fbpx
Home Guides Serba-Serbi Onsen Jepang (1): Informasi Dasar

Serba-Serbi Onsen Jepang (1): Informasi Dasar

Sesuai janji yang sudah saya tulis di tulisan Kenalan dengan Aneka Freepass di Hakone (2-end): Hakone Freepass & Fuji Hakone Pass, hari ini saya akan mulai membahas tentang onsen. Sebelumnya saya sudah intip-intip dulu ke website Jalan2, bahasan tentang onsen memang belum ada.

Yang sudah nongkrong dengan manis baru seputar sento. Tapi, walau sama-sama pemandian air panas, sento berbeda dengan onsen. So, mari tak ada salahnya jika kita lebih mengenal onsen di Jepang.

Sebelum mulai membahas tentang onsen, seperti biasa saya akan jelaskan dulu beberapa hal dasar tentang onsen, seperti apa itu onsen, bagaimana cara menikmati onsen, etika yang berlaku di onsen, dan hal dasar lainnya. Baru kemudian saya akan mengajak untuk mengenali aneka onsen terbaik yang ada di Jepang, dan jika memungkinkan, sekaligus dengan cara untuk mencapai kesana.

Seputar onsen

Onsen merupakan istilah Jepang untuk menyebut pemandian yang menggunakan air panas alami. Bedanya dengan sento adalah terletak pada sumber airnya. Jika onsen menggunakan air panas yang berasal dari dalam bumi (yang disebabkan karena panas bumi), maka sento menggunakan air biasa yang dipanaskan. Makanya, jangan heran jika onsen biasanya terletak di daerah tertentu, sementara sento mudah ditemukan di pusat kota sekalipun.

Orang Jepang dikenal sangat menyukai aktifitas berendam di air panas. Namun tak jelas kapan asal mulanya orang Jepang menyukai berendam di onsen. Yang pasti, berbagai gambar kuno yang menampilkan aktifitas berendam di onsen jumlahnya cukup banyak, sehingga onsen dipercaya sudah menjadi bagian dari budaya Jepang sejak ribuan tahun silam.

 

Jenis-jenis onsen

Ini mungkin sesuatu yang belum banyak diketahui oleh awam, namun onsen itu terdiri dari banyak jenis lho. Jenis onsen dibedakan berdasarkan kandungan mineral yang ditemukan dalam airnya, jadi jangan heran jika ada onsen yang mengklaim memiliki khasiat untuk kesehatan, sementara onsen lainnya mempromosikan diri sebagai onsen kecantikan.

Ada onsen yang airnya mengandung sulfur, ada yang mengandung sodium chloride, dan lain-lain. Saya pernah menyinggung tentang jenis onsen dan airnya dalam tulisan Mengenal Aneka Onsen di Hakone, Mulai Onsen Kecantikan hingga Diet, silahkan mampir untuk mendapat gambaran tentang khasiat beragam jenis onsen.

Itu baru perbedaan jenis onsen berdasarkan tipe airnya saja. Secara bentuk fisik, onsen juga bisa dibedakan dalam beberapa tipe, antara lain onsen outdoor, onsen indoor, dan onsen khusus untuk kaki.

Onsen outdoor (disebut rotemburo) merupakan tipe onsen yang kolamnya berada di luar ruangan, alias pemandian terbuka. Biasanya onsen jenis ini terletak di dekat pegunungan atau malah di gunung, sehingga wisatawan dapat berendam sambil menikmati pemandangan di sekitar.

Onsen outdoor di Togo [foto: 663highland/wikimedia]
Onsen outdoor di Togo [foto: 663highland/wikimedia]
Onsen indoor tentu saja merupakan onsen yang terdapat dalam ruangan, baik bentuknya berupa pemandian bersama (bisa pemandian campur jenis kelamin atau tidak), bisa juga dalam ruang-ruang privat.

Onsen indoor [foto: onsen/wikimedia]
Onsen indoor [foto: onsen/wikimedia]
Sementara onsen untuk kaki, disebut ashiyu, merupakan onsen khusus untuk merendam kaki. Bentuk kolamnya cukup dangkal dengan ketinggian yang hanya cukup untuk merendam kaki. Ashiyu ini biasanya banyak terdapat di kota-kota yang populer sebagai resor onsen dan biasanya sih bisa dinikmati secara cuma-cuma.

