fbpx
Home Guides Serba-serbi Pulau Shikoku, Mulai dari Tips dan Trik, Hingga Bocoran Obyek Wisata...

Serba-serbi Pulau Shikoku, Mulai dari Tips dan Trik, Hingga Bocoran Obyek Wisata Favorit

Bagi kalian yang tengah merencanakan wisata ke Jepang dan bosan dengan destinasi wisata yang itu-itu saja, saatnya mempertimbangkan untuk melirik Pulau Shikoku. Walau tidak memiliki destinasi wisata yang betul-betul besar seperti Tokyo Disneyland dan Universal Studio Japan, pulau yang hanya berjarak 1-1,5 jam dari Osaka ini memiliki banyak daya tarik juga lho.

Detailnya bisa kalian simak dalam artikel ini: Pulau Shikoku Untuk Pemula: Informasi Dasar dan Kenapa Harus Kesana.

*             *             *             *             *

Waktu Terbaik Berkunjung ke Pulau Shikoku

Kusuhimakaikyo Ohashi Bridge di Shikoku, via As6022014/wikimedia commons
Kusuhimakaikyo Ohashi Bridge di Shikoku, via As6022014/wikimedia commons

– Sama seperti daerah lainnya di Jepang, pulau Shikoku ini juga memiliki pemandangan berbeda di keempat musimnya. Dengan kata lain, pulau ini menarik untuk dikunjungi pada musim apapun. Apalagi iklim di Pulau Shikoku ini relatif lebih hangat dibanding tempat lainnya, jadi pulau ini tetap terasa menyenangkan sekalipun dikunjungi saat musim dingin sekalipun.

– Namun, musim semi dan musim gugur tetap menjadi musim favorit untuk mengunjungi Pulau Shikoku, tepatnya saat bunga Sakura mulai bermekaran (kira-kira pada awal April) dan daun-daun mulai berubah warna (saat musim gugur). Mengingat populasi di Pulau Shikoku jauh lebih sedikit dibanding daerah lain di Jepang, besar kemungkinan kalian dapat melakukan hanami (momen menikmati mekarnya bunga Sakura) dan melakukan koyo (menikmati perubahan warna daun di musim gugur) dalam suasana yang lebih lenggang dibanding melakukan hanami dan koyo di kota-kota besar seperti Tokyo dan Kyoto.

– Alternatif lainnya, kalian bisa berkunjung ke pulau ini saat musim festival tiba. Sebetulnya hampir setiap bulan ada festival budaya di Pulau Shikoku. Namun dua festival terbesarnya, yaitu Yosakoi (di Kochi) dan Awa Odori (di Tokushima) selalu sukses menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Festival Yosakoi sendiri digelar pada tanggal 9-12 Agustus, dan Awa Odori digelar pada tanggal 12-15 Agustus. Jika kalian ingin ikut larut dalam kemeriahan suasana festival, datanglah pada periode tersebut.

– Sebaliknya, jika ingin menghindari suasana ramai, sebaiknya jangan berwisata di periode festival besar di Pulau Shikoku.

– Sebaiknya hindari berkunjung di awal musim gugur. Pada waktu-waktu tersebut, taifun kerap melanda daerah Kochi dan bagian selatan Ehime. Otomatis masalah transportasi pun bisa terganggu karenanya.

– Kalian juga dapat berkunjung ke pulau ini pada saat ulang tahun. Ada diskon khusus untuk pembelian tiket terusan kereta api bagi yang membeli tepat pada hari ulang tahun. Detail bisa dilihat pada bagian transportasi.

*             *             *             *             *

Seputar Itinerary

Sameura Dam di Shikoku, via Qurren/wikimedia commons
Sameura Dam di Shikoku, via Qurren/wikimedia commons

– Pulau Shikoku memiliki 4 prefektur, dan masing-masing prefektur memiliki daya tarik tersendiri. Namun sebelum menentukan destinasi mana yang akan dikunjungi di pulau Shikoku, sebaiknya realistis dulu dengan waktu wisata yang kalian miliki. Apakah kalian akan berwisata ke Shikoku sebagai side trip dari kota lain, ataukah kalian memiliki waktu beberapa hari untuk menjelajah Shikoku?

