Baru beberapa minggu yang lalu saya sempat “selingkuh” sejenak ke Belanda dan Jerman karena faktor Anne Frank. Dari sana saya terpikir seru juga kayaknya jika sesekali sharing info tentang keindahan dan keunikan negara lain, yang akan saya mulai dari negeri Belanda. Kebetulan di Jalan2.com belum ada artikel tentang Belanda, jadi sekalian saya ingin menceritakan keindahan negara yang punya hubungan historis dengan Indonesia ini.

Why Belanda? Kok melipirnya jauh bener dari Jepang ke Belanda?

Diluar fakta sejarah bahwa Belanda dan Jepang merupakan 2 negara yang dulu sempat “mampir” agak lama di Indonesia, saya punya ketertarikan tersendiri terhadap negara kincir angin ini. Beberapa tahun lalu salah seorang adik saya (si nomer 3) pernah dapat beasiswa ke negerinya VOC itu.

Pasca menyelesaikan studinya, selain membawa gelar kesarjanaan, adik saya sekaligus membawa bonus lain untuk saya: calon adik ipar asli Belanda. Setelah tahun kemarin status “calon adik ipar” resmi berubah menjadi “adik ipar”, kini adik saya pun ikut suaminya kembali ke Belanda dengan misi baru: memberikan budenya (=saya) ponakan blasteran JaNda (Jawa-Belanda). Aamiin!

Dari sejak masih berstatus mahasiswa di Belanda, lalu bekerja di sana, hingga kini resmi menetap di Belanda, adik saya sering mendongengkan tentang berbagai tempat menarik yang ada di Belanda dan Eropa. Saya yang sebelumnya hanya pernah dengar Amsterdam dan Den Haag, lama-lama kenal juga dengan kota lainnya. Salah satunya adalah Assen; kota tempat adik saya dan suaminya menetap. Jadi kali ini saya ingin mendongengkan tentang Assen pada Jalan2ers lainnya.

Sejarah singkat Assen

Menurut pepatah klasik, tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka takkan jatuh cinta. Sebelum kenalan lebih lanjut tentang kota Assen, mari kenalan dulu dengan sejarahnya. Sejarah Assen dimulai sejak para biarawati pindah dari Coevorden untuk mendirikan biara di dataran yang lebih tinggi, kurang lebih 750 tahunan yang lalu.

Biara tersebut lalu didirikan di area yang dikenal dengan nama Witten. Singkat cerita, area di sekitar Witten tersebut kemudian ikut berkembang dan akhirnya resmi menjadi kota Assen pada tahun 1809. Assen pun lalu menjadi ibu kota dari provinsi Drenthe, salah satu provinsi di Belanda.

Yang menarik dari Assen

Pertanyaan ini selalu saya lontarkan pada adik saya setiap kali kami membahas tentang kehidupan di Belanda: “apa serunya sih Assen?”. Biasanya, adik saya lalu akan mengilustrasikan Assen sebagai kota kecil yang menyenangkan. Sebagian besar penduduknya saling kenal satu sama lain. Setiap kabar berita sekecil apapun akan langsung tersebar, termasuk kabar pernikahan adik saya yang notabene dilangsungkan di Indonesia.

Selain faktor masyarakatnya yang ramah, Assen menarik untuk dikunjungi. Suasananya layaknya kota tua yang tenang dan damai, dan relatif sepi jika dibandingkan dengan kota besar seperti Groningen.

Jalur pejalan kakinya bagus, dan beberapa jalur sepedanya dirancang berkualitas tinggi sehingga sangat nyaman untuk dilalui. Jadi jika ingin mencari suasana lain yang nyaman dimana waktu terasa berjalan lebih lambat, berkunjunglah ke Assen. Itu promosi singkat yang seringkali saya dengar dari duta baru kota Assen.

Bangunan di Assen [foto: Gouwenaar/wikimedia]
Bangunan di Assen [foto: Gouwenaar/wikimedia]
Bangunan di Assen [foto: Lfblaauw/wikimedia]
Bangunan di Assen [foto: Lfblaauw/wikimedia]
Bangunan di Assen [foto: Ronn/wikimedia]
Bangunan di Assen [foto: Ronn/wikimedia]
Bangunan di Assen [foto: Ronn/wikimedia]
Bangunan di Assen [foto: Ronn/wikimedia]

Tempat favorit untuk dikunjungi di Assen

Walau merupakan sebuah kota kecil, di Assen ada juga beberapa tempat wisata yang menarik. Salah satu yang paling terkenal adalah TT Circuit Assen yang merupakan salah satu sirkuit balapan paling terkenal di dunia. TT Circuit itu berada di dalam TT Complex, dan terdapat juga TT Hall di dalam kompleks itu.

