Kalau tidak ada aral melintang, insya Allah pada akhir April nanti saya dan keluarga akan berwisata ke Jepang. Tepatnya, ke Kyoto dan Osaka. Setelah membaca-baca berbagai thread yang ada di forum maupun komentar di blog  sepertinya cukup banyak juga yang akan berwisata ke Kyoto dan Osaka pada bulan Maret-Mei tahun ini.

Dan bukan hanya wisatawan Indonesia saja yang tertarik melirik Kyoto dan Osaka, namun wisatawan asing dari berbagai penjuru dunia lainnya. Nggak heran jika bulan Maret-Mei ini berbagai penginapan di Kyoto dan Osaka (khususnya Kyoto) cepat sekali diserbu oleh wisatawan dan rate-nya pun melonjak cukup jauh dibanding pada periode low season.

Konsekuensi berlibur pada peak season bagi wisatawan yang membawa keluarga

Solo travel, via worldofwanderlust
Solo travel, via worldofwanderlust

Bagi solo traveller maupun travelling with partner, penuhnya akomodasi di Kyoto mungkin nggak terlalu jadi masalah. Sepenuh-penuhnya sebuah hotel, biasanya selalu ada kamar single untuk solo traveller. Minimal, pilihan akomodasi bisa dialihkan ke tipe lainnya seperti hostel, hotel kapsul, maupun menginap di tempat yang nggak biasa seperti warnet.

Traveling with family, via visioncareofmaine
Traveling with family, via visioncareofmaine

Sayangnya, bagi wisatawan yang pergi bersama keluarga, khususnya yang membawa anak-anak dan bayi (seperti saya) mungkin akan kesulitan mencari akomodasi di kedua kota tersebut (khususnya Kyoto) saat peak season seperti sekarang. Apalagi jika karena satu dan lain hal agak telat mencari akomodasi sehingga kamar-kamar terlanjur fully booked. Ada beberapa hal maupun beberapa kondisi yang membuat wisatawan yang membawa anak-anak dan bayi agak susah mencari kamar di Kyoto saat peak season (seperti yang saya alami):

1. Nggak semua hotel dan penginapan di Jepang menerima bayi dan anak-anak.

Contoh salah satu ketentuan hotel yang menolak bayi untuk menginap, via screenshot agoda
Contoh salah satu ketentuan hotel yang menolak bayi untuk menginap, via screenshot agoda

Pada kenyataannya, memang ada beberapa hotel dan penginapan di Kyoto yang memberi batas minimal usia tamu yang dapat menginap disana. Ada yang tidak mengijinkan bayi untuk menginap di hotel, namun ada juga yang melarang anak dibawah usia tertentu untuk menjadi tamu hotel. Contohnya adalah hotel kapsul.

2. Nggak semua hotel dan penginapan (khususnya ryokan) menyediakan private bathroom.

Shared bathroom di Hotel Mikado Osaka, via jenicejoy.wordpress
Shared bathroom di Hotel Mikado Osaka, via jenicejoy.wordpress

Menggunakan communal bath maupun shared bathroom mungkin nggak jadi masalah bagi solo traveller. Namun bagi yang membawa bayi dan anak-anak mungkin ada perasaan risih dan sungkan menggunakan kamar mandi bersama, apalagi menggunakan kolam rendam bersama, karena bayi dan anak-anak terkadang bertingkah laku ajib di depan orang asing.

3. Nggak semua hotel menyediakan extra bed. Padahal di hotel tersebut ada ketentuan anak diatas umur sekian wajib menggunakan extra bed.

Extra bed dalam sebuah kamar hotel, via en.parkhoteltokyo
Extra bed dalam sebuah kamar hotel, via en.parkhoteltokyo

Jika memiliki budget lebih untuk menyewa beberapa kamar, hal ini mungkin bukan masalah. Namun tentu saja ini jadi masalah bagi mereka yang memiliki budget terbatas dan hanya ingin menyewa 1 kamar saja (seperti yang saya alami). #curhat

4. Wisatawan dengan keluarga biasanya menginginkan private bedroom.

Kamar dengan tipe dormitory, via clinkhostels
Kamar dengan tipe dormitory, via clinkhostels

Dan sayangnya, biasanya tipe penginapan seperti hostel dan guesthouse (dengan tipe kamar shared bedroom) akan lebih banyak tersedia dibanding hotel/penginapan dengan private bedroom.

 

Tips untuk mendapatkan akomodasi untuk keluarga pada peak season

Ada beberapa tips yang bisa dicoba untuk mendapatkan akomodasi untuk keluarga pada peak season, khususnya bagi yang akan berwisata ke kota populer seperti Kyoto:

1. Jika memungkinkan, carilah akomodasi jauh-jauh hari sebelumnya.

Screenshot hotel-hotel di Kyoto yang fully booked saat peak season
Screenshot hotel-hotel di Kyoto yang fully booked saat peak season

Mengingat ada beberapa syarat dan kondisi khusus bagi wisatawan yang bepergian bersama keluarga, sangat disarankan untuk mencari akomodasi yang cocok untuk keluarga jauh sebelum waktu liburan yang diinginkan. Namun jika karena satu dan lain hal nggak sempat melakukan hal tersebut, silahkan lihat point selanjutnya.

