fbpx
Home Guides Jalan-Jalan Ke Dokdo Island A.k.a Takeshima Island A.k.a Liancourt Rocks

Jalan-Jalan Ke Dokdo Island A.k.a Takeshima Island A.k.a Liancourt Rocks

Nanya aja sih, adakah yang sudah baca tulisan saya tentang cara untuk bepergian dari Jepang ke Korea Selatan?. Anyway, kalaupun belum baca juga nggak apa kok. Yang akan saya share kali ini nggak berhubungan secara langsung dengan tulisan tersebut, namun berkaitan dengan masalah hubungan antara Jepang dan Korea Selatan.

Saat ini, Jepang dan Korea Selatan dikenal sebagai dua negara yang memiliki budaya pop yang sangat maju. Popularitas J-Pop (=Japan Pop) dan K-Pop (=Korean Pop) pun sudah merambah ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Jepang dan Korea Selatan pun cukup sering bekerja sama, sehingga tak heran jika beberapa lagu milik penyanyi Korea sengaja dibuat versi Jepangnya dan wisatawan Jepang termasuk salah satu wisatawan asing terbanyak di Korea Selatan. Dan masih banyak lagi contoh keakraban kedua negara tersebut yang daftarnya bisa panjang banget jika disebut satu persatu.

Namun tahukah teman-teman jika beberapa abad silam hubungan kedua negara tersebut nggak sebaik ini? Jepang tercatat pernah menjajah Korea, dan beberapa peninggalannya masih tersisa hingga kini walau sebatas puingnya.

Selain hubungan historis, Jepang dan Korea Selatan hingga kini juga masih berseteru untuk memperebutkan sebuah pulau, yang uniknya sekarang dibuka untuk pariwisata. Pulau itulah yang kali ini akan saya share, tentunya dengan menekankan pada aspek wisata dibanding sejarahnya.

Sekilas info

Korea Selatan menyebut pulau ini sebagai pulau Dokdo atau Tokto (yang bermakna “pulau terpencil”). Jepang menamai pulau ini dengan nama pulau Takeshima (yang artinya “pulau bambu”). Sedangkan nama populer lainnya untuk pulau tersebut adalah Liancourt Rocks, yang diambil dari nama kapal Prancis yang berlayar ke pulau tersebut pada tahun 1849, yaitu Le Liancourt.

Ketiga nama sebutan itu ditujukan untuk tempat yang sama, yaitu sekelompok pulau kecil yang berada di Laut Jepang dan sampai saat ini masih menjadi “pihak ketiga” dalam hubungan Jepang-Korea Selatan.

Posisi pulau Dokdo/Takeshima/Liancourt Rock [foto: Demis.nl/wikimedia]
Posisi pulau Dokdo/Takeshima/Liancourt Rock [foto: Demis.nl/wikimedia]

Sejatinya, pulau Dokdo ini hanyalah merupakan kepulauan kecil yang terdiri dari 2 pulau utama dan 35 batu kecil yang berdiri terpisah. Luas totalnya nggak seberapa besar, hanya kira-kira 0,18475 kilometer persegi dengan dataran tertingginya ada di titik 169 meter di atas permukaan air laut.

Secara geografi, pulau Dokdo ini berjarak 216,8 kilometer dari daratan utama Korea Selatan dan 87,4 kilometer dari pulau Ulleung-do, salah satu pulau di Korea Selatan; sementara dari Jepang, pulau ini berjarak 211 kilometer dari daratan utama Jepang (dari pulau Honshu) dan 157 kilometer dari pulau Oki di Jepang.

Jarak pulau Dokdo/Takeshima/Liancourt Rock dari Jepang dan Korea Selatan [foto: Jjok/wikimedia]
Jarak pulau Dokdo/Takeshima/Liancourt Rock dari Jepang dan Korea Selatan [foto: Jjok/wikimedia]

Apa yang menarik dari pulau Dokdo/Takeshima/Liancourt Rock?

Walau luasnya tak seberapa besar, pulau ini diperebutkan oleh Korea Selatan dan Jepang untuk dimasukkan dalam wilayah masing-masing. Saat ini Korea Selatan memegang kendali atas pulau ini, namun sengketa kedua negara atas pulau ini masih belum berhenti hingga saat ini. Jika dirunut ke awal terjadinya sengketa wilayah ini, ceritanya bisa panjang banget. Jadi akan saya lompat ke “mengapa pulau ini begitu menarik”.

