fbpx
Home Guides Jalan-Jalan Ke Nara: Nara Parks

Jalan-Jalan Ke Nara: Nara Parks

Di musim semi tahun 2015 ini (dan mungkin juga pada tahun-tahun lainnya), Kyoto termasuk salah satu kota yang laris manis dikunjungi oleh wisatawan. Akibatnya, penginapan di Kyoto kini fully booked dan kepadatan Kyoto pun berimbas ke kota-kota lain di sekitarnya, terutama kota-kota yang populer untuk dijadikan side trip dari Kyoto.

Nara, via remotelands
Nara, via remotelands

Selain Osaka, Nara memang merupakan kota tujuan side-trip populer dari Kyoto. Ibu kota negara Jepang yang pertama ini (sebelum ibu kota dipindahkan ke Kyoto, lalu ke Edo/Tokyo) dapat ditempuh kurang dari 1 jam dari Kyoto dan Osaka.

Nara juga punya beberapa obyek wisata yang sarat akan nilai-nilai sejarah karena kota ini termasuk salah satu kota yang selamat dari serangan udara pada Perang Dunia II. Dan, diantara berbagai obyek wisata tersebut, salah satu permata wisata di Nara adalah Nara Park, yaitu sebuah taman yang terletak di pusat kota Nara yang didirikan sejak tahun 1880.

Tentu saja taman ini bukan taman biasa, karena Nara Park ini berukuran super luas. Lokasinya terletak di kaki Gunung Wakakusa, sebuah gunung yang menjadi tuan rumah salah satu festival terbesar di Nara, yaitu Yamayaki (secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai “membakar gunung”).

Nara Park, via blog.livedoor
Nara Park, via blog.livedoor

Nara Park, jantung pariwisata kota Nara

Sebagai daya tarik utama pariwisata di Nara, ada beberapa hal yang membuat Nara Park populer. Salah satunya dari faktor rusa-nya. Di Nara Park berkeliaran rusa liar yang jumlahnya mencapai 1200-an ekor. Rusa-rusa ini sangat jinak “kadang-kadang agresif” dan sudah terbiasa dengan wisatawan.

Mereka tak segan-segan untuk meminta makan dari wisatawan, namun jangan heran jika mereka mendadak agresif jika mengira akan diberi makan. Oya, rusa-rusa ini memang sengaja dibiarkan bebas dan tidak boleh diganggu karena mereka dipercaya sebagai utusan dewa, dan hingga kini rusa-rusa tersebut dianggap sebagai mahluk yang suci.

Rusa di Nara Park yang jinak, via gomackenziego.wordpress
Rusa di Nara Park yang jinak, via gomackenziego.wordpress

Daya tarik lainnya terletak dari ukurannya yang super luas, dan juga banyaknya fasilitas yang ada di dalam taman tersebut. Resminya, taman ini memiliki luas 502 hektar. Namun jika ditambah dengan luas fasilitas-fasilitas yang ada di dalamnya, luas taman ini mencapai 660 hektar.

Ngomong-ngomong, jangan membayangkan Nara Park sebagai sebuah taman biasa ya, karena fasilitas-fasilitas yang ada di Nara Park inilah yang menjadi jantung wisata dari kota Nara. Apa saja yang bisa kalian temukan di Nara Park? Berikut daftarnya:

Peta Nara Park (area berwarna hijau), via toukae
Peta Nara Park (area berwarna hijau), via toukae

Kofukuji Temple

Kofukuji Temple, via fansshare
Kofukuji Temple, via fansshare

Harga tiket: gratis (untuk area kuil), 600 yen* (National Treasure Museum), 300 yen* (Eastern Golden Hall), 800 yen* (National Treasure Museum+Eastern Golden Hall)
Akses: 5 menit jalan kaki dari Stasiun Kintetsu Nara

Dari seluruh fasilitas yang ada di Nara Park, Kofukuji Temple ini merupakan fasilitas terdekat yang bisa dicapai dari Stasiun Kintetsu Nara, yaitu hanya kira-kira 5 menit jalan kaki dari stasiun tersebut. Kuil ini buka mulai puku 09.00-17.00 selama setahun penuh, dan dapat dimasuki secara cuma-cuma kecuali jika kalian ingin masuk ke museum maupun ke Eastern Golden Hall (tiket dijual terpisah).

Kuil ini dulunya merupakan kuil dari keluarga Fujiwara yang merupakan klan terkuat saat periode Nara dan Heian (tahun 710-1185). Pada puncak kejayaan keluarga Fujiwara, kompleks kuil ini pernah memiliki hingga 150 bangunan, walau kini hanya beberapa bangunannya saja yang masih tersisa.

