fbpx
Home Guides Kenali Etika Berkereta Api Di Jepang

Kenali Etika Berkereta Api Di Jepang

Apa moda transportasi paling murah di Jepang?

Wisatawan asing yang belum pernah pergi ke Jepang pun mungkin sudah tahu jika jawabannya adalah kereta api. Tak hanya murah, kereta api juga menjadi moda transportasi paling praktis karena jaringannya telah menjangkau berbagai sudut kota dan menghubungkan berbagai kota di seluruh Jepang. Tak heran jika kereta api menjadi moda yang paling banyak digunakan baik oleh warga Jepang dan juga wisatawan asing.

Bicara tentang kereta api di Jepang, selalu ada banyak hal yang bisa dibahas. Mulai dari hal-hal teknis seperti jalurnya yang rumit (konon jaringan kereta api di Tokyo termasuk yang terumit di dunia), cara pembelian tiket, dan banyak lagi. Biasanya, wisatawan yang baru pertama pergi ke Jepang yang paling banyak mencari informasi seputar hal-hal teknis.

Maklum, perbedaan sistem pastilah akan membuat wisatawan asing sedikit bingung dan mungkin juga terkena culture shock melihat bagaimana kereta api menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan orang Jepang. Namun diluar hal-hal teknis tersebut, sebetulnya ada hal lain yang tak kalah penting untuk diketahui oleh pengguna kereta api, yaitu etika dalam berkereta api.

Kereta di Jepang [foto: Tiseb]
Kereta di Jepang [foto: Tiseb]
Tipikal interior kereta di Jepang [foto: Hitachiota]
Tipikal interior kereta di Jepang [foto: Hitachiota]
 

Seberapa penting sih mengetahui etika berkereta api di Jepang? Penting banget. Saking pentingnya, beberapa common sense pun seringkali ditempel dalam bentuk poster himbauan yang mudah ditemukan di berbagai sudut stasiun maupun di dalam kereta. Wajar saja, mengingat kereta api merupakan moda transportasi favorit, masalah kenyamanan bersama merupakan hal yang tak bisa ditawar lagi.

Lalu apa yang akan di dapat jika melanggar aturan maupun etika tersebut? Memang sih di Jepang tak ada sanksi maupun denda yang akan dikenakan. Paling-paling Anda akan dipelototi maupun ditegur oleh penumpang lainnya. Namun jika ingin sama-sama nyaman dalam menggunakan kereta api, tak ada salahnya kan mengetahui apa sih yang boleh dan tak boleh dilakukan di kereta api di Jepang?

Contoh poster himbauan [foto: Tenaciousme]
Contoh poster himbauan [foto: Tenaciousme]
Contoh poster himbauan [foto: Tenaciousme]
Contoh poster himbauan [foto: Tenaciousme]
 

Bagi traveller yang ingin tahu tentang etika berkereta api di Jepang, berikut sebagian etika yang diambil dari berbagai poster di stasiun maupun kereta. Sebagian besar sebetulnya termasuk common sense yang juga berlaku di Indonesia.

Umum

  • Ini aturan paling dasar yang wajib dipatuhi oleh semua pengguna moda transportasi masal baik di Jepang maupun di Indonesia: antrilah sebelum masuk ke dalam kereta api. Konsep antri di stasiun kereta Jepang terbilang baik karena memiliki garis antrian yang jelas. Nekat menyerobot? Siap-siap di tegur oleh penumpang lain ya!
  • Dahulukan kenyamanan bersama. Jangan melakukan hal-hal yang dapat mengganggu orang lain (baik di dalam kereta maupun di area stasiun), seperti makan makanan yang beraroma menyengat, bergerombol di area pintu kereta dan menghalangi penumpang lain, mengayunkan payung seperti bermain golf, maupun tidur bersandar di bahu orang lain.
  • Jika membawa anak-anak, pastikan anak Anda tidak melakukan aktifitas yang mengganggu orang lain seperti: berisik, menangis, menaikkan kaki ke kursi, menyalakan mainan yang berbunyi kencang, tidak membiarkan anaknya berkeliaran dalam kereta, dan sebagainya.
  • Jangan berdandan dalam kereta. Maksud dari berdandan disini bukan sekedar memakai bedak dan menggunakan lipstik, tapi berdandan lengkap mulai dari menggunakan foundation hingga blush on (biasanya dilakukan oleh gadis-gadis muda yang terlambat bangun). Hindari juga aktifitas yang mungkin mengganggu orang lain, seperti membersihkan cat kuku dengan cairan pembersih.
  • Jangan membuang sampah sembarangan di dalam kereta.
  • Dilarang merokok selama perjalanan.
  • Sakit batuk atau pilek? Gunakan masker agar virus tak menyebar pada orang lain.
  • Jangan menerobos kereta yang akan berangkat (biasanya dilakukan oleh karyawan yang terlambat mengejar kereta pagi).
Antrian sebelum naik kereta [foto: ShunEndoPhotos]
Antrian sebelum naik kereta [foto: ShunEndoPhotos]
Tidur di bahu penumpang lain [foto: MShades]
Tidur di bahu penumpang lain [foto: MShades]

