Lanjut lagi cerita-cerita tentang Gunung Fuji. Kemarin saya sudah berbagi aneka fakta tentang Gunung Fuji dalam tulisan Gunung Fuji dan Aneka Fakta Seru Tentangnya. Sekarang saya ingin berbagi informasi tentang aktifitas apa yang bisa dilakukan di Gunung Fuji.

Secara garis besar, ada 2 aktifitas yang bisa dilakukan di gunung yang menjadi simbol Jepang ini. Pertama, aktifitas yang dilakukan di Gunung Fuji dan kedua, aktifitas yang bisa dilakukan di sekitar Gunung Fuji. Saya akan mulai dulu dari aktifitas yang bisa dilakukan di Gunung Fuji.

Dari beberapa aktifitas yang bisa dilakukan di Gunung Fuji, mendaki gunung menjadi aktifitas yang paling utama untuk dilakukan. Gunung yang dianggap sakral bagi penduduk Jepang ini memang terus menarik jumlah wisatawan yang berminat untuk mendaki gunung, baik wisatawan domestik asli Jepang maupun dari luar Jepang. Konon jumlah pendaki non-Jepang yang datang ke ini bisa mencapai 1/3 dari jumlah seluruh pendaki, itu saat waktu untuk mendaki gunung resmi dibuka.

Ada banyak point menarik yang bisa saya bagikan tentang mendaki Gunung Fuji, namun akan saya mulai dari perkenalan informasi dasarnya dulu yah.

Kapan saat terbaik untuk mendaki Gunung Fuji?

Resminya, jalur pendakian di Gunung Fuji dibuka pada musim panas, yaitu antara awal Juli hingga pertengahan September. Pada masa-masa tersebut, puncak gunung tidak akan diselimuti oleh es dan cuacanya cukup cerah. Namun biasanya gunung ini akan dipadati pengunjung saat bulan Juli dan Agustus, terutama karena di bulan Agustus ini terdapat liburan perayaan Obon.

Perayaan Obon pernah saya bahas dalam tulisan Obon Festival dan Secuil Kisah Tentang Tradisi Mudik di Jepang. Ada sensasi tersendiri jika naik gunung saat perayaan Obon, karena pada saat tersebut jumlah pendaki bisa mencapai ratusan orang yang berasal dari berbagai negara. Namun jika ingin mendaki dalam suasana yang lebih tenang, pergilah di hari kerja pada awal bulan Juli.

Mendaki gunung Fuji [foto: Jakub Halun/wikimedia]
Mendaki gunung Fuji [foto: Jakub Halun/wikimedia]

Diluar waktu-waktu tersebut, bolehkan naik ke Gunung Fuji? Sangat tidak disarankan untuk mendaki diluar waktu resmi karena gunung ini bisa terlalu berbahaya. Selain karena faktor cuaca yang sulit untuk ditebak dan cukup ekstrim (contoh: saat musim dingin temperaturnya bisa mencapai -40° Celcius dan angin berhembus sangat kencang), juga karena berbagai fasilitas umum akan tutup.

Bus juga tidak akan beroperasi sehingga wisatawan harus berjalan sangat jauh untuk mencapai Gunung Fuji. Namun jika Anda memiliki skill dan pengalaman mendaki gunung yang sangat mumpuni, maupun karena satu dan lain hal ngebet banget untuk naik gunung di luar waktu resmi, mendaki gunung diluar musimnya memang menawarkan pengalaman yang luar biasa.

Tak hanya dari segi pemandangan yang berselimutkan salju, namun juga karena suasananya yang akan sangat tenang. Hanya saja jika ingin mendaki di luar waktu resmi, sebelumnya wisatawan harus menghubungi kepolisian setempat untuk mendapat pengarahan.

Aturan apa saja yang harus diketahui?

