fbpx
Home Guides Pulau Shikoku Untuk Pemula: Informasi Dasar, dan Kenapa Harus Kesana

Pulau Shikoku Untuk Pemula: Informasi Dasar, dan Kenapa Harus Kesana

Setiap kali membahas tentang wisata Jepang, biasanya topiknya nggak jauh-jauh dari TokyoKyotoOsakaNagoyaHiroshima, atau paling banter ke Hokkaido. Pertanyaan seputar “obyek wisata apa yang harus dikunjungi di Tokyo”, “berapa lama jarak dari Tokyo ke Kyoto”, “di Osaka enaknya kemana saja”“yang bagus di Hokaido tuh apa saja”; termasuk beberapa pertanyaan yang rutin kalian temukan di berbagai forum traveling, khususnya yang berkaitan dengan topik Jepang.

Pertanyaannya, apakah obyek wisata di Jepang hanya sebatas kota-kota itu saja?

Jawabannya, tentu saja tidak. Masih banyak lho daerah lain di Jepang yang juga menarik untuk dijelajahi. Salah satunya adalah Pulau Shikoku. Jika kalian mencari destinasi wisata anti-mainstream saat berada di Jepang, Pulau Shikoku ini layak banget untuk dilirik. Namun sebelum memutuskan untuk pergi kesana, nggak ada salahnya kalian menyimak dulu beberapa informasi dasar tentang Pulau Shikoku.

*             *             *             *             *

Informasi Dasar

Salah satu jembatan yang menghubungkan pulau Shikoku dengan pulau lain, via japan-magazine.jnto.gp.jp
Salah satu jembatan yang menghubungkan pulau Shikoku dengan pulau lain, via japan-magazine.jnto.gp.jp

Pulau Shikoku merupakan pulau keempat terbesar di Kepulauan Jepang. Nama “Shikoku” sendiri berarti “empat kerajaan”, dan pemberian nama tersebut merujuk pada sejarah yang menyebutkan jika dulu ada empat kerajaan di pulau Shikoku. Saat ini kerajaan tersebut memang sudah tidak ada. Namun sebagai gantinya, kini ada empat prefektur (wilayah setara provinsi) di Pulau Shikoku: prefektur TokushimaKagawaEhime, dan Kochi.

View salah satu kota di pulau Shikoku, via 屋嶋の仙人/wikimedia commons
View salah satu kota di pulau Shikoku, via 屋嶋の仙人/wikimedia commons

Keempat prefektur di Shikoku memiliki ibu kota pemerintahan masing-masing, yang sekaligus menjadi kota-kota terbesar di Shikoku. Prefektur Tokushima, yang posisinya paling dekat dengan Pulau Honshu, memiliki ibu kota Tokushima. Prefektur Kagawa memiliki ibu kota Takamatsu. Prefektur Ehime ber-ibukota-kan Matsuyama (yang menjadi kota terbesar di Shikoku), sementara Prefektur Kochi memiliki ibu kota bernama sama, yaitu Kochi. Lihat foto di bagian “Posisi Pulau Shikoku” untuk melihat posisi masing-masing prefektur.

*             *             *             *             *

Posisi Pulau Shikoku

Posisi Pulau Shikoku, via tourismshikoku
Posisi Pulau Shikoku, via tourismshikoku

Pulau Shikoku terletak di sebelah Barat Daya Pulau Honshu (yang merupakan pulau terbesar di Jepang, tempat kota-kota populer seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka berada). Pulau ini dapat ditempuh dalam waktu kira-kira 1-2 jam saja dari Tokyo, Osaka, dan Hiroshima, tergantung jenis transportasi yang digunakan (lihat bagian “Cara Mencapai Pulau Shikoku” untuk detail lebih lanjut).

*             *             *             *             *

Daya Tarik Pulau Shikoku, dan Kenapa Harus Kesana

View Ikeda Port di Prefektur Kagawa, via 663highland/wikimedia commons
View Ikeda Port di Prefektur Kagawa, via 663highland/wikimedia commons

Pulau ini bisa ditempuh dalam waktu cukup singkat dari pulau Honshu, terutama jika kalian pergi dari Osaka dan Hiroshima (untuk detailnya, lihat bagian “Cara Mencapai Pulau Shikoku”).