Seputar penggunaan alat elektronik dan masalah suara

  • Jangan menerima maupun mengangkat telepon di dalam kereta. Browsing maupun membuka email masih dimaklumi.
  • Sebaiknya ubah telepon ke silent mode sebelum masuk ke dalam kereta. Lebih baik lagi jika dimatikan, karena khawatir akan mengganggu penumpang lain yang mungkin saja menggunakan alat pacu jantung.
  • Boleh-boleh saja menggunakan earphone dan mendengarkan musik dalam kereta. Namun pastikan suara musik tidak bocor atau siap-siap diomeli pengguna kereta lainnya. Yaa, minimal dipelototi atau sekedar ditegur.
  • Jangan bicara dengan suara terlalu keras. Jika hendak mengobrol, lakukan dengan suara sepelan mungkin.
Suasana di dalam kereta api yang relatif tenang [foto: ç§ã®å†™çœŸ ]
Suasana di dalam kereta api yang relatif tenang [foto: ç§ã®å†™çœŸ ]

Tentang tempat duduk

  • Kereta di Jepang biasanya memiliki 2 jenis tempat duduk: tempat duduk biasa dan priority seatPriority seat ditujukan untuk orang-orang berikut ini: ibu hamil, orang yang membawa anak kecil, penyandang cacat, orang sakit, dan orang tua. Jadi jangan duduk di priority seat kecuali terpaksa, dan dahulukan tempat duduk untuk mereka yang membutuhkan sekalipun tidak duduk di priority seat.
  • Di kereta, jangan membuka kaki terlalu lebar karena bisa mengganggu kenyamanan pengguna lainnya.
  • Duduklah di tempat duduk yang telah disediakan. Jangan duduk di lantai. Himbauan ini muncul karena banyaknya anak muda yang sengaja santai duduk di lantai kereta.
  • Jika bermaksud membaca koran dalam kereta, jangan membuka koran terlalu lebar.
  • Jangan menghabiskan area kursi penumpang untuk tidur. Biasanya ini dilakukan oleh penumpang yang pulang terlalu larut, atau bahkan sedang mabuk.
Priority seat [foto: Ffg]
Priority seat [foto: Ffg]

Masalah barang bawaan

  • Jika membawa barang bawaan, letakkan di atas rak yang tersedia sekalipun Anda berdiri sepanjang perjalanan. Dengan meletakkan barang bawaan di rak, akan tersedia tempat yang lebih luas untuk pengunjung lain.
  • Seandainya barang terlalu besar untuk dinaikkan ke rak, setidaknya usahakan agar posisi barang bawaan tidak menghalangi pergerakan orang lain (terutama ke arah pintu keluar).
  • Tak sulit kan mengingat do dan don’t dalam berkereta api di Jepang? Gunakan saja insting Anda. Selama tidak melakukan hal-hal yang berpotensi mengganggu orang lain, biasanya semuanya akan baik-baik saja. Oya, sebetulnya masih ada lagi etika lainnya, yaitu jangan menggoda maupun memandangi orang lain terlalu lama. Dan bagi penumpang pria, hati-hati dengan tangan Anda. Jangan sampai menyentuh apalagi memegang bagian tubuh penumpang lain (khususnya wanita). Salah-salah Anda akan dianggap melakukan chikan, atau pelecehan seksual. Bagi traveller wanita yang merasa dilecehkan, Anda bisa berteriak “chikan” untuk menarik perhatian orang lain, atau mengadukannya pada petugas. Bisa juga menghindari chikan dengan naik gerbong khusus wanita yang hanya berlaku pada jam tertentu.
Gerbong khusus wanita [foto: Chris_eden]
Gerbong khusus wanita [foto: Chris_eden]
* Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia

 

baca juga :

Serba-Serbi Shinkansen, Kereta Super Cepat Ala Jepang

Punya Rencana Traveling ke Jepang? Catat Aneka Safety Tips Berikut Ini!

Highway Bus, Alternatif Moda Transportasi Antar-Kota Nan Hemat Di Jepang

Comments

comments