Di masa lalu, Jepang kerap mengalami berbagai hal yang menyebabkan hancurnya banyak bangunan bersejarah seperti perang lokal, perang saudara, dan berbagai bencana seperti kebakaran dan gempa bumi. Pada masa Perang Dunia II, Jepang pun beberapa kali mendapat serangan udara yang menghancurkan bangunan-bangunan penting yang menjadi saksi sejarah kejayaan masa lalu.

Nggak heran jika banyak bangunan dan kuil bersejarah yang ada di kota-kota seperti Tokyo, Hiroshima, dan Nagasaki sejatinya merupakan hasil rekonstruksi dari bangunan-bangunan asli yang telah hancur, seperti Sensoji Temple di Tokyo, Osaka Castle di Osaka, dan Nagoya Castle di Nagoya.

Namun, sebetulnya nggak semua kota di Jepang terkena serangan udara saat Perang Dunia II. Kyoto termasuk salah satu kota yang selamat dari serangan udara dan hingga saat ini berhasil mempertahankan beberapa spot historisnya dengan sangat baik. Namun Kyoto bukan satu-satunya kota yang luput dari kekejaman serangan udara, karena di prefektur Ishikawa ada kota Kanazawa yang juga bernasib serupa dengan Kyoto.

Ada yang pernah dengar nama kota Kanazawa? Kalau belum, yuk mari kita jalan-jalan virtual ke ibukota prefektur Ishikawa tersebut.

Salah satu sudut Kanazawa, via pinterest
Salah satu sudut Kanazawa, via pinterest

Mengenal Kanazawa, kotanya para samurai dan geisha

Kebanyakan wisatawan yang akan pergi ke Jepang mengenal kota Kyoto, Nara, dan Kamakura sebagai kota-kota yang berhasil mempertahankan suasana ala kota tua di beberapa bagian kotanya. Sebetulnya, masih ada kota lainnya yang juga memiliki nuansa nostalgia yang terjaga dengan baik, yaitu Kanazawa.

Di masa lalu, tepatnya pada Periode Edo (1603-1868), Kanazawa merupakan salah satu kota terpenting di Jepang. Hal tersebut karena Kanazawa menjadi pusat kekuasaan dari Klan Maeda yang merupakan klan terkuat kedua setelah klan Tokugawa yang menguasai seluruh Jepang.

Jadi nggak heran jika kota ini dulunya berkembang sebagai kota kastil dan memiliki distrik samurai maupun distrik hiburan tempat para geisha tinggal dan menghibur para tamu (hanamachi). Mengingat kota ini termasuk salah satu kota yang lolos dari serangan udara pada Perang Dunia II (tepatnya, menjadi kota terbesar kedua setelah Kyoto yang lolos dari serangan udara), beberapa peninggalan bersejarah, distrik samurai, serta distrik geisha yang masih terjaga dengan apik hingga saat ini.

Itulah alasan mengapa Kanazawa akhirnya dikenal sebagai salah satu kota yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan di Jepang (baca disini)

Salah satu distrik yang masih terjaga suasana nostalgia-nya di Kanazawa, via callmehoneybunny.blogspot
Salah satu distrik yang masih terjaga suasana nostalgia-nya di Kanazawa, via callmehoneybunny.blogspot

Lebih lanjut tentang Kanazawa

Saat ini Kanazawa berperan sebagai ibu kota prefektur Ishikawa yang berada di wilayah Chubu, yang terletak di sisi barat negara Jepang. Berikut foto posisi Kanazawa dalam peta Jepang.

Posisi Kanazawa di Prefektur Ishikawa, via alberth2/wikimedia commons
Posisi Kanazawa di Prefektur Ishikawa, via alberth2/wikimedia commons
Posisi Kanazawa di Prefektur Ishikawa, via alberth2/wikimedia commons
Posisi Kanazawa di Prefektur Ishikawa, via alberth2/wikimedia commons

Sebagai kota yang terletak di sisi barat Jepang, Kanazawa memiliki suhu udara yang lebih sejuk dibanding Tokyo. Di musim dingin (Desember-Februari), suhu udara rata-rata di Kanazawa berkisar antara 3,4°C hingga 7,3°C. Sementara di musim semi (Maret-Mei) suhunya kira-kira 3°C-21,6°C, musim panas (Juni-Agustus) 18°C-30,9 dan musim gugur(September-November) 15,5°C-19,5°C.