Karena itulah pulau ini menarik juga untuk dimasukkan dalam list side trip dari Osaka dan Hiroshima. Tentu saja kalian mungkin tidak akan bisa menjelajah pulau ini sampai tuntas seandainya mengunjungi Shikoku sebagai side trip.

Ngomong-ngomong, di Pulau Shikoku ini kalian memang tidak akan menemukan obyek wisata major seperti Tokyo DisneylandDisneySea, maupun Universal Studio. Jangan pula berharap di pulau ini kalian akan menemukan theme park besar layaknya Fuji-Q Highland yang memiliki aneka roller coaster level dunia.

Lha, trus apa dong yang membuat pulau ini menarik untuk dikunjungi walau tidak memiliki obyek wisata yang betul-betul major?

Kita bicara secara general dulu. Pulau Shikoku ini memiliki empat prefektur, dan masing-masing prefektur jelas memiliki daya tarik masing-masing. Namun secara umum, ada beberapa hal yang membuat pulau ini menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Iya Valley, via awanavi
Iya Valley, via awanavi

Pertama dan yang paling penting, bicara tentang Pulau Shikoku tak bisa dilepaskan dari membicarakan tentang keindahan alamnya. Ya, secara umum Pulau Shikoku ini sangat populer di kalangan mereka yang menyukai kegiatan di tengah alam, seperti hiking.

Pulau ini memang memiliki area pegunungan yang masih sangat asri alami, dengan pemandangan yang menakjubkan. Beberapa area seperti Iya Valley bahkan memiliki pemandangan yang terlalu eksotis untuk dilewatkan oleh kamera.

Sungai Shimanto, via 京浜にけ/wikimedia commons
Sungai Shimanto, via 京浜にけ/wikimedia commons

Pulau ini juga memiliki beberapa sungai yang cukup besar, dan wisatawan bisa melakukan rafting dan canoeing di beberapa spotnya. Salah satu yang paling populer adalah canoeing dan rafting menyusuri Sungai Shimanto yang ada di Shimanto, Prefektur Kochi. Sedangkan jika pergi ke Sungai Niyodo yang juga ada di Prefektur Kochi, kalian bisa melakukan berbagai kegiatan alam disana: camping, memancing, hingga canoeing dan rafting.

Jembatan antar pulau di Shikoku, via pianoshushibar
Jembatan antar pulau di Shikoku, via pianoshushibar

Tak hanya populer sebagai destinasi untuk hiking, pulau Shikoku juga terkenal akan keindahan alamnya. Wisatawan biasanya suka sekali menjelajah berbagai spot di pulau Shikoku dengan berjalan kaki maupun naik sepeda, sambil menghirup udara yang pastinya jauh lebih segar dibanding kota-kota besar lainnya di pulau Honshu.

Apalagi jika kalian sengaja pergi bersepeda ke area pegunungan dan ke kota-kota kecilnya, maupun melintasi berbagai jembatan yang menghubungkan pulau ini dengan pulau lainnya.

Iya Onsen, salah satu onsen di Iya Valley, via iyaonsen
Iya Onsen, salah satu onsen di Iya Valley, via iyaonsen

Dan, setelah lelah jalan-jalan, kalian bisa mampir ke berbagai onsen yang ada di Pulau Shikoku. Ya, pulau ini juga memiliki onsen-onsen keren. Beberapa diantaranya bahkan terletak di daerah yang cukup tersembunyi, sehingga menawarkan atmosfir yang berbeda dari onsen-onsen populer lainnya di Jepang.

Awa Odori, via rosino/wikimedia commons
Awa Odori, via rosino/wikimedia commons

Itu baru dari sisi keindahan alamnya saja. Pulau Shikoku juga memiliki daya tarik lain dari sisi festival. Pulau ini menjadi tuan rumah beberapa festival besar seperti Yosakoi dan Awa Odori yang dilangsungkan pada bulan April dan Oktober. Di luar event festival, berbagai kota di pulau ini kaya akan berbagai kelas budaya singkat yang bisa diikuti oleh wisatawan, seperti kelas martial art, pencelupan kain, menari, dan banyak lagi.

