fbpx
Home Guides Inilah Mengapa Wisatawan Ke Tokyo Wajib Tahu Tentang Yamanote Line (Part 2...

Inilah Mengapa Wisatawan Ke Tokyo Wajib Tahu Tentang Yamanote Line (Part 2 END)

Yamanote Line. Jalur kereta loop line di Tokyo tersebut termasuk salah satu jalur tersibuk, terpadat, namun juga termasuk salah satu jalur yang wajib diketahui oleh wisatawan asing. Deskripsi maupun kelebihan dari Yamanote Line sudah saya singgung dalam tulisan Inilah Mengapa Wisatawan ke Tokyo Wajib Tahu Tentang Yamanote Line (1). Namun ada kelebihan, tentu saja ada kekurangan. Dan berikut ini beberapa kekurangan dari jalur Yamanote Line.

Kekurangan dari Yamanote Line

Pada tulisan bagian pertama, tepatnya pada section Kelebihan Mengenal Jalur Yamanote Line, saya menulis jika menggunakan jalur Yamanote Line merupakan salah satu cara praktis untuk pindah ke stasiun lain, karena jalur ini menghubungkan berbagai stasiun besar yang ada di Tokyo. Namun itu juga sekaligus menjadi kelemahan dari jalur ini. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat gambar berikut:

Peta jalur kereta di Central Tokyo saja [foto: via japankonichiwa.files.wordpress.com]
Peta jalur kereta di Central Tokyo saja [foto: via japankonichiwa.files.wordpress.com]

Pada contoh di bagian kelebihan Yamanote Line, saya menulis cara untuk pergi dari Akihabara ke Harajuku dan dari Ginza ke Shibuya dengan menggunakan Yamanote Line. Nah, cara itu sekaligus menjadi kelemahan dari Yamanote Line. Perlu diingat jika Yamanote Line berbentuk loop line, yang berarti jalurnya memutari rute tertentu.

Padahal ada beberapa titik yang bisa dicapai dengan waktu yang lebih singkat jika menggunakan jalan pintas. Misalnya saja untuk bepergian dari Akihabara ke Harajuku, mungkin saja bisa lebih singkat jika menggunakan JR Chuo Line dan turun di Stasiun Shinjuku dan baru lanjut naik ke Stasiun Harajuku.

Begitu jgua dengan pergi dari Ginza ke Shibuya, siapa tahu bisa lebih cepat jika transit dulu ke Stasiun Kasumigaseki (via Tokyo Metro Marunouchi Line) dan Stasiun Omotesando (via Tokyo Metro Chiyoda Line) sebelum tiba di Stasiun Shibuya (via Tokyo Metro Hanzomon Line), maupun jika turun di Stasiun Ebisu (via Tokyo Metro Hibiya Line) dan Stasiun Shibuya.

Lho, kok “siapa tahu bisa lebih singkat”? Itu karena beberapa hari ini saya kesulitan untuk mengakses Hyperdia sehingga saya belum bisa memastikan detail waktu perjalanan maupun rutenya. Yah, intinya sih Yamanote Line kerap membuat wisatawan menjadi tidak kreatif dalam menyusun rute perjalanan karena terlalu takut tersesat sehingga mengabaikan opsi lain yang mungkin saja lebih singkat dan cepat, namun lebih ribet.

Kerugian lainnya, jalur Yamanote Line ini memiliki panjang 34,5 km dan totalnya ada 29 stasiun yang dilalui. Nah, masalahnya adalah, kereta yang bergerak di jalur Yamanote Line ini merupakan kereta local yang berhenti di setiap stasiun.

Akibatnya, perjalanan jadi lebih lambat dan dibutuhkan waktu antara 59 hingga 65 menit untuk menyelesaikan satu rute. Jika kalian termasuk wisatawan dengan jadwal wisata yang padat, sebaiknya pikir-pikir lagi untuk terlalu bergantung pada Yamanote Line.

