatkan tempat yang strategis, datanglah sejak pagi hari untuk menggelar alas duduk, dan jika diperlukan, buatlah pagar pembatas agar tak ada yang menggeser tempat Anda.

Jangan heran jika walau sudah datang sejak pagi namun tetap tak kebagian tempat strategis. Maklum, masa mekar Sakura yang singkat membuat banyak orang Jepang berbondong-bondong melakukan hanami pada saat yang hampir bersamaann dan dapat dipastikan tempat-tempat hanami penuh sesak dipadati pengunjung.

Jika Anda bermaksud melakukan hanami dalam rombongan berjumlah besar, disarankan agar salah seorang anggota rombongan datang lebih dulu untuk mencari tempat. Namun waspada juga terhadap kemungkinan Anda harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan tempat strategis (seperti yang terjadi Maruyama Koen di Kyoto yang dikuasai oleh jaringan yakuza), jadi jangan lupa untuk mencari informasi sedetail mungkin sebelum melakukan hanami.

Tapi jika Anda ingin melakukan hanami untuk rombongan kecil, bebas-bebas saja kok..^^ Anda dapat membawa bekal sendiri, maupun membeli dari stand-stand makanan yang biasanya banyak terdapat di sekitar tempat hanami. Oya, jika tak sempat datang di siang hari, beberapa tempat menyediakan spot hanami pada malam hari.

Pada saat itu, pohon-pohon Sakura akan disinari oleh cahaya lampu (iluminasi) sehingga tampak cantik sekali. Kegiatan hanami malam hari sering juga disebut dengan “yozakura” (yo=malam, zakura/sakura=bunga sakura). Jika berminat untuk mencoba yozakura, maka Anda harus mengecek juga jadwal iluminasi malam dan periode waktunya, karena setiap tempat hanami memiliki waktu dan periode iluminasi yang berbeda-beda.

Iluminasi Sakura di Ueno Park [foto: Japanese_craft_construction / flickr]
Iluminasi Sakura di Ueno Park [foto: Japanese_craft_construction / flickr]

Tokyo sendiri memiliki lebih dari 100 spot untuk melakukan hanami, yang terdiri dari taman maupun jalan. Jika Anda bermaksud berwisata ke Tokyo pada periode hanami, berikut 10 tempat hanami yang disebut-sebut sebagai yang terbaik di Tokyo.

Tempat-tempat berikut populer bukan hanya karena jumlah pohon Cheri/Sakura yang dimilikinya, tapi karena berbagai faktor lain seperti landscape taman, lokasi, maupun keindahan pohon Sakura yang dimilikinya.

1. Ueno Park

Jam operasional : 05.00-23.00
Tiket masuk : free
Akses :
– 3-5 menit jalan kaki dari Stasiun Ueno
– 1 menit dari Stasiun Keisai Ueno

Deskripsi: Taman ini termasuk salah satu taman terbesar di Tokyo dengan 1200 batang pohon Cheri (yang berbunga Sakura), sehingga menjadi salah satu tempat favorit untuk melakukan hanami. Pohon Sakura tersebar di berbagai tempat, termasuk di sekitar Danau Shinobazu.

Ueno Park populer bukan hanya karena jumlah pohon Sakura-nya yang banyak, melainkan karena biasanya periode mekarnya lebih cepat 1-3 hari dibanding tempat lainnya. Saking populernya, Ueno Park dipastikan penuh sesak saat hanami karena terlalu banyaknya pengunjung.

Jadi jika berminat untuk melakukan hanami, ada baiknya mencari tempat dari pagi. Disini dapat melakukan yozakura, dengan periode waktu iluminasi kira-kira mulai pukul 17.30-20.00. [to be continued]

 

Hanami di Tokyo: Sejarah dan 10 Spot Hanami Terbaik (Part 2 END)

Comments

comments