Kochi Castle, via reggaeman/wikimedia commons
Kochi Castle, via reggaeman/wikimedia commons

Pulau ini juga memiliki banyak daya tarik jika dilihat dari segi sejarah. Kita bicara dari bangunan kastilnya dulu. Dari ratusan kastil (atau malah ribuan kastil) yang pernah berdiri di Jepang, tahukah kalian jika saat ini hanya sedikit sekali yang masih original (baca: Tahu Nggak, Hanya Ada 12 Kastil Original di Seluruh Jepang Lho!).

Nah, dari 12 kastil tersebut, 4 diantaranya ada di pulau Shikoku, yaitu Marugame Castle (Marugame), Kochi Castle (Kochi), Matsuyama Castle (Matsuyama), dan Uwajima Castle (Uwajima). Jumlah tersebut paling banyak ditemukan dalam sebuah wilayah, mengingat 8 kastil lainnya berada di wilayah yang terpisah-pisah.

Gokurakuji, salah satu kuil yang dikunjungi dalam aktifitas 88 Temple Pilgrimage, viaウランボルグ/wikimedia commons
Gokurakuji, salah satu kuil yang dikunjungi dalam aktifitas 88 Temple Pilgrimage, viaウランボルグ/wikimedia commons

Nggak hanya kastil, di pulau Shikoku ini juga bertaburan aneka kuil yang usianya sudah ribuan tahun. Banyak kuil yang masih original dan telah diakui sebagai National Important Cultural Properties, sedangkan taman-tamannya masuk dalam daftar taman dengan pemandangan terbaik.

Ngomong-ngomong, di Pulau Shikoku ini ada rangkaian aktifitas napak tilas bernama 88 Temple Pilgrimage atau Shikoku Henro Pilgrimage. Detailnya bisa dilihat pada bagian selanjutnya.

Sedangkan jika dibahas daya tarik dari masing-masing prefektur yang ada di Pulau Shikoku, maka pembahasannya bisa lebih banyak lagi. Setiap prefektur di Shikoku ini memiliki daya tarik tersendiri. Begitu juga dengan kota-kotanya, banyak yang memiliki daya tarik wisata yang berbeda satu sama lainnya. Mari kita intip sekilas pembahasan masing-masing prefektur, dimulai dari Prefektur Kagawa.

Chichu Art Museum di Naoshima, via benesse-artsite
Chichu Art Museum di Naoshima, via benesse-artsite

Prefektur Kagawa mungkn saja prefektur terkecil di Jepang. Namun prefektur ini termasuk salah satu yang paling banyak menarik perhatian wisatawan di pulau Shikoku, khususnya bagi para pecinta seni dan arsitektur. Pasalnya, dua pulau di prefektur ini, yaitu Naoshima dan Teshima, dipenuhi oleh berbagai museum yang bangunannya dirancang oleh arsitek ternama seperti Tadao Ando.

Pulau-pulau tersebut juga memiliki banyak street art menarik. Detail Naoshima dan Teshima mungkin akan dibahas terpisah, karena terlalu banyaknya aktifitas yang bisa dilakukan di pulau tersebut.

Salah satu bagian Takamatsu Castle, via 663highland/wikimedia commons
Salah satu bagian Takamatsu Castle, via 663highland/wikimedia commons

Selain Naoshima, Prefektur Kagawa masih memiliki banyak daya tarik wisata lainnya. Kota Takamatsu, ibu kota prefektur Kagawa, juga punya banyak obyek wisata keren. Mulai dari shopping arcades, kuil, hingga kastil (salah satunya Takamatsu Castle), semua bisa ditemukan disini. Takamatsu juga terkenal akan udon-nya, dan udon dari kota ini kerap dijadikan oleh-oleh khas Shikoku.

