Apa yang biasa Anda lakukan saat tahun baru tiba? Jawabannya tentu saja bervariasi. Ada yang suka menunggu saat pergantian tahun sambil menikmati makan malam di tempat-tempat yang menawarkan paket hiburan pergantian tahun, berkumpul bersama teman maupun keluarga sambil menyalakan kembang api dan meniup terompet, namun ada juga yang tak melakukan apapun dan menganggap saat pergantian tahun sama seperti hari-hari biasa lainnya.

Ya, tahun baru di Indonesia memang identik dengan terompet dan kembang api, dan juga makan malam bersama (untuk sebagian orang). Namun setelah pergantian tahun, tak ada aktifitas khas lainnya selain menghabiskan sisa waktu liburan akhir tahun, dan juga menghabiskan sisa kembang api yang telah dibeli sebelumnya. Lain di Indonesia, lain lagi tradisi tahun baru yang biasa dilakukan di Jepang.

Di negara Matahari Terbit tersebut tahun baru (biasa disebut shogatsu maupun oshogatsu) dianggap sebagai salah satu hari libur terpenting dalam satu tahun. Karenanya, ada beberapa tradisi ala Jepang yang membuat momen tahun baru menjadi sesuatu yang unik dan menarik, dan pastinya takkan bisa ditemukan di Indonesia.

Nah, bagi siapapun yang memiliki rencana menghabiskan tahun baru di Jepang, atau kebetulan sedang berlibur di Jepang saat periode pergantian tahun, berikut beberapa tradisi tahun baru ala Jepang yang sayang untuk dilewatkan:

Menikmati matahari pertama di pagi hari

Selarut apapun Anda ikut berpesta pada malam pergantian tahun baru, jangan lupa untuk bangun sepagi mungkin untuk melihat terbitnya matahari pagi pertama di tahun baru (biasa disebut hatsu-hinode). Masyarakat Jepang biasa menggunakan momen ini untuk mengagumi matahari, melakukan refleksi diri, sekaligus memohon harapan baik untuk tahun ini. Lokasi hatsu-hinode ini bisa dimana saja, bahkan Anda bisa melakukannya di sekitar tempat Anda menginap.

Hatsumode

Jika hatsu-hinode masih terasa kurang “wow” untuk merayakan tahun baru, cobalah untuk melakukan hatsumodeHatsumode dapat diterjemahkan sebagai kunjungan pertama ke kuil saat tahun baru. Dengan kata lain, hatsumode adalah kesempatan untuk memanjatkan doa pertama di tahun baru yang biasanya diisi dengan harapan baik untuk tahun yang akan dijalani.

Ada beberapa hal yang membuat hatsumode ini istimewa dibanding dengan kunjungan kuil pada hari-hari biasa lainnya. Yang paling utama adalah tingkat kepadatan pengunjung yang sangat tinggi sehingga Anda harus berdesak-desakan sebelum dapat mendekati tempat untuk memanjatkan doa. Tentunya hal ini akan menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang belum pernah merasakan tahun baru ala Jepang.

Suasana hatsumode [foto: dozodomo via ccsearch]
Suasana hatsumode [foto: dozodomo via ccsearch]
Suasana hatsumode [foto: yisris via ccsearch]
Suasana hatsumode [foto: yisris via ccsearch]
 

Apa saja yang biasa dilakukan saat hatsumode? Pertama, tentu saja berdoa dan memanjatkan harapan untuk tahun yang akan dijalani. Setelah itu, pengunjung akan mengambil ramalan nasib, membeli jimat baru sesuai dengan harapan yang ingin dicapai, serta membuang jimat tahun lalu.

Bagaimana jika Anda tidak tertarik untuk berdoa di kuil? Hatsumode tetap menarik untuk diikuti oleh siapa saja sekalipun Anda datang murni dengan tujuan wisata. Pada masa hatsumode, biasanya kuil akan memiliki atmosfir ala matsuri, atau festival khas Jepang.

Berbagai kios makanan tradisional maupun stand permainan dapat ditemukan di sekitar area kuil. Pengunjung yang tidak berdoa dapat berpetualang menjelajah aneka stand makanan, maupun sekedar mencuci mata karena banyak juga yang sengaja melakukan hatsumode sambil berdandan khusus (seperti mengenakan kimono).

