Kata pepatah klasik, “traveling ibaratnya membaca sebuah buku. Mereka yang tidak pernah bepergian hanya membaca halaman pertamanya saja.” Konon sih begitu. Namun, bagi traveler, khususnya wanita, ada beberapa tempat di dunia ini yang terlarang/terbatas untuk dikunjungi oleh wanita. Lho kok bisa?

Sebetulnya, sudah sejak lama, bahkan mungkin sudah ada sejak peradaban manusia dimulai, tak sulit untuk mendengar kisah wanita dilarang untuk melakukan ini dan itu, khususnya jika dikaitkan dengan faktor spiritual. Misalnya saja, dilarang untuk masuk ke sebuah tempat tertentu, dilarang untuk melakukan aktifitas tertentu, dan lain sebagainya.

Biasanya sih alasan utamanya adalah karena wanita dianggap “tidak suci” karena wanita mengalami siklus menstruasi (yang mana dianggap sebagai “kondisi kotor”), wanita dianggap dapat mengalihkan perhatian kaum pria, dan lain sebagainya.

Dewasa ini, seiring dengan perkembangan jaman dan gaya hidup, aturan yang membatasi akses terhadap wanita sudah cukup banyak yang ditinjau ulang dan “disesuaikan”, walau ada juga yang masih mempertahankan dengan erat tradisi melarang wanita untuk masuk ke tempat-tempat tertentu.

Dikumpulkan dari berbagai sumber, ladies, inilah beberapa tempat yang melarang maupun membatasi akses bagi wanita berikut alasannya:

Indonesia

Kita mulai dari negeri kita tercinta dulu, Indonesia. Di Indonesia, batasan akses untuk wanita bisa ditemukan di Bali, seperti di beberapa pura, kuil, maupun pantai. Eits, jangan dulu sensi! Rata-rata aturannya tidak ditujukan untuk semua wanita, melainkan hanya untuk wanita yang sedang mendapat siklus menstruasi.

Hal itu sangatlah wajar, karena mayoritas tempat tersebut merupakan tempat yang suci, sementara wanita yang sedang mendapat siklus menstruasi dianggap sedang berada dalam keadaan yang “tidak bersih”. Ngomong-ngomong, tidak hanya pura di India saja yang melarang wanita yang sedang haid untuk masuk, karena pura di India juga demikian.

Pura Besakih, Bali [foto: Sean Hamlin/wikimedia]
Pura Besakih, Bali [foto: Sean Hamlin/wikimedia]
Selain pura, ada salah satu pantai di Bali yang memasang papan peringatan agar wanita yang sedang menstruasi tidak berenang di lautnya, yaitu pantai Pandawa. Namun sebetulnya itu tak aneh, karena rasanya hampir semua pantai di Bali melarang wanita haid untuk berenang di lautan (walau kabarnya baru Pantai Pandawa yang memasang papan peringatan larangan berenang bagi wanita haid).

Pantai Pandawa, Bali [foto: 22Kartika/wikimedia]
Pantai Pandawa, Bali [foto: 22Kartika/wikimedia]

Jepang

Ya, di Jepang ada beberapa tempat yang melarang wanita untuk masuk ke dalamnya. Salah satu yang paling terkenal adalah Gunung Omine. Gunung yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia ini dianggap sebagai gunung yang suci. Kegiatan melarang wanita untuk mendaki (bahkan mendekat) ke gunung setinggi 1709 meter ini sudah berlangsung sejak 1300 tahun yang lalu, dan tampaknya masih akan berlanjut entah sampai kapan.

Alasan utama pelarangan tersebut karena wanita dianggap dapat mengganggu kekhusukan aktifitas ibadah di gunung suci tersebut. Ngomong-ngomong, semula ada beberapa gunung di Jepang yang melarang wanita untuk mendekat, termasuk Gunung Fuji. Namun sejak tahun 1872, aturan tersebut telah jauh lebih lunak, walau Gunung Omine masih terus mempertahankan tradisinya yang telah berjalan selama ribuan tahun.

Tanda di Gunung Omine yang menegaskan jika wanita dilarang masuk [foto: zzzstandard/wikimedia]
Tanda di Gunung Omine yang menegaskan jika wanita dilarang masuk [foto: zzzstandard/wikimedia]
Ada satu tempat lagi dimana wanita dilarang masuk, yaitu ke gelanggang olah raga sumo dan berpartisipasi dalam olah raga tersebut. Di masa lalu, olah raga sumo merupakan salah satu aktifitas yang berkaitan dengan ritual Shinto, sehingga alasan utama wanita tidak boleh masuk ke gelanggang sumo adalah karena pandangan jika wanita itu “tidak suci”. Lalu bagaimana jika wanita ingin masuk ke gelanggang sumo? Maka dia harus minta ijin pada leluhur, yang bisa dilakukan melalui perantara Itako, seorang ahli arwah.

