Sesuai janji yang saya tulis disini, saya ingin membahas aneka museum kereta api yang ada di Jepang. Jepang sudah sangat dikenal sebagai salah satu negara yang mengandalkan kereta api sebagai moda transportasi utamanya.

Jadi nggak heran jika kereta api mendapat tempat istimewa bagi masyarakat Jepang, yang dibuktikan dengan banyaknya museum kereta api yang ada di negeri tersebut. Jika Indonesia memiliki 2 museum kereta api besar, yaitu Museum Kereta Api Ambarawa dan Museum Kereta Api Sawahlunto, di Jepang setidaknya terdapat 8 museum bertema kereta api yang terdapat di berbagai kota. Salah satu ulasan yang sudah ada di website Jalan2.com adalah Modern Transportation Museum yang ada di Osaka.

Sebetulnya saya ingin membahas aneka museum tersebut dalam satu tulisan singkat saja. Tapi kok rasanya sayang ya? Soalnya, masing-masing museum tersebut memiliki fitur dan keunikan tersendiri, yang sayang banget kalau nggak dibahas secara lebih detail. Jadi saya akan fokus dulu pada museum kereta api yang ada di Tokyo (yang pastinya menjadi kota tujuan wisata utama di Jepang), dan pilihan tersebut jatuh ke the Railway Museum yang ada di Saitama.

Lho, memangnya Saitama ada di Tokyo?

Sejujurnya dan sebetulnya, Saitama memang bukan di Tokyo. Tepatnya, Saitama adalah nama prefektur yang bersebelahan dengan Tokyo. Tapi karena jaraknya hanya berkisar 15-30 menit dari pusat Tokyo dan masih termasuk dalam wilayah Greater Tokyo, boleh dong kalau saya tulis the Railway Museum sebagai museum yang ada di Tokyo. Sama saja dengan Tokyo Disneyland dan Tokyo DisneySea  yang mengusung nama “Tokyo” namun letaknya terdapat di prefektur Chiba (ngelesdotcom).

Sejarah singkat

Railway Museum (Tetsudo Hakubutsukan) didirikan pada tanggal 14 Oktober 2007. Museum ini dioperasikan oleh East Japan Railway Culture Foundation, sebuah afiliasi non-profit dari East Japan Railway Company atau JR East yang merupakan anak perusahaan Japan Railway (JR).

Jadi nggak heran jika di museum ini terdapat eksibisi yang berkaitan dengan JR East dan JR. Sebelum menjadi Railway Museum, museum ini bernama Transportation Museum dan lokasinya terletak di distrik Chiyoda, Tokyo. Namun museum tersebut ditutup pada tahun 2006 untuk dipindahkan ke Saitama dan menjadi Railway Museum. Pada tahun 2012 museum Railway Museum resmi menjadi sister-museum dari National Railway Museum di Inggris yang disebut-sebut sebagai museum kereta api terbesar di dunia.

The Railway Museum [foto: Lover of Romance/wikimedia]
The Railway Museum [foto: Lover of Romance/wikimedia]
The Railway Museum [foto: David McKelvey/flickr]
The Railway Museum [foto: David McKelvey/flickr]
The Railway Museum [foto: David McKelvey/flickr]
The Railway Museum [foto: David McKelvey/flickr]
The Railway Museum [foto: Lover of Romance/wikimedia]
The Railway Museum [foto: Lover of Romance/wikimedia]

Yang seru di Railway Museum

Secara garis besar, museum seluas 42500 meter persegi ini terbagi atas 2 zona: zona sejarah dan zona belajar. Zona sejarah menjadi zona terbesar di museum ini karena luasnya lebih dari setengah luas area museum. Terdapat berbagai koleksi yang menjelaskan sejarah perkeretaapian di Jepang yang dimulai dari awal periode Meiji hingga saat ini.

Total koleksinya ada 35 jenis kereta (termasuk 6 kereta Kerajaan) dan aneka miniatur kereta api di museum ini. Itu belum termasuk dengan beragam koleksi foto yang menggambarkan perkembangan kereta api di berbagai jaman.