Beberapa highlight dari taman ini adalah adanya 2 pagoda setinggi 3 dan 5 lantai yang dibangun pada tahun 730 (dan dibangun ulang pada tahun 1426), dan keduanya menjadi simbol dari kota Nara. Highlight lainnya adalah patung Ashura yang memiliki 3 wajah dan 6 lengan (disimpan di National Treasure Museum di Kofukuji Temple), yang merupakan salah satu patung Buddha terpopuler di Jepang.

 

Nara National Museum

Nara National Museum, via pointurier
Nara National Museum, via pointurier

Harga tiket: 520 yen*
Jam operasional: 09.30-17.00, tutup setiap hari Senin (atau Selasa jika Senin adalah hari libur nasional) dan tanggal 1 Januari.
Akses: 15 menit jalan kaki dari Stasiun Kintetsu Nara

Nara National Museum, atau Nara Kokuritsu Hakubutsukan, merupakan sebuah museum seni yang koleksi utamanya adalah aneka benda seni bertema Buddha. Museum yang telah didirikan sejak tahun 1889 ini punya banyak koleksi permanen yang menampilkan sosok Buddha dalam aneka media, mulai dari patung, lukisan, dan benda-benda lainnya.

Menariknya, di museum ini pun tersedia berbagai penjelasan dalam bahasa Inggris untuk memudahkan pengunjung dalam memahami setiap koleksi yang dipamerkan disini. Ngomong-ngomong, bangunan utama museum ini masih asli lho, kecuali untuk bangunan sayapnya yang merupakan bangunan baru.

 

Yoshikien Garden

Yoshikien Garden, via thousandwonders
Yoshikien Garden, via thousandwonders

Harga tiket: 250 yen* (gratis untuk turis asing)
Jam operasional: 09.00-17.00, tutup setiap tanggal 28 Desember-pertengahan Maret
Akses: 15 menit jalan kaki dari Stasiun Kintetsu Nara

Nggak jauh dari Nara National Museum of Art, ada sebuah taman bergaya Jepang bernama Yoshikien. Taman ini punya beberapa fitur menarik yang menjadi ciri khas dalam sebuah taman bergaya Jepang, yaitu taman untuk upacara minum teh, danau, dan juga taman lumut.

Namun daya tarik utama dari taman ini adalah lokasinya yang berdekatan dengan fasilitas lain di Nara Park, seperti Nara National Museum of Art serta Kofukuji Temple, serta karena taman ini membebaskan tiket masuk bagi wisatawan asing. Nggak heran banyak wisatawan asing yang tertarik untuk melipir sejenak ke Yoshikien ini saat menjelajah Nara Park.

 

Isuien Garden

Isuien Garden, via subsymphonika.wordpress
Isuien Garden, via subsymphonika.wordpress

Harga tiket: 900 yen*
Jam operasional: 09.30-16.30, tutup setiap hari Selasa (kecuali pada bulan April, Mei, Oktober, dan November), liburan tahun baru, dan liburan Obon.
Akses: 15 menit jalan kaki dari Stasiun Kintetsu Nara

Yoshikien Garden bukan satu-satunya taman bergaya Jepang yang bisa dikunjungi di Nara Park. Di sebelah Yoshikien Garden ada sebuah taman cantik bergaya Jepang yang terkenal akan keindahan lanskap-nya, yaitu Isuien Garden. Taman ini terdiri dari 2 taman besar, yaitu taman depan dan taman belakang.

Taman depan memiliki sejarah yang lebih panjang karena telah dibangun sejak abad ke-17, sementara taman belakang merupakan taman terbesar yang ada di wilayah Isuien Garden. Kedua taman ini sama-sama indah, dan sama-sama dikenal karena sukses “meminjam” elemen populer dari luar taman seperti gerbang kuil Todaiji (kuil terpopuler di Nara) dan Gunung Wakakusayama untuk “dijadikan” bagian dari taman ini.

 

Todaiji Temple

Daibutsuden Hall, via paradiseintheworld
Daibutsuden Hall, via paradiseintheworld

Harga tiket: 500 yen* (Daibutsuden Hall), 500 yen* (museum saja), 800 yen* (museum dan Daibutsuden Hall)
Jam operasional: rata-rata pukul 08.00-17.00 (dapat berbeda di bulan-bulan tertentu)
Akses: 30 menit jalan kaki dari Stasiun Kintetsu Nara, atau 5-10 menit jalan kaki dari halte bus Todaiji Daibutsuden (bisa naik dari Stasiun Kintetsu Nara maupun dari Stasiun JR Nara)

Dari seluruh kuil yang ada di kota Nara, kuil Todaiji ini merupakan kuil terpopuler dan diakui sebagai landmark kota Nara. Bahkan kuil Todaiji ini termasuk salah satu kuil terpopuler di Jepang dan salah satu kuil yang memiliki peran penting dalam sejarah Jepang.

