fbpx
Home Guides Mau Kerja Di Jepang? Begini Caranya.

Mau Kerja Di Jepang? Begini Caranya.

via flickr.com
via flickr.com

Melenceng sedikit dari tema travelling, tapi masih tetap berhubungan dengan negara Jepang dan cara untuk pergi ke sana.

Sebelumnya, saya penasaran saja. Ada nggak di antara Jalan2ers yang terpikir, atau malah bercita-cita untuk kerja di Jepang? Soalnya saya termasuk salah satu yang ngebet banget menjadikan Jepang sebagai negara kedua. Waktu masih sekolah, kepingin banget dapat beasiswa ke Jepang. Waktu sudah lulus kuliah, kepingin banget kerja di Jepang.

Waktu masih single, sempat kepikiran untuk ngecengin orang Jepang (ups!). Tapi dasar takdir, berhubung di Bandung jarang banget ada orang Jepang seliweran, ujung-ujungnya malah dapat jodoh lulusan Bahasa Jepang.

Intinya sih saya memang terpesona banget dengan negara yang satu itu, dan selalu tertarik untuk mencari informasi seputar negara Kamen Rider itu. Selalu ada rasa penasaran untuk bisa kesana walau sekedar untuk travelling (yang akhirnya disalurkan dalam bentuk tulisan di blog ini). Syukur-syukur kalau beneran dapat kesempatan untuk bekerja dan bisa tinggal disana, hehe.

Nah, baru-baru ini saya kembali tergelitik untuk mencari informasi seputar cara untuk bekerja di Jepang. Beberapa teman ada yang sudah berhasil mencari sesuap nasi dan segenggam berlian, dan akhirnya menetap disana. Berbagai pertanyaan bagaimana caranya bisa dapat kerja di Jepangpun kembali muncul.

Logikanya sederhana saja. Bekerja di Jepang berarti akses lebih mudah untuk mencari berbagai informasi seputar dunia musik dan hiburan Jepang, dan juga akan lebih mudah untuk berwisata ke berbagai tempat di Jepang. Hm, sepertinya seru.

Akhirnya, dengan semangat 45 (yang ironisnya adalah semangat untuk memerdekakan diri dari penjajahan Jepang), saya pun mengumpulkan berbagai informasi seputar cara untuk bekerja di Jepang. Dan inilah beberapa informasi yang bisa saya kumpulkan, mudah-mudahan bisa menginspirasi teman-teman yang memang sedang mencari cara untuk bisa bekerja disana.

Ada banyak cara untuk bisa bekerja di Jepang, namun setidaknya ada 4 alternatif langkah yang bisa dicoba:

Pertama, dengan melamar ke perusahaan Jepang yang ada di Indonesia dan minta untuk ditempatkan di Jepang. Kabarnya sudah banyak juga yang berhasil dengan cara ini. Bisa juga dengan mencari perusahaan Jepang di Indonesia yang rutin menugaskan karyawan untuk bekerja di Jepang.

Contohnya adalah adik ipar saya yang saat ini bekerja di salah satu perusahaan Jepang yang ada di Jakarta. Bulan Mei nanti, jika tidak ada halangan, dia akan berangkat untuk ditempatkan di Yokohama selama 2 tahun.

Kedua, dengan menjadi pegawai magang, alias kenshusei. Bekerja sebagai pegawai magang termasuk salah satu yang paling banyak di cari oleh mereka yang berminat mendamparkan diri di Jepang. Kenapa? Karena lowongan untuk pekerja magang termasuk salah satu yang paling banyak tersedia.

Informasi penyalurannya bisa di dapat melalui Departemen Tenaga Kerja, dan enaknya, biasanya tidak perlu pendidikan yang terlalu tinggi maupun pengalaman kerja yang terlalu banyak. Untuk jenis pekerjaannya sendiri biasanya berkaitan dengan pabrik (seperti operator mesin maupun teknisi mesin), maupun di bidang peternakan dan pertanian.

