Masih satu tema dengan tulisan sebelumnya tentang dimana bisa menemukan salju saat wisata ke Jepang. Pada tulisan sebelumnya, fokus utama yang saya singgung adalah tempat-tempat terbaik untuk menikmati salju saat melakukan wisata musim dingin ke Jepang. Tapi bagaimana jika waktu wisata nggak bertepatan dengan musim dingin? Kira-kira ada nggak ya tempat di Jepang yang saljunya agak awet sedikit, sehingga bisa dinikmati diluar musim dingin?

Tentu saja jawabannya ada, karena jika tidak ada tentunya tulisan ini tidak perlu dibuat. Ada beberapa tempat di Jepang yang saljunya bertahan sedikit lebih lama, sehingga bisa dinikmati hingga saat musim semi tiba. Jadi jika memang penasaran ingin bermain salju sementara baru bisa pergi wisata di musim semi, boleh melirik tempat-tempat berikut ini.

Tempat terbaik pertama untuk menikmati salju di musim semi tentu saja area Hokkaido. Posisinya yang berada di ujung utara Jepang membuat kawasan ini memiliki musim dingin yang relatif lebih panjang.

Hokaido memiliki banyak ski resort menarik yang buka hingga akhir musim semi, yaitu pada bulan Mei. Pada periode peralihan ke musim panas, salju mulai mencair dan akhirnya benar-benar hilang saat musim panas. Jika tertarik untuk main ke Hokkaido saat musim semi, bisa mempertimbangkan untuk membeli rail pass yang bisa dilihat disini.

Suasana berbagai ski resort di Hokaido [foto: Wakimasa/wikimedia]
Suasana berbagai ski resort di Hokaido [foto: Wakimasa/wikimedia]
Suasana berbagai ski resort di Hokaido [foto: Wakimasa/wikimedia]
Suasana berbagai ski resort di Hokaido [foto: Wakimasa/wikimedia]
Suasana berbagai ski resort di Hokaido [foto: David McKelvey/flickr]
Suasana berbagai ski resort di Hokaido [foto: David McKelvey/flickr]
Suasana berbagai ski resort di Hokaido [foto: David McKelvey/flickr]
Suasana berbagai ski resort di Hokaido [foto: David McKelvey/flickr]
 

Tempat favorit berikutnya untuk menikmati salju di musim semi adalah Tateyama Kurobe Alpine Route. Rute ini merupakan bagian dari rute yang ada di Northern Japan Alps. Bingung? Jadi, di Jepang ada pegunungan yang mirip dengan pegunungan Alpen di Eropa, yang lalu diberi nama Central Japan Alps, Southern Japan Alps, dan Northern Japan Alps.

Pegunungan yang terakhir ini membentang melintasi daerah Toyama, Nagano, dan Gifu, dan memiliki beberapa puncak yang ketinggiannya lebih dari 3000 meter. Nah, Tateyama Kurobe Alpine Route ini rutenya menembus pegunungan itu dan menghubungkan kota Toyama dengan kota Omachi.

Rute ini sebetulnya sangat menarik karena dilalui dengan berbagai jenis kendaraan dan melewati beragam spot dengan pemandangan yang berbeda-beda, jadi mudah-mudahan lain kali bisa saya tulis lebih detail lagi dalam tulisan terpisah.

Suasana di sekitar Tateyama Kurobe [foto: Skyseeker/flickr]
Suasana di sekitar Tateyama Kurobe [foto: Skyseeker/flickr]
Suasana di sekitar Tateyama Kurobe [foto: Dolmang/flickr]
Suasana di sekitar Tateyama Kurobe [foto: Dolmang/flickr]
Suasana di sekitar Tateyama Kurobe [foto: Williamcho/flickr]
Suasana di sekitar Tateyama Kurobe [foto: Williamcho/flickr]
Suasana di sekitar Tateyama Kurobe [foto: Dolmang/flickr]
Suasana di sekitar Tateyama Kurobe [foto: Dolmang/flickr]
 

Terus, apa hubungannya rute ini dengan salju di musim semi? Salah satu bagian dari Tateyama Kurobe Alpine Route ini, tepatnya pada bagian jalan yang menghubungkan Bijodaira ke Murodo, terdapat sebuah koridor salju. Tingginya tak main-main, karena bisa mencapai 20 meter dengan panjang 500 meter.

Sulit membayangkan 20 meter itu setinggi apa? Jika mengikuti standar dalam arsitektur dimana tinggi lantai ke plafond itu 3-4 meter, berarti tinggi koridor salju ini setara dengan 5-6 lantai bangunan. Bahkan jika curah salju sedang tinggi, koridor ini tingginya bisa setara 10 lantai bangunan. Luar biasa kan?

