fbpx
Home Guides Kereta Malam, Kombinasi Antara Sensasi Dan Petualangan Wisata Di Jepang (Part 1)

Kereta Malam, Kombinasi Antara Sensasi Dan Petualangan Wisata Di Jepang (Part 1)

Jika menyebut tentang moda transportasi populer di Jepang, rasanya mayoritas wisatawan akan menunjuk kereta dan subway serta shinkansen alias kereta peluru (baca disini: Serba-Serbi Shinkansen, Kereta Super Cepat Ala Jepang [Part1, Part2 & Part3 END] ) sebagai moda transportasi favoritnya, walau sebetulnya masih banyak moda transportasi lain (baik yang sifatnya komuter maupun wisata) yang bisa dicoba oleh wisatawan ke Jepang.

Beberapa diantaranya telah saya ulas dalam tulisan terpisah, seperti waterbus (baca disini: 6 Alasan Kenapa Wisatawan Wajib Coba Tokyo Water Bus Saat Wisata Ke Tokyo), bus (baca disini: Naik Bus Di Jepang, Begini Caranya), dan highway bus (baca disini: Highway Bus, Alternatif Moda Transportasi Antar-Kota Nan Hemat Di Jepang).

Memang betul jika kereta dan subway merupakan moda transportasi paling populer dan juga paling efisien serta murah di Jepang, dan shinkansen menjadi moda transportasi darat tercepat.

Namun, tahukah kalian jika layanan kereta di Jepang nggak hanya sebatas kereta komuter dan shinkansen saja? Masih ada lho layanan kereta lainnya di Jepang yang menarik untuk kalian coba khususnya jika memiliki waktu dan juga budget yang memadai, antara lain romancecar (baca disini: Serunya Naik Odakyu Romancecar, Kereta Ekspress ‘romantis’ Di Jepang [Part 1 & Part 2 END]), dan kereta malam.

Kereta Malam, Ular Besi yang Menggeliat Saat Kereta Lainnya Tidur di Malam Hari

Sunrise Express, salah satu nama kereta malam di Jepang. Foto: via m.blog.daum.jp
Sunrise Express, salah satu nama kereta malam di Jepang. Foto: via m.blog.daum.jp

Wisatawan, khususnya first time traveller, kerap berpikir jika layanan kereta dan subway di Jepang berjalan selama 24 jam. Sayangnya anggapan tersebut salah. Layanan kereta hanya berjalan hingga tengah malam, dan baru dimulai lagi kira-kira pukul 4 pagi. Namun, saat kereta lainnya tengah tidur sambil meregangkan as rodanya yang lelah karena seharian melaju di atas jalur besi, ada lho ular besi yang justru menggeliat dan aktif menggelindingkan rodanya di malam hari.

Kereta malam, itulah sebutan bagi kereta yang bergerak di malam hari. Layanan kereta malam ini mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1970-an, sebelum masa keemasannya diusik oleh layanan highway bus dan pesawat domestik yang menawarkan tarif kompetitif. Walau begitu, beberapa jalur masih bertahan hingga saat ini dan menawarkan kesempatan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana malam di jalur kereta Jepang.

Kereta Malam vs Kereta Biasa, dan Perbedaan di Antara Keduanya.

Kereta biasa jelas hanya menjadi moda transportasi untuk mengakses dari titik A ke B. Shinkansen pun demikian, walau sejatinya layanan shinkansen dibagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas biasa dan green car (alias first class) yang menawarkan kesempatan bagi wisatawan untuk bepergian dengan lebih gaya (dan mahal).

Nah, kereta malam ini pada prinsipnya merupakan kereta tidur. Namun kereta ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas lain selain gerbong/kompartemen untuk tidur serta toilet dan wastafel.

Untuk jenis kereta yang lebih mewah, kereta malam akan dilengkapi juga dengan lounge, lobby, kafe, dan fasilitas tambahan lainnya. Bahkan akhir-akhir ini mulai dikembangkan kereta malam dengan tipe yang lebih mewah sehingga menyerupai kereta wisata. Dan satu lagi yang membedakan kereta malam dengan kereta biasa, yaitu karena seluruh kereta malam dioperasikan oleh Japan Railway (JR).

