Konon, ada sebuah pepatah yang menyebutkan “never say kekko” until you’ve seen Nikko”, yang kurang lebih artinya adalah “jangan pernah merasa puas (=kekko) hingga kau melihat Nikko”. Terlepas apakah pepatah tersebut hanya sekedar untuk menyamakan rima antara “kekko” dan “Nikko”, pendapat tersebut ada benarnya juga.

Nikko (baca disini:Another Trip from Tokyo (2): Nikko), sebuah kota di prefektur Tochigi yang berjarak 125-140 kilometer dari Tokyo ini memang terkenal salah satu destinasi wisata populer di Jepang.

Bukan hanya karena tempat ini memiliki kuil-kuil yang diakui sebagai situs warisan dunia yang terdapat di pusat Nikko (baca disini: Mengenal Lebih Dekat Aneka Situs Warisan Dunia di Nikko (1) dan Mengenal Lebih Dekat Aneka Situs Warisan Dunia di Nikko (2-end)), juga karena Nikko, tepatnya di daerah Okunikko-nya, menawarkan salah satu pemandangan alam paling spektakuler yang bisa ditemukan di Jepang. Dan Okunikko inilah yang akan saya singgung lebih lanjut pada tulisan ini.

Okunikko, secara harfiah dapat diterjemahkan menjadi “inner Nikko”, merupakan sebutan yang merujuk pada wilayah pegunungan di Nikko. Namun tak sedikit juga yang hanya menyebut area ini sebagai area Yumoto saja (karena Okunikko ini memang berpusat di sekitar Gunung Nantai dan juga Yumoto).

Kota ini memang memiliki perbedaan elevasi yang sangat bervariasi dengan dataran tertingginya berada di kisaran 2000 meter di atas permukaan laut. Itulah mengapa daerah Nikko ini memiliki iklim yang lebih mirip dengan Hokkaido sekalipun jaraknya lebih dekat ke Tokyo.

Kembali ke Okunikko. Berbeda dengan Nikko kota yang populer dengan 3 kuil yang menjadi situs warisan dunia, yaitu Toshogu Shrine, Futarasan Shrine, dan Rinnoji Temple; daerah Okunikko ini populer akan kekayaan pemandangan alamnya.

Tempat ini menjadi tempat tujuan favorit untuk melarikan diri dari panasnya cuaca musim panas di Jepang maupun sekedar untuk menikmati perubahan warna daun di musim gugur. Berikut beberapa tempat populer yang bisa dikunjungi di area Okunikko ini.

1. Danau Chuzenji

Lokasi: di kaki Gunung Nantai
Akses: dari Stasiun JR Nikko atau Stasiun Tobu Nikko, naik Tobu bus menuju Chuzenjiko Onsen. Lama perjalanan kira-kira 50 menit dengan biaya 1150 yen.

Dari berbagai spot menarik yang ada di Nikko, Danau Chuzenji ini bisa jadi merupakan salah satu daya tarik utama dari Okunikko. Bahkan bisa disebut jika obyek wisata menarik di Okunikko ini berpusat di sekitar Danau Chuzenji. Danau ini terletak di kaki Gunung Nantai yang sudah sejak lama dianggap sebagai gunung suci di Nikko, dan dipercaya terbentuk oleh erupsi gunung yang terjadi 20000 tahun silam yang membendung lembah.

Danau Chuzenji dilihat dari atas [foto: Σ64/wikimedia]
Danau Chuzenji dilihat dari atas [foto: Σ64/wikimedia]

Danau Chuzenji ini populer dikunjungi saat musim gugur. Pada masa-masa tersebut, pepohonan di daerah pegunungan dan juga di sekitar danau akan berubah warna, dan daerah ini pun menjelma sebagai salah satu wilayah tercantik di Jepang untuk dikunjungi saat musim gugur.

Namun Danau Chuzenji yang terletak di ketinggian 1269 meter di atas permukaan laut ini tak hanya populer dikunjungi saat dedaunan berubah warna. Tempat ini pun menjadi magnet bagi mereka yang tak tahan menghadapi sengatan panas mentari musim panas untuk mendinginkan tubuh sambil menikmati sejuknya udara di sekitar danau.

Danau Chuzenji di musim gugur [foto: Kennosuke Yamaguchi/wikimedia]
Danau Chuzenji di musim gugur [foto: Kennosuke Yamaguchi/wikimedia]

Ada beberapa aktifitas populer untuk dilakukan di sekitar Danau Chuzenji ini. Bagi yang memang tertarik dengan danau ini, bisa lho menyusuri tepian danau yang total kelilingnya mencapai 25 kilometer karena terdapat walking trails di daerah berbukit di tepi danau.

Bagi yang malas untuk berjalan-jalan menikmati suasana dan lebih tertarik untuk leyeh-leyeh, di sebelah pesisir timur Danau Chuzenji ini terdapat sebuah hot spring resort bernama Chuzenjiko Onsen. Kota ini merupakan kota kecil yang terdiri dari beberapa hotel dan ryokan yang menawarkan pemandian air panas alami (onsen), namun tetap saja menarik karena di kota ini terdapat beberapa obyek wisata lain seperti Futarasan Shrine (bagian dari Futarasan Shrine yang terdapat di Nikko kota), museum, kuil, air terjun dan lain-lain.

Salah satu outdoor onsen di Chuzenji Onsen [foto: Oden1215/wikimedia]
Salah satu outdoor onsen di Chuzenji Onsen [foto: Oden1215/wikimedia]

Futarasan Shrine di Chuzenjiko Onsen ini merupakan kuil Futarasan kedua dari 3 kuil Futarasan yang ada di Nikko. Kuil Futarasan pertama terletak di kaki Gunung Nantai, tepatnya di Nikko kota (bertetangga dengan Toshogu Shrine dan Rinnoji Temple) dan termasuk dalam situs warisan dunia UNESCO.

Kuil Futarasan terbesar kedua juga terdapat di kaki Gunung Nantai, tepatnya di Chuzenjiko Onsen ini. Dan kuil Futarasan yang terakhir terdapat di puncak gunung Nantai. Jangan kaget kenapa banyak kuil Futarasan tersebar di area Gunung Nantai, karena kuil ini memang didedikasikan untuk memuja Gunung Nantai.

Futarasan Shrine yang terdapat di Chuzenjiko Onsen [foto: Saigen Jiro/wikimedia]
Futarasan Shrine yang terdapat di Chuzenjiko Onsen [foto: Saigen Jiro/wikimedia]
Kalian juga dapat menaiki kapal pesiar yang berangkat dari Chuzenjiko Onsen dan mengelilingi Danau Chuzenji. Ada banyak pilihan opsi pelayaran, mulai dari tipe perjalanan singkat (hanya sekitar 10 menit karena sekedar menyeberangi danau saja) hingga perjalanan panjang selama 60 menit (mengelilingi danau). Naik kapal pesiar ini bisa menjadi salah satu opsi terbaik untuk menikmati Danau Chuzenji sekaligus pemandangan indah di sekitar danau.

Kapal pesiar di Danau Chuzenji [foto: Nyao148/wikimedia]
Kapal pesiar di Danau Chuzenji [foto: Nyao148/wikimedia]
Apakah Okunikko hanya berisi Danau Chuzenji saja? Tentu tidak. Banyak obyek wisata populer lainnya yang berlokasi di sekitar Danau Chuzenji, yang akan saya simpan untuk bagian selanjutnya. Ditunggu yah.

***

Okunikko, Area Pegunungan Di Nikko Yang Sangat Eksotis (Part 2 END)

***

*Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

Comments

comments