2. Cari akomodasi yang diinginkan dengan mencarinya di mesin pencari.

Kadang hotel terbaik untuk keluarga didapat dari testimoni tamu lainnya, via japan-ryokan-hotel
Kadang hotel terbaik untuk keluarga didapat dari testimoni tamu lainnya, via japan-ryokan-hotel

Dewasa ini, sudah banyak situs booking hotel yang bertebaran di dunia maya. Namun berdasarkan pengalaman, mencari hotel yang diinginkan melalui mesin pencari memunculkan lebih banyak opsi. Kalian bisa menggunakan keyword seperti “budget family hotel in Kyoto”, “best family hotel in Kyoto”, dan sejenisnya. Setelah dapat opsi nama-nama hotel yang diperlukan, kunjungi website dari hotel-hotel tersebut (biasanya suka ada penawaran khusus seperti harga yang lebih murah), atau kombinasikan dengan tips nomor 3.

3. Jika sudah terdesak, carilah akomodasi yang diinginkan melalui situs booking yang tepat.

Cermatlah memilih situs booking hotel, via beyondweb
Cermatlah memilih situs booking hotel, via beyondweb

Ada banyak situs booking hotel yang bisa kalian gunakan. Pertanyaannya, mana yang paling baik dari berbagai situs tersebut? Berikut bocorannya:

Untuk pilihan database terbanyak, gunakan situs booking internasional seperti booking.com maupun agoda.com.

Untuk pilihan akomodasi yang sifatnya lebih lokal, gunakan situs domestik seperti Japanican dan Rakuten Travel. Ada beberapa akomodasi lokal yang nggak tercantum di situs internasional. Sayangnya, informasi ketersediaan kamar di situs-situs ini terkadang kurang update dibanding situs internasional.

Untuk opsi yang lebih banyak, gunakan situs yang dapat membandingkan stok kamar sekaligus rate-nya dari beberapa situs booking sekaligus.

Perhatian:

Mengingat sebagian hotel memiliki kebijakan khusus bagi bayi dan anak-anak, wisatawan sangat disarankan untuk melakukan kroscek tentang syarat dan ketentuan di tempat akomodasi yang diinginkan. Jika perlu, hubungi pihak hotel secara langsung (via email/telp). Pengalaman ini baru saya alami saat memesan hotel di Kyoto.

Semula proses booking berjalan lancar, hingga akhirnya 1 bulan kemudian kami diberitahu jika putri kami (usia 6 tahun) harus booking kamar terpisah. Anak usia 6 tahun dianggap sebagai tamu dewasa, dan di kamar yang kami pesan nggak ada extra bed. Karena saat itu rate-nya terlanjur tinggi, akhirnya hotel tersebut terpaksa di cancel dan akhirnya pontang-panting nyari hotel lain.

4. Pertimbangkan untuk menginap di pinggir kota, maupun di kota terdekat.

Stasiun JR Kusatsu, jaraknya kira-kira 30 menitan dari Stasiun Kyoto, via Haruno Akiha/wikimedia commons
Stasiun JR Kusatsu, jaraknya kira-kira 30 menitan dari Stasiun Kyoto, via Haruno Akiha/wikimedia commons

Bagaimana jika akomodasi di kota tujuan betul-betul sudah fully booked? Coba deh pertimbangkan untuk menginap di daerah suburban maupun sedikit diluar kota. Kota-kota di Jepang telah dihubungkan oleh jaringan transportasi yang baik, jadi nggak masalah jika kalian harus sedikit menginap di luar kota.

Sebagai contoh, jika kalian ingin menginap di Kyoto saat peak season dan sulit untuk mendapat penginapan, pertimbangkan untuk menginap di kota Osaka (berjarak 15 menit menggunakan shinkansen), Ohara (daerah suburban di Kyoto), Otsu (10 menit menggunakan kereta lokal), maupun Kusatsu (30 menit via kereta lokal). Saya sendiri akhirnya dapat akomodasi di Kusatsu karena rate untuk family type traveller di Kyoto pada akhir April sudah sangat diluar budget.

5. Jika memungkinkan, hindari menginap saat akhir pekan (Jum’at, Sabtu, Minggu).

Ramainya suasana hanami di Kyoto saat peak season, via regex
Ramainya suasana hanami di Kyoto saat peak season, via regex

Saat peak season, rate hotel jelas melambung tinggi. Dan harga tersebut akan semakin melambung saat akhir pekan. Namun itu nggak menyurutkan wisatawan untuk datang dan menginap saat akhir pekan, khususnya untuk hotel di kota wisata populer seperti Kyoto. Jadi, sebisa mungkin hindari menginap saat akhir pekan untuk meningkatkan potensi mendapat kamar yang sesuai keinginan.

 

Semoga bermanfaat!

Comments

comments