Koridor salju [foto: Uryah/wikimedia]
Koridor salju [foto: Uryah/wikimedia]
Koridor salju [foto: Tsuda/wikimedia]
Koridor salju [foto: Tsuda/wikimedia]
Koridor salju [foto: Tsuda/wikimedia]
Koridor salju [foto: Tsuda/wikimedia]
Koridor salju [foto: Skyseeker/wikimedia]
Koridor salju [foto: Skyseeker/wikimedia]
 

Koridor salju tersebut ditutup saat musim dingin, dan baru dibuka untuk pejalan kaki mulai April hingga Juni. Pada masa-masa itu, pengunjung diijinkan melintas dengan berjalan kaki atau naik bus; serta melihat atraksi membersihkan salju dari jalanan. Nggak sempat datang pada bulan April-Juni? Tenang, koridor ini cukup awet kok. Sebagian salju masih akan ada hingga di bulan Agustus. Bagaimana cara terbaik untuk mengakses Tateyama Kurobe Alpine Route beserta koridor saljunya dari Tokyo? Sabar, nanti akan saya tulis lengkap secara terpisah.

Masih ada spot favorit lainnya untuk menikmati salju di musim semi. Pernah dengar tentang Shinhotaka Ropeway? Itu adalah nama kereta gantung paling unik di Jepang. Kenapa? Pertama, karena kereta gantung ini adalah satu-satunya kereta gantung bertipe double decker alias 2 tingkat yang ada di Jepang.

Kedua, karena kereta gantung ini memiliki ketinggian yang tak biasa. Bagi yang sudah pernah naik kereta gantung di Taman Mini Indonesia Indah dan merasa ngeri, sebaiknya pikir-pikir ulang untuk naik kereta gantung ini. Betapa tidak, kereta gantung ini melintas di ketinggian mencapai 2156 meter, alias 2 kilometer lebih!

Shinhotaka Ropeway [foto: 663highland/wikimedia]
Shinhotaka Ropeway [foto: 663highland/wikimedia]
Shinhotaka Ropeway [foto: Alpsdake/wikimedia]
Shinhotaka Ropeway [foto: Alpsdake/wikimedia]
Shinhotaka Ropeway [foto: Strikeael/flickr]
Shinhotaka Ropeway [foto: Strikeael/flickr]
Shinhotaka Ropeway [foto: Strikeael/flickr]
Shinhotaka Ropeway [foto: Strikeael/flickr]
 

Shinhotaka Ropeway ini berada di prefektur Gifu, tepatnya di kota Okuhida. Kenapa kereta gantung ini bisa melintas di ketinggian yang tak biasa? Itu karena kereta gantung ini bergerak di antara pegunungan Hotake. Dengan kata lain, kereta gantung ini melintasi lembah antar pegunungan yang beberapa puncaknya termasuk tertinggi di Jepang. Lha terus saljunya bagaimana? Nah, salah satu pemandangan yang bisa dilihat dari kereta gantung ini adalah Gunung Kasagadake yang memiliki puncak setinggi 2898 meter di atas permukaan laut yang masih terus diselimuti salju hingga musim semi berakhir.

Pengunjung bisa menikmati pemandangan puncak gunung yang bersalju dari kereta gantung, atau sekedar mengintip-intip salju tersebut dari observation deck yang ada di stasiun Shinhotaka Ropeway. Lho, jadi nggak bisa main salju dong? Tenang, di sekitar stasiun kereta gantung yang ada di puncak gunung biasanya masih ada salju yang bertahan hingga akhir Juni. Tertarik mencoba Shinhotaka Ropeway? Dari Stasiun Shinjuku, naik kereta JR ke Stasiun Matsumoto (Â¥3890*, 158 menit), dilanjutkan dengan naik bus ke stasiun terbawah dari Shinhotaka Ropeway (120 menit).

Sebetulnya, masih banyak tempat lainnya yang menawarkan kesempatan menikmati salju di musim semi. Beberapa ski resort di wilayah Bandai, prefektur Fukushima, buka hingga akhir bulan Mei. Begitu juga dengan ski resort yang ada di sekitar gunung Fuji, rata-rata buka hingga awal April. Jadi intinya, banyak kok tempat di Jepang yang masih memiliki salju hingga musim semi hampir berakhir.

Tapi jika memang ingin berkunjung ke tempat-tempat tersebut di luar musim dingin, sebaiknya pantau terus prakiraan cuaca setempat. Mengingat akhir-akhir ini perubahan cuaca mood-nya sulit ditebak, jangan sampai pas datang kesana ternyata salju sudah mencair sebelum waktunya. Selamat berwisata!

***

* Harga dapat berubah sewaktu-waktu.
** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flikr/wikimedia.

Comments

comments