fbpx
Home Guides Kenali Periode High Season Di Jepang Untuk Liburan Yang Maksimal

Kenali Periode High Season Di Jepang Untuk Liburan Yang Maksimal

Dalam tulisan yang berjudul saya sempat menyinggung salah satu pertanyaan klasik yang biasa diajukan oleh wisatawan yang akan bepergian ke daerah lain maupun negara lain, yaitu “Kapan waktu wisata terbaik ke [isi dengan nama daerah atau negara tujuan wisata kalian]?”.

Namun jangan lupa, ada juga satu lagi pertanyaan klasik yang kerap diajukan oleh wisatawan yang juga akan pergi ke berwisata, yaitu “Kapan waktu terburuk untuk berwisata ke [isi lagi dengan nama daerah maupun negara sesuka kalian]?”

Definisi waktu terburuk disini bermacam-macam, dan salah satu yang paling lazim adalah tentang peak/high season maupun holiday season yang berlaku di negara tujuan wisata. Peak season/holiday season itu berarti saatnya rate kamar hotel lebih melambung dibanding low season, harga tiket pesawat yang meroket, jalanan yang lebih padat dari biasanya, dan juga tempat wisata yang akan dipenuhi oleh pengunjung dan antrian yang mengular.

Adapun definisi populer lainnya dari istilah waktu terburuk adalah saat periode terjadinya cuaca ekstrim di daerah tujuan wisata tersebut. Apapun itu, dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi seputar beberapa waktu yang dianggap sebagai bukan waktu yang tepat untuk wisata ke Jepang.

Mengenal musim liburan di Jepang

Sama seperti di berbagai negara lainnya, musim liburan selalu menjadi musim tersibuk, terpadat, dan bagi wisatawan, menjadi musim yang termahal. Mahal harga tiket pesawatnya, mahal biaya hotelnya, dan juga mahalnya waktu yang harus “dibelanjakan” untuk mengantri di berbagai obyek wisata. Jadi jika kalian ingin menghindari musim liburan di Jepang, kenali periode liburan yang berlaku di negara tersebut.

Jepang memiliki beberapa hari libur, namun hanya 3 periode liburan besar yang bisa disebut sebagai peak season. Periode liburan tersebut antara lain:

  • Golden Week

Tokyo Tower dan perayaan hari anak. Foto: via Japonismo.com
Tokyo Tower dan perayaan hari anak. Foto: via Japonismo.com

Yang disebut dengan periode liburan Golden Week adalah periode dimana beberapa hari libur nasional jatuh dalam waktu yang berdekatan antara tanggal 29 April hingga 5 Mei. Jika waktunya bertepatan dengan akhir pekan, maka periode liburannya bisa mencapai satu minggu.

Banyak warga Jepang yang memilih untuk memanfaatkan waktu liburan Golden Week dengan berlibur ke luar kota maupun luar negeri sehingga jadwal penerbangan lokal maupun internasional akan sangat padat, begitu juga dengan moda transportasi lainnya. Adapun detail hari libur pada periode Golden Week tersebut adalah sebagai berikut:

-29 April: Showa Day (Showa no Hi), yaitu hari perayaan ulang tahun Kaisar Showa yang meninggal tahun 1989.

-3 Mei: Hari Konstitusi (Kenpo Kinenbi), yaitu hari dimana konstitusi paska perang didirikan.

-4 Mei: Hari Penghijauan (Midori no Hi). Semula Hari Penghijauan dirayakan pada tanggal 29 April, dan tanggal 4 Mei merupakan hari kejepit nasional. Namun kemudian Hari Penghijauan dipindahkan ke tanggal 4 Mei dan tanggal 29 April dijadikan hari perayaan ulang tahun Kaisar Showa.

-5 Mei: Hari Anak (Kodomo no Hi), merupakan hari untuk mendoakan keselamatan, kesehatan, kesuksesan, dan masa depan anak laki-laki. Ngomong-ngomong, anak perempuan juga memiliki festivalnya sendiri yang jatu pada tanggal 3 Maret.