– Jika kalian menjadikan pulau Shikoku sebagai side trip dari kota lain seperti Osaka, Kobe, dan Hiroshima, ada baiknya kalian fokus mengunjungi 1-2 obyek wisata saja. Pulau Naoshima, Teshima, kota Takamatsu, melihat pusaran air Naruto, selalu menjadi aktifitas favorit untuk dilakukan dalam waktu singkat di pulau Shikoku.

– Sedangkan jika memiliki waktu wisata 1-2 hari di Pulau Shikoku, pertimbangkan untuk menjelajah daerah rural maupun daerah pinggiran kota, atau melakukan kombinasi 1 kota besar dan 1 daerah rural. Jika menginginkan suasana liburan yang Jepang banget, maka kalian wajib memasukkan minimal satu kota kecil maupun daerah pinggiran kota ke dalam itinerary kalian.

– Namun jika memiliki waktu lebih dari 3 hari (makin lama makin baik), kalian bisa lebih leluasa menjelajah sebuah prefektur, atau melakukan lintas prefektur. Kalian bisa menjajal berbagai aktifitas di tengah alam bebas, maupun mengunjungi daerah yang betul-betul terpencil dan merasakan suasana liburan yang anti mainstream. Daftar tempat yang wajib dikunjungi di Pulau Shikoku bisa dilihat di bagian selanjutnya.

– Setelah memutuskan berapa hari yang akan kalian lalui di Pulau Shikoku dan menentukan destinasi wisata apa saja yang ingin dikunjungi, jangan malas untuk memastikan transportasi yang harus digunakan untuk menjangkau berbagai obyek wisata tersebut. Beberapa obyek mungkin hanya bisa dicapai dengan menggunakan perahu atau kereta limited express yang hanya berangkat beberapa kali dalam sehari. Sementara beberapa obyek lainnya mungkin hanya bisa dicapai dengan menggunakan bus karena belum tersentuh oleh jaringan kereta. Ketahui juga kalau kereta di Shikoku rata-rata bergerak lebih lambat karena jalurnya yang melewati pegunungan, sehingga kalian harus realistis juga saat menentukan destinasi yang ingin dikunjungi.

*             *             *             *             *

Yang Wajib Dikunjungi di Pulau Shikoku

Pulau Shikoku terdiri dari 4 prefektur. Masing-masing prefektur memiliki daya tarik wisata tersendiri. Untuk mengetahui obyek wisata mana yang wajib dikunjungi di masing-masing prefektur, simak deskripsi singkatnya berikut ini. Tentu saja yang dicantumkan disini hanya highlight dari masing-masing prefektur saja, dan masih banyak obyek wisata lainnya yang belum ditulis disini.

+             +             +

A. Prefektur Kagawa

1. Takamatsu

Lanskap kota Takamatsu, via 屋嶋の仙人/wikimedia commons
Lanskap kota Takamatsu, via 屋嶋の仙人/wikimedia commons

Takamatsu merupakan ibu kota dari prefektur Kagawa. Jika kalian hanya memiliki waktu wisata super singkat di Pulau Shikoku, menjelajah kota Takamatsu bisa menjadi sebuah alternatif yang praktis.

Di kota ini saja sudah ada beberapa obyek wisata keren. Misalnya saja Ritsurin Koen, sebuah taman bergaya Jepang yang proses perencanaan dan pembangunannya membutuhkan waktu 120 tahun. Taman ini seringkali disebut-sebut sebagai salah satu taman terindah di Jepang, lho.

Salah satu jembatan di Ritsurin Koen, via Leela Soden/wikimedia commons
Salah satu jembatan di Ritsurin Koen, via Leela Soden/wikimedia commons

Untuk wisata sejarah, ada Takamatsu Castle, salah satu kastil original yang masih tersisa di Jepang.

Takamatsu Castle, via 663highland/wikimedia commons
Takamatsu Castle, via 663highland/wikimedia commons

Lebih suka wisata museum? Kalian bisa mengunjungi Noguchi Museum, sebuah museum yang didedikasikan untuk Isamu Noguchi (seniman, pematung, dan desainer lanskap Jepang-Amerika); dan Shikoku Mura, sebuah museum terbuka tentang arsitektur tradisional Shikoku.

Shikoku Mura, via 663highland/wikimedia commons
Shikoku Mura, via 663highland/wikimedia commons

Tentu saja di Takamatsu pun terdapat banyak spot belanja modern, akuarium, dan pusat hiburan modern lainnya. Dengan sedikit bergerak ke luar Takamatsu, kalian juga bisa mendaki gunung dan menikmati pemandangan ke pulau Shikoku.