Kanazawa juga dikenal sebagai salah satu kota terlembab di dunia (untuk ukurannya), dan termasuk salah satu kota di Jepang yang mendapat salju saat musim dingin tiba. Berbeda dengan Tokyo yang nyaris nggak memiliki musim dingin bersalju.

Sisa-sisa salju di salah satu distrik di Kanazawa, via odorunara
Sisa-sisa salju di salah satu distrik di Kanazawa, via odorunara

Cara mengakses Kanazawa dari kota-kota besar lainnya di Jepang

Wisatawan asing, khususnya wisatawan Indonesia yang akan pergi ke Jepang biasanya mendarat di Tokyo, Osaka, maupun Nagoya sebelum melanjutkan perjalanan ke kota lainnya di Jepang. Jadi mari mulai mengenal cara untuk menuju Kanazawa dari ketiga kota tersebut.

Jika berangkat dari Tokyo, cara paling mudah adalah dengan naik shinkansen Kagayaki maupun shinkansen Hakutaka dari Stasiun Tokyo menuju Stasiun Kanazawa.

Shinkansen Kagayaki merupakan shinkansen tercepat di jalur JR Hokuriku Shinkansen yang menghubungkan Tokyo dan Kanazawa, dan shinkansen ini tidak di cover oleh JR Pass. Waktu tempuh yang dibutuhkan kurang lebih 160 menitan dengan biaya kurang lebih 14,120 yen*. Sedangkan jika menggunakan shinkansen Hakutaka, waktu tempuhnya kira-kira 180-200 menitan dengan biaya 14,120 yen* (di cover oleh JR Pass).

Perbedaan waktu tempuh menggunakan shinkansen Kagayaki dan shinkansen Hakutaka, via hyperdia
Perbedaan waktu tempuh menggunakan shinkansen Kagayaki dan shinkansen Hakutaka, via hyperdia

Jika berangkat dari Osaka, cara termudah untuk menuju Kanazawa adalah dengan naik kereta express dari Stasiun Osaka ke Stasiun Kanazawa. Waktu tempuhnya kurang lebih 2 jam 40 menit, dengan biaya kurang lebih 7,650 yen*. Seluruh biaya di cover oleh JR Pass.

Stasiun Osaka-Stasiun Kanazawa, via hyperdia
Stasiun Osaka-Stasiun Kanazawa, via hyperdia

Jika berangkat dari Nagoya, kalian dapat naik kereta express dari Stasiun Nagoya menuju Stasiun Kanazawa. Waktu tempuhnya kurang lebih 3 jam, dengan biayanya kira-kira 7,330 yen*.

Stasiun Nagoya-Stasiun Kanazawa, via hyperdia
Stasiun Nagoya-Stasiun Kanazawa, via hyperdia
Stasiun Kanazawa, via TTTNIS/wikimedia commons
Stasiun Kanazawa, via TTTNIS/wikimedia commons

Stasiun Kanazawa merupakan stasiun utama dan stasiun terbesar di kota Kanazawa. Namun, stasiun ini nggak berada tepat di tengah-tengah pusat kota, sementara mayoritas obyek wisata di kota ini terletak di pusat kota.

Jadi setelah tiba di Stasiun Kanazawa, disarankan untuk naik bus (paling mudah naik Kanazawa Loop Bus atau naik Kenrokuen Shuttle Bus) maupun naik taksi menuju ke pusat kota, dan selanjutnya tinggal mengeksplorasi kota dengan berjalan kaki.

Kanazawa Loop Bus, via mttj-viajesyexperiencias.blogspot
Kanazawa Loop Bus, via mttj-viajesyexperiencias.blogspot

Daya tarik utama Kanazawa

Ada beberapa hal yang membuat Kanazawa mencuri perhatian wisatawan untuk berbondong-bondong datang ke ibukota prefektur Ishikawa ini. Yang paling utama tentu saja karena kota ini memiliki nuansa ala kota tua yang masih cukup terjaga dengan baik keasliannya sehingga bisa disandingkan dengan Kyoto.

Namun Kanazawa juga nggak melulu berisi masa lalu karena di kota ini pun tumbuh berbagai fasilitas modern lainnya seperti museum seni. Berikut ini beberapa obyek wisata yang layak kalian pertimbangkan untuk dikunjungi di Kanazawa.