Saat Nara menjadi ibu kota Jepang di antara tahun 710-784 (yang disebut sebagai Periode Nara), kuil yang pertama dibangun pada tahun 728 ini memiliki kekuasaan yang sangat besar karena menjadi pusat dari 6 aliran sekolah Buddha yang ada di Jepang pada masa tersebut.

Daibutsuden Hall, via liveinternet
Daibutsuden Hall, via liveinternet

Sejak ibu kota Jepang dipindahkan ke Kamakura pada tahun 784 dan pusat agama Buddha dipindahkan dari Nara ke Gunung Hiei, perlahan tapi pasti kekuasaan dari Kuil Todaiji pun semakin berkurang.

Walau begitu, sampai saat ini sebagian besar bangunan di kompleks ini (hanya tersisa 2/3 dari luas aslinya) masih utuh dan dapat kalian nikmati pesona keanggunannya. Salah satu daya tarik utama dari kuil ini adalah adanya patung Buddha berukuran besar setinggi 15 meter yang berada dalam posisi duduk. Patung ini ditempatkan di hall utama, yaitu Daibutsuden, yang diakui sebagai bangunan kayu terbesar di dunia.

Big Buddha, via temporarilylostdotcom.wordpress
Big Buddha, via temporarilylostdotcom.wordpress

Selain melihat-lihat patung Buddha dan mengunjungi Daibutsuden, wisatawan yang ingin memaksimalkan waktu wisata disarankan untuk melihat-lihat sebanyak mungkin bangunan di kompleks kuil Todaiji. Kuil Todaiji ini telah diakui sebagai “Historic Monuments of Ancient Nara” oleh UNESCO World Heritage Site.

Banyak bangunan yang ada di kompleks kuil ini yang juga telah diakui sebagai Important Cultural Properti maupun National Treasure, begitu juga dengan aneka koleksi patung, lukisan, dan barang-barang berharga lainnya.

Misalnya saja gerbang Nandaimon (dibangun tahun 1199) telah diakui sebagai National Treasures, dan Chumon (dibangun tahun 1714) yang diakui sebagai Important Cultural Properties. Dan, sempatkan juga mengunjungi Todaiji Museum yang menyimpan banyak koleksi penting dan berharga dari kuil Todaiji.

Nandaimon Gate, via lucianomorpurgo
Nandaimon Gate, via lucianomorpurgo

Ngomong-ngomong, ada lagi bangunan yang wajib dikunjungi saat berada di kuil Todaiji, yaitu Hokkedo dan Nigatsudo. Kedua bangunan ini posisinya memang agak jauh dari bangunan lain di kuil Todaiji dan sedikit lebih tinggi dari bangunan lain karena posisinya yang lebih dekat ke arah Gunung Wakakusayama. Namun nggak rugi kok mengunjungi bangunan ini karena kalian bisa melihat view yang bagus dari balkon bangunan tersebut (Nigatsudo).

Nigatsudo, via akemimblog.wordpress
Nigatsudo, via akemimblog.wordpress

Kasuga Taisha

Honden di Kasuga Taisha, via Kimon Berlin/wikimedia commons
Honden di Kasuga Taisha, via Kimon Berlin/wikimedia commons

Harga tiket: 500 yen* (untuk masuk ke kuil bagian inner area saja), 500 yen* (masuk ke taman botani saja), 400 yen* (masuk ke treasure house)
Jam operasional: 06.00-18.00 (April-September), 06.30-17.30 (Oktober-Maret)
Akses: 30 menit jalan kaki dari Stasiun Kintetsu Nara

Jika Todaiji Temple merupakan kuil Buddha paling populer di Nara (dan menjadi landmark kota Nara), maka kuil Shinto yang paling populer adalah Kasuga Taisha. Kuil yang sudah dibangun sejak Nara menjadi ibu kota Jepang (tahun 768) ini berfungsi sebagai penjaga kota dan, dulunya, bertindak sebagai kuil pelindung bagi klan terkuat di Jepang pada periode Nara dan Heian, yaitu klan Fujiwara.

