Punya rencana untuk pergi camping tapi bingung nyari teman untuk diajakin camping bareng? Atau sebetulnya kalian sudah punya rencana camping bareng teman, tapi mendadak teman kalian membatalkannya karena satu dan lain hal? Atau mungkin kalian merasa mengalami kesulitan mencocokkan jadwal dengan teman-teman, sehingga acara camping nggak pernah lebih dari sekedar wacana belaka?

Jangan sedih atau kecewa dulu, ya. Memang sih, camping rame-rame itu seru. Kita bisa menghabiskan momen di ruang outdoor bersama teman-teman, memandangi langit malam berbintang sepuasnya, melakukan banyak kegilaan bersama-sama, dan banyak hal gokil lainnya yang bisa kalian lakukan jika camping bersama teman. Masalah keamanan dan potensi menghadapi bahaya pun bisa ditekan jika pergi camping bersama-sama.

Tapi, percaya deh. Sepanjang sejarah per-camping-an, sebetulnya nggak ada aturannya kalau camping itu harus selalu dilakukan rame-rame, lho. Malah, ada baiknya kalian mencoba untuk pergi camping sendirian setidaknya sekali seumur hidup.

Sampai disini mungkin ada yang bingung. Memang apa serunya camping sendirian? Apa nggak bakal mati gaya tuh sendirian di alam bebas tanpa ada teman? Lantas, gimana dengan faktor keamanan? Memangnya aman pergi camping sendirian?

Santai dulu, sob. Segala sesuatu itu memang pasti ada plus dan minusnya. Begitu juga dengan camping sendirian. Sepintas sih ide itu mungkin terkesan menyeramkan dan horor. Tapi sebetulnya, camping sendirian juga banyak sisi positihnya lho. Sebelum memutuskan apakah kalian pro dan kontra dengan masalah camping sendirian, coba deh simak beberapa alasan berikut ini, dan renungkan. Kira-kira alasan ini masuk akal nggak ya?

*             *             *             *             *

[ Plus ]

1. Sejenak Melarikan Diri Dari Keramaian Hidup Itu Bagus Untuk Keseimbangan Jiwa.

Ilustrasi camping sendirian, via zent
Ilustrasi camping sendirian, via zent

Pernah merasa lelah yang berkepanjangan? Pernah merasa suntuk dengan hidupmu? Pernah merasa jenuh dengan semua hal, dan merasa mengalami hidup kebuntuan?

Coba renungkan baik-baik. Dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap disibukkan oleh banyak rutinitas. Sekolah, pergi ke kantor, bergumul dengan banyak tugas, berjibaku dengan kemacetan kota, akrab dengan polusi, hingga potensi menghadapi konflik dengan orang lain. Belum lagi kalau kalian kerap berurusan dengan deadline ketat, merasa selalu terjebak dengan berbagai drama kehidupan, maupun merasa stuck dengan karir. Percayalah, hal-hal seperti itulah yang kerap memicu munculnya stress dan depresi, yang berujung pada kelelahan jiwa dan raga.

Memang sih kalian bisa berkonsultasi dengan ahlinya untuk menemukan solusi dari semua stress dan depresi. Tapi sebetulnya ada cara lain yang lebih mudah, yaitu dengan pergi camping seorang diri. Jika diibaratkan, sebuah wadah yang terlalu penuh tentunya takkan bisa menampung hal-hal baru. Kalian perlu sesekali mengosongkannya agar wadah tersebut siap untuk berfungsi lagi.

Begitu juga dengan camping sendirian. Percayalah, sesekali kita memang perlu pergi menyendiri dan menjauh dari segala keramaian. Tujuannya tentu saja untuk menemukan keseimbangan jiwa, sehingga kalian takkan merasa terlalu overload dengan segala problema kehidupan.

*             *             *             *             *

2. Camping Sendirian = Saat Terbaik Menemukan Dirimu Sendiri.

Ilustrasi, via wagnersrv
Ilustrasi, via wagnersrv

Suka atau tidak, terkadang hidup bermasyarakat itu bisa menyesakkan. Sebagai anak, kalian memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi pada orang tua dan keluarga. Saat beraktifitas di tengah masyarakat, kalian dituntut untuk mematuhi norma yang berlaku.

Saat berada di lingkungan sekolah atau pekerjaan, kalian dituntut untuk bersikap sesuai porsinya, dan mematuhi aturan yang ada agar keseimbangan suasana sekolah dan kantor tetap terjaga. Hal-hal seperti itu kadang membuat kita merasa sesak. Belum lagi jika kita harus berhadapan dengan gesekan-gesekan yang membuat kita harus bernegosiasi dengan banyak hal.

