fbpx
Home Guides Random Tips Selfie Buat Solo Traveller Pemula

Random Tips Selfie Buat Solo Traveller Pemula

Di era modern seperti sekarang ini, sudah banyak traveller yang berani melakukan solo traveling. Apalagi saat ini aneka moda transportasi sudah semakin mudah menjangkau berbagai pelosok dunia. Hanya saja, ada satu problem yang kerap dialami oleh para solo traveller, khususnya bagi mereka yang hobi sekali mengabadikan foto-foto narsis: “gimana caranya menghasilkan foto selfie yang keren saat solo traveling?”

Saat kita berwisata bersama teman, kita selalu bisa meminta bantuan untuk mengambilkan foto diri yang cakep. Apalagi kalau teman tersebut sudah tahu angleterbaik yang bisa meningkatkan kekerenan kita hingga ke level maksimal.

Hanya saja, problemnya akan berbeda jika kita melakukan solo traveling, karena semua hal harus dilakukan seorang diri – termasuk mengambil foto selfie. Apalagi jika kalian baru pertama kali melakukan wisata seorang diri, yang mungkin masih harus beradaptasi dengan banyak hal.

Tapi, tenang saja. Solo traveling bukan berarti kalian nggak bisa menghasilkan foto-foto selfie yang keren kok. Simak saja beberapa tips berikut. Siapa tahu ada tips yang paling cocok untuk membantu kalian menghasilkan foto selfie keren saat solo traveling, khususnya bagi kalian solo traveller pemula.

*             *             *             *             *

1. Bekali Diri dengan ‘Peralatan Tempur’ yang Memadai

  • Pakai Tongsis, Kenapa Tidak?
Ilustrasi turis dan tongsis, via orehi.tv

Dari seluruh ‘peralatan tempur’ untuk mengambil foto selfie, tongsis a.k.a tongkat narsis (bahasa Inggris-nya: selfie stick) masih menjadi pilihan populer bagi wisatawan, khususnya wisatawan Indonesia. Tongsis menjadi salah satu satu alat bantu paling praktis untuk mengambil foto selfie, terutama jika kalian termasuk pemalu untuk minta bantuan orang lain dalam mengambilkan foto.

Dewasa ini, sudah banyak alternatif model tongsis yang bisa kalian gunakan, mulai dari model standar hingga tongsis dengan konsep canggih yang dilengkapi dengan kipas angin dan lampu (lihat foto dibawah). Kalian juga dapat membeli tongsis yang bisa sekalian berfungsi sebagai tripod, sehingga kalian nggak perlu repot-repot membawa tripod tambahan.

Tongsis canggih, via petapixel

Hanya saja, perlu diketahui kalau nggak semua tempat wisata mengijinkan penggunaan tongsis. Sebagai contoh, penggunaan tongsis dilarang di 1195 stasiun di Jepang (termasuk stasiun yang dilalui oleh shinkansen). Salah satu alasannya karena penggunaan tongsis dikhawatirkan merusak fasilitas setempat (yang memang tidak dirancang untuk ramah tongsis). Selain itu, penggunaan tongsis juga dikhawatirkan dapat mencelakakan pengguna stasiun lainnya.

Nggak hanya di Jepang, beberapa tempat lainnya juga diketahui melarang atau membatasi penggunaan tongsis dengan berbagai alasan. Beberapa diantaranya adalah National Gallery of London, The Palace Museum (Beijing), Istana Versailles (Perancis), Colloseum (Italia), dan di beberapa tempat di Korea Selatan (terutama untuk tongsis yang tidak berlisensi).

Jika ingin membawa tongsis sebagai ‘partner’ untuk mengambil foto selfie saat solo traveling, perhatikan beberapa tips berikut ini:

– Perhatikan dengan seksama apakah tempat wisata yang kalian kunjungi mengijinkan penggunaan tongsis atau tidak. Jika tidak dapat menemukan tanda/informasi yang jelas, kalian dapat mengamati wisatawan lain di tempat tersebut apakah ada yang menggunakan tongsis atau tidak.

– Untuk menghasilkan foto selfie yang keren, kreatiflah dalam penggunaan tongsis. Kalian bisa bereksperimen mengambil foto dari berbagai angle, termasuk menempatkan tongsis di pundak untuk mengambil foto dari belakang.

+             +             +

  • Tripod Selalu Jadi Teman Setia Untuk Mengabadikan Selfie
Ilustrasi, via shutterstock

Selain tongsis, tripod nggak pernah gagal menjadi teman setia bagi solo traveller yang berniat mengabadikan foto selfie. Dengan meletakkan kamera di atas tripod, kalian bisa bebas bergaya tanpa harus sibuk memegangi kamera seperti saat menggunakan tongsis. Tripod juga memungkinkan sudut pengambilan gambar yang lebih luas, karena selfie hanya bisa menangkap gambar dalam jarak dekat saja.

