Di Kyoto terdapat beberapa distrik menarik yang memiliki ciri khas masing-masing. Misalnya saja Gion, populer sebagai tempat terbaik untuk menikmati suasana Kyoto tempoe doeloe karena di tempat ini terdapat banyak bangunan dengan arsitektur klasik Jepang yang sengaja dipertahankan. Nah, selain Gion, salah satu distrik yang populer sebagai tempat tujuan wisata adalah Higashiyama yang terletak di sisi timur Kyoto.

Ada beberapa alasan mengapa distrik Higashiyama ini populer untuk wisatawan. Alasan utamanya karena distrik ini juga memiliki nuansa ala kota tua yang sangat kental. Atmosfir di tempat ini seolah bertahan sejak puluhan (atau bahkan ratusan) tahun silam karena banyaknya bangunan kayu dan toko tradisional yang membuat wisatawan dapat membayangkan keramaian tempat ini saat masih menjadi ibu kota Jepang.

Alasan lainnya, karena di distrik ini terdapat beberapa obyek wisata populer seperti kuil Kiyomizu-dera dan kuil Kodai-ji. Nah, berikut ini saya ingin berbagi contoh itinerary untuk menjelajah distrik Higashiyama. Semoga bisa menginspirasi teman-teman yang memiliki rencana untuk berkunjung ke Kyoto ya!

Judul Trip: Menjelajah Higashiyama

Target pasar: Siapa saja, terutama mereka yang kuat berjalan kaki dan suka melihat-lihat suasana

Jenis trip: Exploring, sightseeing, cultural, historical

Starting point: Kiyomizu-dera

 

Detail rute:

#1: Kiyomizu-dera

(estimasi waktu wisata: 45-60 menit)

Biaya: 300 yen* (hanya untuk masuk ke area tertentu)
Jam operasional: 06.00-18.00, tidak ada jam tutup
Akses: dari Stasiun Kyoto, naik bus no 100 atau 206 (15 menit, 230 yen) dan turun di halte bus Gojo-zaka maupun Kiyomizu-michi, dilanjutkan dengan jalan kaki 10-15 menit menuju kuil

Mulailah hari dengan mengunjungi kuil Kiyomizu-dera. Kuil ini konon sudah dibangun sejak tahun 780 yang berarti usianya sudah sangat tua. Ada beberapa poin menarik yang ingin saya garis bawahi dari kuil ini:

  • Kiyomizu-dera terkenal akan panggung setinggi 13 meter yang berada di tepi bukit. Dulu, ada kepercayaan jika bisa tetap selamat setelah melompat dari panggung ini, konon semua keinginannya akan terkabul. Tapi jangan coba-coba melakukan itu ya, karena dari 234 orang yang melompat (pada periode Edo), hanya 200 orang saja yang berhasil selamat.
Panggung di Kiyomizu-dera [foto: BriYYZ/wikimedia]
Panggung di Kiyomizu-dera [foto: BriYYZ/wikimedia]
  • Di kuil ini terdapat Otawa Waterfall, sebuah air terjun yang dibagi dalam 3 pancuran terpisah, masing-masing memiliki khasiat berbeda, mulai dari umur panjang, kesuksesan sekolah, dan keberuntungan cinta dan hidup. Minumlah salah satu air yang memiliki khasiat yang diinginkan, namun jangan ketiganya (karena akan dianggap rakus).
Otawa waterfall [foto: Nekosuki/wikimedia]
Otawa waterfall [foto: Nekosuki/wikimedia]
  • Di dalam area kuil ada Jishu Shrine, sebuah kuil Shinto yang memuja dewa cinta dan perjodohan. Bagi yang memiliki masalah percintaan, silahkan berkunjung ke kuil ini.
Jishu Shrine [foto: そらみみ/wikimedia]
Jishu Shrine [foto: そらみみ/wikimedia]

#2: Kiyomizu-dera – Higashiyama

(estimasi waktu wisata: 45-60 menit)

Biaya: 0 yen*

Dari kuil Kiyomizu-dera, jelajahilah distrik Higashiyama. Jangan lupa untuk melewati tanjakan paling ternama di distrik tersebut, yaitu Ninenzaka dan Sannenzaka. Namun ingat, jangan sampai jatuh di kedua tanjakan tersebut karena konon mereka yang jatuh di Ninenzaka akan mati dalam waktu 2 tahun dan 3 tahun untuk yang jatuh di Sannenzaka. Bagi yang suka wisata museum, bisa juga mampir ke Kiyomizu Sannenzaka Museum.