  • Yang pertama dan paling utama, ingatlah selalu jika Gunung Fuji ini menjadi bagian dari Hakone-Izu National Park dan diakui sebagai Special Place of Scenic Beauty. Itu berarti seluruh bagian Gunung Fuji, termasuk tanaman dan hewan, semuanya dilindungi oleh undang-undang. Jangan mengganggu atau merusak apapun yang ada di Gunung Fuji, seperti yang sudah dilakukan oleh wisatawan Indonesia dalam berita ini. Memalukan.
  • Sangat tidak disarankan untuk mendaki ke puncak dalam waktu seharian. Itu bisa sangat berbahaya karena cuaca di Gunung Fuji bisa menjadi cukup ekstrem sehingga membuat kondisi tubuh terganggu. Disarankan untuk menginap dulu semalam di pondok-pondok yang sudah disediakan, dan baru lanjut mendaki ke puncak keesokan harinya.
Torii di puncak Gunung Fuji [foto: Nicky Pallas from Mamaroneck, New York, USA/wikimedia]
Torii di puncak Gunung Fuji [foto: Nicky Pallas from Mamaroneck, New York, USA/wikimedia]
  • Perlu diketahui jika perbedaan temperatur di kaki gunung dan di puncak gunung selisihnya bisa mencapai 20° Celcius. Petir bisa menyambar sewaktu-waktu dan cuaca pun berubah. Dan walau pun pergi di musim panas, bisa jadi akan turun kabut. Intinya, jangan menganggap remeh medan di Gunung Fuji ini.
  • Untuk barang-barang yang harus dibawa sebetulnya tak jauh berbeda dengan perlengkapan untuk mendaki gunung lainnya, mulai dari mengenakan sepatu khusus untuk mendaki, lampu kepala, topi, dan sejenisnya. Tambahannya mungkin seputar baju yang harus dkenakan. Gunakan pakaian yang hangat dan jangan lupa untuk menyiapkan jaket/mantel karena di malam hari temperatur bisa sangat dingin. Jangan lupa juga untuk membawa air minum (kalau pun lupa, bisa membeli di pondok gunung). Dan bawalah uang tunai dan uang receh karena di daerah tersebut tidak menerima kartu kredit.
  • Tambahan lainnya, perlu diketahui saat akan mendaki Gunung Fuji, wisatawan diminta untuk menyumbang 1000 yen yang dikumpulkan di stasiun-stasiun di berbagai jalur hiking. Begitu juga saat akan menggunakan toilet, disarankan untuk menyumbang uang receh untuk pemeliharaan toilet. Itulah sebabnya jangan lupa untuk membawa uang tunai dan uang receh.

Tentang jalur pendakian

Sebelum naik ke Gunung Fuji, kenali dulu situasi pendakian di gunung tersebut. Untuk informasi awal, perlu diketahui jika di Gunung Fuji ada 4 jalur pendakian: Yoshida TrailSubashiri Trail,Gotemba Trail, dan Fujinomiya Trail.

Jalur-jalur tersebut titik awalnya berada di lokasi yang berbeda-beda (tidak seperti Gunung Takao yang ulasannya bisa dibaca disini: Takao-san Gunung Paling Populer di Tokyo), sehingga setidaknya ada 4 cara yang bisa dilakukan untuk mencapai titik awal masing-masing hiking trail. Masalah akses dari Tokyo menuju ke masing-masing titik awal tersebut akan saya jabarkan lebih detail saat mengulas masing-masing jalur.

Gunung Fuji bisa dibagi dalam 10 stasiun yang diberi nomor sesuai jaraknya ke titik puncak. Stasiun nomor 1 letaknya di kaki gunung dan nomor 10 di puncak gunung. Namun jalan aspal hanya sampai ke stasiun ke-5 yang posisinya berada di tengah-tengah jalur pendakian.

Dari stasiun ke-5 (yang jumlahnya ada 4 buah dan tersebar di ke-4 jalur pendakian), wisatawan hanya bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sehingga stasiun ke-5 seringkali dianggap sebagai titik awal pendakian.

Tentang masing-masing jalur hiking dan juga akses+perkiraan biaya menuju ke Stasiun ke-5 di masing-masing jalur akan saya ulas dalam tulisan berikutnya yah.

***

Gunung Fuji Dan Aneka Fakta Seru Tentangnya

Mendaki Gunung Fuji (2): Yoshida Trail & Fujinomiya Trail

Mendaki Gunung Fuji (3-End): Subashiri Trail & Gotemba Trail

***

*Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

Comments

comments