Pernah dengar nama Shirakawa-go? Saya lihat nama Shirakawa-go (kadang bisa ditulis jadi Shirakawago atau Shirakawa Go) beberapa kali disebut di forum Jalan2. Saya juga sempat menyinggung sekilas tentang Shirakawa-go sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati salju saat wisata musim dingin ke Jepang. Berhubung di forum maupun di website Jalan2.com belum ada yang me-review tentang tempat ajib yang satu ini, jadi kali ini saya ingin mengajak teman-teman untuk wisata ke Shirakawa-go. Jangan senang dulu karena saya hanya akan mengajak wisata virtual aja, alias jalan-jalan via tulisan.

Nama Shirakawa-go pertama kali saya dengar saat hubby sedang menyusun itinerary untuk wisata arsitektur ke Jepang. Semula saya nggak mudeng, itu nama apaan sih? Kenapa para arsitek seneng banget pergi ke tempat itu? Setelah melihat foto-foto tentang Shirakawa-go, saya baru mudeng.

Oalah, ini toh tempat yang cukup sering mejeng di berbagai kalender dan wallpaper? Dulu waktu lagi trendnya mengoleksi kartu telepon (busyet, tahun berapa tuh ya?), saya bahkan punya beberapa kartu telepon bergambar tempat ini tanpa tahu nama tempatnya apa. Buat yang belum ada bayangan, saya spam sedikit dengan foto-foto tentang Shirakawa-go.

Shirakawa-go [foto: Alpsdake/wikimedia]
Shirakawa-go [foto: Alpsdake/wikimedia]
Shirakawa-go [foto: 663highland/wikimedia]
Shirakawa-go [foto: 663highland/wikimedia]
Shirakawa-go [foto: Jordy meow/wikimedia]
Shirakawa-go [foto: Jordy meow/wikimedia]
Shirakawa-go [foto: Tsuda/wikimedia]
Shirakawa-go [foto: Tsuda/wikimedia]
 

Sudah lihat foto-foto di atas? Merasa familiar kan dengan pemandangan itu? Shirakawa-go memang sudah sangat dikenal sebagai salah satu tempat dengan pemandangan paling ikonik di Jepang.

Trus apa hubungannya dengan Gokayama? Sama seperti Shirakawa-go, Gokayama juga memiliki pemandangan yang 11-12 alias mirip-mirip. Hanya saja, berhubung Shirakawa-go lebih sering disebut dibanding Gokayama, jadi disini saya sekalian saja memperkenalkan tentang Gokayama. Nah, penasaran nggak kenapa di dua tempat ini bisa ada pemandangan yang satu tema?

Sekilas info

Shirakawa-go adalah nama sebuah kawasan yang menjadi bagian dari desa Shirakawa. Lokasinya berada di area pegunungan, tepatnya berada di aliran lembah Shogawa River Valley. Posisi persisnya berada di pegunungan Hakusan yang membentang dari prefektur Gifu hingga prefektur Toyama.

Jadi desa ini lokasinya termasuk unik karena berada di daerah yang memiliki ketinggian bervariasi, mulai dari 350 meter hingga 2702 meter di atas permukaan laut. Sedangkan Gokayama letaknya berbatasan dengan Shirakawa dan berada di prefektur Toyama, sehingga sangat berdekatan dengan Shirakawa-go.

Gokayama [foto: Yosemite/wikimedia]
Gokayama [foto: Yosemite/wikimedia]
Gokayama [foto: Minque/wikimedia]
Gokayama [foto: Minque/wikimedia]
Gokayama [foto: William cho/wikimedia]
Gokayama [foto: William cho/wikimedia]
Gokayama [foto: Minque/wikimedia]
Gokayama [foto: Minque/wikimedia]

Yang menarik dari Shirakawa-go dan Gokayama

Walau dari segi lokasinya saja terbilang menarik, bukan itu yang membuat Shirakawa-go begitu terkenal dan unik. Di desa ini terdapat rumah-rumah tradisional Jepang bergaya gassho-zukuri. Jumlahnya nggak hanya 1 atau 2 saja, melainkan mencapai 114 buah! Di Gokayama juga tak jauh beda, terdiri dari sekumpulan rumah berbentuk gassho-zukuri.

Menariknya, rumah-rumah yang ada di Shirakawa-go itu semuanya asli. Bukan KW super maupun real estate yang dirancang dengan tema khusus. Ada yang usianya sudah 100 tahun lebih, bahkan konon ada juga yang sudah mencapai lebih dari 4 abad. Kok bisa? Tentu saja bisa, karena kawasan Shirakawa-go dan Gokayama memang merupakan kawasan konservasi dan sudah diakui oleh UNESCO World Heritage Site, sehingga berbagai bangunan yang ada disini memang sengaja dirawat dan dipertahankan keasliannya.

Jadi tak heran jika begitu masuk ke kedua kawasan ini, pengunjung seolah diajak kembali ke masa lalu. Apalagi karena Shirakawa-go dan Gokayama terletak di pegunungan dan lahan hijaunya lebih dari 90% dibanding bangunannya, membuat suasana di kedua area ini begitu tenang, damai, dan waktu pun seolah berhenti di masa Edo.