Contoh onsen untuk merendam kaki [foto: 663highland/wikimedia]
Contoh onsen untuk merendam kaki [foto: 663highland/wikimedia]
Sebetulnya masih ada tipe onsen lainnya, yaitu yang menyerupai waterpark. Jadi onsennya dikelola dengan konsep menyerupai taman hiburan. Biasanya onsen tipe ini memiliki aturan yang lebih longgar dibanding onsen-onsen lainnya.

Etika ber-onsen

Pada prinsipnya, etika ber-onsen tak jauh beda dengan etika ber-sento. Etika ber-onsen dimulai dengan menyimpan barang bawaan di tempat yang telah ditentukan (biasanya dalam loker di ruang ganti yang dipisahkan berdasarkan jenis kelamin). Ingat, jangan membawa barang-barang ke ruang mandi ya!

Tipikal tempat penyimpanan barang di onsen. Untuk versi yang lebih modern, bentuknya seperti locker [foto: onsen/wikimedia]
Tipikal tempat penyimpanan barang di onsen. Untuk versi yang lebih modern, bentuknya seperti locker [foto: onsen/wikimedia]

Poin kedua, dan ini yang biasanya cukup memberikan culture shock bagi wisatawan asing, onsen merupakan pemandian bersama. Ya, beberapa orang akan berendam dalam sebuah tempat yang sama tanpa mengenakan sehelai baju pun alias telanjang. Boleh pakai baju renang nggak? Maka jawabannya nggak boleh. Alasannya akan saya jelaskan kemudian.

Poin ketiga, bilaslah badan sebersih mungkin menggunakan sabun sebanyak mungkin sebelum masuk ke dalam kolam. Tujuannya untuk menjaga kebersihan air kolam. Itulah salah satu alasan mengapa dilarang mengenakan apapun di dalam kolam berendam. Dan satu lagi, jangan sampai handuk ataupun sabun yang kita bawa menyentuh air (itu pun untuk alasan higienitas).

Poin keempat, mengingat onsen merupakan pemandian bersama, jadi jagalah selalu kenyamanan bersama. Jangan melakukan hal-hal yang berpotensi mengganggu orang lain, seperti berenang dalam onsen, menciprat-cipratkan air, dan sebagainya.

 

Tambahan informasi lainnya dan tips

  • Beberapa onsen memisahkan pengunjung pria dan wanita dalam tempat terpisah. Namun ada juga yang memisahkan tamu pria dan wanita berdasarkan jam berendam. Ada juga onsen yang mencampur tamu pria dan wanita. Demi kenyamanan wisatawan, kenali dulu sistem yang berlaku di sebuah onsen sebelum berkunjung ke tempat tersebut.
  • Bagi mereka yang memiliki tato, sekalipun tato temporer, sebaiknya mengkomunikasikan dulu dengan pihak onsen. Itu karena mayoritas, bahkan hampir semua onsen, melarang pemilik tato untuk masuk dalam onsen. Di Jepang, tato identik dengan yakuza sehingga dapat membuat tamu lain merasa tidak nyaman. Ada beberapa onsen yang mengijinkan tamu bertato selama ukurannya dapat ditutupi dengan perban, namun ada juga yang sama sekali melarang tato. Jadi sekali lagi, komunikasikan dengan onsen tersebut sebelum berkunjung ke lokasi.
  • Satu hal penting lain yang wajib diingat oleh wisatawan. Mengingat onsen merupakan pemandian bersama, sebisa mungkin hindari untuk mengintip properti pribadi tamu lainnya. Bisa-bisa Anda akan dianggap mesum dan akhirnya diusir.
  • Mayoritas onsen melarang penggunakan alat perekam seperti kamera, video dan sejenisnya. Sebaiknya simpan alat-alat tersebut saat memasuki onsen.
  • Tips bagi yang merasa malu berendam tanpa busana: ingatlah jika telanjang itu alami, dan tak perlu malu karena semua orang di onsen juga tidak mengenakan pakaian. Justru kalian akan dianggap aneh jika memaksa mengenakan pakaian karena akan tampil beda sendiri.

***

Kurang lebih itulah aneka info dasar tentang onsen yang bisa saya bagikan. Tunggu ulasan selanjutnya yang juga masih akan membahas tentang onsen yah.

***

Serba-Serbi Onsen Jepang (2): Onsen-Onsen Populer Di Kanto

Serba-Serbi Onsen Jepang (3): Onsen-Onsen Populer Di Kanto

Serba-Serbi Onsen Jepang (4-End): Onsen-Onsen Populer Di Jepang

***

*Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

Comments

comments