Ketiga, dengan cara mencari sekolah di Jepang. Intinya, bagaimana caranya untuk bisa pergi ke Jepang dengan visa non-turis, karena kesempatan untuk mencari lowongan kerja setelah berada di Jepang tentunya akan lebih luas dibanding mereka yang berada luar Jepang.

Jika setelah lulus sekolah berhasil masuk dalam perusahaan di Jepang, masalah visa maupun kontrak akan diurus oleh perusahaan. Untuk informasi seputar beasiswa ke Jepang, saya ulas dalam kesempatan lain ya.

Sudah berada di Jepang dengan visa non-turis? Berikut beberapa cara mencari lowongan kerja di Jepang:

a. Mencari informasi melalui Hello Work, sebuah lembaga pemerintah yang menjadi perantara antara pencari kerja (warga Jepang maupun non-Jepang) dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Untuk menghubungi Hello Work tidak dikenakan biaya, alias gratis.

b. Selain Hello Work, banyak lembaga maupun kantor milik swasta yang bisa menjadi perantara antara pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan. Hanya saja karena melalui swasta, biasanya akan ada biaya maupun potongan gaji yang akan dikenakan pada pencari kerja.

c. Mencari sendiri melalui koran lowongan kerja yang bisa didapat di berbagai tempat, seperti di stasiun, konbini, dan sebagainya.

Keempat, nah ini dia cara yang bisa dicoba oleh mereka yang masih single. Kesempatan untuk bekerja di Jepang akan lebih mudah jika memiliki hubungan pernikahan dengan warga negara Jepang. Bukan berarti saya menyarankan untuk berburu orang Jepang ya, hanya sekedar memberikan informasi saja.

 

Sebelum memutuskan akan memilih cara yang mana, perlu diketahui ada 3 kelompok lowongan pekerjaan yang tersedia untuk mereka yang tertarik bekerja di Jepang.

1. Pegawai magang, atau Kenshusei.

Sudah diulas di atas ya.

2. Tenaga perawat (Kangoshi) dan Caregiver (Kaigofukushishi)

Untuk kategori ini, penyalurannya resmi antar pemerintah. Jadi saya nggak akan banyak membahas untuk kategori yang satu ini.

3. Pekerja profesional

Contoh pekerjaan untuk kategori ini beragam karena sifatnya berhubungan dengan keahlian. Beberapa diantaranya adalah dokter, reporter, guru, pekerja seni, dan sebagainya. Untuk tipe pekerjaan ini, aneka informasi penyaluran dan penempatan kerja di Jepang bisa melalui lembaga/agen tenaga kerja di Indonesia yang bekerja sama resmi dengan perusahaan/lembaga/organisasi di Jepang.

Kira-kira seperti itulah kategori lowongan pekerjaan yang tersedia untuk warga non-Jepang. Jadi jangan berharap di Jepang akan tersedia pekerjaan menjadi kasir swalayan, pembantu rumah tangga, cleaning service, pegawai bangunan, dan jenis pekerjaan lain yang lazim dilakukan oleh TKI maupun TKW di berbagai negara lain. Kenapa? Karena itu berkaitan dengan budaya setempat.

Di Jepang, pekerjaan rumah tangga biasanya dilakukan sendiri maupun menggunakan jasa perusahaan profesional, sehingga tidak mengenal budaya asisten rumah tangga. Begitu juga dengan kasir swalayan, dan pegawai bangunan, biasanya tersedia sebagai lowongan kerja paruh waktu (part time) bagi ibu rumah tangga maupun mahasiswa. Kecuali jika memang sudah berada di Jepang dengan visa non-turis, mungkin saja bisa mencoba melakukan berbagai pekerjaan part-time tersebut.

Demikian berbagai informasi dasar seputar cara untuk bisa bekerja di Jepang. Mudah-mudahan lain waktu saya bisa menulis aneka informasi lanjutan seputar bekerja di Jepang, mulai dari apa saja yang harus disiapkan dan keuntungan bekerja disana. Semoga sharing-nya bermanfaat.

 

baca juga :

Belajar Ke Jepang? Ini Alasan Yang Harus Dipertimbangkan

Magang Ke Jepang, Ini Rangkaian Proses Dan Persyaratannya

Comments

comments