Sannenzaka [foto: Aporon999/wikimedia]
Sannenzaka [foto: Aporon999/wikimedia]

#3: Higashiyama – Ryozen Kannon

Biaya: 0 yen*
Waktu tempuh: bervariasi

#4: Ryozen Kannon

(estimasi waktu wisata: 45-60 menit)

Alamat: 526-2 Shimokawaramachi, Higashiyama-ku, Kyoto
Biaya: 200 yen*
Jam operasional: 08.40-16.00

Tempat ini sejatinya merupakan sebuah memorial hall bagi para korban Perang Dunia II. Walau terbilang baru (dibangun pada 8 Juni 1955), Ryozen Kannon ini cukup menarik perhatian karena memiiki patung Kannon dengan ukuran yang istimewa. Tingginya mencapai 24 meter dan total beratnya 500 ton, sehingga, saking besarnya, tempat ini dapat dilihat dari Kyoto Tower sekalipun.

Ryozen Kannon [foto: Mti/wikimedia]
Ryozen Kannon [foto: Mti/wikimedia]

#5: Ryozen Kannon – Kodaiji Zen Temple

Biaya: 0 yen*
Waktu tempuh: 10-15 menit

#6: Kodaiji Zen Temple

(estimasi waktu wisata: 45-60 menit)

Alamat: 526 Shimogawa-cho, Kodaiji, Higashiyama-ku, Kyoto 605-0825
Biaya: [Kodaiji Zen Temple dan Kodaiji Sho Museum] 600 yen* (dewasa), [Kodaiji Temole, Kodaiji Sho Museum, Entokuin Temple] 900 yen*
Jam operasional: 09.00-17.30

Kuil ini merupakan sebuah kuil yang sengaja dibangun oleh Nene untuk mengenang suaminya, yaitu Toyotomi Hideyoshi, salah satu tokoh ternama dalam sejarah Jepang. Nene sendiri, setelah suaminya meninggal dan disemayamkan di kuil tersebut, menjadi bhiksuni di kuil Kodaiji hingga akhir hayatnya.

Jadi jangan heran jika di kuil Kodaiji ini ada beberapa hal yang didedikasikan untuk mereka berdua. Ngomong-ngomong, jalan di depan kuil Kodaiji dan kuil Entokuin (sebuah sub-kuil dari kuil Kodaiji), disebut sebagai Nene-no-Michi (jalan Nene), termasuk salah satu jalan yang dilindungi di Kyoto lho.

Kodaiji Temple [foto: osakaosaka/wikimedia]
Kodaiji Temple [foto: osakaosaka/wikimedia]
Nene-no-michi [foto: 663highland/wikimedia]
Nene-no-michi [foto: 663highland/wikimedia]

#7: Kodaiji Temple – Yasaka Shrine

Biaya: 0 yen*
Waktu tempuh: 8-10 menit jalan kaki

#8: Yasaka Shrine

(estimasi waktu wisata: 45-60 menit)

Alamat: 625 Kitagawa, Gion-machi, Higashiyama-ku, Kyoto 605-8311
Biaya: 0 yen*
Harga tiket: free

Kuil ini berada di ujung distrik Gion yang popuer itu, sehingga Yasaka Jinja dikenal juga sebagai Gion Shrine. Yasaka Shrine ini merupakan salah satu kuil Shinto terpenting di Kyoto, dan merupakan tuan rumah untuk salah satu festival terbesar di Jepang, yaitu Gion Matsuri. Setelah puas mengelilingi area kuil ini, teman-teman bisa menutup acara hari ini dengan mengunjungi Maruyama Park yang ada di belakang kompleks kuil ini.

Gerbang utama Yasaka Shrine [foto: Mariemon/wikimedia] Semoga bermanfaat!
Gerbang utama Yasaka Shrine [foto: Mariemon/wikimedia]Semoga bermanfaat!
Semoga bermanfaat!

***

*Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username wikimedia.

 

baca juga :

[Sample Itinerary Kyoto] Nishiki Market – Pontocho – Gion

[Sample Itinerary Kyoto] Inspirasi Rute Wisata Keluarga Di Kyoto

[Sample Itinerary] Kyoto – Nara – Osaka Dalam 1 Hari? Bisa!

Comments

comments