fbpx
Home Guides Kerja Di Jepang, Apa Sih Enaknya?

Kerja Di Jepang, Apa Sih Enaknya?

Work in Japan via flickr
Work in Japan via flickr

Masih lanjut seputar tema kerja di Jepang. Bagi yang sudah baca tulisan saya mengenai cara mendapat kerja di Jepang, disana bisa dibaca jika saya termasuk salah satu yang (pernah) ngebet banget agar bisa bekerja di Jepang. Kenapa pernah? Karena setelah membaca persyaratan untuk bisa menjadi pegawai magang, beberapa kriteria disana langsung membuat saya tertohok (salah satunya adalah faktor usia yang nggak remaja lagi).

Walau begitu, saya rasa tak sedikit juga yang makin ngebet menjadikan Jepang sebagai salah satu negara tempat untuk mencari sesuap nasi dan segenggam berlian setelah membaca rangkaian persyaratan dan prosedur menjadi pegawai magang. Tapi sebetulnya, kenapa sih bisa sampai terpikir untuk pergi bekerja di Jepang? Apa sih enaknya kerja di Jepang?

Kalau dari saya pribadi, pada dasarnya saya memang suka dengan segala sesuatu mengenai negara Sailor Moon itu. Mencari pekerjaan di Jepang menjadi salah satu pintu masuk utama menuju akses yang lebih luas untuk mengenal berbagai budaya setempat.

Tapi kalau hanya sekedar suka, kok rasanya baru sebatas alasan ala turis ya? Bagaimana jika dilihat dari sudut pandang pekerjaan yang ditawarkan? Layak nggak sih jauh-jauh mendamparkan diri ke Jepang untuk mencari pekerjaan yang sebetulnya bertebaran di negeri kita tercinta ini?

Nah, bagi yang ingin mencari tahu suka dukanya bekerja di Jepang, saya ingin memberikan gambaran mengenai fasilitas apa saja yang akan didapat jika bekerja di sana. Secara khusus, fasilitas yang dimaksud adalah fasilitas yang akan diterima oleh pegawai magang (kenshusei), karena jenis lowongan ini yang paling banyak tersedia dan paling mudah dicari informasinya. Jenis fasilitasnya bisa berbeda untuk setiap perusahaan, namun kurang lebih inilah yang akan didapat oleh pegawai magang:

1. Gaji

Ada yang tahu nggak, jika upah minimum di Jepang termasuk yang tertinggi di Asia? Nah, bagian menariknya, pegawai magang juga memiliki hak yang sama atas upah selama bekerja di Jepang. Jadi jika biasanya pegawai magang hanya akan dapat uang makan dan transport saja, di Jepang pegawai magang berhak untuk mendapat gaji pokok.

Besarannya bisa bervariasi, namun kira-kira antara ¥90000 hingga ¥120000/bulan, atau jika dalam Rupiah kira-kira Rp.10.800.000,- hingga Rp.14.400.000,- (untuk kurs ¥1 = Rp.120,-). Itu belum termasuk dengan uang lembur ya. Jadi jika rajin lembur dan bisa hidup ala anak kos, bisa jadi besaran gaji yang di dapat mencapai Rp.15.000.000 atau lebih per-bulannya.

Adapun minimal kontrak kerja yang ditawarkan adalah 3 tahun, atau 36 bulan. Jadi berapa perkiraan total gaji yang akan di dapat selama masa kontrak tersebut, bisa dikalkulasikan sendiri. Mudah-mudahan di lain kesempatan saya bisa menulis tentang perkiraan biaya hidup di Jepang, supaya bisa dibandingkan dengan gaji pegawai magang.

Saya rasa pasti ada yang berpikir “bukannya Jepang termasuk negara mahal? Jangan-jangan gaji segitu bakalan say hi doang di awal bulan?”. Stigma Jepang sebagai negara mahal memang tidak salah, tapi nggak sepenuhnya benar juga.

