fbpx
Home Guides Inilah Daerah-Daerah Berbahaya Di Jepang : Kota Lainnya, Plus Tips Menghadapi Chikan...

Inilah Daerah-Daerah Berbahaya Di Jepang : Kota Lainnya, Plus Tips Menghadapi Chikan (Part 2 END)

Katanya, Jepang adalah negara yang aman. Memang jika dilihat secara statistik pada tulisan Benarkah Jepang itu Aman Bagi Wisatawan Asing?, angka kejahatan di Jepang relatif rendah.

Namun, tak ada tempat di dunia ini yang betul-betul aman, termasuk Jepang. Buktinya, di Tokyo saja ada beberapa tempat yang sebaiknya diwaspadai oleh wisatawan asing, walau pada akhirnya masalah bahaya atau tidak kembali pada bagaimana wisatawan membawa diri.

Setelah mengenal aneka tempat berbahaya di wilayah Tokyo pada tulisan sebelumnya , berikut ini beberapa tempat yang dianggap berbahaya di berbagai kota lainnya di Jepang.

Osaka

  • Shinseikai

Di berbagai kota besar di negara mana pun, bukan cerita aneh jika ada sebuah kawasan yang gagal saat dikembangkan dan akhirnya menjadi area kumuh. Untuk wilayah Osaka, contohnya adalah Shinsekai.

Shinsekai. Foto: en.gigazine
Shinsekai. Foto: en.gigazine

Shinsekai merupakan sebuah kawasan yang sudah dibangun sejak tahun 1912 dengan mengacu pada model kota New York dan Paris. Tempat ini awalnya dirancang dengan berbagai fasilitas, salah satunya adalah sebuah taman bermain bernama Luna Park.

Namun Luna Park tersebut harus tutup pada tahun 1923, dan secara bertahap kawasan ini mengalami kemunduran hingga akhirnya disebut sebagai salah satu kawasan termiskin di Jepang paska Perang Dunia II.

Saat ini Shinseikai dikenal sebagai kawasan dengan identitas dan sejarah unik. Namun penduduk setempat masih menjaga jarak dengan kawasan tersebut, karena pada era sebelum tahun 90-an, tingkat kriminalitas di lingkungan ini memang cukup tinggi dan masih menyisakan image sebagai “kawasan yang berbahaya” bagi mereka.

Shinsekai. Foto: glavcom
Shinsekai. Foto: glavcom
  • Kamagasaki

Percaya atau tidak, di Jepang ada sebuah kawasan yang sengaja tidak dicantumkan dalam peta dan dianggap tak ada. Itulah kawasan Kamagasaki, yang kini namanya diganti menjadi Airin-chiku.

Kawasan yang menjadi bagian dari distrik Nishinari ini merupakan sebuah area kumuh yang dihuni oleh lebih dari 30000 orang (mayoritas adalah tuna wisma, buruh kasar, dan anggota gank). Saya pernah mengulas tentang Kamagasaki dalam tulisan Kamagasaki, Kota yang Dihilangkan dari Peta Jepang, silahkan mampir ke link tersebut untuk ulasan yang lebih lengkap.

Kamagasaki. Foto: taringa
Kamagasaki. Foto: taringa
  • Tobita Shinchi

Kawasan yang dikenal juga dengan nama Tobita Yukaku ini dikenal sebagai red light district-nya Osaka. Namun, berbeda dengan Kabukicho di Tokyo yang dikenal berbahaya karena banyaknya pusat hiburan malam dan yakuza tanpa adanya nuansa seperti red light district di negara lain (misalnya Belanda), maka di Tobita Shinchi ini banyak terdapat rumah bordil yang memasang wanita muda untuk menarik pelanggan.

Para wanita tersebut biasanya berdiri menyambut di area pintu masuk maupun ruang tamu yang terbuka untuk umum, dan ini merupakan praktek yang tidak biasa di Jepang. Intinya sih, ekstra waspada saja saat melintas di daerah ini, khususnya saat malam hari.

Tobita shinchi. Foto: creativoenjapon
Tobita shinchi. Foto: creativoenjapon

 

Kota-kota lainnya

Sapporo

  • Susukino

Sama seperti Kabukicho dan Tobita Shinchi, Susukino ini merupakan red light district di Hokkaido. Dan seperti halnya red light district lainnya, tempat ini relatif aman dilintasi saat siang hari, namun jelas distrik ini tidak bisa disebut sebagai tempat paling aman di Jepang. Jadi, kewaspadaan tetap harus ada dan gunakan common sense agar tidak bersinggungan dengan masalah, karena di tempat ini sangat lazim terdapat gangster dan orang aneh berkeliaran.