Hanya saja, nggak semua traveller suka membawa tripod. Selain karena berat, tripod juga kerap dianggap kurang praktis karena kita harus selalu melakukan bongkar pasang setiap kali akan mengambil foto. Mungkin karena itulah penggunaan tongsis terlihat lebih populer dibanding tripod (khususnya bagi solo traveller).

Kamera dan gorilla pod, via portative

Untungnya, saat ini perlengkapan tripod pun sudah semakin bervariasi. Sudah makin banyak tripod yang dirancang dengan berat yang relatif ringan untuk dibawa-bawa oleh traveller wanita sekalipun. Modelnya pun beragam, mulai dari model standar hingga model yang fleksibel seperti gorilla pod. Model tas untuk membawa tripod pun semakin beragam dan makin stylish, sehingga tripod tak perlu lagi menjadi masalah untuk dibawa-bawa oleh solo traveller.

Tongsis sekaligus tripod, via hisypix

Alternatif lainnya, kalian bisa membeli tongsis yang dilengkapi dengan aksesoris kaki-kaki sehingga bisa berdiri layaknya tripod. Dengan demikian, kalian nggak perlu repot-repot membawa tongsis dan tripod, apalagi jika kalian berwisata tanpa membawa kamera DSLR.

+             +             +

  • Bersahabatlah dengan GoPro, dan Semua Akan Baik-baik Saja.
GoPro, via behance.net

Bagi solo traveller yang memang hobi mengabadikan foto-foto traveling keren, termasuk foto selfie, jangan ragu berinvestasi dengan membeli GoPro. GoPro merupakan sebuah merk action camera yang dirancang untuk merekam aksi-aksi ekstrim seperti motocrossbungee jumpingskateboarding, dan lain-lain.

Asyiknya, GoPro ini memiliki banyak aksesoris pendukung yang membuat GoPro ini semakin mudah dibawa kemana saja. GoPro juga bisa dihubungkan dengan smartphone, sehingga pengguna bisa mengontrol kamera dari kejauhan. Mantap nggak tuh?

+             +             +

  • Berinvestasilah dengan Membeli Kamera yang Bagus.
Ilustrasi, via travelnews

Oke, saat ini memang sudah banyak handphone yang dilengkapi kamera dengan resolusi tinggi. Namun tetap saja, nggak ada salahnya kalian berinvestasi membeli kamera yang bagus. Apalagi jika kalian memang hobi melakukan traveling dan suka mengambil foto-foto keren. Secanggih dan sekeren apapun kamera handphone, tetap saja tidak akan bisa mengalahkan kamera dengan lensa yang bagus (selama didukung dengan skill yang memadai).

Tapi, entah apakah kalian menggunakan kamera handphone maupun kamera DSLR, yang paling penting adalah kalian memahami caranya menggunakan kamera tersebut. Bukan, maksudnya bukan sebatas mengetahui mana tombol on dan off, tapi memahami aneka fitur terbaik dari perlengkapan kalian. Percuma memiliki kamera canggih jika kalian nggak mengerti cara menggunakannya, karena pada akhirnya semua akan kembali pada keahlian masing-masing.

*             *             *             *             *

2. Manfaatkan Aneka Teknik Berikut Ini Untuk Mengambil Foto Selfie Keren

  • Manfaatkan Mode Self-Timer
Ilustrasi foto seluruh badan yang diambil oleh solo traveller, via zeitjung

Bagi solo travellerself-timer adalah sahabat terbaik untuk mengambil foto selfie. Entah kalian berfoto menggunakan tongsis atau tripod, atau bahkan menggunakan action camera seperti GoPro, self-timer memungkinkan kalian untuk mengambil foto seluruh badan seperti jika foto itu diambil oleh orang lain.

Dewasa ini, hampir semua handphone dan kamera telah dilengkapi dengan self-timer. Namun kalaupun kamera kalian tidak memiliki mode itu, ada banyak aplikasi yang bisa diunduh kok. Cara untuk menggunakan self-timer pun sangat mudah. Kalian hanya perlu menempatkan kamera pada sesuatu yang stabil (seperti tripod ataupun permukaan datar), mengeset waktu, dan kemudian berlari mencapai posisi yang tertangkap kamera untuk berpose sesuai keinginan.