Pusaran air di Naruto Strait, via release
Pusaran air di Naruto Strait, via release

Prefektur Tokushima juga punya banyak daya tarik wisata. Prefektur yang ada di sisi Timur pulau Shikoku ini menjadi tuan rumah festival Awa Odori. Di prefektur ini ada pusaran air bernama Naruto (baca: Ternyata Naruto Itu Nama Kota di Jepang, Lho!), dan wisatawan yang berminat untuk melihat lebih dekat bisa naik perahu wisata khusus yang melintas di dekat pusaran tersebut.

Suasana di kota Kamikatsu, via betterworldinternational
Suasana di kota Kamikatsu, via betterworldinternational

Oh iya, di prefektur Tokushima pun ada sebuah kota yang menerapkan konsep “zero waste” town, yaitu kota Kamikatsu. Kalian yang suka dengan tema lingkungan hidup bisa melihat langsung proses pengolahan sampah di Kamikatsu, yang mengklasifikasikan sampahnya ke dalam 34 kategori!

Suihakogen di Ehime, via dokugami/wikimedia commons
Suihakogen di Ehime, via dokugami/wikimedia commons

Di Prefektur Ehime, ada kota Matsuyama yang menjadi kota terbesar di Shikoku. Kota tersebut kaya akan bangunan kuno, jalanan yang melintasi pemandangan keren, kuil-kuil populer, taman-taman, onsen-onsen dengan view menarik, hingga kastil asli (Matsuyama Castle).

Lansdscape kota Kochi, via kounosu/wikimedia commons
Lansdscape kota Kochi, via kounosu/wikimedia commons

Sedangkan di Prefektur Kochi, terkenal akan suasana alamnya. Prefektur terbesar di Shikoku ini justru memiliki populasi yang sedikit. Kota-kota di prefektur ini (termasuk ibu kotanya) memiliki suasana yang lebih tenang dan menawarkan atmosfir yang bersahabat. Cocok banget untuk kalian yang memang menyukai suasana tenang dan berbaur dengan alam. Oya, di prefektur ini juga ada kastil original (Kochi Castle) dan pantai yang indah.

*             *             *             *             *

Yang Harus Dilakukan di Pulau Shikoku

Dari sekian banyak daya tarik wisata untuk dikunjungi dan aktifitas seru untuk dilakukan di Pulau Shikoku, berikut ini beberapa hal yang perlu banget untuk dilakukan selama berada di Shikoku:

1. Melakukan 88 Temple Pilgrimage (Ziarah 88 Kuil)

Shikoku Henroku, via lefigaro
Shikoku Henroku, via lefigaro

Aktifitas ini merupakan aktifitas napak tilas perjalanan Kukai atau Kobo Daishi (tokoh besar dalam penyebaran agama Budha di Jepang) mengelilingi rute yang melingkari pulau Shikoku (melewati 88 kuil), dengan total panjang 1200 kilometer.

Biasanya para peziarah melakukannya dengan berjalan kaki, sambil menikmati pemandangan pulau Shikoku. Namun ada juga wisatawan yang melakukan ziarah ini sambil naik sepeda. Tentu saja kalian nggak wajib melakukan ini, apalagi kalau memiliki waktu wisata terbatas.

2. Wisata Kuliner

Sanuki udon di Kamagawa, via sekido/wikimedia commons
Sanuki udon di Kamagawa, via sekido/wikimedia commons

Masing-masing prefektur di pulau Shikoku memiliki kuliner khas. Prefektur Ehime terkenal akan jeruk mandarin manisnya. Prefektur Kagawa terkenal akan sanuki udon-nya. Bahkan udon fresh di prefektur ini kerap dibungkus dan dijadikan oleh-oleh.

Prefektur Kochi populer dengan hidangan bonito (katsuo), sejenis ikan tuna kecil yang dibakar dan disantap saat panas. Sedangkan prefektur Tokushima memiliki sudachi (buah sitrus hijau seperti jeruk nipis) sebagai buah khasnya.