Sebetulnya semuanya kembali ke diri masing-masing. Jika mau dan bersedia untuk hidup hemat, mengingat beberapa fasilitas sudah ditanggung oleh perusahaan (lihat di bagian fasilitas), gaji pegawai magang tentunya sudah lebih dari cukup. Tapi kalau setiap kali gajian lalu dihabiskan untuk nongkrong dan merayu host/hostess di Roppongi, gaji berapapun pasti akan terasa kurang. Jadi sekali lagi, semua kembali ke diri masing-masing.

2. Asuransi

Selain mendapat gaji pokok plus insentif jika lembur, setiap pegawai magang dilindungi oleh asuransi. Yang di cover oleh asuransi tersebut biasanya asuransi kesehatan, kecelakaan, pensiun, dan kematian. Seorang teman yang ikut suami yang bekerja di Jepang pernah bercerita, bahwa biaya untuk periksa kehamilan dan persalinan di Jepang sebetulnya cukup mahal. Namun karena di cover oleh asuransi, maka nggak perlu pusing lagi memikirkan biaya persalinan dan tetek bengeknya.

3. Fasilitas lain

Beberapa perusahaan biasanya menyediakan apartemen, lengkap dengan fasilitas sesuai standar kehidupan di Jepang. Ada juga yang memberikan pinjaman sepeda yang bisa digunakan sebagai alat transportasi menuju ke tempat kerja.

Dan jika telah selesai masa kontrak, pegawai magang juga akan mendapat tiket untuk pulang ke Indonesia secara cuma-cuma, plus pesangon yang nilainya bisa berbeda-beda (biasanya antara ¥400000 hingga ¥600000. Dikalikan dengan kurs saat ini (kira-kira ¥1 = Rp.120), lumayan kan untuk sekedar buka warung bakso di depan rumah?

***

Lumayan bukan gaji yang bisa di dapat selama menjadi pegawai magang di Jepang? Itu belum termasuk dengan “bonus” lainnya, yaitu kesempatan untuk melakukan wisata mengeksplorasi Jepang.

Kapan lagi bisa jalan-jalan sepuasnya di Jepang tanpa harus keluar uang untuk tiket pesawat dan akomodasi? Namun ingat, bagaimanapun pegawai magang adalah sebuah pekerjaan. Perlu diketahui ada beberapa kewajiban yang wajib dipenuhi oleh pegawai magang, antara lain sebagai berikut:

1. Menyelesaikan kontrak kerja yang telah disepakati, yaitu 3 tahun.

2. Tidak kabur ke perusahaan lain, atau lari dari program kerja magang sebelum kontrak selesai. Biasanya ini terjadi karena adanya rayuan untuk pindah kerja ke tempat yang menawarkan gaji yang lebih besar. Bisa juga karena tidak kuat dengan masalah perbedaan budaya dalam kehidupan sehari-hari maupun budaya di tempat kerja.

Perlu diketahui, kabur di tengah jalan akan membuat pegawai magang menjadi tenaga kerja ilegal, dan berpengaruh pada pihak yang menjamin keberangkatan seorang pegawai magang. Jadi sekali lagi, sebelum memutuskan untuk pergi ke Jepang, pertimbangkan dengan baik kira-kira mampu nggak untuk bertahan selama 3 tahun di negeri orang?

3. Wajib menaati segala peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan.

4. Setelah selesai kontrak, harus pulang ke Indonesia. Jika ingin kembali lagi ke Jepang, disarankan untuk mencari jalur lain karena biasanya kesempatan untuk kerja magang hanya 1x seumur hidup.

***

Mudah-mudahan sharing informasinya bisa bermanfaat, terutama bagi yang sedang galau untuk pergi ke Jepang atau tidak.

 

baca juga :

Mau Dapat Beasiswa Sekolah Ke Jepang? Begini Caranya.

Beberapa Skenario Untuk Sekolah Ke Jepang

Comments

comments