Kemarin saya sudah mengusulkan sebuah itinerary untuk budget traveller di Tokyo yang bisa dilihat disini: [sample Itinerary Tokyo] Wisata Hemat (1). Sekarang saya ingin berbagi usulan wisata hemat lainnya yang bisa dilakukan di Tokyo.

Sama seperti itinerary wisata hemat bagian 1, itinerary kali ini juga tetap mengajak teman-teman untuk mengunjungi berbagai obyek wisata gratisan (minimal tiket masuknya super murah) di Tokyo.

Bedanya, rute kali ini banyak mengajak teman-teman untuk menjelajah dengan berjalan kaki. Bagi yang kurang kuat jalan kaki, jangan terlalu memaksa untuk mengikuti rute ini secara penuh ya!

Judul trip: Wisata hemat di Tokyo (Part 2)

Target pasar: Budget traveller

Jenis trip: Penjelajahan, pengalaman baru

Starting point: Stasiun Uenookachimachi

 

Detail rute

#1: Stasiun Uenookachimachi / Stasiun Okachimachi – Ameyoko

Biaya: ¥0*
Waktu tempuh: ±1 menit jalan kaki (dari Stasiun Okachimachi), ±4 menit jalan kaki (dari Stasiun Subway Uenookachimachi)

Bosan dengan usulan itinerary yang berpusat di daerah AsakusaShibuya, dan Harajuku? Untuk alternatif obyek wisata lain, kali ini saya ingin mengajak untuk menjelajah kawasan Ueno yang akan dimulai dari Ameyoko. Yuk, mari jalan-jalan!

#2: Ameyoko

(estimasi waktu wisata: 30-45 menit)

Petualangan hari ini dimulai dari Ameyoko, alias Ameya Yokocho. Tempat ini sejatinya merupakan sebuah shopping street seperti Nakamise-dori. Hanya saja, walau sama-sama shopping street, Ameyoko ini lebih menyerupai pasar; sementara Nakamise-dori lebih menyerupai kumpulan toko souvenir.

Namun jangan beranggapan Ameyoko akan memiliki suasana becek dan kumuh seperti yang biasa ditemukan di berbagai pasar tradisional. Ameyoko ini menarik karena punya atmosfir yang sangat hidup akibat adanya interaksi aktif antara penjual dan pembeli. Informasi lebih detail, bisa klik hyperlink-nya yah.

Ameyoko [foto: HKFumi/wikimedia]
Ameyoko [foto: HKFumi/wikimedia]

#3: Ameyoko – Shitamachi Museum

Biaya: ¥0*
Waktu tempuh: ±2 menit jalan kaki (160 meter)

Dari Stasiun Uenookachimachi maupun Stasiun Okachimachi, susurilah Ameyoko dari ujung ke ujung. Setelah sampai di ujung satunya, jalanlah menuju ke Shitamachi Museum yang hanya berjarak kira-kira 160 meter saja.

#4: Shitamachi Museum

(estimasi waktu wisata: 30-60 menit)

Alamat: 2-1 Ueno-koen, Taito-ku, Tokyo 110-0007
Harga tiket: ¥300* (dewasa), ¥100* (pelajar SD-SMA)
Jam operasional: 09.30-16.30

Oke, museum ini memang tidak gratis. Tapi saya rasa harga tiket yang hanya berkisar ¥300* rasanya cukup ekonomis. Lagipula, museum ini cukup menarik karena terdapat beberapa replika bangunan berukuran asli, dan karena luasnya tidak terlalu besar, tak perlu waktu lama untuk menjelajahi museum ini. Namun jika tak tertarik untuk masuk ke dalam museum, dari point #3 bisa langsung lanjut ke point #5.

Shitamachi Museum [foto: Tarourashima/wikimedia]
Shitamachi Museum [foto: Tarourashima/wikimedia]

#5: Ueno Park

(estimasi waktu wisata: 2-3 jam)

Harga tiket: free (untuk taman), bervariasi (untuk masuk ke aneka fasilitas di dalam taman)

Ueno Park mungkin menjadi salah satu taman terbesar yang memiliki fasilitas lengkap di seluruh Jepang. Taman ini nggak melulu berisi tanaman, juga memiliki aneka fasilitas seperti Ueno Zoo, aneka kuil, kampus, museum, dan lain-lain.

