Sebetulnya, dan sejujurnya, saya masih penasaran dengan museum kereta api lain yang ada di Jepang. Setelah melihat atraktifnya eksibisi di Railway Museum yang terdapat di Saitama, saya makin ngebet ingin tahu aneka museum ular besi lainnya yang ada di berbagai kota di Jepang.

Sayangnya, Railway Museum kemarin berhasil membuat mata saya sepet dan mumet. Thanks to my OCD (obsessive compulsive dissorder yah, ga ada hubungannya dengan Corbuzier), demi mendapat aneka foto eksibisi yang sesuai dengan deskripsi tulisan, saya bolak balik mencocokkan antara foto kereta dan foto katalog yang ukurannya irit banget. Alhasil, saya pun memutuskan hari ini stop dulu mampir ke museum lainnya.

Sebagai gantinya, saya ingin membagikan temuan seru yang saya dapat sewaktu kemarin menjelajah web Jalan2.com demi mencari info aneka museum kereta api di berbagai kota di seluruh dunia. Normalnya, kereta api digunakan sebagai moda transportasi untuk berpindah dari titik A ke titik B.

Namun ternyata, kereta api nggak melulu dijadikan moda transportasi lho. Ada beberapa daerah yang menjadikan kereta api sebagai daya tarik wisata, alias menjadi kereta wisata. Tentunya kereta api wisata itu bukan kereta biasa yang bisa ditemukan sehari-hari seperti kereta KRL maupun kereta express (apalagi shinkansen).

Kereta wisata biasanya memiliki setidaknya satu dari 2 syarat berikut ini: model keretanya yang unik (umumnya menggunakan kereta jaman dulu seperti kereta uap), dan/atau jalur perjalanannya yang menarik, karena tujuan utamanya adalah mengajak wisatawan untuk menikmati suasana.

Saya mengumpulkan beberapa informasi kereta wisata yang bisa ditemukan di Indonesia dan beberapa kota lain di dunia. Berikut review singkatnya:

Di Sawahlunto nggak hanya ada museum saja. Terdapat juga kereta wisata yang bergerak dari Stasiun PadangPanjang ke Stasiun Sawahlunto dan sebaliknya. Lama perjalanan menaiki kereta diesel ini kurang lebih 3 jam, dan di sepanjang perjalanan penumpang dapat menikmati pemandangan alam yang indah, khususnya pemandangan di sekitar Danau Singkarak yang menakjubkan.

Kereta Wisata Sawahlunto [foto: Ignatius Antiokhia/wikimedia]
Kereta Wisata Sawahlunto [foto: Ignatius Antiokhia/wikimedia]
Kereta Wisata Sawahlunto [foto: Mighty Bowo/flickr]
Kereta Wisata Sawahlunto [foto: Mighty Bowo/flickr]
Kereta Wisata Sawahlunto [foto: Mighty Bowo/flickr]
Kereta Wisata Sawahlunto [foto: Mighty Bowo/flickr]  
 

Yang ngaku wong Solo, ngacung! Pastinya tahu kan kalau di Solo juga ada kereta wisata bernama Sepur Klutuk Jaladara. Walau sama-sama mengusung nama kereta wisata, Sepur Kluthuk Jaladara ini memiliki sejumlah perbedaan dengan kereta wisata Sawahlunto.

Lokomotifnya menggunakan kereta uap, dan rute wisatanya tidak melewati pemandangan alam, melainkan membelah kota Solo. Bagi yang tertarik naik kereta ini, silahkan menuju titik awal keberangkatan yaitu Stasiun Purwosari.

Sepur Kluthuk Jaladara [foto: Mimihitam/wikimedia]
Sepur Kluthuk Jaladara [foto: Mimihitam/wikimedia]
Sepur Kluthuk Jaladara [foto: Anggoro_w/flickr]
Sepur Kluthuk Jaladara [foto: Anggoro_w/flickr]
Sepur Kluthuk Jaladara [foto: Nugrahadi/flickr]
Sepur Kluthuk Jaladara [foto: Nugrahadi/flickr]
 

Bergeser sedikit ke pulau Kalimantan, terdapat juga kereta wisata bernama the North Borneo Railway. Walau saya sebut pulau Kalimantan, namun pada kenyataannya kereta ini berada di wilayah Kinabalu, Sabah, Malaysia. Sayangnya jadwal operasional kereta ini selalu berubah sewaktu-waktu.  

North Borneo Railway [foto: Oldandsolo/flickr]
North Borneo Railway [foto: Oldandsolo/flickr]
North Borneo Railway [foto: Oldandsolo/flickr]
North Borneo Railway [foto: Oldandsolo/flickr]
North Borneo Railway [foto: Garycycles8/flickr]
North Borneo Railway [foto: Garycycles8/flickr]
North Borneo Railway [foto: Garycycles8/flickr]
North Borneo Railway [foto: Garycycles8/flickr]
 

Taiwan juga memiliki kereta wisata bernama Alishan Forest Railway. Kereta ini bergerak di jalur kereta yang dibangun oleh bangsa Jepang saat sedang “bertamu” ke Taiwan.