3. Pergi ke Pulau Naoshima dan Teshima

View dari Benesse Art House di Naoshima, via 663highland/wikimedia commons
View dari Benesse Art House di Naoshima, via 663highland/wikimedia commons

Menjelajah pulau kecil yang penuh dengan karya seni? Kenapa tidak! Apalagi pulau-pulau ini cukup dekat dari Osaka lho.

4. Menghadiri Berbagai Festival di Shikoku

Kochi Yosakoi Matsuri di Kochi, via 工房 やまもも/wikimedia commons
Kochi Yosakoi Matsuri di Kochi, via 工房 やまもも/wikimedia commons

Sebagai tuan rumah dari beberapa festival berskala nasional, maka aneka festival di Shikoku ini layak banget untuk kalian kunjungi.

5. Melakukan Aktifitas Bertema Alam

Bersepeda, via 700bike
Bersepeda, via 700bike

Hiking, rafting, canoeing, bersepeda menikmati alam, camping; semua bisa (dan bahkan wajib) untuk dilakukan di pulau Shikoku, entah pergi ke prefektur manapun yang ada di pulau tersebut.

6. Merasakan Suasana Jepang yang Sesungguhnya

Suasana di Kota Tosa, Kochi, via Mark Mrwizard/wikimedia commons
Suasana di Kota Tosa, Kochi, via Mark Mrwizard/wikimedia commons

Pulau Shikoku memiliki banyak kota kecil yang menawarkan atmosfir nan nyaman, dengan keramahan khas Jepang. Di kota-kota kecil tersebut masih banyak bangunan-bangunan tradisional, yang sangat menarik untuk dilihat-lihat. Jika kalian mendambakan untuk melihat Jepang yang sesungguhnya, wisata ke Pulau Shikoku wajib banget untuk kalian pertimbangkan.

7. Melihat Langsung Ikan Paus dan Lumba-lumba

Whale watching, via visitkochijapan
Whale watching, via visitkochijapan

Jika kalian berwisata ke Shikoku pada akhir bulan April hingga akhir bulan Oktober, kalian dapt naik perahu dan melihat lebih dekat kerumunan ikan paus dan lumba-lumba di lautan pulau Shikoku. Atraksi seperti ini jelas nggak bisa kalian dapatkan kalau berwisata ke kota besar seperti Tokyo, kan?

8. Mengeksplorasi Laut

Keindahan alam bawah laut Pulau Shikoku mungkin tidak semahsyur Gili Terawangan dan Raja Ampat. Namun di pulau ini kalian dapat melakukan beberapa aktifitas seru untuk menjelajah laut, seperti seawalker (berjalan di bawah laut dengan mengenakan helm khusus).

*             *             *             *             *

Cara Mencapai Pulau Shikoku

Ada beberapa cara untuk mencapai Pulau Shikoku: menggunakan pesawat, kereta api, jalur laut, dan mobil. Mari kita bahas dari jalur udara lebih dulu.

Tokushima airport dilihat dari udara, via asacyan/wikimedia commons
Tokushima airport dilihat dari udara, via asacyan/wikimedia commons

Via Pesawat Terbang

Pulau Shikoku memiliki 4 prefektur, dan masing-masing prefektur memiliki bandara sendiri. Bandara di Matsuyama dan Takamatsu melayani penerbangan langsung dari Seoul, Hongkong dan Shanghai, sementara bandara lainnya melayani penerbangan lokal dari Tokyo (Haneda dan Narita), Osaka (Bandara Itami dan Kansai International Airport), dan Fukuoka. Durasi penerbangan lokal bervariasi antara 1-1,5 jam, tergantung kalian berangkat dari bandara mana dan turun di bandara kota mana.

Sebuah kereta di Tokushima, via pref.tokushima
Sebuah kereta di Tokushima, via pref.tokushima

Via Kereta Api

Sebagai informasi awal, pulau Shikoku ini belum terhubung oleh shinkansen. Jadi, jika menggunakan shinkansen, kalian harus transit dulu di kota Okayama. Setelah itu baru lanjut menggunakan JR Limited Express menuju Takamatsu. Jika berangkat dari Stasiun Shin-Osaka di Osaka, total waktu yang dibutuhkan kira-kira 1 jam 45 menit, dan rute tersebut di cover oleh JR Pass.