TT Circuit Assen [foto: Algont/wikimedia]
TT Circuit Assen [foto: Algont/wikimedia]
TT Circuit Assen [foto: Michiel Jeljis/wikimedia]
TT Circuit Assen [foto: Michiel Jeljis/wikimedia]
TT Circuit Assen [foto: distillated/wikimedia]
TT Circuit Assen [foto: distillated/wikimedia]
TT Circuit Assen [foto: Dirk Kempen/wikimedia]
TT Circuit Assen [foto: Dirk Kempen/wikimedia]
 

Assen juga memiliki beberapa taman yang menarik. Salah satu yang paling direkomendasikan jika berkunjung sambil membawa anak-anak adalah Verkeerspark Assen. Taman ini kurang lebih seperti Taman Lalu Lintas di Bandung, yaitu dirancang menjadi sebuah traffic park.

Bedanya, di taman ini (dan konon menjadi satu-satunya taman di dunia) anak-anak bisa mendapatkan surat ijin mengemudi. Jangan kaget, surat ijin mengemudi tersebut hanya untuk berkendara di dalam taman saja kok.

Verkeerspark [foto: Jeroen Loeffen/wikimedia]
Verkeerspark [foto: Jeroen Loeffen/wikimedia]
Verkeerspark [foto: Mouisturizing Tranquilizers/flickr]
Verkeerspark [foto: Mouisturizing Tranquilizers/flickr]
Verkeerspark [foto: Mouisturizing Tranquilizers/flickr]
Verkeerspark [foto: Mouisturizing Tranquilizers/flickr]
  

 

Drents Museum menjadi tempat wisata utama lainnya yang wajib dikunjungi di Assen. Disini terdapat bermacam hal yang berkaitan dengan sejarah provinsi Drenthe, provinsi tempat Assen berada, seperti artifak jaman pra-sejarah, dan juga bermacam benda seni yang berasal dari berbagai penjuru Eropa. Salah satu atraksi utamanya adalah proyek rekonstruksi bog body, yaitu mayat manusia yang secara alami menjadi mumi karena terendam lumpur.

Drents Museum [foto: FaceMePLS/flickr]
Drents Museum [foto: FaceMePLS/flickr]
Drents Museum [foto: FaceMePLS/flickr]
Drents Museum [foto: FaceMePLS/flickr]
Drents Museum [foto: mjk23/flickr]
Drents Museum [foto: mjk23/flickr]
Drents Museum [foto: mjk23/flickr]
Drents Museum [foto: mjk23/flickr]
 

Sebetulnya, masih ada beberapa tempat wisata lainnya seperti Assen Bos dan centrum. Alternatif lainnya, mengingat kota ini termasuk kota kecil, Assen dapat dijelajahi dalam waktu singkat. Sekedar berjalan-jalan sambil menikmati suasana ala kota tua, maupun melihat-lihat berbagai bangunan monumental yang ada di Assen, bisa menjadi alternatif wisata yang menyenangkan.

Rumah di Assen [foto: Ronn/wikimedia]
Rumah di Assen [foto: Ronn/wikimedia]
Rumah di Assen [foto: Ronn/wikimedia]
Rumah di Assen [foto: Ronn/wikimedia]
Rumah di Assen [foto: Ronn/wikimedia]
Rumah di Assen [foto: Ronn/wikimedia]
Rumah di Assen [foto: Ronn/wikimedia]
Rumah di Assen [foto: Ronn/wikimedia]

Cara menuju ke Assen

Kota Assen terletak di bagian utara provinsi Drenthe. Jaraknya tak begitu jauh dari provinsi di sekitarnya, seperti Groningen dan Friesland. Assen bisa di akses dengan menggunakan kendaraan pribadi melalui berbagai jalan yang menghubungkan Assen dengan kota sekitarnya seperti Groningen, Zwolle, Veendam, Rolde, dan Smilde; maupun menggunakan transportasi umum seperti kereta api dan bus.

Assen menjadi titik pertemuan bagi sejumlah rute bus regional, yang lalu terhubung dengan jaringan bus dalam kota. Intinya, cukup mudah untuk mengakses kota Assen. Jadi jika ada kesempatan untuk berwisata ke negeri Belanda, silahkan sekaligus mampir ke Assen.

***

* Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

 

baca juga :

Belum Ada Budget Untuk Liburan ke Maladewa? Main Saja Dulu ke Tempat-Tempat Ini Yuk!

Siapa Bilang Paris Mahal? Intip Ragam Tips Untuk Budget Traveller Berikut Ini!

Bangkok Untuk Pemula, dan Bermacam Alasan Kenapa Harus Pergi Kesana

Comments

comments