Itulah sebabnya kalian sesekali harus camping sendirian. Memang sih kalian tetap harus mematuhi aturan yang berlaku di sekitar lokasi camping. Namun saat pergi sendiri, kalian hanya perlu menjadi diri sendiri. Kalian bukanlah seorang anak, seorang teman, seorang pacar, dan bukan anggota dari kehidupan sosialmu.

Kalian tak perlu berpura-pura menyukai atau membenci sesuatu hanya karena harus bersikap seperti itu. Kalian adalah kalian, apa adanya. Dengan kata lain, camping sendirian menjadi momen yang tepat untuk menemukan jati dirimu sendiri.

*             *             *             *             *

3. Memberi Kesempatan Pada Diri Sendiri Untuk Melakukan yang Kalian Inginkan.

Ilustrasi, via allwallpaper
Ilustrasi, via allwallpaper

Dalam hidup bermasyarakat, kalian harus bernegosiasi dengan banyak hal. Terkadang proses negosiasi tersebut berarti kalian harus berhenti sejenak melakukan hal-hal yang sebetulnya kalian inginkan, demi menghindari gesekan dengan orang lain.

Sebagai contoh, pernah nggak kalian ingin melakukan sesuatu tapi ada saja halangannya. Misalnya saja, waktu kalian ingin bernyanyi sekeras mungkin, ada saja yang komplain untuk mengecilkan suara. Atau mungkin saat kalian ingin menggunakan dapur di rumah, tapi harus antri dulu karena tengah digunakan oleh orang lain.

Contoh lainnya, saat kalian tengah ingin bersantai sambil menyelesaikan buku yang ingin dibaca, acara tersebut gagal karena mendadak kalian harus pergi untuk antar jemput si doi. Begitu juga jika pergi camping bersama teman, kalian harus bernegosiasi mengenai masalah lokasi, durasi lama perjalanan, hingga menyepakati aktifitas apa saja yang akan dilakukan di area camping.

Karena itulah kalian perlu sesekali pergi camping sendirian. Disaat tak ada orang lain itulah kalian bisa bebas melakukan hal-hal yang diinginkan. Mau latihan menyanyi sepuas mungkin? Bisa. Mau santai sambil baca buku sepuas hati? Siapa yang bakalan melarang?

Atau mungkin, kalian ingin menyalurkan hasrat untuk melakukan eksperimen memasak? Boleh banget. Intinya, dengan pergi camping sendirian, kalian sekaligus mendapat kesempatan untuk melakukan hal-hal yang kalian inginkan deh.

*             *             *             *             *

4. Karena Kamu Akan Mensyukuri Banyak Hal Saat Jauh Dari Hal-Hal Itu.

Ilustrasi, via shutterstock
Ilustrasi, via shutterstock

Merasa punya orang tua yang cerewet? Merasa kalau pacarmu cemburuan dan over posesif? Atau mungkin merasa punya teman-teman yang nggak pengertian? Atau malah bisa jadi kalian kini tengah merasa bosan dengan kamarmu yang begitu-begitu saja? Bosan dengan duniamu saat ini? Bosan dengan hobimu sendiri? Well, serius sob. Itu tandanya kalian harus banget mencoba camping sendirian.

Sebuah pepatah bijak mengatakan, jika kita nggak akan pernah tahu makna suatu hal hingga kita kehilangannya. Sejenak menjauh dari hal-hal yang selama ini terasa mengganggu dan menyebalkan itu bagus lho. Dengan cara itu, kalian mungkin saja akan menemukan sudut pandang baru yang fresh terhadap hal-hal yang selama ini kerap membuat kalian jengkel dan bosan.

Prinsipnya sebetulnya sama dengan traveling seorang diri. Saat keluar dari zona nyaman, barulah kalian akan mengerti kalau ternyata kecerewetan orang tua itu adalah sebuah bentuk perhatian. Pacar kalian mungkin saja cemburuan, namun ternyata itu karena kalian sendiri yang kerap bermain api. Dan banyak sudut pandang lainnya yang mungkin akan kalian temukan saat jalan sendirian.

Bedanya, jika traveling sendirian masih memungkinkan kalian untuk langsung lompat kembali ke zona nyaman saat kalian mau (misalnya, bisa langsung lari ke kafe terdekat saat rindu makanan rumahan), maka camping sendirian betul-betul menantangmu untuk keluar lebih jauh lagi dari zona nyaman.

Sendirian di tengah alam akan membuat kalian lebih leluasa memikirkan banyak hal, termasuk merenungkan hal-hal yang selama ini terlihat sepele namun sebetulnya begitu berarti. Sulitnya masak sendiri akan membuat kalian kangen masakan rumah. Sinyal komunikasi yang mungkin terbatas, bisa jadi bakalan bikin kalian kangen untuk dicereweti. Bahkan, keheningan alam bisa saja bakalan bikin kalian kangen dengan riuhnya suasana perkotaan.