Zona sejarah [foto: Ajari/flickr]
Zona sejarah [foto: Ajari/flickr]
Zona sejarah [foto: Osamu Iwasaki/flickr]
Zona sejarah [foto: Osamu Iwasaki/flickr]
Zona sejarah [foto: David McKelvey/flickr]
Zona sejarah [foto: David McKelvey/flickr]
Zona sejarah [foto: David McKelvey/flickr]
Zona sejarah [foto: David McKelvey/flickr]
 

Zona sejarah ini mengambil seluruh lantai 1, yang kemudian dibagi lagi dalam 7 tema besar:

  • Dawn of Railways in Japan. Di area ini terdapat berbagai lokomotif yang berasal dari periode Meiji, yang menandai dimulainya era perkeretaapian di Jepang.
Benkei Steam Locomotive class 7100 [foto: David McKelvey/flickr]
Benkei Steam Locomotive class 7100 [foto: David McKelvey/flickr]
Kaitakushi Passenger Carriage [foto: Favid McKelvey/flickr]
Kaitakushi Passenger Carriage [foto: Favid McKelvey/flickr]
Locomotive no 1 class 150 [foto: David McKelvey/flickr]
Locomotive no 1 class 150 [foto: David McKelvey/flickr]
Zenko Steam Locomotive class 1290 [foto: David McKelvey/flickr]
Zenko Steam Locomotive class 1290 [foto: David McKelvey/flickr]
  • Nationwide Railway Network, merupakan area display berbagai lokomotif dan gerbong kereta yang berasal dari periode Meiji hingga periode Taisho. Pada masa tersebut jalur kereta mulai merambah ke berbagai penjuru Jepang.
  • Start of Limited Express Services and Commuter Transport. Area ini memiliki berbagai lokomotif yang berasal dari masa sebelum Perang Dunia II (periode Showa). Pada masa ini mulai dikenal kereta bertipe limited express dan kereta comuter.
C57135 [foto: Kanegen/flickr]
C57135 [foto: Kanegen/flickr]
Class 57 Steam Locomotive [foto: Osamu Iwasaki/wikimedia]
Class 57 Steam Locomotive [foto: Osamu Iwasaki/wikimedia]
  • Mass Transportation and Electrification. Pada masa PD II dan setelahnya, perkeretaapian di Jepang mengalami perkembangan pesat. Di area inilah terdapat aneka kereta bertipe listrik dan diesel.  
Class EF58 Electric Locomotive [foto: Osamu Iwasaki/wikimedia]
Class EF58 Electric Locomotive [foto: Osamu Iwasaki/wikimedia]
Class Kuha 181 Electric Railcar [foto: Osamu Iwasaki/flickr]
Class Kuha 181 Electric Railcar [foto: Osamu Iwasaki/flickr]
Class Nahanefu 22 Sleeping car [foto: David McKelvey/flickr]
Class Nahanefu 22 Sleeping car [foto: David McKelvey/flickr]
  • Nationwide Limited Express Network. Disinilah aneka kereta yang berasal dari akhir tahun 1950-an berada. Pengunjung diajak melihat-lihat beragam koleksi limited express yang beroperasi di seluruh pelosok Jepang.
Class Kuha 481 [foto: Osamu Iwasaki/wikimedia]
Class Kuha 481 [foto: Osamu Iwasaki/wikimedia]
ED75775 [foto: David McKelvey/flickr]
ED75775 [foto: David McKelvey/flickr]
Kumoha 455 [foto: David McKelvey/flickr]
Kumoha 455 [foto: David McKelvey/flickr]
  • Birth of Shinkansen. Mau tahu seperti apa bentuk awal shinkansen? Di zona ini terdapat shinkansen seri O dan seri 200 yang merupakan generasi pertama shinkansen.
Shinkansen generasi pertama [foto: David McKelvey/flickr]
Shinkansen generasi pertama [foto: David McKelvey/flickr]
Shinkansen generasi pertama [foto: David McKelvey/flickr]
Shinkansen generasi pertama [foto: David McKelvey/flickr]
Shinkansen generasi pertama [foto: David McKelvey/flickr]
Shinkansen generasi pertama [foto: David McKelvey/flickr]
Shinkansen generasi pertama [foto: Osamu Iwasaki/flickr]
Shinkansen generasi pertama [foto: Osamu Iwasaki/flickr]
  • Freight Transportation by Rail. Disinilah terdapat berbagai jenis kereta pengangkut barang yang berasal dari berbagai zaman.

