fbpx
Home Guides ” Kok Handphone Saya Nggak Bisa Dipakai Di Jepang Ya? “

” Kok Handphone Saya Nggak Bisa Dipakai Di Jepang Ya? “

via cnn.com
via cnn.com

Intermezzo dulu dari menulis tentang aneka side-trip dari Tokyo.

Ceritanya saya sedang bongkar-bongkar catatan (baca: status Facebook) sewaktu wisata ke Tokyo tahun 2012 yang lalu. Niat awalnya adalah untuk menyelesaikan field report yang terus tertunda karena satu dan lain hal. Sayangnya si satu dan lain hal itu muncul lagi saat saya mendadak teringat tentang masalah handphone sewaktu berada di Jepang. Alhasil field report-nya terpaksa antri lagi deh.

Sebelum berangkat ke Jepang, suami sudah memberitahu jika Blackberry dan handphone kami nggak akan berfungsi selama berada di Tokyo. Alasannya nanti saya jelaskan di bawah. Pada dasarnya saya memang buta teknologi, nggak ngerti juga walau sudah dijelaskan sampai berbusa alasan kenapa handphone nggak bisa dipakai selama disana.

Lagipula saya pikir masalah handphone nggak penting-penting amat. Selama kameranya masih bisa dipakai, nggak masalah. Toh kalau mau Facebook-an atau browsing, bisa dilakukan setelah pulang jalan-jalan karena di hotel ada internet yang bisa disambungkan ke laptop. Jadi tanpa handphone pun hidup nggak akan purba-purba amat. Tapi ternyata saya salah.

Pentingnya handphone baru terasa sewaktu janjian dengan teman (orang Jepang). Berhubung kami hanya bisa dihubungi via FB, itupun baru bisa online setelah pulang jalan-jalan yang pastinya agak malam, beliau kesulitan menghubungi kami. Karena waktu wisata kami terbatas, ditambah dengan kesibukan teman kami itu, beliau secara sepihak menentukan jadwal ketemu di satu-satunya waktu luang.

Sudah bisa diduga jika pertemuan tersebut batal karena kami telat baca inbox dari beliau. Yang bikin nggak enak, sebetulnya kami yang memang minta untuk ketemuan karena ada titipan untuk beliau.

Begitu juga saat akan berkunjung ke apartemen teman di Gotanda. Alamat apartemen berikut nomor teleponnya ada di inbox Facebook suami. Dasar sedang beruntung, catatan alamat dan nomor telepon tersebut terselip entah dimana.

Kami pun kesulitan untuk mengabari teman yang rencananya akan berangkat untuk menjemput jika kami sudah tiba di satu stasiun sebelum Stasiun Gotanda. Thanks God tunangan adik (sekarang jadi suaminya) bersedia meminjamkan handphone 3G-nya dan rela logout sejenak dari Facebook agar kami bisa login untuk mengintip inbox, plus menelepon teman kami itu. Ternyata jadi mahluk purba itu nggak enak ya!

Berdasarkan pengalaman tersebut, saya jadi ingin berbagi aneka informasi dasar mengenai mobile phone di Jepang. Mudah-mudahan bisa memberikan gambaran informasi bagi first time travellers lain yang akan pergi ke Jepang, agar terhindar dari masalah-masalah seperti yang pernah saya alami di atas.

1. Sebagai informasi awal, perlu diketahui jika di Jepang tidak ada voucher isi ulang. Kenapa? Karena mayoritas kartunya adalah kartu pasca bayar, sehingga untuk membeli 1 nomor saja perlu surat kontrak yang cukup ribet. Ada juga sih kartu pra-bayar, tapi harganya (biasanya) jauh lebih mahal dan pembeliannya harus menggunakan kartu kredit.

2. Ada sebuah perbedaan mencolok antara sistem penggunaan handphone di Indonesia dan di Jepang. Di Indonesia, handphone dijual terpisah dengan SIM card. Jadi nggak aneh jika sebuah ponsel poligami dengan beberapa nomor pra-bayar. Namun di Jepang, membeli handphone = memilih provider. Jadi urutannya dibalik, bukan membeli handphone baru memilih nomor, tapi memilih provider dulu dan dilanjutkan dengan memilih merk handphone (sistem bundling). Jadi nggak bisa sembarangan ganti handphone dan ganti nomor, sehingga jangan harap bisa menemukan toko yang menjual handphone bekas di Jepang.