View dari Yashima, via 屋嶋の仙人/wikimedia commons
View dari Yashima, via 屋嶋の仙人/wikimedia commons

+             +             +

2. Pulau-pulau di Seto Inland Sea

View di Seto Inland Sea, via Japanexperterna.se/wikimedia commons
View di Seto Inland Sea, via Japanexperterna.se/wikimedia commons

Seto Inland Sea merupakan sebutan untuk selat yang memisahkan pulau Shikoku dengan pulau Honshu dan pulau Kyushu. Di selat tersebut terdapat beberapa pulau kecil yang sangat populer di kalangan pecinta seni dan arsitektur. Lho, kok bisa?

Selama beberapa tahun belakangan, pulau-pulau di Seto Inland Sea (dan sebagian wilayah Jepang lainnya) mengalami krisis depopulasi. Jumlah penduduk terus berkurang karena pertambahan penduduk yang sangat kecil, sementara populasi orang tua terus meningkat.

Demi merevitalisasi pulau-pulau tersebut, dibangunlah berbagai museum dan fasilitas lain untuk menarik minat pengunjung. Setiap tiga tahun sekali digelar event Setouchi Trienale (atau Setouchi International Art Festival) di pulau-pulau tersebut, yang diadakan pada musim semi, musim panas, dan musim gugur (event selanjutnya tahun 2019).

Diluar event Setouchi Trienale, pulau-pulau ini tetap menarik untuk dikunjungi karena banyaknya fasilitas dan karya seni yang bisa dinikmati disana. Sebagai catatan, kalian harus menggunakan perahu untuk mencapai pulau-pulau tersebut dan mungkin harus membeli tiket untuk masuk ke berbagai fasilitas.

Jika tak berminat untuk masuk ke aneka fasilitas tersebut, kalian tetap bisa menikmati suasana masing-masing pulau yang memiliki atmosfir tenang, dengan pemandangan alam yang indah.

Berikut beberapa pulau di Seto Inland Sea yang populer dikunjungi oleh pengunjung diluar pelaksanaan event Seto Trienale:

  • Naoshima.

Beberapa fasilitas yang ada disana: Chichu Museum, Benesse House, Lee Ufan Museum, Ando Museum, 007 Museum

Benesse House di Naoshima, via benesse-artsite
Benesse House di Naoshima, via benesse-artsite
  • Teshima

Highlight fasilitas di pulau Teshima antara lain Teshima Art Museum, Shima Kitchen, Tom Na H-iu, dan Il Vento. Diluar aneka fasilitas itu, pulau ini memiliki lanskap yang cukup indah, dan terdapat beberapa desa nelayan.

Teshima Art Museum, via benesse-artsite
Teshima Art Museum, via benesse-artsite
  • Megijima

Kerap diasosiasikan sebagai Pulau Setan (Onigashima) dalam legenda Momotaro. Pulau ini memiliki beberapa gua, taman, pantai, observation point. Pengunjung bisa menyewa sepeda untuk mengelilingi pulau. Cocok dikunjungi saat musim semi karena di pulau ini terdapat ratusan pohon Sakura.

Salah satu bangunan di Megijima, via Sunport216/wikimedia commons
Salah satu bangunan di Megijima, via Sunport216/wikimedia commons
  • Ogijima

Pulau kecil tetangga Megijima yang ukurannya hanya 2 kilometer (panjang) dan 1 kilometer (lebar). Terdapat beberapa instalasi seni permanen, kuil, mercusuar, dan museum kecil. Pemandangan di pulau ini cukup indah dan pulau ini mudah dijelajahi dengan menggunakan sepeda.

Ngomong-ngomong, Ogijima ini juga dikenal sebagai salah satu pulau kucing (karena banyaknya populasi kucing disini), walau popularitasnya sebagai pulau kucing masih kalah dari Aoshima di prefektur Ehime.