Gelanggang sumo di Ryogoku Kokugikan [foto: Yves Picq/wikimedia]
Gelanggang sumo di Ryogoku Kokugikan [foto: Yves Picq/wikimedia]

Thailand

Sebuah kuil di Thailand, Wat Sri Suphan, merupakan salah satu kuil yang melarang wanita untuk masuk ke kuil tersebut. Aturan tersebut berlaku untuk semua wanita, baik yang sedang menstruasi maupun tidak. Konon aturan tersebut bermula saat seorang wanita yang sedang menstruasi berdoa di kuil ini (dan seharusnya itu tidak boleh), sehingga, demi keadilan, aturan tersebut diberlakukan untuk semua wanita.

Wat Sri Suphan, Thailand [foto: holeinthedonut.smugmug.com]
Wat Sri Suphan, Thailand [foto: holeinthedonut.smugmug.com]

Yunani

Di Yunani, ada sebuah gunung yang dianggap sebagai gunung suci, yaitu Gunung Athos. Gunung ini, yang hanya dapat dicapai melalui ferry, juga melarang wanita, baik manusia maupun hewan betina, untuk berkunjung kesana. Bahkan para pria yang berkunjung pun harus memiliki ijin khusus!

Adapun alasan utama larangan kunjungan bagi wanita, adalah karena wanita dianggap dapat mengganggu konsentrasi para biarawan yang tengah khusyu beribadah (kira-kira ada 20 biara yang terdapat di gunung ini). Walau begitu, dikabarkan beberapa wanita pernah sukses memasuki gunung tersebut secara diam-diam.

Salah satu biara di Gunung Athos [foto: Michael Clarke Stuff/wikimedia]
Salah satu biara di Gunung Athos [foto: Michael Clarke Stuff/wikimedia]

Arab Saudi

Tenang, jangan dulu protes. Memang benar ada batasan bagi wanita yang berkunjung ke negara ini, namun bukan berarti wanita nggak boleh masuk ke Arab. Wanita boleh kok berkunjung ke negara ini dan mendapatkan ijin masuk dari pemerintah selama ditemani oleh pria yang menjadi muhrimnya. Namun, jangan lupa untuk mengetahui juga batasan apa yang boleh dan tak boleh dilakukan oleh wanita saat berkunjung ke negara tersebut, karena dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.

Red sand di Riyadh, Arab Saudi [foto: Ismael Cacharro/wikimedia]
Red sand di Riyadh, Arab Saudi [foto: Ismael Cacharro/wikimedia]

India

Haji Ali Dargah yang terletak di Mumbai, India, merupakan salah satu landmark yang paling ikonik yang terdapat di daerah tersebut. Tempat ini sejatinya merupakan masjid sekaligus makam dari Haji Ali Shah Bukhari. Semula, wanita boleh berkunjung ke tempat ini. Namun karena ada pandangan jika wanita muslim berkunjung ke makan itu tidak sesuai dengan syariah Islam, larangan tersebut akhirnya diberlakukan.

Haji Ali Dargah, Mumbai [foto: Ankit.minglani/wikimedia]
Haji Ali Dargah, Mumbai [foto: Ankit.minglani/wikimedia]

Jerman

Tempat terakhir dalam daftar ini adalah Galaxy Water Park yang terdapat di Jerman. Sebetulnya, tidak semua wahana di taman ini terlarang untuk wanita, melainkan khusus untuk seluncuran bernama X-Treme Faser saja.

Aturan ini diberlakukan bukan untuk diskriminasi, melainkan bertujuan untuk melindungi wanita. Itu karena banyaknya keluhan dari pengunjung wanita yang cedera di bagian “bawahnya” setelah menggunakan wahana tersebut, yang akhirnya membuat wahana tersebut terlarang untuk wanita.

Galaxy Water Park, Jerman [foto: 1.bp.blogspot.com]
Galaxy Water Park, Jerman [foto: 1.bp.blogspot.com]
Monggo, silahkan jika ada yang mau menambahkan daftar ini. Hanya untuk berbagi informasi saja

***

*Seluruh foto (kecuali yang memiliki keterangan sumber) diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username wikimedia.

 

baca juga :

25 Tempat di Indonesia yang Akan Memuaskan Hasrat Menapaki Luar Negeri

Nggak Punya Teman Untuk Liburan Tahun Baru? Solo Traveling Aja, Bro And Sis!

Comments

comments