Untuk tahun 2015, tanggal 29 April jatuh pada hari Rabu, sementara tanggal 3-5 Mei jatuh pada hari Minggu-Selasa. Karena posisi hari liburnya tidak bertepatan dengan akhir pekan, diperkirakan tingkat kepadatan liburan terjadi pada tanggal 2-6 Mei. Jadi sebaiknya hindari pergi ke Jepang pada periode tersebut.

  • Obon

Obon. Foto: via lehoithegioi.com
Obon. Foto: via lehoithegioi.com

Perayaan Obon merupakan sebuah perayaan yang berasal dari tradisi Budha untuk menghormati pulangnya roh nenek moyak yang ingin mengunjungi kerabat. Saya pernah mengulas tentang festival obon dalam tulisan ini: Perayaan Obon dan Sepenggal Cerita Tentang Tradisi Mudik di Jepang. Perayaan Obon jatuh pada tanggal 13-15 Agustus (hanya 3 hari), namun jika jatuhnya bertepatan dengan akhir pekan, maka periode liburannya bisa jadi lebih panjang lagi.

Untuk tahun 2015 ini, tanggal 13-15 Agustus jatuh pada hari Kamis-Sabtu. Sehingga, kemungkinan trafic akan tinggi pada tanggal 12-13 Agustus (untuk arus mudik) dan 16 Agustus (untuk arus balik).

  • New Year’s Eve

Perayaan tahun baru di Jepang. Foto: via turizmusonline.hu
Perayaan tahun baru di Jepang. Foto: via turizmusonline.hu

Di beberapa negara, tanggal 25 Desember yang merupakan hari Natal, dirayakan dalam periode liburan musim dingin. Namun, walau di Jepang hari Natal dirayakan secara besar-besaran, hari Natal bukan merupakan hari libur. Justru periode liburan itu terjadi pada akhir tahun dan tahun baru, yaitu biasanya antara tanggal 27 Desember hingga 3-4 Januari.

Pada periode tersebut, mayoritas toko dan obyek wisata akan tutup, jadi sebaiknya hindari berwisata pada periode tersebut (kecuali jika kalian memiliki rencana wisata non-mainstream, seperti hiking).

Kira-kira itulah beberapa periode hari libur utama di Jepang. Nah, sekarang inilah beberapa waktu wisata yang kurang baik jika dilihat dari segi cuaca.

Cerita tentang tsuyu dan taifun

Jepang memiliki 4 musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Namun tak banyak yang mengetahui jika di Jepang pun ada musim hujan, yang disebut tsuyuTsuyu ini biasanya terjadi antara bulan Mei dan Juni, dan baru berakhir di bulan Juli.

Pada periode ini, hujan kerap turun hampir setiap hari, dan itu bisa cukup mengganggu bagi mereka yang memiliki rencana wisata outdoor. Namun diluar masalah hujan, bulan Mei dan Juni termasuk salah satu bulan yang menyenangkan karena suhu di Jepang sedang dalam kondisi sejuk.

Musim hujan di Jepang. Foto: via asianinspirations.com.au
Musim hujan di Jepang. Foto: via asianinspirations.com.au

Jika tsuyu terjadi di bulan Mei dan Juni, lain lagi dengan taifun (alias typhoon). Taifun ini kerap terjadi pada bulan Agustus dan September, walau saya pernah juga mengalami taifun di bulan Juni. Berwisata pada periode dimana taifun sedang rutin lalu lalang dapat mengakibatkan beberapa kondisi, mulai dari tidak beroperasinya berbagai moda transportasi umum, tutupnya berbagai tempat wisata, penerbangan yang tertunda, dan pastinya, kalian takkan bisa kemana-mana karena cuaca yang sangat buruk.

Taifun. Foto: via cugetliber.ro
Taifun. Foto: via cugetliber.ro

Demikian beberapa gambaran waktu-waktu yang kurang tepat untuk berwisata ke Jepang. Semoga bermanfaat!

 

baca juga :

Punya Rencana Traveling ke Jepang? Catat Aneka Safety Tips Berikut Ini!

Jalan-Jalan Ke Jepang: Tips Bahasa Jepang Untuk Turis

Jalan-Jalan Ke Jepang: Oleh-Oleh Khas Jepang

Comments

comments