Hmm, tertarik untuk mencoba?

*             *             *             *             *

5. Camping Sendirian Itu Bisa Dilakukan Kapan Saja, Tanpa Perlu Negosiasi Jadwal dengan Teman Lain.

Ilustrasi perasaan bebas, via 1wallpaperhd
Ilustrasi perasaan bebas, via 1wallpaperhd

Salah satu konsekuensi merencanakan acara camping rame-rame, adalah kita harus bernegosiasi jadwal dengan teman lainnya. Masih mending kalau kalian dan teman-teman berada dalam lingkup pergaulan yang sama, dan masih cukup punya waktu luang untuk kongkow bareng.

Nah, gimana nasibnya kalau kalian dan teman-teman genk sebetulnya sudah jarang kumpul dan sulit untuk meluangkan waktu bersama-sama? Bisa-bisa acara camping yang dinanti-nanti takkan terwujud karena kesulitan mencari jadwal yang cocok.

Itulah salah satu asyiknya camping sendirian. Kalian bisa pergi kapan saja kalian mau, tanpa perlu repot-repot mengatur jadwal. Kalian juga bebas mengatur sendiri durasi perjalanan yang diinginkan, cara untuk mencapai tempat tujuan, hingga bebas memilih lokasi yang diinginkan. Intinya, camping sendirian itu fleksibel banget deh!

*             *             *             *             *

6. Pastinya, Camping Sendirian Akan Melatih Kemandirian.

Ilustrasi kemandirian, via backpackingstovehq
Ilustrasi kemandirian, via backpackingstovehq

Salah satu tujuan traveling adalah untuk keluar dari zona nyaman. Sesekali keluar dari zona nyaman itu perlu, supaya kita bisa terus melatih daya survival kita. Selain itu, keluar dari zona nyaman juga akan memberikan banyak dampak positif bagi perkembangan diri dan mental. Misalnya saja, kita jadi terlatih untuk mengambil keputusan saat mengalami hal-hal diluar rencana, dan menemukan potensi diri yang tidak disangka-sangka sebelumnya.

Namun camping sendirian memaksa kita lebih dari itu. Kita tak hanya dipaksa untuk keluar dari zona nyaman, tapi kita juga akan didorong hingga ke tepi batas yang mungkin belum terbayangkan sebelumnya.

Tak hanya harus bernegosiasi dengan kenyamanan, kita juga harus mampu bernegosiasi dengan alam dan lingkungan di sekitar lokasi camping. Kita juga akan dipaksa untuk mengambil keputusan saat terjadi hal-hal diluar dugaan, apalagi karena kita sekaligus berhubungan dengan alam yang kadang sulit untuk diduga.

Selain itu, camping sendirian pun akan melatih kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab supaya bisa pulang kembali dengan selamat. Kita pun akan dipaksa untuk mandiri, karena mau tak mau kita harus memutuskan semuanya sendiri, mulai dari mendirikan tenda hingga membongkar tenda.

Berbeda dengan saat kita wisata sendiri ke kota besar dan masih banyak orang yang mungkin akan membantu. Siapa tahu setelah camping sendirian kalian justru akan menemukan potensi diri yang tidak diduga, dan akhirnya membuat kalian semakin menghargai diri sendiri.

*             *             *             *             *

Ibarat dua sisi mata uang, camping sendirian juga memiliki beberapa resiko yang nggak bisa dinafikkan. Selain semua kesenangan yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa resiko yang perlu kalian ketahui sebelum memutuskan untuk pergi camping. Berikut ini beberapa diantaranya:

*             *             *             *             *

[ Minus ]

1. Camping Sendirian Berarti Kalian Harus Melakukan Semuanya Sendirian.

Ilustrasi sendirian di tengah alam, cia purevipclub
Ilustrasi sendirian di tengah alam, cia purevipclub

Sesuai dengan judulnya, yaitu camping sendirian, itu berarti kalian harus siap melakukan semuanya sendirian. Bagi yang sudah terbiasa melakukan solo traveling, camping sendirian bisa dianggap sebagai variasi lain dari traveling sendirian. Kalian sudah terbiasa untuk melakukan tahap persiapan dan perjalanan seorang diri, dan sudah mengetahui resiko yang harus dihadapi saat bepergian sendiri.

Namun camping sendirian sebetulnya lebih dari itu. Kalian betul-betul harus melakukan semuanya sendiri. Kalian harus melakukan riset mengenai lokasi, mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa, berangkat ke lokasi, mendirikan tenda (yes baby, pasang tenda pun sendirian), memasak, hingga berkemas dan pulang; semua harus kalian lakukan sendirian. Catat dan garis bawahi kata ‘semuanya’ dan ‘sendirian’, ya.