3. Lalu bagaimana jika menggunakan handphone dari luar Jepang? Bisa, namun pastikan handphone tersebut sesuai dengan jaringan telepon selular di Jepang. Perlu diketahui, di Jepang tidak ada jaringan GSM, sehingga ponsel lama yang hanya bertipe GSM jelas tidak akan bisa beroperasi. Adapun jaringan selular yang ada di Jepang antara lain 3G UMTS 2100 MHz, 3G CDMA2000 800 MHz, serta LTE band 1. Intinya, jika memiliki handphone bertipe minimal 3G, biasanya bisa digunakan di Jepang. Itulah alasan kenapa Blackberry kami, si Gemini jadul, bebas tugas sewaktu travelling ke Jepang.

4. Jika ingin menggunakan handphone dari luar Jepang beserta SIM card-nya, pastikan provider Anda memiliki kerjasama dengan provider lokal di Jepang seperti Docomo maupun Softbank. Provider yang saya tahu sudah bekerja sama dengan provider Jepang adalah XL dan Telkomsel. Tentu saja ada konsekuensi lain, yaitu akan ada roaming internasional yang tarifnya bisa membuat terbelalak.

5. Terpikir untuk menggunakan ponsel dari luar Jepang namun SIM card diganti dengan nomor lokal? Sayangnya di Jepang tidak sembarangan orang bisa membeli SIM card baru. Diperlukan identitas setempat untuk bisa membeli nomor baru, alasannya lihat kembali point 1 ya.

6. Bagaimana kalau punyanya handphone jadul dan malas untuk beli handphone 3G, tapi tetap ingin keep in touch selama wisata di Jepang? Ada beberapa solusi yang bisa dicoba:

  • Jika memang bermaksud berwisata agak lama di Jepang, bisa juga membeli visitor SIM Card (pra-bayar). Tentunya ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi, salah satunya harus menyertakan ID card dan alamat tinggal selama berada di Jepang.
  • Jika memiliki visa kerja di Jepang, bisa juga melakukan kontrak dengan provider lokal dengan persyaratan tertentu. Jika Anda meninggalkan Jepang sebelum kontrak berakhir, masalah pembayaran maupun denda biasanya menjadi tanggungan pihak penjamin.
  • Alternatif lainnya, sewa handphone dengan nomor lokal. Saat ini sudah banyak penyewaan handphone yang bisa ditemukan di berbagai Bandara maupun Stasiun. Harga sewanya bervariasi, mulai dari ¥200*-¥500* per-hari (untuk handphone biasa) dan ¥1000*-1500* (untuk smartphone). Ada yang mematok sistem paket mingguan dan dilanjutkan dengan sistem sewa harian. Perhatian, itu belum termasuk harga pulsa ya. Dan perlu diingat, keuntungan dari nomor lokal hanyalah Anda jadi lebih mudah dihubungi dan lebih murah jika ingin menghubungi nomor Jepang. Namun tetap saja pulsanya akan berbeda jika digunakan untuk ber-cas cis cus ke luar negeri.
  • Kalau sekedar ingin memberi kabar pada keluarga di tanah air, gunakan telepon umum saja. Telepon umum berwarna abu-abu sebagian besar bisa digunakan untuk menelepon ke luar negeri (menggunakan koin maupun kartu telepon), sedangkan telepon berwarna hijau hanya sebagian saja yang bisa digunakan untuk menelepon internasional.
  • Ngiler dengan handphone Jepang dan ingin bawa pulang ke Indonesia? Sayangnya, handphone di Jepang rata-rata bundling dengan nomor telepon pasca-bayar. Jadi jika ingin membelihandphone Jepang untuk dibawa keluar Jepang, resikonya harus di jailbreak atau di unlock terlebih dulu. Dan seandainya pun bisa membeli handphone di Jepang, pelajari dulu apakah handphone tersebut bisa digunakan di Indonesia atau tidak.

Semoga informasinya bermanfaat. Silahkan jika ada yang mau menambahkan, melengkapi, maupun mengoreksi.

 

baca juga :

Jalan-Jalan Ke Jepang: Seputar Internet Di Jepang

Punya Rencana Traveling ke Jepang? Catat Aneka Safety Tips Berikut Ini!

Comments

comments