Suasana ala matsuri pada waktu hatsumode [foto: cam switzer via ccsearch]
Suasana ala matsuri pada waktu hatsumode [foto: cam switzer via ccsearch]

Tertarik untuk mengikuti hatsumode? Pada dasarnya seluruh kuil di Jepang dapat dikunjungi untuk melakukan hatsumode. Namun tentu saja ada kuil-kuil favorit, dan disanalah pusatnya keramaian hatsumode berlangsung. Untuk wilayah Tokyo, salah satu kuil favorit untuk melakukan hatsumode adalah Meiji Jingu yang terletak di dekat Harajuku.

Sedangkan di Kyoto, Fushimi Inari Taisha yang memiliki ribuan torii (pintu gerbang kuil) dikenal sebagai salah satu tempat favorit untuk melakukan hatsumode. Di Osaka, kuil favoritnya adalah Sumiyoshi Taisha; sementara kuil Tsuruoka Hachimangu menjadi kuil favorit untuk melakukan hatsumode di Kamakura.

Melihat pidato Kaisar Jepang

Bagi rakyat Jepang, Kaisar merupakan sosok istimewa yang sangat dicintai oleh rakyatnya. Tak heran jika setiap kali Kaisar muncul secara resmi di depan publik (yang hanya dilakukan pada waktu tertentu saja), kehadirannya selalu disambut meriah.

Tahun baru merupakan salah satu momen dimana Kaisar akan membacakan pidato resminya di Tokyo Imperal Palace. Pada saat itu, area dalam istana yang biasanya ditutup untuk umum akan dibuka, dan pengunjung boleh masuk untuk mendengar pidato singkat maupun sekedar melihat keluarga kerajaan.

Ingin merasakan momen istimewa ini? Berkunjunglah ke Tokyo Imperial Palace pada tanggal 2 Januari. Kaisar dan keluarganya akan tampil di balkon untuk bertatap muka dengan rakyatnya pada pukul 10.10, 11.00, 11.50, 13.30, dan 14.20.

Menikmati makanan khas tahun baru

Tak tertarik untuk berdesak-desakan di kuil maupun melihat anggota keluarga kerajaan tampil di depan umum? Anda masih bisa menikmati tahun baru ala Jepang dengan cara berwisata kuliner. Ada beberapa makanan khas tahun baru, salah satunya adalah mie soba.

Mie tersebut melambangkan harapan agar panjang umur, dan saat memakannya usahakan agar mie tersebut tak terputus sebelum seluruhnya masuk ke dalam mulut. Kuliner khas lainnya yang bisa ditemukan di berbagai penginapan adalah ozoni (sup yang didalamnya terdapat mochi), otoso (sake manis), dan osechi ryori.

Salah satu kuliner khas tahun baru [foto: pelican via ccsearch]
Salah satu kuliner khas tahun baru [foto: pelican via ccsearch]

Aktifitas lainnya

Ada beberapa aktifitas lain yang biasa dilakukan oleh masyarakat Jepang saat tahun baru yang juga bisa Anda coba. Jika Anda hanya berminat untuk menghabiskan pergantian tahun di hotel maupun di penginapan saja, cobalah untuk melihat acara TV khas tahun baru. Salah satu yang paling populer adalah pertunjukan Kohaku Uta Gassen yang menampilkan berbagai musisi ternama Jepang.

Anda juga bisa melakukan berbagai permainan tradisional, seperti hanetsuki (badminton ala Jepang), karuta (permainan kartu khas Jepang), takoage (menerbangkan layang-layang), dan lain-lain.

Ada beberapa hal penting lainnya yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk menghabiskan tahun baru di Jepang. Mengingat tahun baru merupakan hari libur penting, pada saat ini banyak sekali tempat wisata yang tutup, terutama museum, istana, maupun tempat wisata lainnya. Jadi jangan lupa melakukan riset kecil-kecilan untuk mencari informasi seputar tempat-tempat yang akan dikunjungi pada periode tahun baru, kecuali

Anda berniat menghabiskan waktu di sekitar penginapan saja. Dan sebagai informasi tambahan, berbagai moda transportasi publik biasanya akan dipadati oleh penduduk yang akan bepergian ke berbagai tempat selama periode liburan tahun baru.

Biasanya, puncak kepadatan kira-kira 2-3 hari menjelang tutup tahun (arus mudik, dari kota besar menuju daerah lainnya) dan 2-4 hari setelah pergantian tahun (arus balik). Jadi pertimbangkan dengan cermat rangkaian itinerary wisata Anda jika bermaksud menghabiskan periode liburan tahun baru di Jepang ya..^^

Comments

comments