Untuk permulaan, inilah peta obyek wisata di Kanazawa:

Peta Kanazawa dan aneka obyek wisatanya, via abiertoporvacaciones
Peta Kanazawa dan aneka obyek wisatanya, via abiertoporvacaciones

Kategori: Historical

1. Kanazawa Castle Park

Alamat: 1-1, Marunouchi, Kanazawa, 920-0983
Jam operasional: 07.00-18.00 (1 Maret-15 Oktober), 08.00-17.00 (16 Oktober-akhir Februari)
Harga tiket: gratis (ke area kastil), 310 yen* (Gojukken Nagaya Storehouse and Turrets)

Ishikawa-mon di Kanazawa Castle, via wadaphoto
Ishikawa-mon di Kanazawa Castle, via wadaphoto

Sebelum Periode Edo berakhir pada tahun 1868, Kanazawa menjadi pusat kekuasaan klan Maeda. Karenanya, nggak heran jika dulunya kota ini memiliki sebuah kastil yang menjadi pusat kota, sementara bangunan lain berkembang di sekitar kastil. Kastil itulah yang disebut sebagai Kastil Kanazawa yang menjadi simbol kekuasaan Klan Maeda sejak tahun 1583.

Kanazawa Castle, via blog.livedoor
Kanazawa Castle, via blog.livedoor

Sepanjang sejarah berdirinya Kastil Kanazawa, kastil ini sempat rusak beberapa kali karena kebakaran. Api memang menjadi momok bagi bangunan bersejarah di masa lalu karena memang pernah ada masanya Jepang sangat rentan terhadap bahaya kebakaran. Kebakaran terakhir terjadi pada tahun 1881 dan hanya menyisakan gerbang Ishikawa-mon saja.

Namun kemudian, secara bertahap kastil ini mengalami proses renovasi dan hingga tahun 2015 ini beberapa bangunan kastil serta taman telah selesai dibangun, kecuali untuk bangunan utamanya.

Gojukken Nagaya, via Fg2/wikimedia commons
Gojukken Nagaya, via Fg2/wikimedia commons

Tips:

Saat mengunjungi kastil ini, sempatkan untuk mengunjungi Gojukken Nagaya, sebuah bangunan panjang yang membentang diantara dua menara kecil. Di bangunan ini kalian dapat melihat seperti apa bagian dalam bangunan hasil rekonstruksi yang dibuat dengan sangat teliti mengikuti teknik arsitektur tradisional.

 

2. Higashi Chayagai

Higashi Chayagai, via japanphototrip
Higashi Chayagai, via japanphototrip

Selain Kyoto, Kanazawa menjadi salah satu kota yang yang masih memiliki distrik chaya yang masih terjaga dengan sangat baik. “Chaya” sendiri merupakan kependekan dari “ochaya”, yaitu sebuah rumah minum teh tempat para geisha bekerja menghibur para tamu.

Semula, di Kanazawa ini terdapat banyak sekali chaya yang tersebar di seluruh kota, sebelum akhirnya mereka disatukan dalam 4 distrik pada tahun 1820. Saat ini, terdapat 3 distrik chaya yang masih tersisa yaitu Higashi Chayagai (distrik chaya timur), Nishi Chayagai (distrik chaya barat), dan Kazuemachi.

Higashi Chayagai, via andi.flowrider
Higashi Chayagai, via andi.flowrider

Dari ketiga distrik tersebut, distrik chaya yang paling besar adalah Higashi Chayagai yang jaraknya kira-kira 10 menit dari Stasiun Kanazawa (via bus). Saat kalian tiba di distrik ini, mungkin kalian akan teringat pada suasana distrik Gion di Kyoto karena distrik ini pun sama-sama dipenuhi oleh deretan bangunan lama setinggi 2 tingkat yang mengentalkan atmosfir nostalgia ala Jepang kuno.

Menariknya, distrik Higashi Chayagai ini, bersama dengan distrik Gion dan Kazuemachi termasuk distrik yang istimewa karena hanya distrik-distrik tersebutlah yang telah diakui sebagai aset budaya Jepang. Di Higashi Chayagai ini memang terdapat beberapa bangunan yang masuk dalam daftar National Important Cultural Asset. Yang paling terkenal adalah Shima Teahouse, sebuah rumah minum teh yang kini dialihfungsikan sebagai museum (tiket masuk 400 yen).

Shima Teahouse, via tokyoquito.wordpress
Shima Teahouse, via tokyoquito.wordpress

Tempat lain yang menarik untuk dikunjungi di Higashi Chayagai ini adalah Kaikaro Teahouse, sebuah rumah minum teh yang masih beroperasi hingga kini. Jika ingin mencicipi teh disini, kalian harus membayar biaya tambahan diluar tiket masuk seharga 750 yen*.