Tapi tentu saja bukan berarti camping sendirian itu menyeramkan. Selama tahu tips dan trik-nya, kalian selalu bisa meminimalisasi resiko kok. Baca tips dan trik-nya disini: Camping Sendirian Itu Asyik Lho. Untuk Pemula, Intip Dulu Tips dan Trik-nya Disini Ya!

*             *             *             *             *

2. Susah dan Senang, Semua Harus Kalian Hadapi Sendirian.

Ilustrasi senang sendirian, via panamacandy
Ilustrasi senang sendirian, via panamacandy

Salah satu hal yang membedakan camping sendirian dengan solo traveling adalah masalah pemilihan lokasi. Camping selalu dilakukan secara outdoor, entah itu di lokasi yang memang khusus untuk camping, atau di tengah alam bebas. Itu berarti kalian mau tak mau akan bersinggungan secara langsung dengan cuaca di sekitar lokasi camping.

Salah satu resiko terbesar yang kerap dihadapi oleh mereka yang tidur dan beraktifitas di ruang outdoor, adalah rentannya terkena berbagai penyakit. Apalagi jika kalian berangkat dalam kondisi badan yang kurang fit, potensi badan untuk nge-drop saat camping pun akan semakin besar. Saat camping bareng-bareng, kalian mungkin bisa mengandalkan teman untuk merawat dan membantu kalian. Namun saat camping sendirian, kalian harus bisa merawat diri sendiri saat terkena sakit. Ngenes nggak tuh?

Begitu juga saat mengalami kejadian menyenangkan, kalian harus melaluinya seorang diri. Bagi yang selama ini terbiasa berbagi dengan teman atau keluarga, untuk awalnya mungkin kalian akan merasa kesepian. Bisa jadi kalian akan merasa mati gaya saat berada di alam bebas, dan akhirnya malah merasa jenuh dan ingin buru-buru pulang.

*             *             *             *             *

3. Kalian Pun Harus Menghadapi Berbagai Kemungkinan Bahaya Seorang Diri.

Ilustrasi bahaya, via taringa
Ilustrasi bahaya, via taringa

Walau kalian mungkin merasa telah melakukan riset semaksimal mungkin sebelum memilih lokasi camping, tetap saja ada beberapa kemungkinan bahaya yang kadang tidak bisa ditebak. Misalnya saja, kalian harus siap menghadapi bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh cuaca yang tiba-tiba sulit untuk ditebak. Bisa jadi juga kalian akan menghadapi bahaya dari hewan liar yang ada di sekitar lokasi camping.

Atau mungkin, kalian akan menghadapi resiko bahaya dari orang lain. Apalagi jika kalian memilih lokasi yang cukup terpencil, kalian pun harus menghadapi berbagai resiko lainnya seorang diri. Misalnya saja, menghadapi resiko tersesat atau mengalami kecelakaan ringan tanpa ada yang bisa langsung dimintai bantuan.

Kalau pergi camping bareng-bareng, resiko bahaya tersebut akan dihadapi bersama-sama. Kalian bisa saling bahu membahu untuk mengatasi segala rintangan sehingga tidak sampai mengusik keselamatan dan keamanan kalian. Namun saat camping sendirian, semua resiko itu kalian tanggung sendiri. Siap nggak?

*             *             *             *             *

4. Kesimpulannya, Nggak Semua Orang Bisa dan Cocok Camping Sendiran.

Ilustrasi camping sendirian, via jefklak
Ilustrasi camping sendirian, via jefklak

Setelah membaca seluruh poin plus dan minus dari camping sendirian, mungkin kalian sudah bisa menyimpulkan kalau aktifitas camping sendirian itu bukan untuk semua orang. Jika kalian mengaku punya jiwa petualangan yang tinggi, selalu suka menantang diri untuk keluar dari zona nyaman, maka camping sendirian jelas menjadi aktifitas yang sangat menantang untuk dicoba.

Namun jika kalian selama ini terbiasa untuk bergantung pada orang lain, dan bahkan kesulitan mengangkat ransel sendiri, mungkin ada baiknya kalian pikir-pikir ulang untuk melakukan camping sendirian.

Nggak semua orang bisa dipaksa keluar dari zona nyaman dan menyudutkannya hingga ke batas maksimal, seperti yang akan kalian dapatkan saat camping sendirian. Jadi, kenali potensi dan kemampuan diri sendiri sebelum memutuskan untuk pergi camping sendirian atau tidak, ya!

*             *             *             *             *

baca juga :

Ups! Ini Dia Aneka Kesalahan Yang Biasa Dilakukan Traveller Pemula

Beberapa Pengalaman “unik” Saat Travelling Bersama Orang Yang Baru Dikenal

Nggak Punya Teman Untuk Liburan Tahun Baru? Solo Traveling Aja, Bro And Sis!

Comments

comments