Kuil-kuil kecil di kompleks Kuil Kasuga Taisha, via traverseworld
Kuil-kuil kecil di kompleks Kuil Kasuga Taisha, via traverseworld

Sebagai sebuah kuil yang memiliki fungsi penting bagi kota Nara (dan juga telah diakui oleh UNESCO World Heritage Site sebagai “Historic Monuments of Ancient Nara”), kuil ini memiliki area yang cukup luas dan terdiri dari beberapa bangunan terpisah. Terdapat juga beberapa kuil kecil yang tersebar di area hutan di dekat kuil Kasuga Taisha yang dipersembahkan untuk 12 dewa keberuntungan.

Namun jika kalian nggak sempat untuk menjelajah seluruh bangunan di kompleks kuil ini, setidaknya sempatkan untuk melihat aneka lentera yang ada di kuil ini. Lentera-lentera di kuil ini merupakan donasi dari banyak pihak dan jumlahnya mencapai ratusan lentera.

Ada yang terbuat dari perunggu, ada juga yang terbuat dari batu. Uniknya, lentera-lentera ini hanya dinyalakan pada Festival Lentera saja yang jatuh di awal bulan Februari dan di pertengahan bulan Agustus.

Lentera di Kasuga Taisha saat tengah dinyalakan, via shibuya
Lentera di Kasuga Taisha saat tengah dinyalakan, via shibuya

Sebagai tambahan informasi, di dekat kompleks utama kuil Kasuga Taisha ini terdapat sebuah taman botani bernama Kasuga Taisha Shinen Manyo Botanical Garden dan sebuah Treasure House. Untuk dapat masuk ke dua fasilitas tersebut, dikenakan tiket tambahan yang berbeda dengan tiket untuk masuk ke area dalam di kuil Kasuga Taisha.

 

Aktifitas yang wajib dilakukan di Nara Park

Bingung menentukan tempat mana saja yang harus dikunjungi saat berada di Nara Park? Atau waktu wisata terlalu singkat untuk mengunjungi seluruh tempat yang telah disebut di atas? Jika ya, setidaknya usahakan untuk mencoba melakukan beberapa aktifitas berikut bagi yang ingin wisata singkat di Nara Park:

  • Memberi makan rusa

Rusa-rusa di Nara Park memang nggak boleh diganggu, tapi kalian diperbolehkan untuk memberi mereka makan. Ada crackers untuk rusa yang dijual di taman yang dapat kalian beli untuk diberikan pada rusa-rusa tersebut. Lucunya, beberapa rusa dapat meminta makanan secara baik-baik, walau ada juga beberapa rusa yang akan bersikap agresif saat melihat makanan.

Rusa di Nara Park cukup jinak, namun bisa agresif jika melihat makanan, via youtube
Rusa di Nara Park cukup jinak, namun bisa agresif jika melihat makanan, via youtube
  • Naik jinrikisha

Bagi yang ingin wisata singkat namun berkesan, coba deh naik becak khas Jepang yaitu jinrikisha. Berbeda dengan becak yang ada di Indonesia, becak ini tidak dikayuh, melainkan ditarik oleh tenaga manusia. Jinrikisha ini bisa ditemukan di dekat berbagai pintu masuk obyek wisata populer di Nara Park, seperti Todaiji.

Jinrikisha, via uptowndowntownsite.blogspot
Jinrikisha, via uptowndowntownsite.blogspot

Cara mengakses Nara Park

Kota Nara memiliki 2 stasiun utama: Stasiun JR Nara dan Stasiun Kintetsu Nara. Nara Park lebih dekat di akses dari Stasiun Kintetsu Nara, yaitu kira-kira 5 menit jalan kaki untuk mencapai Nara Park.

Jika berangkat dari Stasiun JR Nara, kalian harus berjalan kaki kira-kira 20 menit. Solusi lainnya adalah dengan naik bus dan berhenti di halte bus yang terdekat dengan tempat wisata yang diinginkan.

Jika berangkat dari Kyoto, Nara hanya berjarak kira-kira 30-45 menit perjalanan menggunakan kereta rapid. Biayanya kira-kira 710 yen* untuk sekali jalan dan turun di Stasiun JR Nara.

Sedangkan jika berangkat dari Osaka, diperlukan waktu kira-kira 45 menit untuk mencapai Stasiun JR Nara dan biayanya kurang lebih 800 yen. Namun jika kalian berangkat dari Tokyo, disarankan untuk menuju ke Kyoto maupun Osaka terlebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Nara maupun Nara Park.

 

Semoga bermanfaat!

Comments

comments