Bagian dalam Kaikaro Teahouse, via traverseworld
Bagian dalam Kaikaro Teahouse, via traverseworld

Tips:

Jika memerlukan informasi seputar Higashi Chayagai, mampirlah ke Higashi Chaya Kyukeikan Rest House. Di rest area yang berlokasi di sebuah rumahtown house dari abad ke-19 ini terdapat tempat bagi wisatawan untuk beristirahat maupun mencari informasi mengenai obyek wisata lokal. Kalian juga dapat meminta bantuan relawan untuk memandu wisata kalian, hanya saja mayoritas informasi yang tersedia dalam bahasa Jepang saja.

 

3. Nishi Chayagai

Nishi Chayagai, via keionoseikatsu.blogspot
Nishi Chayagai, via keionoseikatsu.blogspot

Jika Higashi Chayagai berarti distrik chaya timur (karena lokasinya berada di sisi timur kota Kanazawa), maka Nishi Chayagai ini merupakan distrik chayayang ada di sebelah barat. Namun, berbanding terbalik dengan Higashi Chayagai yang tergolong distrik besar, Nishi Chayagai ini jauh lebih kecil dan lebih sunyi.

Bahkan, di distrik ini hanya ada satu atraksi yang dibuka untuk umum, yaitu sebuah museum bernama Nishi Chaya Shiryokan. Walau begitu, jangan memandang distrik ini dengan sebelah mata karena suasana kuno di Nishi Chayagai ini juga masih terjaga dengan sangat baik.

Nishi Chayagai, via little-green-bug.blogspot
Nishi Chayagai, via little-green-bug.blogspot

Tips:

Di Nishi Chaya Shiryokan ini terdapat sukarelawan yang dapat memandu kalian mengelilingi distrik Nishi Chayagai maupun sekedar memberikan informasi yang dibutuhkan.

 

4. Kazuemachi

Kazuemachi, via 663highland/wikimedia commons
Kazuemachi, via 663highland/wikimedia commons

Selain Higashi Chayagai dan Gion, Kazuemachi menjadi distrik geisha/chaya ketiga yang diakui sebagai aset budaya Jepang sejak tahun 2008. Deretan rumah-rumah tua di Kazuemachi ini masih relatif asli sehingga jika kalian melintas di jalanan Kazuemachi, kalian akan dapat merasakan suasana di era keemasangeisha dan maiko yang kini telah berlalu.

Saat berada di distrik ini, sangat direkomendasikan untuk menikmati suasana di area yang berbatasan dengan sungai Asanogawa. Deretan rumah minum teh yang berpadu dengan pemandangan sungai dan jembatan Asanogawa Ohashi Bridge akan menampilkan pemandangan yang Jepang banget; membuat kalian tak henti-hentinya mengarahkan kamera untuk mencari sudut terbaik untuk di foto.

Kazuemachi, via 金沢市/wikimedia commons
Kazuemachi, via 金沢市/wikimedia commons

 

5. Nagamachi

Nagamachi, via thomasgittel.wordpress
Nagamachi, via thomasgittel.wordpress

Seperti telah disinggung di bagian atas, Kanazawa dulunya merupakan sebuah kota kastil yang dikuasai oleh Klan Maeda. Jadi, jangan heran jika di kota ini terdapat kastil (yang sayangnya sebagian besar merupakan hasil renovasi), distrik geisha (yang dikenal sebagai distrik hiburan pada Periode Edo yang berlangsung antara tahun 1603-1868), serta distrik tempat tinggal bagi para samurai yang bekerja untuk penguasa setempat.

Nagamachi, via worldwildbrice
Nagamachi, via worldwildbrice

Nagamachi, itulah nama distrik samurai yang terdapat di Kanazawa. Distrik ini lokasinya nggak begitu jauh dari Kastil Kanazawa, dan sampai saat ini suasana khas tempo doeloe masih sangat terjaga di distrik ini walau profesi samurai saat ini sudah nggak ada lagi. Di distrik ini kalian dapat melihat deretan rumah-rumah bergaya arsitektur tradisional Jepang, dinding berlapis lumpur, kanal, dan banyak lagi hal-hal menarik yang selama ini hanya bisa dilihat dalam berbagai film samurai.

Nagamachi, via todayisagiftforme.blogspot
Nagamachi, via todayisagiftforme.blogspot

Ada beberapa spot menarik yang bisa kalian kunjungi di Nagamachi. Yang pertama adalah Shinise Memorial Hall atau Shinise Kinenkan Museum (jam operasional: 09.30-17.00, harga tiket: 100 yen*), sebuah bekas rumah pedagang yang kini dialihfungsikan sebagai museum dan ruang pamer kerajinan tradisional khas Kanazawa.