Oya, ada tambahan informasi lainnya. Ada 2 istilah untuk menyebut alur rute Yamanote Line, yaitu outer circle (atau sotomawari), merupakan sebutan untuk rute yang bergerak searah jarum jam; dan inner circle (uchimawari), merupakan sebutan untuk rute yang bergerak melawan arah jarum jam.

Stasiun yang dilalui oleh Yamanote Line

Tadinya saya bermaksud menulis semua stasiun dan juga aneka jalur lain yang melalui stasiun tersebut. Namun saya ingin membuatnya lebih sederhana dan lebih mudah dipahami. Saya hanya akan menyebut nama-nama stasiun yang dilalui oleh Yamanote Line dan juga kelebihannya (jika ada). Untuk panduan, lihat peta berikut:

Yamanote Line [foto: via wikimedia.org]
Yamanote Line [foto: via wikimedia.org]

Saya mulai dari Stasiun Shinagawa dulu dengan rute outer loop.

  • SHINAGAWA, salah satu stasiun pemberhentian Tokaido Shinkansen, akses termudah ke distrik Shinagawa dan juga Sengakuji Temple.
  • OSAKI
  • GOTANDA
  • MEGURO
  • EBISU, stasiun terdekat ke Yebisu Garden Place.
  • SHIBUYA, berada di distrik Shibuya yang terkenal sebagai pusatnya fashion dan hangout. Dari stasiun ini bisa menuju ke mall paling populer di Shibuya, yaitu Shibuya 109.
  • HARAJUKU, stasiun terdekat untuk mengakses Harajuku, distrik fashion dan hangout anak muda di Tokyo; dapat mengakses Meiji Jingu, dan juga menuju ke Omotesando.
  • YOYOGI, stasiun terdekat untuk mengakses pintu utara Meiji Jingu.
  • SHINJUKU, stasiun tersibuk di Tokyo yang ada di pusat distrik Shinjuku.
  • SHIN-OKUBO, terdekat menuju Shin-Okubo Koreatown.
  • TAKADANOBABA
  • MEJIRO
  • IKEBUKURO, salah satu distrik otaku di Tokyo. Di distrik ini juga banyak butler café lho (kafe dimana waiternya mengenakan kostum layaknya butler dan membuat para tamu wanitanya menjadi seperti tuan putri).
  • OTSUKA
  • SUGAMO, stasiun terdekat untuk mencapai Sugamo, Harajuku-nya para manula.
  • KOMAGOME, salah satu cara termuda untuk mencapai Rikugien Garden.
  • TABATA
  • NISHI-NIPPORI, dari sini bisa mencapai Yanaka.
  • NIPPORI
  • UGUISUDANI
  • UENO, salah satu stasiun tempat pemberhentian shinkansen. Tak begitu jauh dari Ueno Park, Ueno Zoo, dan juga Ameyoko.
  • OKACHIMACHI, stasiun terdekat menuju Ameyoko.
  • AKIHABARA, berada di pusatnya distrik Akihabara. Jika mau mencoba maid café, maupun main ke AKB48 Theater dan Gundam Café, bisa turun di stasiun ini.
  • KANDA, berjarak 1 stasiun dari Stasiun Ochanomizu yang dekat dengan Yushima Seido dan Kanda Myojin Shrine.
  • TOKYO, stasiun akhir bagi semua jurusan shinkansen. Berada di distrik Marunouchi, tak begitu jauh dari Tokyo Imperial Palace dan Imperial Palace East Garden.
  • YURAKUCHO, tak begitu jauh dari distrik Ginza dan punya banyak izakaya (bar ala Jepang) yang menarik di bawah jalur JR.
  • SHIMBASHI, terletak di Shimbashi, tak begitu jauh dari Tsukiji Fish Market, Shiodome Shiosite, dan Hamarikyu Garden.
  • HAMAMATSUCHO, salah satu stasiun terdekat dari Tokyo Tower dan Zojoji Temple.
  • TAMACHI

Kurang lebih itulah yang bisa saya bagikan untuk teman-teman. Semoga bermanfaat!

Comments

comments