Pulau Dokdo/Takeshima/Liancourt Rock [foto: Korea.net official page of the Republic of Korea/flickr]
Pulau Dokdo/Takeshima/Liancourt Rock [foto: Korea.net official page of the Republic of Korea/flickr]

Pulau Dokdo ini terdiri dari 2 pulau utama: Dongdo atau pulau Timur dan Seodo atau pulau Barat. Dalam versi Jepang, kedua pulau utama itu disebut Otokojima (pulau Laki-laki) dan Onnajima (pulau Perempuan). Pulau-pulau ini terbentuk akibat aktifitas vulkanik, sehingga pulau ini kaya akan batuan vulkanik dan punya nilai geologis yang tinggi.

Pulau Dokdo juga kaya akan hasil laut yang melimpah karena berada di daerah pertemuan antara air panas dan air dingin. Pulau ini pun diduga memiliki sumber gas alam dan memiliki posisi strategis jika dilihat dari sisi militer untuk kedua negara. Itulah mengapa pulau kecil ini begitu seksi bagi kedua negara besar seperti Jepang dan Korea.

Bebatuan di pulau Dokdo [foto: Ulleungdont/wikimedia]
Bebatuan di pulau Dokdo [foto: Ulleungdont/wikimedia]

Lalu apakah pulau Dokdo memiliki daya tarik untuk wisata? Tentu saja. Pulau ini cukup kaya akan flora dan fauna (burung dan serangga) dan memiliki cuaca yang khas ala pulau tropis sehingga cukup nyaman dikunjungi sepanjang tahun, kecuali saat musim dingin karena akan banyak diterjang oleh angin dingin.

Pulau ini juga sudah diakui sebagai Natural Monument #336 pada tahun 1982, dan setiap tahunnya jumlah wisatawan yang datang ke pulau ini terus bertambah. Biasanya, aktifitas yang dilakukan oleh wisatawan tersebut adalah mengelilingi pulau, menikmati suasana, melihat-lihat beberapa fasilitas yang ada di pulau, serta mengamati burung dan melihat-lihat gua alam. Oya, satu sesi wisata mengelilingi pulau kira-kira memerlukan waktu 30-40 menit.

Wisatawan di pulau Dokdo [foto: Ulleungdont/wikimedia]
Wisatawan di pulau Dokdo [foto: Ulleungdont/wikimedia]

Cara untuk pergi ke pulau Dokdo/Takeshima/Liancourt Rock

Tertarik untuk berkunjung ke pulau Dokdo? Sebelum bisa berkunjung ke pulau ini, wisatawan harus melakukan aplikasi terlebih dulu. Maklum, untuk menjaga alam di pulau Dokdo, jumlah pengunjung per-harinya dibatasi maksimal 1880 orang. Cara untuk mengajukan aplikasi adalah sebagai berikut:

Melakukan reservasi via agen wisata >> agen mengajukan aplikasi ke pemerintah setempat >> jika disetujui, akan keluar ijin untuk berkunjung.

Atau jika ingin mengurus sendiri, bisa mengajukan aplikasi ke Ulleung-gun Dokdo Administration Office (Telp: 054-7990-6645/6646 Fax: 790-6649) selambatnya 14 hari sebelum waktu yang diinginkan, dengan menyertakan data-data seperti jumlah rombongan yang akan berkunjung dan sejenisnya.

Wisatawan menjelajah bebatuan di pulau Dokdo [foto: Army Vet/flickr]
Wisatawan menjelajah bebatuan di pulau Dokdo [foto: Army Vet/flickr]

Bisa juga dengan melakukan reservasi langsung pada perusahaan feri yang memiliki rute khusus ke pulau Dokdo (bisa cek disinidisini, dan disini), maupun membeli tiket secara langsung di Mukho Passenger Terminal dan Gangneung Passenger Terminal di Gangwon-do, maupun di Pohang Passenger Terminal di Gyeongsangbuk-do.

Lama perjalanan mencapai pulau Dokdo ini bervariasi antara 1,5-3 jam, tergantung berangkat dari pelabuhan mana. Untuk biayanya sendiri bervariasi antara KRW42000*-58000* (setara dengan Rp.462000-638000* untuk 1 won = 11 rupiah).

Wisatawan dan kapal yang merapat di pulau Dokdo [foto: Army Vet/flickr]
Wisatawan dan kapal yang merapat di pulau Dokdo [foto: Army Vet/flickr]
Semoga informasinya bermanfaat.

***

* Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

 

baca juga :

Gunkanjima, Pulau Kapal Perang Berhantu Di Nagasaki

Jalan-jalan ke Izu Oshima, Pulaunya Sadako Yamamura

Pulau Shikoku Untuk Pemula: Informasi Dasar, dan Kenapa Harus Kesana

Comments

comments