Shinise Memorial Hall, via TokyoViews/flickr
Shinise Memorial Hall, via TokyoViews/flickr

Kemudian ada rumah kediaman samurai Nomura, seorang samurai tingkat atas yang telah melayani keluarga Maeda selama bertahun-tahun. Rumah yang masih terjaga dengan baik ini kini dibuka untuk umum dengan jam operasional antara pukul 08.30-17.30 dan tiket masuknya kurang lebih 500 yen* saja.

Nomura-ke, rumah kediaman samurai Nomura, via msmichichi.blogspot
Nomura-ke, rumah kediaman samurai Nomura, via msmichichi.blogspot

Rumah samurai Nomura merupakan contoh rumah yang dimiliki oleh samurai berkedudukan tinggi. Untuk melihat contoh rumah yang dimiliki oleh keluarga samurai level rendah, berkunjunglah ke Ashigaru Shiryokan Museum (jam operasional: 09.30-17.00). Museum ini merupakan rekonstruksi dari rumah Shimizu dan Kozais yang kini bisa dikunjungi secara cuma-cuma.

Ashigaru Shiryokan Museum, via rosario/flickr
Ashigaru Shiryokan Museum, via rosario/flickr

Masih banyak tempat menarik lain yang bisa kalian kunjungi di Nagamachi ini, seperti Nagamachi Yuzenkan (Yuzen Silk Center), kuil Oyama Jinja, tempat peninggalan keluarga Takada, serta museum yang didedikasikan untuk keluarga Maeda. Intinya, mengunjungi Kanazawa belumlah lengkap jika belum mengunjungi distrik samurai ini.

Tips:

Salah satu spot yang sayang untuk dilewatkan di Nagamachi ini adalah Nagamachi Buke Yashiki Kyukeikan Rest House. Di tempat ini para turis dapat menggunakan toilet dan beristirahat untuk sementara waktu, sambil mencari informasi seputar pariwisata di Nagamachi dari para sukarelawan yang stand by disana (informasi dalam bahasa Jepang).

 

6. Seisonkaku Villa

Alamat: 1-2 Kenroku-machi
Jam operasional: 09.00-17.00, tutup setiap hari Rabu (atau Kamis, jika Rabu bertepatan dengan hari libur nasional)
Harga tiket: 700 yen* (dewasa), 300 yen* (pelajar SMP dan SMA), 250 yen* (TK-SD)

Seisonkaku Villa, via wikiwand
Seisonkaku Villa, via wikiwand

Satu lagi spot wisata bersejarah populer untuk dikunjungi di Kanazawa. Seisonkaku Villa merupakan sebuah villa yang dibangun oleh Lord Maeda ke-13 untuk ibunda tercinta. Villa ini dibangun dengan teknik yang sangat beragam dan seluruhnya berkualitas tinggi, membuat villa ini menjadi villa samurai yang paling elegan di seluruh Jepang.

Di villa ini pengunjung dapat melihat-lihat seperti apa status Klan Maeda di masa lalu, serta melihat-lihat beberapa artikel yang penting bagi sejarah Jepang.

Tips:

Villa ini menjadi bagian dari taman Kenrokuen, obyek wisata utama di Kanazawa. Jadi, jangan lupa untuk sekaligus mengunjungi Kenrokuen saat berada di villa ini.

 

Kategori: Taman

1. Kenrokuen

Alamat: Kenroku-machi
Jam operasional: 07.00-18.00 (1 Maret-16 Oktober), 08.00-17.00 (17 Oktober-akhir Februari)
Harga tiket: 310 yen* (dewasa), 100 yen* (usia 6-18 tahun)

Kenrokuen, via insidejapantours
Kenrokuen, via insidejapantours

Dari seluruh obyek wisata yang ada di Kanazawa, Kenrokuen berada dalam daftar teratas obyek wisata yang wajib dikunjungi di kotanya para samurai dan geisha ini. Kenrokuen merupakan sebuah taman bergaya Jepang seluas 11,4 hektar yang sudah ada sejak keluarga Maeda berkuasa, namun baru dibuka untuk umum pada tahun 1871.

Taman ini bukan sekedar taman biasa lho. Kenrokuen diakui sebagai salah satu dari 3 taman terindah di seluruh Jepang (dua lainnya adalah taman Kairakuen di Mito dan Korakuen di Okayama), namun Kenrokuen disebut-sebut sebagai taman yang paling indah diantara ketiganya.