Mulai dari Karpet Tidur Hingga Kamar Hotel, Bisa Kalian Temukan di Kereta Malam.

Nggak semua kereta malam memiliki fasilitas yang sama. Bahkan untuk fasilitas tidurnya pun berbeda-beda. Ada yang menyediakan kompartemen tidur yang hanya dilengkapi dengan karpet (sehingga penumpang harus merebahkan badannya di atas karpet), kereta dengan tempat duduk biasa (wisatawan hanya dapat tidur sambil duduk saja), shared compartment (satu kompartemen digunakan oleh beberapa orang dengan model tempat tidur susun), dan private compartment.

Nah, private compartment ini ada yang bertipe single maupun twin. Beberapa kereta mewah bahkan mendesain kompartemennya seperti kamar hotel, menjanjikan kenyamanan ekstra bagi mereka yang ingin bepergian dengan gaya (dan berkantong tebal).

Contoh compartment dengan karpet. Foto: W0746203-1/wikimedia commons.org
Contoh compartment dengan karpet. Foto: W0746203-1/wikimedia commons.org
Contoh shared compartment. Foto: Kounosu/wikimedia commons.org
Contoh shared compartment. Foto: Kounosu/wikimedia commons.org

Seputar Tiket Kereta Malam dan Hubungannya dengan JR Pass

Mengingat kereta malam dikelola oleh JR, pasti ada wisatawan yang bertanya “apakah tiket kereta malam di cover oleh JR Pass. Jawabannya, ya dan tidak. JR Pass memang bisa digunakan untuk membeli tiket kereta malam, namun tidak seluruhnya di cover oleh tiket terusan tersebut. Ada beberapa kondisi yang harus diketahui oleh wisatawan yang ingin membeli tiket kereta malam menggunakan JR Pass:

  • JR Pass hanya meng-cover biaya tempat duduk dan karpet tidur saja.
  • JR Pass tidak meng-cover biaya untuk shared compartment maupun private compartment. Harga tiket hanya akan lebih murah jika menggunakan JR Pass, namun tetap ada biaya yang harus dibayarkan.

Layak Nggak Sih Naik Kereta Malam?

Blue train, kereta malam yang sudah tidak beroperasi lagi. Foto: nippon.com
Blue train, kereta malam yang sudah tidak beroperasi lagi. Foto: nippon.com

Jika kalian tipe wisatawan yang menyukai petualangan dan mencari pengalaman baru, maka jawaban dari pertanyaan di atas adalah: sangat layak. Naik kereta malam lebih dari sekedar berpindah dari satu kota ke kota lain, seperti yang bisa kalian lakukan menggunakan moda transportasi lain seperti highway bus dan shinkansen.

Kereta malam menawarkan pengalaman lebih, baik dari segi sensasi tidur di atas kereta yang tengah berjalan, kesempatan untuk menikmati pemandangan yang nggak bisa kalian lakukan saat naik shinkansen, hingga pengalaman bertemu dengan traveller lain, terutama karena beberapa kereta memang dilengkapi dengan lounge untuk mengobrol maupun sekedar duduk dan menikmati suasana di sekitar jalur kereta.

Dan pastinya, dengan kereta malam kalian bisa pergi dari kota A ke kota B di malam hari, dan tiba di kota tujuan dalam keadaan segar karena hampir semua kereta dilengkapi dengan toilet dan wastafel (beberapa bahkan dilengkapi dengan shower). Dan, mengingat saat ini populasi kereta malam semakin menyusut, nggak ada salahnya kalian mencoba naik kereta ini sebelum layanan ini menjadi kenangan semata.

Mau tahu tentang rute kereta malam? Lanjut di tulisan berikutnya ya.

***

Kereta Malam, Kombinasi Antara Sensasi Dan Petualangan Wisata Di Jepang (Part 2 END)

***

*Harga sewaktu-waktu dapat berubah.

Comments

comments