Itu baru zona sejarah saja. Untuk zona belajar, di museum ini terdapat perpustakaan dan juga fasilitas menarik lainnya seperti video booth dan Train Driver Experience Zone. Dan masih banyak lho fasilitas serta koleksi lain yang menarik untuk dilihat-lihat di museum ini, seperti diorama kereta api (yang konon merupakan diorama kereta terbesar di Jepang), area bermain anak-anak indoor dan outdoor, dan tentu saja toko souvenir.

Diorama [foto: Osamu Iwasaki/flickr]
Diorama [foto: Osamu Iwasaki/flickr]
Simulator [foto: Norio.Nakayama/flickr]
Simulator [foto: Norio.Nakayama/flickr]
Area outdoor [foto: Osamu Iwasaki/wikimedia]
Area outdoor [foto: Osamu Iwasaki/wikimedia]
Area outdoor [foto: David McKelvey/wikimedia]
Area outdoor [foto: David McKelvey/wikimedia]

Yang harus dilakukan di museum ini

Saya ingn merekomendasikan beberapa aktifitas seru yang bisa dilakukan di museum ini:

  • Belilah ekiben (bento khas kereta api) yang terdapat di area museum. Cara terbaik untuk menikmati ekiben adalah dengan memakannya di area observation di lantai 3 sambil menikmati pemandangan shinkansen yang melintas beberapa kali dalam sehari.
  • Beberapa kereta dirancang dengan area walkway dibawahnya, jadi pengunjung bisa melihat lebih dekat mekanisme di bagian bawah kereta. Bagi yang penasaran dengan mekanisme kereta api, ayo mendekat dan amati sepuasnya.
  • Suka dengan kereta uap? Ada pertunjukan khusus yang dilakukan 2x sehari, yaitu saat lokomotif uap dinyalakan dan mengeluarkan suara khusus. Atraksi tersebut menjadi salah satu atraksi terpopuler di museum ini, jadi jangan lewatkan momen tersebut ya.
Ekiben [foto: Osamu Iwasaki/flickr]
Ekiben [foto: Osamu Iwasaki/flickr]
Menjelang pertunjukan [foto: Kanegen/flickr]
Menjelang pertunjukan [foto: Kanegen/flickr]
Dibawah shinkansen [foto: David McKelvey/flickr]
Dibawah shinkansen [foto: David McKelvey/flickr]

Informasi Singkat

The Railway Museum

Alamat: 3-47 Onari-cho, Omiya-ku, Saitama-shi, Saitama-ken 330-0852
Jam operasional: pukul 10.00-18.00 (penjualan tiket terakhir pukul 17.30), tutup setiap hari Selasa dan libur tahun baru (29 Desember-1 Januari)
Harga tiket: ¥200* (usia 3 tahun ke atas), ¥500* (pelajar SD-SMA), ¥1000* (dewasa)
Akses: Naik Keihin-Tohoku Line dari Stasiun Ueno di Tokyo, atau Saikyo Line dari Stasiun Shinjuku maupun Stasiun Ikebukuro, dan turun di South Exit di Stasiun Omiya. Jalan lurus ke New Shuttle, dan turun di Stasiun Tetsudohakubutsukan. Railway Museum berjarak 1 menit jalan kaki dari stasiun tersebut.

***

Demikian info singkat tentang Railway Museum. Mudah-mudahan ada Jalan2ers yang berkesempatan ke museum ini saat wisata ke Tokyo. Semoga bermanfaat yah!

***

* Harga dapat berubah sewaktu-waktu.
** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

***

Serba-serbi Shinkansen, Kereta Super Cepat ala Jepang (bagian 1bagian 2bagian 3)

Kenali Etika Berkereta Api di Jepang

Aneka Rail Pass di Seluruh Jepang (bagian 1bagian 2bagian 3)

Comments

comments