Kenrokuen Garden, via jilong-travel
Kenrokuen Garden, via jilong-travel

Wajar jika Kenrokuen ini memiliki lanskap super indah karena taman ini memang dirancang untuk keluarga penguasa pada masa itu, yaitu keluarga Maeda. Karenanya, di taman ini kalian nggak hanya menemukan miniatur unsur alam seperti yang biasa ditemukan di taman bergaya Jepang lainnya (seperti danau buatan yang mewakili unsur laut, bukit buatan yang melambangkan gunung, pulau buatan, dan lain-lain), namun juga pemandangan indah di keempat musimnya.

Di musim semi, kalian dapat menikmati bunga Sakura dan Plum yang bermekaran, melihat indahnya bunga Azalea dan Iris di musim panas, pepohonan yang berubah warna daun di musim gugur, dan yukitsuri, alias pelindung khusus yang dirancang untuk melindungi pepohonan dari salju.

Yukitsuri, pelindung pohon saat musim dingin tiba, via 663highland/wikimedia commons
Yukitsuri, pelindung pohon saat musim dingin tiba, via 663highland/wikimedia commons

Nggak rugi berkunjung ke Kenrokuen saat berwisata ke Kanazawa. Taman ini posisinya berseberangan dengan Kastil Kanazawa dan satu lokasi dengan Seizonkaku Villa dan Craft Museum, serta nggak begitu jauh dari obyek wisata populer lainnya seperti Prefectural Museum of Art, 21st Century Museum, dan lain-lain. Jadi kalian dapat mengunjungi taman ini disela-sela mengunjungi obyek wisata populer lainnya di Kanazawa.

 

Kategori: Lain-lain (Museum, Kuil, dsb)

1. 21stCentury Museum of Contemporary Art

Alamat: 1-2-1 Hirosaka, Kanazawa
Jam operasional: 10.00-18.00 (hingga pukul 20.00 pada hari Jumat dan Sabtu), tutup setiap hari Senin (atau Selasa, jika Senin bertepatan dengan hari libur nasional) dan pada periode liburan akhir tahun.
Harga tiket: gratis (untuk masuk ke zona gratisan), dan bervariasi (untuk masuk ke area pameran).

21st Century Museum of Contemporary Art, via ibarifuri
21st Century Museum of Contemporary Art, via ibarifuri

Dari seluruh museum seni yang ada di seluruh Jepang, 21st Century Museum of Contemporary Art ini merupakan salah satu museum yang paling populer. Bangunan museum ini berbentuk bulat, seperti bentuk UFO yang telah mendarat, dan memiliki dinding yang seluruhnya terbuat dari kaca. Sebagian besar area di museum ini bisa dimasuki secara cuma-cuma, kecuali untuk area tertentu yang memerlukan tiket masuk dengan harga yang berbeda-beda.

Kolam renang karya Leandro Erlich, via y_seto/flickr
Kolam renang karya Leandro Erlich, via y_seto/flickr

Tips:

Ada banyak karya seni instalasi dan koleksi istimewa yang bisa kalian nikmati di museum ini. Namun, salah satu yang wajib dijajal adalah masuk ke kolam renang karya Leandro Erlich. Sepintas kolam ini terlihat seperti kolam renang biasa. Padahal, ruang dibawah kolam adalah ruang kosong yang bisa dimasuki oleh pengunjung (dengan biaya tambahan).

Suasana di dalam kolam renang, via japantoday
Suasana di dalam kolam renang, via japantoday

2. D.T.Suzuki Museum

Alamat: 3-4-20 Honda-machi, Kanazawa
Jam operasional: 09.00-17.00
Harga tiket: 300 yen*

Satu lagi museum keren yang layak kalian kunjungi di Kanazawa, yaitu D.T.Suzuki Museum. Sebetulnya, museum ini hanyalah museum kecil yang didedikasikan untuk menghormati Suzuki Daisetz Teitaro, seorang filosofis ajaran Buddha.

Namun museum ini menarik begitu banyak pengunjung karena arsitekturnya yang sangat kental dengan filosofi zen. Salah satu spot yang paling banyak di foto oleh wisatawan adalah Water Mirror Garden, sebuah kolam datar yang memantulkan bangunan disekitarnya layaknya sebuah cermin.