Jika ingin menghemat biaya wisata, Ueno Park ini tetap menarik untuk dijelajahi tanpa perlu masuk ke berbagai fasilitas didalamnya. Sayangnya taman ini juga dihuni oleh banyak tuna wisma, jadi sebaiknya hindari jalan-jalan di area taman saat malam hari.

Setelah puas mengitari Ueno Park, lanjutkan dengan jalan kaki hingga ke Stasiun Ueno. PS: di bawah Stasiun Ueno ada tempat makan yang enak, kalau nggak salah nama menu andalannya Chickenburi (lupa nama tempatnya apa). Bagi yang mencari makan siang, boleh nih mencari tempat makan ini.

#6: Stasiun Ueno – Stasiun Shinjuku

Biaya: ¥200*
Waktu tempuh: ±25 menit

Stasiun Shinjuku West Exit [foto: Rs1421/wikimedia]
Stasiun Shinjuku West Exit [foto: Rs1421/wikimedia]

#7: Shinjuku

(estimasi waktu wisata: 2-3 jam)

Shinjuku merupakan distrik yang menjadi pusat pemerintahan Tokyo. Di distrik ini banyak sekali hal menarik yang bisa dicoba dan tempat wisata yang bisa dikunjungi sehingga cocok sekali untuk menutup perjalanan kali ini. Contohnya adalah Tokyo Metropolitan Government Building yang sudah saya sebut pada tulisan [sample Itinerary Tokyo] Wisata Hemat (1).

Shinjuku [foto: Yoshikazu TAKADA/flickr]
Shinjuku [foto: Yoshikazu TAKADA/flickr]

Jika seluruh rute wisata sebelumnya dijalani dengan maksimal, saya perkirakan kalian akan tiba di Shinjuku pada sore hari. Minimal siang hari jika tidak mampir ke Shitamachi Museum dan tidak full mengitari Ueno Park. Berikut beberapa opsi tempat wisata/aktifitas yang menarik untuk dikunjungi/dilakukan saat siang/sore hari di Shinjuku:

-Mengunjungi Shinjuku Gyoen. Taman ini merupakan salah satu taman populer di Tokyo. Ukurannya cukup luas, dan terdapat 3 taman dengan tema berbeda di dalam taman ini, yaitu French Garden, English Garden, dan Japanese Garden.

Namun untuk masuk ke taman ini tidak gratis (harga tiket ¥200*), dan idealnya taman ini dikunjungi jika tiba di Shinjuku saat siang hari (karena jam operasionalnya antara 09.00-16.30 saja). Alternatif taman lain yang bisa dikunjungi di Shinjuku adalah Shinjuku Central Park.

Shinjuku Gyoen [foto: CarstenOtto/wikimedia]
Shinjuku Gyoen [foto: CarstenOtto/wikimedia]
  • Melihat-lihat kawasan unik Golden Gai dan Omoide Yokocho. Kedua tempat tersebut memiliki banyak sekali tempat makan dan minum berukuran kecil (berkapasitas antara 3-6 orang) dan memiliki atmosfir yang tak banyak berubah sejak Perang Dunia II berakhir.
Kawasan Golden Gai [foto: Magnus D/flickr]
Kawasan Golden Gai [foto: Magnus D/flickr]
Suasana di Golden Gai [foto: Garberus/flickr]
Suasana di Golden Gai [foto: Garberus/flickr]
  • Menjelajahi KabukichoRed light district yang konon adalah yang terbesar di dunia ini punya banyak alternatif tempat hiburan malam. Walau disebut sebagai salah satu distrik paling berbahaya di Tokyo, kalau sekedar jalan-jalan saja sih masih aman selama tidak mengambil foto sembarangan maupun tidak sembarangan masuk ke bar/resto di sana. Jika budget wisata terbatas, jangan tergoda untuk masuk ke host/hostess club yah!
Kabukicho [foto: - Marco Togni -/flickr]
Kabukicho [foto: – Marco Togni -/flickr]
  • Main-main ke Shin-Okubo Koreatown untuk berburu barang-barang bernuansa Korea, maupun mencari resto Korea yang otentik.

***

[Sample Itinerary Tokyo] Wisata Hemat (Part 1)

[Sample Itinerary Tokyo] Wisata Hemat (Part 3 END)

***

* Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

Comments

comments