+             +             +

  • Burst Mode
Ilustrasi, via heartmybackpack

Jarang berhasil mengambil foto bagus dalam jepretan pertama? Manfaatkan saja fitur burst mode! Burst mode merupakan fitur di kamera yang memungkinkan kita untuk mengambil banyak foto dalam satu kesempatan. Setiap device memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk menangkap banyaknya jumlah frame per-detik. Dengan mengaktifkan fitur burst mode, kalian akan memiliki banyak alternatif foto untuk dipilih.

+             +             +

  • Manfaatkan Screenshot Video
Ilustrasi, via meetup

Cara lain untuk mendapatkan foto selfie keren saat melakukan solo traveling adalah dengan merekam video; bisa video pendek maupun video panjang. Selanjutnya kalian tinggal memilih momen-momen yang kalian sukai dan lakukan screen shot. Gampang banget kan? Memang sih kualitasnya mungkin akan berbeda dengan mengambil foto menggunakan mode kamera. Tapi hey, saat ini sudah banyak software editing yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas foto, kan?

+             +             +

  • Minta Tolong Sama Traveller Lain Itu Nggak Dosa Kok!

Ada kalanya kita harus minta tolong pada traveller lain maupun penduduk setempat untuk membantu mengambilkan foto selfie. Misalnya saja saat kita nggak bawa perlengkapan memadai untuk melakukan selfie (seperti tongsis dan tripod), maupun karena nggak ada bidang datar untuk meletakkan tripod. Nggak perlu malu, karena hal tersebut sudah sangat lazim dilakukan oleh wisatawan. Hanya saja, memang sih nggak ada jaminan kalau kualitas jepretan orang lain tersebut akan sesuai dengan keinginan kita. Karenanya, coba deh perhatikan beberapa tips berikut ini untuk mendapatkan hasil jepretan terbaik (yang bisa kita dapat dari orang lain):

*Mintalah bantuan pada wisatawan lain dibanding penduduk setempat.

Ilustrasi, via pinger

Biasanya sesama wisatawan lebih mudah dimintai tolong untuk mengambilkan foto selfie dibanding minta tolong pada penduduk setempat. Selain itu, wisatawan biasanya juga lebih terbiasa menggunakan perlengkapan memotret dan lebih tahu angle terbaik untuk menghasilkan sebuah foto yang keren. Tentu saja nggak semua wisatawan seperti itu ya!

*Minta tolong pada wisatawan yang membawa kamera DSLR

Ilustrasi, via edunova

Jika kalian menggunakan kamera DSLR dan menginginkan hasil jepretan terbaik, kalian bisa mencari wisatawan lain yang juga membawa kamera DSLR untuk dimintai tolong mengambilkan foto selfie. Mereka yang memiliki DSLR jelas lebih terbiasa menggunakan kamera jenis tersebut, dan kemungkinan besar akan memperlakukan kamera kalian dengan hati-hati layaknya kamera sendiri.

*Minta mereka untuk mengambil setidaknya 3 foto selfie kita

Ilustrasi, via cepamagz

Lho, kok 3 foto?

Penjelasan singkatnya kira-kira seperti ini. Pada jepretan pertama, orang baru akan beradaptasi dengan kamera kita. Ada kemungkinan dia akan mengambil foto agak nge-blur. Pada jepretan kedua, mungkin saja kitanya yang nggak siap untuk berpose. Baru pada jepretan ketiga, baik si pengambil foto maupun kita biasanya sudah siap 100%, sehingga hasil fotonya sesuai seperti yang diharapkan.

*Jangan ragu menjelaskan konsep foto yang kalian inginkan

Ilustrasi, via storm

Berencana untuk mengunggah selfie tersebut ke Instagram maupun album digital kalian? Jangan ragu untuk menjelaskan konsep foto yang kalian inginkan saat minta tolong pada traveller lain, supaya hasil fotonya sesuai dengan feed yang kalian inginkan. Kalau perlu, settingkan kamera dan atur pada posisi yang diinginkan, sehingga traveller lain hanya tinggal memencet tombol saja. Tapi tentu saja kalian juga harus berbesar hati seandainya traveller tersebut tetap tak bisa menghasilkan foto seperti yang diinginkan ya!

*Kalau perlu, tawarkan untuk ganti mengambilkan foto selfie

Ilustrasi, via shutterstock

Ini sih tips standar untuk mencairkan suasana saat meminta bantuan dari traveller lain. Jika perlu, tawarkan bantuan untuk mengambilkan foto bagi mereka – khususnya jika kalian bertemu dengan solo traveller lainnya. Dengan begitu, sesama solo traveller bisa saling membantu untuk mengambil foto selfie masing-masing.