D.T.Suzuki Museum, via eshloraque
D.T.Suzuki Museum, via eshloraque

3. Myoryuji Temple (a.k.a Ninjadera)

Alamat: 1-2-12 No-machi
Jam operasional: 09.00-16.30, tutup setiap diadakannya hari pelayanan Buddha
Harga tiket: 800 yen* (dewasa), 600 yen* (anak-anak). Pengunjung harus melakukan reservasi ke nomor 076-241-0888 sebelum bisa masuk ke kuil ini.

Myoryuji Temple a.k.a Ninjadera, via kctc
Myoryuji Temple a.k.a Ninjadera, via kctc

Kuil ini sebetulnya bernama Myoryuji Temple. Namun kuil ini dikenal juga sebagai Ninjadera, alias kuil Ninja. Itu karena pada masa kejayaan keluarga Maeda di Kanazawa, kuil ini sengaja dirancang sebagai salah satu benteng pertahanan bagi keluarga Maeda. Karenanya, kuil ini dilengkapi dengan berbagai pintu rahasia, jalan tembusan, ruang rahasia, jebakan, tangga tersembunyi, dan hal-hal lain yang bisa kalian bayangkan dari sebuah rumah ninja.

Untuk dapat menjelajah kuil ini, pengunjung harus melakukan reservasi minimal 3 bulan sebelum hari H dengan menyebutkan nama pengunjung, jumlah pengunjung, usia, dan persetujuan akan memaklumi keterbatasan bahasa dalam tour ini. Tour mengelilingi kuil dilakukan setiap 30 menit sekali. Catatan tambahan, anak usia pra-sekolah dilarang mengikuti tour dengan alasan keamanan.

Ninjadera, via kctc
Ninjadera, via kctc

Apakah obyek wisata di Kanazawa hanya itu saja? Tentu tidak. Masih banyak obyek wisata lainnya yang bisa kalian kunjungi di kota ini. Misalnya saja ada Oyama Shrine, kuil yang dipersembahkan khusus untuk Maeda Toshiie, pendiri klan Maeda.

Kemudian ada banyak museum menarik seperti Kanazawa Nakamura Memorial Museum, Ishikawa Prefectura Museum of Art, dan lain-lain. Namun sekarang mari mengenal moda transportasi bus yang menjadi andalan pariwisata di Kanazawa.

 

Kota Kanazawa sebetulnya cukup mudah dijelajahi dengan berjalan kaki maupun naik sepeda karena berbagai obyek wisata yang ada di tempat ini mayoritas letaknya berdekatan. Namun jika kalian ingin lebih mudah mencapai berbagai obyek wisata di Kanazawa, pertimbangkan untuk naik bus yang rutenya dirancang untuk melewati spot wisata menarik untuk turis. Ada 2 jenis bus yang bergerak di 5 rute wisata yang berbeda, yaitu Kanazawa Loop Bus dan Kanazawa Flat Bus.

1. Kanazawa Loop Bus

Harga tiket: 200 yen* (umum), 100 yen* (anak sekolah), 500 yen* (one day ticket)
Jam operasional: 08.35-18.05 (right loop), 08.30-18.00 (left loop), keberangkatan tiap 15 menit sekali

Kanazawa Loop Bus merupakan bus wisata yang bergerak dengan rute loop. Rute bus ini dirancang untuk melewati aneka obyek wisata utama di Kanazawa, dan seluruh rutenya berangkat dari Stasiun Kanazawa yang merupakan stasiun utama di kota ini. Kanazawa Loop Bus ini termasuk salah satu bus wisata yang paling digemari oleh wisatawan, khususnya wisatawan asing. Selain karena bus ini memiliki rute loop dan melewati beberapa obyek wisata utama di Kanazawa, bus ini juga memiliki bentuk yang klasik dan unik.

Kanazawa loop bus, via taotaotasi
Kanazawa loop bus, via taotaotasi
Rute Kanazawa Loop bus, via docstoc
Rute Kanazawa Loop bus, via docstoc

Walau bergerak dalam rute loop (alias rute melingkar), Loop Bus ini punya 2 opsi rute: right loop (searah jarum jam) dan left loop (berlawanan arah jarum jam). Jadi kalian bisa memilih sendiri rute yang paling cepat menjangkau obyek wisata pertama yang diinginkan.

