fbpx
Home Guides Makan Hemat Di Jepang? Ini Tips-Nya.

Makan Hemat Di Jepang? Ini Tips-Nya.

Waktu lagi asyik browsing di forum Jalan2, ada sebuah trit yang langsung menarik perhatian: Tips Hemat Makan di Jepang. Kenapa menarik? Karena pertanyaan tentang mencari makanan hemat termasuk salah satu yang paling sering ditanyakan oleh wisatawan yang akan pergi ke Jepang.

Maklum, Jepang memang identik dengan satu kata: mahal. Apalagi karena beberapa kotanya, seperti Tokyo, Osaka, dan Nagoya rutin masuk ke dalam daftar kota termahal di dunia.

Walau dikenal sebagai negara mahal, bukan berarti di Jepang nggak bisa makan enak namun tetap hemat. Tentunya harus ada kompromi antara selera, dompet, dan kebutuhan, mana yang mau didahulukan. Selain itu, ada beberapa tips hemat makan di Jepang tanpa harus bersikap ala paman Gober, alias pelit. Berikut beberapa yang bisa diintip oleh traveller. Buat yang punya pengalaman lain, feel free to share..

Makan pagi

– Pastikan apakah hotel tempat menginap memiliki fasilitas sarapan pagi atau tidak. Jika tidak menginap di hotel (atau jika hotel tidak menyediakan sarapan), salah satu tips hemat makan pagi adalah dengan membeli roti di konbini (sebutan ala Jepang untuk convenience store).

Harga roti cukup bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan yen. Tinggal pintar-pintar saja kita memilih roti yang sesuai dengan selera maupun porsi makan yang tanpa membuat dompet kelaparan. Alternatif lain, beli roti tawar dan sebungkus kecil selai. Sekali beli bisa untuk beberapa hari. Praktis dan hemat kan?

– Beberapa coffee shop memiliki promo sarapan yang cukup menarik, seperti gratis roti bakar untuk setiap pembelian secangkir kopi. Buat yang terbiasa minum kopi waktu sarapan, tawaran seperti ini tentu sayang buat ditolak.

– Jangan tertipu dengan penampilan toko bento (=nasi dalam kotak yang sudah lengkap dengan lauk pauk) yang terkesan mahal, padahal sebetulnya memiliki menu bento yang miring ke bawah. Hotto Motto salah satunya. Chain store yang cabangnya sudah ada dimana-mana ini memiliki beberapa opsi bento yang harganya sangat oke dan rasanya juga mantap.

Sayangnya kalau tak salah Hotto Motto tidak buka waktu jam makan pagi. Jadi kalau di tempat menginap ada fasilitas mikrowave, sebaiknya beli bento pada malam hari dan baru dihangatkan lagi paginya.

– Beli mie atau nasi instan dari supermarket. Harganya cukup bervariasi, ada yang setara dengan bento atau sedikit dibawahnya. Sayangnya, mie dan makanan instan itu belum tentu aman untuk dimakan, terutama jika dilihat dari sisi kehalalan bahan-bahannya. Solusinya, bawa mie instan atau mie cup dari Indonesia dan gunakan air panas dari hotel/penginapan.

Salah satu menu bento Hotto Motto [picture: jetalone, via ccsearch]
Salah satu menu bento Hotto Motto [picture: jetalone, via ccsearch]
Lawson, salah satu konbini populer di Jepang [picture: Yuya Tamai, via ccsearch]
Lawson, salah satu konbini populer di Jepang [picture: Yuya Tamai, via ccsearch]

Makan siang

– Pergilah ke resto yang menyediakan paket-paket makan siang. Biasanya dengan harga antara 800-2000 yen sudah tersedia bermacam paket makan siang yang terdiri dari nasi, lauk, dan minuman. Harga tersebut relatif lebih hemat dibanding memesan menu a la carte di restoran. Satu hal yang perlu diperhatikan, set menu makan siang biasanya tersedia di jam tertentu saja, rata-rata antara pukul 11.00-14.00.

– Selalu usahakan mengintip menu yang ditawarkan di suatu resto plus harganya. Saat ini sudah banyak resto yang memiliki window display lengkap dengan harga, jadi traveller bisa menyesuaikan dengan budget yang telah disiapkan.

– Jika ingin makan sushi, cari restoran sushi putar karena harganya relatif lebih bersahabat dibanding resto biasa. Alternatif lain, cari resto sushi yang menawarkan promo sushi murah untukweekdays. Biasanya promo diskon tersebut sudah lengkap dengan minuman, jadi lebih hemat.