Suasana di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Wicki/wikimedia]
Suasana di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Wicki/wikimedia]
Suasana di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Bergmann/wikimedia]
Suasana di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Bergmann/wikimedia]
Suasana di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Soica2001/wikimedia]
Suasana di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Soica2001/wikimedia]
Suasana di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Minque/wikimedia]
Suasana di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Minque/wikimedia]   
 

Point menarik lainnya, rumah-rumah itu betul-betul dihuni lho. Jadi nggak seperti setting peralatan untuk film: depannya keren, dalamnya bodong. Shirakawa-go dan Gokayama ini terdiri dari beberapa desa dengan rumah-rumah ala jadul yang terdiri dari bermacam fungsi, mulai dari rumah tinggal, kuil, hingga kandang kuda. T

ak sedikit juga yang berubah fungsi menjadi minshuku, alias penginapan tradisional yang dikelola oleh keluarga (penjelasan tentang minshuku bisa dibaca disini). Ada juga yang mengubah bangunannya menjadi museum, maupun membuat aneka workshop. Intinya, jangan membayangkan kawasan Shirakawa-go dan Gokayama sebagai kawasan yang sepi dan garing, karena beragam aktifitas kehidupan bisa dilihat disini.

Rumah dan bangunan di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Leyo/wikimedia]
Rumah dan bangunan di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Leyo/wikimedia]
Rumah dan bangunan di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Wicki/wikimedia]
Rumah dan bangunan di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Wicki/wikimedia]
Rumah dan bangunan di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Wicki/wikimedia]
Rumah dan bangunan di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Wicki/wikimedia]
Rumah dan bangunan di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Minque/wikimedia]
Rumah dan bangunan di Shirakawa-go dan Gokayama [foto: Minque/wikimedia]
 

Trus apa saja yang bisa dilakukan di Shirakawa-go dan Gokayama? Masa cuma lihat-lihat rumah doang lalu pulang? Ya jelas nggak dong. Ada beberapa aktifitas wisata yang bisa dilakukan disini, dan diluar dugaan list-nya cukup bervariasi juga. Jadi to be continued dulu yah.

Cara menuju ke Shirakawa-go dan Gokayama

Bagi yang tertarik untuk main ke Shirakawa-go dan Gokayama, kedua tempat tersebut paling mudah di akses dari Nagoya. Jadi saya akan info dulu akses dari Tokyo ke Nagoya, baru lanjut dari Nagoya ke Shirakawa-go dan Gokayama.

Lokasinya memang agak terpencil karena berada di daerah pegunungan yang sepi sehingga perlu beberapa kali transit, namun betul-betul layak untuk dikunjungi karena faktor keunikannya.

Dari Stasiun Tokyo menuju ke Stasiun Nagoya, cara paling mudah dan paling simple adalah dengan naik Shinkansen. Jika naik Shinkansen Nozomi, waktu tempuhnya hanya sekitar 100 menitan saja (dengan harga tiket ¥6260*, belum termasuk biaya tempat duduk). Sayangnya Shinkansen Nozomi tidak di cover oleh JR Pass. Jika ingin memanfaatkan JR Pass, pilih Shinkansen Hikari atau Kodama (waktu tempuh antara 110 menit hingga 3 jam).

Dari Nagoya, naik kereta JR ke Stasiun Takayama (waktu tempuh kira-kira 2 jam 15 menit, biayanya ¥3350* belum termasuk biaya tempat duduk). Dari Stasiun Takayama, dilanjutkan naik Takayama-Noho Bus Center dengan lama perjalanan kurang lebih 50 menit.

Kamus arsitektur

Ngomong-ngomong, ada yang tahu tentang gassho-zukuri? Itu bukan nama makanan Jepang ya. Gassho-zukuri merupakan arsitektur tradisional Jepang yang ciri khasnya adalah atap rumah dengan derajat kemiringan yang tinggi sehingga bentuknya menyerupai dua telapak tangan yang sedang dikatupkan (posisi pendeta Budha saat berdoa).

Bentuk atap seperti ini bukan hasil iseng-iseng berhadiah. Desa Shirakawa-go termasuk salah satu daerah yang curah salju-nya cukup tebal setiap musim dingin. Akibatnya, bentuk atap rumah di daerah ini haruslah curam sehingga salju nggak nemplok terlalu lama di atap rumah, yang bisa membuat atap hancur karena nggak kuat menahan beban salju.

Oya, walau bangunannya sudah berusia ratusan tahun, nggak perlu khawatir atapnya akan rubuh. Atap rumah di Shirakawa-go dan Gokayama selalu dirawat dengan baik dan diganti penutupnya setiap 25 tahun sekali.

Musim dingin di Shirakawa-go [foto: Tsuda/wikimedia]
Musim dingin di Shirakawa-go [foto: Tsuda/wikimedia]
Musim dingin di Shirakawa-go [foto: , Dakiny/wikimedia]
Musim dingin di Shirakawa-go [foto: , Dakiny/wikimedia]
Musim dingin di Shirakawa-go [foto: Pelican/wikimedia]
Musim dingin di Shirakawa-go [foto: Pelican/wikimedia]
Musim dingin di Shirakawa-go [foto: Pelican/wikimedia]
Musim dingin di Shirakawa-go [foto: Pelican/wikimedia]

***

Masih belum puas mengenal Shirakawa-go dan Gokayama? Tenang, ini baru pemanasan saja. Berikutnya saya ingin share aneka aktifitas wisata yang bisa dilakukan di kedua tempat ini. Semoga bermanfaat!

***

* Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

Comments

comments