Tips:

Jika ingin mencoba naik Kanazawa Loop Bus sepuasnya, sebaiknya kalian membeli one-day ticket dengan harga 500 yen* (untuk dewasa) dan 250 yen* (untuk anak-anak). Selain dapat menaiki bus ini sesering yang kalian mau dalam waktu seharian, pemilik one-day ticket juga akan mendapatkan diskon tertentu di beberapa fasilitas di Kanazawa. Tiket ini dapat dibeli di setiap bus. Tambahan lainnya, untuk naik bus ini kalian harus masuk dari pintu depan dan bayar biaya perjalanan saat akan turun.

 

2. Kanazawa Flat Bus

Harga tiket: 100 yen*

Jika Loop Bus bergerak dalam rute melingkar, maka Kanazawa Flat Bus ini memiliki 4 rute berbeda yang bisa dipilih oleh wisatawan. Rute-rute tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Konohana Route (bus warna putih-ungu).

Rutenya: Kanazawa-eki Higashiguchi – Musashigatsuji – Omicho Ichiba – Chomin Bunkakan – Kobashi-machi – Kanazawa-eki Higashiguchi.

Flat Bus Konohana Route, via Hirorinmasa/wikimedia commons
Flat Bus Konohana Route, via Hirorinmasa/wikimedia commons
  • Zaimoku Route (bus warna putih-hijau)

Rutenya: Musashigatsuji / Omicho Ichiba – Korino / Sengoku-dori – Shiyakusho / Nijuisseiki Bijutsukan – Kenrokuen-shita – Asanogawa-ohashi – Musashigatsuji / Omicho Ichiba.

Flat Bus Zaimoku Route, via Hirorinmasa/wikimedia commons
Flat Bus Zaimoku Route, via Hirorinmasa/wikimedia commons
  • Kikugawa Route (bus warna putih-merah)

Rutenya: Korinbo – Kata-machi – Tate-machi – Kodatsuno Geba – Kenritsu Bijutsukan – Nijuisseiki Bijutsukan – Korinbo.

Flat Bus Kikugawa Route, via Hirorinmasa/wikimedia commons
Flat Bus Kikugawa Route, via Hirorinmasa/wikimedia commons
  • Nagamachi Route (bus warna putih-ocher)

Rutenya: Shinise Kinenkan – Naga-machi Buke Yashiki-ato – Musashigatsuji / Omicho Ichiba – Nishi Chaya-gai – Kata-machi – Shinise Kinenkan.

Flat Bus Nagamachi Route, via Hirorinmasa/wikimedia commons
Flat Bus Nagamachi Route, via Hirorinmasa/wikimedia commons

Untuk dapat naik ke Flat Bus ini, wisatawan harus naik dari pintu depan dan langsung membayar biaya perjalanan. Jika ingin lebih hemat, kalian bisa membeli kupon tiket senilai 1000 yen* untuk 11 tiket.

 

Selain kedua tipe bus di atas yang dirancang untuk memudahkan wisatawan yang ingin mengelilingi Kanazawa, masih ada beberapa jenis bus lainnya yang juga cukup menarik untuk dicoba.

1. Light-up Bus

Harga tiket: 300 yen* (dewasa), 150 yen* (anak sekolah), 500 yen* (one-day ticket dewasa), 250 yen* (one-day ticket anak-anak)
Jam operasional: 19.00-20.50, setiap hari Sabtu.

Bus yang satu ini terbilang istimewa karena hanya beroperasi setiap hari Sabtu malam saja. Rutenya mengelilingi zona tertentu di pusat kota Kanazawa yang telah diberi iluminasi khusus. Namun jangan harap bisa menaiki bus ini pada akhir tahun dan pada perioda liburan tahun baru, karena bus ini tidak akan beroperasi pada momen-momen tersebut.

Salah satu pemandangan yang dilewati oleh Light Up Bus, via experience-kanazawa
Salah satu pemandangan yang dilewati oleh Light Up Bus, via experience-kanazawa

2. Kenrokuen Garden Shuttle

Harga tiket: 100 yen* (dewasa), 50 yen* (anak-anak)
Jam operasional: 09.30-15.50, setiap akhir pekan dan hari libur.

Bus ini merupakan shuttle bus untuk mencapai Kenrokuen Garden yang hanya beroperasi pada akhir pekan dan hari libur. Shuttle bus ini berangkat setiap 20 menit sekali dari Terminal no 6 di East Gate Stasiun Kanazawa. Sekali perjalanan (round trip) memerlukan waktu 30 menit.

Kesimpulan:

Bagi wisatawan yang memang mencari sisi nostalgia dari negara Jepang, khususnya yang menyukai hal-hal bernuansa otentik, kota Kanazawa ini sangat layak dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam itinerary wisata. Selamat berwisata!

Comments

comments