– Pecinta kuliner Jepang pasti tahu Yoshinoya kan? Di Jakarta, Yoshinoya memiliki gerai di pusat perbelanjaan. Namun di Jepang sendiri Yoshinoya lebih seperti warung makan murah meriah. Harga menunya pun cukup terjangkau, mulai dari kisaran 280 yen untuk seporsi menu beef bowl.

– Ada yang menyarankan untuk berburu makanan di kantin kampus karena harganya lebih murah dari resto. Saya pribadi belum pernah mencoba tips ini. Mungkin ada yang mau berbagi info?

– Jika kantong sudah tak berkompromi lagi, makanlah di restoran cepat saji seperti McDonald’s, KFC, dan sejenisnya. Aneka burger maupun kentang biasanya di bandrol dengan harga yang relatif bersahabat, mulai dari kisaran 80 yen. Tapi sekedar info saja, McDonald’s di Jepang nggak menyediakan menu nasi seperti di Indonesia ya.

Contoh menu lunch set [picture: pelican, via ccsearch]
Contoh menu lunch set [picture: pelican, via ccsearch]
Resto sushi putar [picture: amanderson2, via ccsearch]
Resto sushi putar [picture: amanderson2, via ccsearch]

Makan malam

– Beli bento atau makanan di supermarket pada malam hari. Kenapa? Karena banyak supermaket yang rela menyunat harga bento mulai dari 30% hingga separuhnya, apalagi jika jenis bento tersebut kadaluarsa di hari yang sama. Jam diskonnya sendiri bervariasi untuk setiap supermarket, jadi pantau dan pastikan dulu di supermarket terdekat dengan penginapan.

– Beberapa restoran memiliki jam diskon khusus jika makan menjelang waktu tutup. Jangan sungkan untuk bertanya pada pegawai hotel/penduduk setempat, atau setidaknya melakukan browsing ya.

Minuman

– Aturan pertama bagi budget traveller maupun first time traveller ke Jepang adalah No vending machine, please! Sepintas harga minuman di vending machine terlihat murah, padahal sebetulnya lebih mahal dari harga di supermarket. Selisihnya bisa 10-20 yen, bahkan lebih. Jadi kalau mau hemat, lebih baik beli minuman di supermarket maupun toko kelontong.

– Budget traveller biasanya lebih memilih jalan kaki untuk menghemat biaya transportasi. Sisi positifnya, Anda sekaligus melakukan 2 hal dalam satu waktu: wisata dan olah raga. Sisi lainnya, makin sering jalan, makin banyaklah cairan yang dibutuhkan alias makin banyak minum.

Daripada berkali-kali beli minuman (belum lagi ditambah dengan godaan dari vending machine), lebih baik bawa botol minum dan isi dengan air keran yang ada di taman-taman. Air keran di Jepang layak minum kok, dan pastinya gratis.

– Salah satu dilema yang dihadapi oleh pecandu kafein adalah adanya kebutuhan untuk minum kopi, yang berarti pengeluaran eksta untuk minuman. Sekedar info, kopi di Jepang relatif mahal sekalipun membeli di kafe kecil. Bahkan di distrik tertentu seperti Ginza, secangkir kopi bisa setara USD 10 atau malah lebih.

Jika dialihkan ke biaya makan, bisa dapat bento di Hotto Motto dengan lauk yang lumayan mengenyangkan. Belum lagi rasa kopinya cenderung hambar (ini pendapat adik ipar yang pecandu kopi). Jadi jika ingin minum kopi enak, bawa saja kopi instan dari Indonesia atau bersabarlah dengan kopi kaleng.

Makanan ringan

– Pernah dengar tentang toko 100 yen? Itu adalah toko yang menjual barang-barang seharga 100 yen (atau 105 yen jika dihitung dengan pajak), termasuk snack. Tapi jangan selalu beli snack di toko 100 yen ya, karena beberapa snack bisa dibeli dengan harga lebih murah di supermarket.

– Berburu sample cemilan di pusat perbelanjaan. Yang ini sih untung-untungan, karena tak setiap hari ada promo sample cemilan.

Jadi intinya sih sebetulnya bisa kok makan hemat selama berwisata di Jepang. Tentu saja selama tahu trik-triknya, dan juga nggak gengsi untuk nggak makan di restoran. Dan yang terpenting, jangan selalu meng-convert harga menu ke rupiah ya. Bisa bikin stress dan malah jadi nggak mood untuk makan lho, haha..

Comments

comments