Mercusuar di Ogijima, via 投稿者/wikimedia commons
Mercusuar di Ogijima, via 投稿者/wikimedia commons
  • Shodoshima

Salah satu venue Setouchi Trienale yang memiliki atmosfir ala Mediterania. Pulau ini juga rutin dijadikan lokasi film lho, karena di pulau ini ada Eigamura (movie village). Di Shodoshima pun terdapat beberapa fasilitas publik, pantai yang cukup indah, lanskap persawahan, berbagai workshop, hingga ropeway yang melintasi lembah; sehingga wisatawan nggak perlu takut mati gaya jika mengunjungi Shodoshima.

Ropeway di Shodoshima, via 663highland/wikimedia commons
Ropeway di Shodoshima, via 663highland/wikimedia commons

+             +             +

3. Kotohira

Izutama-jinja di Kotohira, via 663highland/wikimedia commons
Izutama-jinja di Kotohira, via 663highland/wikimedia commons

Sebuah kota kecil di Prefektur Kagawa yang dikenal karena adanya Kompira-san, sebuah kompleks kuil Shinto yang sangat luas dan merupakan salah satu kuil terpenting di Jepang. Untuk mencapai lokasi Kompirasan, kalian harus lebih dulu mendaki 1368 anak tangga. Wow!

+             +             +

4. Marugame

Marugame Castle, via 663highland/wikimedia commons
Marugame Castle, via 663highland/wikimedia commons

Salah satu kota pelabuhan di Prefektur Kagawa. Di kota ini terdapat sebuah jembatan panjang yang menghubungkan Pulau Shikoku dengan Pulau Honshu, dan sebuah kastil yang masih asli, yaitu Marugame Castle.

Kasajima, via 663highland/wikimedia commons
Kasajima, via 663highland/wikimedia commons

Di sekitar Marugame ini terdapat beberapa pulau kecil yang bisa dikunjungi oleh wisatawan, baik dengan menggunakan perahu maupun kereta. Misalnya saja Pulau Honjima yang memiliki beberapa bangunan bersejarah.

Bahkan di pulau tersebut ada sebuah kota yang masih mempertahankan nuansa jadul-nya, yaitu kota Kasashima (atau Kasajima). Adapun pulau lain yang bisa dikunjungi di sekitar Marugame antara lain Awashima, Shamijima, Takamijima, dan Ibukijima.

+             +             +

5. Zentsuji Temple

Zentsuji, via 663highland/wikimedia commons
Zentsuji, via 663highland/wikimedia commons

Kuil ini terletak di kota Zentsuji, prefektur Kagawa. Jika kalian sengaja datang ke Pulau Shikoku dengan tujuan untuk melakukan wisata religi, atau minimal mencari obyek wisata bertema religi, maka kuil ini termasuk salah satu yang sayang untuk dilewatkan.

Zentsuji dikenal sebagai tempat kelahiran Kukai (atau Kobo Daishi), tokoh paling berpengaruh dalam penyebaran agama Budha di Jepang; sekaligus menjadi kuil ke-75 yang harus dikunjungi dalam rangkaian 88 Temples Pilgrimage.

*             *             *             *             *

B. Prefektur Tokushima

1. Tokushima

Lanskap Tokushima, via 663highland/wikimedia commons
Lanskap Tokushima, via 663highland/wikimedia commons

Ibu kota prefektur Tokushima ini memiliki beberapa obyek wisata yang cukup menarik untuk disambangi. Tuan rumah festival Awa Odori memiliki beberapa museum seni, kastil (Tokushima Castle), dan kuil-kuil yang menjadi bagian dari 88 Temple Pilgrimage (Shikoku Henroku) – yaitu kuil Jirakuji, Kokubunji, dan Kan’onji.

+             +             +

2. Naruto

Pusaran air Naruto, via katorisi/wikimedia commons
Pusaran air Naruto, via katorisi/wikimedia commons

Jangan kaget dulu. Naruto yang dimaksud disini adalah nama sebuah kota, bukan nama tokoh anime yang serialnya baru saja tamat beberapa waktu lalu. Kota yang ada di timur laut pulau Shikoku ini memiliki pusaran air Naruto yang sangat terkenal.

Pusaran air ini berlokasi di Selat Naruto, tepatnya dibawah jembatan yang menghubungkan antara Shikoku dengan Pulau Awaji. Jika kalian berniat melihat pusaran air Naruto, saat terbaik untuk melihatnya adalah pada momen bulan baru dan bulan purnama.