Dari Takamatsu, barulah kalian bisa mengeksplor kota lain di Pulau Shikoku dengan mengunakan kereta, karena jaringan kereta api sudah cukup baik di pulau tersebut. Hanya saja, mayoritas informasi yang tersedia mungkin hanya dalam bahasa Jepang saja. Tapi jika kalian menganggap kendala bahasa sebagai sebuah tantangan, maka nggak ada masalah, bukan?

Ngomong-ngomong, mayoritas jaringan kereta di Pulau Shikoku ini dimiliki oleh JR dan rutenya di cover oleh JR Pass. Hanya saja, jika kalian memutuskan untuk menjelajah pelosok Shikoku, kebanyakan jaringan kereta disana dimiliki oleh perusahaan non-JR. Ada baiknya kalian mempertimbangkan untuk membeli free pass khusus yang berlaku di pulau tersebut (detail menyusul).

JR Shikoku Bus, via Cassiopeia sweet/wikimedia commons
JR Shikoku Bus, via Cassiopeia sweet/wikimedia commons

Via Bus

Sedangkan jika kalian berangkat dari Kyoto maupun Osaka, kalian bisa mengakses Pulau Shikoku dengan menggunakan highway bus, dan turun di Tokushima. Durasi perjalanannya bervariasi, antara 2 jam 20 menit hingga 2 jam 50 menit. Dari Tokushima, kalian bisa naik bus lainnya untuk mengakses kota lain di Pulau Shikoku.

Biaya bus ini sangat bervariasi, tergantung bus dari perusahaan mana yang kalian gunakan. Sebagai gambaran saja, jika menggunakan JR Shikoku Bus dari Osaka (berangkat dari JR Namba Station, JR Osaka Station, dan Universal Studio Japan), kalian harus menyiapkan minimal JPY3700 untuk sekali jalan (atau JPY6700 untuk tiket pulang-pergi) dan turun di Stasiun Tokushima.

Sedangkan jika berangkat dari Kyoto (Stasiun JR Kyoto) ke Tokushima (turun di Stasiun Tokushima), kalian perlu menyiapkan dana JPY4200 (sekali jalan) atau JPY7600 (pulang-pergi). Itu gambaran kasarnya saja. Harga bisa lebih murah (atau lebih mahal) jika kalian menggunakan operator bus lainnya, maupun jika turun di kota lain yang ada di pulau Shikoku.

Kobe-Awaji-Naruto Expressway, via 663highland/wikimedia commons
Kobe-Awaji-Naruto Expressway, via 663highland/wikimedia commons

Via Mobil

Berencana untuk menyewa mobil saat wisata ke Jepang? Kalian bisa mengakses pulau Shikoku melalui jalan tol. Hanya saja, biaya untuk lewat jalan tol menuju Pulau Shikoku terbilang mahal, karena kalian harus menyiapkan setidaknya JPY5000 sekali jalan.

Miyanoura port di Naoshima, via 663highland/wikimedia commons
Miyanoura port di Naoshima, via 663highland/wikimedia commons

Via Perahu

Jika berangkat dari Kobe, Hiroshima, dan Beppu; kalian bisa mencoba cara lain untuk mengakses Pulau Shikoku, yaitu dengan menggunakan kapal feri. Durasi perjalanan kira-kira 2 jam 30 menit hingga 2 jam 50 menit (turun di Matsuyama atau Yawatahama). Untuk perkiraan biaya, kapal dari Hiroshima menuju Matsuyama membutuhkan biaya kira-kira JPY2700.

*             *             *             *             *

Baca juga:

Serba-serbi Pulau Shikoku, Mulai dari Tips dan Trik, Hingga Bocoran Obyek Wisata Favorit

*             *             *             *             *

Note:
Foto diambil dari creative commons dan google (sumber terlampir). Tidak ada editan tambahan selain proses resizing.

Comments

comments