Susukino. Foto: 6188
Susukino. Foto: 6188

Walau terdengar menyeramkan, sebetulnya tempat ini cukup menarik untuk dikunjungi, dan bahkan menjadi salah satu daya tarik wisata di Sapporo. Susukino ini memang memiliki sejarah yang cukup menarik karena sudah didirikan sejak tahun 1871, dan kabarnya kini Susukino menjadi red light district terbesar kedua di Jepang (setelah Kabukicho). Jadi jangan khawatir untuk berkunjung ke tempat ini ya.

Papan iklan hostess di Susukino. Foto: martywindle/flickr
Papan iklan hostess di Susukino. Foto: martywindle/flickr

Fukuoka

  • Nakasu

Tempat ini merupakan salah satu distrik hiburan terbesar di Nakasu, dan juga salah satu yang terbesar di wilayah Jepang Barat. Bahkan tempat ini pun disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di Jepang.

Kabarnya, setiap harinya sekira 3500-60000 orang mengunjungi distrik yang dipenuhi dengan berbagai restoran, toko, hingga pusat hiburan dewasa, sehingga jelas sekali jika tempat ini bukanlah tempat yang paling aman di Jepang.

Nakasu. Foto: muza-chan
Nakasu. Foto: muza-chan

Sebagai penutup, saya ingin mengulas sedikit tentang chikan. Walau disebut sebagai salah satu negara teraman di dunia, sayang sekali Jepang memiliki catatan tersendiri dalam hal masalah pelecehan terhadap wanita.

Chikan, atau pelecehan di kereta komuter (biasanya berupa menyentuh bagian tubuh wanita, meraba, atau sengaja mengenakan benda lain pada bagian tubuh wanita), termasuk salah satu yang paling sering menghantui para wanita khususnya wanita muda.

Bahkan konon 50-70% wanita di Jepang pernah mengalami chikan. Kasus lainnya yang sering menimpa wanita adalah direkam secara diam-diam melalui alat tersembunyi.

Ilustrasi padatnya kereta di Jepang saat jam sibuk. Foto: gopixpic
Ilustrasi padatnya kereta di Jepang saat jam sibuk. Foto: gopixpic

Tak ada cara pasti untuk menghindari chikan. Walau ada beberapa situs yang merekomendasikan beberapa jalur yang harus dihindari karena seringnya terjadi chikan disana, namun saya rasa itu kurang efektif karena chikan bisa terjadi dimana saja. Jadi yang lebih penting, kenali kapan dan dimana chikan itu terjadi dan bagaimana cara mengatasinya.

Chikan biasanya terjadi pada jam sibuk (jam 7-9 pagi atau 5-9 malam), dan jelas itu menimpa wanita karena wanita mengenakan rok. Adapun beberapa langkah yang bisa dilakukan jika para ladies merasa ada yang mencolek/meraba/memegang kalian, adalah sebagai berikut:

1. Pertama dan yang paling penting, pastikan jika kalian benar dilecehkan. Caranya adalah dengan mencari siapa yang melecehkan kalian.

2. Jika ketemu pelakunya, tunjukkan gesture jika kalian marah dan tidak menyukai tindakannya. Cara yang paling efektif adalah dengan memelototinya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Biasanya cara ini akan sekaligus menarik perhatian pengguna kereta lainnya.

3. Jika si pelaku masih nekat melanjutkan aksinya, mintalah dia berhenti dengan sopan. Jika masih tidak mempan juga, pegang tangannya dan teriakkan “chikan!” Percayalah, ini pasti akan langsung menarik perhatian banyak orang karena chikan merupakan kasus serius dan pelakunya bisa dipenjara.

4. Jika memungkinkan, naiklah gerbang khusus untuk wanita yang biasanya tersedia pada jam sibuk.

Bonus: ketahui tipe wanita yang biasa menjadi sasaran chikan. Wanita dengan penampilan lemah dan tanpa pertahanan menjadi korban empuk bagi pelaku chikan, sedangkan wanita yang berpenampilan kuat dan tegas, sekalipun mengenakan pakaian yang terbuka, cenderung dihindari oleh pelaku chikan.

 

Semoga informasinya bermanfaat!

Comments

comments