German House, via そらみみ (Soramimi) /wikimedia commons
German House, via そらみみ (Soramimi) /wikimedia commons

Selain pusaran air Naruto, kota ini juga populer karena menjadi titik awal 88 Temple Pilgrimage. Dua kuil di kota ini, yaitu Ryozenji dan Gokurakuji, menjadi dua kuil pertama yang mengawali aktifitas napak tilas tersebut. Naruto juga memiliki beberapa spot wisata menarik lainnya, seperti Otsuka Art Museum dan German House.

+             +             +

3. Iya Valley

Patung ‘peeing boy’ di Iya Valley, via Karl Baron/flickr/creative commons
Patung ‘peeing boy’ di Iya Valley, via Karl Baron/flickr/creative commons

Iya Valley merupakan sebuah daerah lembah pegunungan yang lokasinya cukup terpencil. Pemandangan di lembah ini sangat indah dan dramatis, membuat tempat ini populer di kalangan para pecinta aktifitas alam.

Jembatan sulur di Iya Valley, via Kimon Berlin/wikimedia commons
Jembatan sulur di Iya Valley, via Kimon Berlin/wikimedia commons

Walau lembah pegunungan ini letaknya terpencil, bukan berarti di sekitar lembah ini sama sekali tidak ada fasilitas apapun. Malahan area lembah ini memiliki beberapa fasilitas menarik, seperti onsen, hotel, dan museum.

Di lembah ini pun terdapat beberapa rumah tradisional, karena Iya Valley ini dulunya kerap dijadikan tempat samurai bersembunyi. Oya, saat berkunjung ke lembah ini, sempatkan untuk melewati aneka jembatannya yang terbuat dari akar dan sulur tanaman. Dua jembatan paling populer di Iya Valley adalah Oku-Iya Kazurabashi dan Iya Kazurabashi.

+             +             +

4. Mima

Udatsu di Mima, via +-/wikimedia commons
Udatsu di Mima, via +-/wikimedia commons

Salah satu kota di Prefektur Tokushima yang punya banyak sekali daya tarik wisata. Di Mima ada Udatsu Townscape, sebuah distrik yang memiliki banyak bangunan tempo doeloe. Nuansa jadul sangat terasa di kota tua tersebut, yang akan mengingatkan kalian pada suasana kota tua Kyoto. Selain itu, di Mima juga ada banyak museum dan rumah-rumah bersejarah yang dibuka untuk umum.

Honkaku Temple di Mima, via Johan Hoenselaar/wikimedia commons
Honkaku Temple di Mima, via Johan Hoenselaar/wikimedia commons

Selain itu, Mima juga kaya akan kuil dengan sejarah yang panjang. Kuil-kuil tersebut banyak yang sudah didirikan sejak abad ke-7, yang berarti usianya sudah ribuan tahun. Salah satu yang paling populer adalah Teramachi, sebuah daerah yang dikenal sebagai kota Kuil karena memiliki banyak kuil di area tersebut.

Gunung Tsurugi, via Mass Ave 975/wikimedia commons
Gunung Tsurugi, via Mass Ave 975/wikimedia commons

Oya, di Mima juga ada Gunung Tsurugi setinggi 1955 meter dari permukaan laut. Puncak gunung ini merupakan puncak gunung tertinggi kedua di Jepang Barat, dan dari puncak tersebut kalian dapat melihat hingga ke Seto Inland Sea. Tersedia cable lift bagi kalian yang ingin mempersingkat waktu menuju puncak.

+             +             +

5. Oboke Gorge dan Koboke Gorge

Naik perahu di Oboke Gorge, via zh.zekkeijapan
Naik perahu di Oboke Gorge, via zh.zekkeijapan

Tempat ini berada di sekitar pintu masuk menuju Iya Valley yang juga memiliki pemandangan menawan. Disana kalian bisa melakukan berbagai aktifitas outdoor seperti naik perahu menyusuri sungai, hiking, dan rafting.

*             *             *             *             *

C. Prefektur Ehime

1. Matsuyama

Matsuyama Castle, via Yamaguchi Yoshiaki/wikimedia
Matsuyama Castle, via Yamaguchi Yoshiaki/wikimedia

Sebagai ibu kota Prefektur Ehime sekaligus kota terbesar di Pulau Shikoku, Matsuyama jelas memiliki banyak destinasi wisata yang cukup keren. Mari mulai dari Matsuyama Castle, salah satu kastil original yang masih tersisa di Jepang. Selain itu, terdapat juga reruntuhan kastil Yuzuki yang ada di Dogo Park.