Ada beberapa daya tarik dari kereta wisata ini. Selain menggunakan kereta uap yang sarat dengan kesan nostalgia, rutenya pun melewati Alishan Scenic Area yang merupakan area hutan yang sangat luas dan memiliki tempat-tempat berpemandangan menarik.

Alishan Forest Railway [foto: SuinegMai/wikimedia]
Alishan Forest Railway [foto: SuinegMai/wikimedia]
Alishan Forest Railway [foto: Bugsy ho/wikimedia]
Alishan Forest Railway [foto: Bugsy ho/wikimedia]
Alishan Forest Railway [foto: Irvin Chen/wikimedia]
Alishan Forest Railway [foto: Irvin Chen/wikimedia]
Alishan Forest Railway [foto: Naplee12/wikimedia]
Alishan Forest Railway [foto: Naplee12/wikimedia]
 

New Zealand juga memiliki kereta wisata yang menjadi salah satu atraksi wisata andalan. Setidaknya ada 2 kereta wisata yang bisa ditemukan di kota Auckland saja. Kereta pertama, Glenbrook Vintage Railway, merupakan nama kereta wisata yang ada di Glenbrook.

Kereta ini merupakan kereta uap, dan rutenya melalui jalur kereta yang dianggap sebagai situs warisan. Sedangkan kereta wisata kedua, Rain Forest Express menawarkan daya tarik yang berbeda. Kereta wisata ini mengajak penumpangnya untuk menikmati keindahan alam Waitakere Ranges, sekaligus menikmati suasana di bendungan Upper Nihotupu.

Glenbrook Vintage Railway [foto: Natalia Volna itravelNZ@ travel app/flickr]
Glenbrook Vintage Railway [foto: Natalia Volna itravelNZ@ travel app/flickr]
Glenbrook Vintage Railway [foto: Natalia Volna itravelNZ@ travel app/flickr]
Glenbrook Vintage Railway [foto: Natalia Volna itravelNZ@ travel app/flickr]
Rainforest Express [foto: Pseudopanax/wikimedia]
Rainforest Express [foto: Pseudopanax/wikimedia]
Upper Nihotupu Dam [foto: Pseudopanax/wikimedia]
Upper Nihotupu Dam [foto: Pseudopanax/wikimedia]
 

Sebagai salah satu negara yang bersahabat akrab dengan kereta api, Jepang juga memiliki beberapa atraksi kereta wisata. Salah satunya adalah Sagano Scenic Railway yang terdapat di kota tua nan cantik, Kyoto.

Sagano Scenic Railway a.k.a Sagano Romantic Train a.k.s Sagano Torokko ini akan mengajak wisatawan menyusuri jalur di sisi sungai Hozugawa yang memiliki pemandangan alam yang indah di keempat musim. Tak hanya jalurnya yang menarik, kereta wisata ini juga dirancang dengan konsep gerbong kuno yang klasik namun tetap terbuka, sehingga wisatawan bisa lebih puas menikmati suasana.

Sagano Scenic Railway [foto: Peter Broster/wikimedia]
Sagano Scenic Railway [foto: Peter Broster/wikimedia]
Sagano Scenic Railway [foto: GanMed64/wikimedia]
Sagano Scenic Railway [foto: GanMed64/wikimedia]
Sagano Scenic Railway [foto: Unertlkm/wikimedia]
Sagano Scenic Railway [foto: Unertlkm/wikimedia]
Sagano Scenic Railway [foto: Google]
Sagano Scenic Railway [foto: Google]   
 

Last but not least, mari mampir ke Kamboja. Di kota Battambang ada sejenis kereta wisata yang menjadi daya tarik wisata di kota tersebut. Kenapa saya sebut sebagai ‘sejenis kereta wisata? Karena Bamboo Train, nama atraksi tersebut, sejatinya bukanlah kereta seperti kereta wisata lainnya.

Kereta yang memiliki nama lokal Norry ini memang berjalan di atas rel, namun bentuknya hanya berupa platform yang terdiri dari bilah bambu yang disusun membentuk papan. Akibatnya, penumpang yang naik kereta ini akan merasakan sensasi ngeri-ngeri sedap ala Indiana Jones karena faktor keamanannya yang agak dipertanyakan, namun sensasi adrenalinnya sulit untuk ditolak. Boleh nih dicoba oleh wisatawan yang hobi petualangan garis keras.

Bamboo train [foto: Isderion/wikimedia]
Bamboo train [foto: Isderion/wikimedia]
Bamboo train [foto: Paularps/flickr]
Bamboo train [foto: Paularps/flickr]
Bamboo train [foto: Michal Dokoupil/wikimedia]
Bamboo train [foto: Michal Dokoupil/wikimedia]
Bamboo train [foto: Fletchy182/flickr]
Bamboo train [foto: Fletchy182/flickr]   
 

Demikian aneka kereta wisata yang bisa saya kumpulkan. Saya yakin seyakin-yakinnya jika jumlah kereta wisata di berbagai penjuru dunia pastilah masih sangat banyak. Jadi seperti biasa, jika ada yang mau berbagi cerita maupun menambahkan informasi, monggo banget lho. Semoga informasinya bermanfaat ya!

***

*Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

Comments

comments