*Jangan ragu minta tolong pada traveller lainnya

Ilustrasi, via shutterstock

Merasa kurang puas dengan hasil jepretan dari orang yang kita mintai tolong? Jangan ragu dan malu untuk minta tolong pada traveller lainnya lagi. Siapa tahu kalian lebih beruntung menemukan traveller lain yang lebih mahir mengambil foto dibanding orang sebelumnya.

*             *             *             *             *

3. Random Tips Lainnya:

  • Kenali Angle Terbaik Kalian
Ilustrasi, via expressvpn

Ini salah satu tips paling penting saat mengambil foto selfie, dan bisa diterapkan dalam berbagai kondisi selain saat solo traveling saja. Dengan mengenali angle mana yang paling cocok untuk kalian, maka kalian nggak perlu mengambil foto hingga ribuan kali (lebay mode on) hanya untuk menemukan pose terbaik untuk kalian.

Jangan malas juga mengeksplorasi angle. Kadang foto terbaik kalian dapatkan dari angle yang tak terduga. Misalnya saja dengan mengarahkan kamera sedikit ke atas, atau malah ke bawah.

+             +             +

  • Cari Tahu Konsep Foto yang Kalian Inginkan
Ilustrasi, via jdandj

Traveller (termasuk solo traveller) biasanya suka mengunggah aneka foto travelingnya di berbagai kanal media sosial miliknya, entah itu Facebook, Flickr, maupun Instagram. Supaya foto-foto kalian lebih dari sekedar foto traveling biasa, ada baiknya kalian mencari tahu feed seperti apa yang kalian inginkan. Apakah kalian menginginkan foto-foto bernuansa dinamis? Ataukah kalian menginginkan foto dengan konsep tenang dan anggun?

Cari tahu style yang kalian inginkan dan kalian sukai, dan belajarlah mengambil foto sesuai style yang diinginkan dan disukai tersebut. Daripada menjepretkan kamera secara random dan menghasilkan ratusan foto yang bisa ditemukan di berbagai brosur wisata, lebih baik kalian menghasilkan lebih sedikit foto namun menampilkan keunikan dan ciri khas kalian sendiri.

Tips:

Jika belum menemukan gaya foto yang sesuai dengan keinginan, kalian dapat melihat-lihat pinterest untuk menemukan inspirasi yang bisa dicontek.

+             +             +

  • Jangan Malu!
Bebaskan ekspresimu, via notey

Salah satu penyakit klasik yang kerap menghampiri solo traveller saat akan mengambil foto selfie adalah bersikap malu-malu di depan kamera. Alhasil foto yang dihasilkan sebatas foto-foto standar yang nggak ada bedanya dengan foto di studio dengan latar belakang pemandangan buatan.

Padahal, hey, untuk apa malu? Kalian mungkin akan terlihat aneh jika bergaya sendirian di depan tripod, atau mengeluarkan ekspresi yang aneh-aneh saat memegang tongsis. Tapi, jika itu bisa membantu menghasilkan foto traveling yang tak terlupakan, semua usaha dan rasa malu itu akan sebanding dengan hasilnya kan?

 

Ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu menekan rasa malu saat mengambil foto selfie kala solo traveling:

– Lakukan hal-hal yang bisa membuat kalian rileks saat di depan kamera, entah itu tertawa, menari, atau bahkan melompat-lompat. Jangan takut terlihat aneh. Takutlah jika kalian melewatkan kesempatan untuk mengambil pose keren di tempat yang belum tentu akan dikunjungi lagi.
– Saat memutuskan untuk mengambil foto selfie dengan gaya yang unik, abaikan pandangan aneh dari orang-orang di sekitar kalian. Toh belum tentu kalian akan bertemu lagi dengan mereka, kan?
– Ingatlah kalau mengambil foto traveling lebih dari sekedar memotret pemandangan saja. Hey, setiap orang bisa mengambil foto dari Google dan mengaku kalau mereka pergi ke tempat itu. Karena itulah penting bagi kalian untuk sesekali melakukan selfie, sebagai bukti otentik kalau kalian memang pergi mengunjungi tempat tersebut. Agar foto selfie-nya berbeda dengan foto yang dilakukan di studio berlatar pemandangan palsu, jangan segan memasukkan kepribadian kalian. Mau bergaya gokil? Serius? Lakukan saja apapun yang kalian mau, dan jangan malu-malu!

 

baca juga :

Beberapa Pengalaman “unik” Saat Travelling Bersama Orang Yang Baru Dikenal

Ups! Ini Dia Aneka Kesalahan Yang Biasa Dilakukan Traveller Pemula

Nggak Punya Teman Untuk Liburan Tahun Baru? Solo Traveling Aja, Bro And Sis!

Comments

comments