Dogo Onsen, via Jyo81/wikimedia commons
Dogo Onsen, via Jyo81/wikimedia commons

Matsuyama juga memiliki beberapa onsen yang cukup populer. Salah satu yang paling tua dan yang paling terkenal adalah Dogo Onsen, yang dulunya langganan digunakan oleh keluarga kerajaan. Di Dogo Onsen ini ada Dogo Onsen Hokan, sebuah pemandian air panas untuk umum yang usianya sudah lebih dari 100 tahun.

Itami Juzo Museum, via Jyo81/wikimedia commons
Itami Juzo Museum, via Jyo81/wikimedia commons

Ingin melakukan wisata museum? Di Matsuyama juga terdapat beberapa museum untuk dikunjungi. Aneka taman bersejarah, hingga taman bermain anak (Ehime Children’s Castle) pun bisa ditemukan di kota ini.

Yasakaji, via Reggaeman/wikimedia commons
Yasakaji, via Reggaeman/wikimedia commons

Tentu saja di Matsuyama pun ada beberapa kuil yang menjadi bagian dari rangkaian 88 Temple Pilgrimage. Kuil-kuil tersebut antara lain JorurijiYasakajiSairinjiJodojiHantajiIshitejiTaizanji, dan Enmyoji. Rata-rata kuil tersebut dapat dikunjungi secara cuma-cuma, lho.

+             +             +

2. Uwajima

Uwajima Castle, via Vickerman625/wikimedia commons
Uwajima Castle, via Vickerman625/wikimedia commons

Kota ini terletak pesisir Barat Pulau Shikoku. Walau termasuk kota kecil, Uwajima ini juga memiliki beberapa destinasi wisata yang cukup menarik. Misalnya saja, di kota ini ada Uwajima Castle, salah satu kastil original yang masih tersisa di Jepang.

Phallus di Taga Jinja, cia Jpatokal/wikimedia commons
Phallus di Taga Jinja, cia Jpatokal/wikimedia commons

Kemudian, di Uwajima pun ada Taga Shrine, sebuah kuil Shinto yang populer dikunjungi oleh mereka yang menginginkan kesuburan. Bahkan di kuil ini ada museum sex-nya lho! Itulah mengapa museum kuil ini hanya boleh dikunjungi oleh mereka yang berusia minimal 20 tahun.

Lokasi pertarungan banteng, via ぺ有家音/wikimedia commons
Lokasi pertarungan banteng, via ぺ有家音/wikimedia commons

Daya tarik lain dari kota Uwajima ini terletak pada pertarungan banteng. Ya, di kota ini memang terdapat sebuah arena pertarungan banteng (totalnya terdapat 9 arena di seluruh Jepang), dan pertandingan banteng tersebut dilakukan 5x dalam setahun. Jika ingin melihat pertandingan ini, kalian harus menyiapkan dana antara JPY2500-3000.

+             +             +

3. Ozu

Lanskap Ozu, via Amake/wikimedia commons
Lanskap Ozu, via Amake/wikimedia commons

Salah satu kota di Prefektur Ehime ini dulunya dikenal sebagai kota kastil. Karena itulah kota ini memiliki nuansa ala kota lama di beberapa bagiannya. Ozu juga memiliki sebuah kastil yang baru selesai direkonstruksi pada tahun 2004. Jika kalian menyukai suasana ala kota kastil nan klasik, Ozu cukup menarik untuk dikunjungi.

Kucing di Aoshima, via 暇・カキコ/wikimedia commons
Kucing di Aoshima, via 暇・カキコ/wikimedia commons

Ngomong-ngomong, di Ozu ini ada sebuah pulau yang dikenal sebagai pulau kucing, yaitu Aoshima. Konon rasio perbandingan populasi kucing dan manusia di pulau tersebut mencapai 6:1. Wow! Tak heran jika Aoshima kemudian dijuluki sebagai Neko no Shima (=pulau kucing), dan populer dikunjungi oleh para pecinta kucing.

+             +             +

4. Ikata

Ikata, via Dokudami/wikimedia commons
Ikata, via Dokudami/wikimedia commons

Ikata merupakan sebuah kota kecil yang di sepanjang Sadamisaki Peninsula, prefektur Ehime. Walau di kota ini tidak ada obyek wisata mayor, namun pemandangan dari peninsula ini sangatlah menarik.

Wisatawan dapat melihat mercusuar dan berbagai kincir angin yang ada di Ikata. Seandainya kalian memiliki waktu wisata yang cukup panjang dan memilih prefektur Ehime sebagai basecamp petualangan di Shikoku, Ikata ini cukup keren untuk dikunjungi.

+             +             +

5. Shimanami Kaido

Shimanami Kaido, via Hiroaki Kaneko/wikimedia commons
Shimanami Kaido, via Hiroaki Kaneko/wikimedia commons

Tempat ini sejatinya merupakan sebuah jalan tol yang menghubungkan kota Imabari prefektur Ehime di Shikoku dengan kota Onomichi di Hiroshima. Jalan tol sepanjang 60 kilometer ini melewati beberapa pulau kecil, sehingga pemandangan di sepanjang jalan ini sangatlah indah.

Bagian menariknya, tersedia jalur khusus untuk sepeda, lho. Kalian yang hobi bersepeda bisa menyewa sepeda di kedua ujung jalan tol ini (di Onomichi maupun di Imabari) dan bersepeda menyusuri jalan tol Shimanami Kaido. Tenang, kalau tiba-tiba lelah di tengah jalan, kalian bisa berhenti kapan saja dan naik bus untuk meneruskan perjalanan/kembali ke titik keberangkatan.

*             *             *             *             *

D. Prefektur Kochi

1. Kochi

Kochi Castle, via 663highland/wikimedia commons
Kochi Castle, via 663highland/wikimedia commons

Ibukota prefektur Kochi ini dikenal sebagai tuan rumah berbagai festival. Yang paling populer adalah Yosakoi, sebuah festival tari yang rutin diselenggarakan setiap tanggal 9-12 Agustus. Namun jika kalian berkunjung ke kota ini diluar periode tersebut, tak perlu khawatir akan mati gaya. Kochi memiliki beberapa obyek wisata menarik, salah satu diantaranya adalah Kochi Castle. Kastil ini adalah satu dari 12 kastil original yang masih ada.

View ke arah Kochi dari Godaisan, via Kounosu/wikimedia commons
View ke arah Kochi dari Godaisan, via Kounosu/wikimedia commons

Kochi juga memiliki beberapa museum, gunung, dan taman yang menarik. Salah satu gunung yang cukup menarik untuk dikunjungi adalah Godaisan. Di gunung tersebut ada kuil Chikurinji (kuil ke-31 dalam rute 88 Temple Pilgrimage) dan Kochi Prefectural Makino Botanical Garden.

Katsurahama, via 京浜にけ/wikimedia commons
Katsurahama, via 京浜にけ/wikimedia commons

Jika tiba-tiba kalian ingin main ke pantai, Kochi juga memiliki sebuah pantai populer, yaitu Katsurahama. Sayangnya pengunjung tidak boleh berenang di pantai ini karena arus yang terlalu kuat. Sebagai gantinya, kalian bisa menikmati berbagai atraksi dan fasilitas di sekitar Pantai Katsurahama, seperti akuarium, kuil, hingga museum.

Oya, di depan Stasiun Kochi terdapat sepeda yang dipinjamkan secara cuma-cuma khusus untuk wisatawan. Syaratnya hanya satu, yaitu kalian harus mengembalikan sepeda tersebut sebelum jam 5 sore.

+             +             +

2. Cape Ashizuri

Cape Ashizuri, via 日:Muramasa /wikimedia commons
Cape Ashizuri, via 日:Muramasa /wikimedia commons

Tanjung ini menjadi bagian dari Ashizuri-Uwakai National Park. Di tempat ini kalian dapat menikmati pemandangan indah ke arah lautan lepas, atau sekedar santai menikmati suasana. Di sekitar Cape Ashizuri ini terdapat beberapa patung, kuil, dan observation point. Terdapat juga beberapa hotel dan resort yang memiliki fasilitas onsen.

+             +             +

3. Shimanto

Sungai Shimanto, via 京浜にけ/wikimedia commons
Sungai Shimanto, via 京浜にけ/wikimedia commons

Kota kecil ini lebih dikenal karena keberadaan sungainya, yaitu Sungai Shimanto. Sungai ini cukup lebar, dan kerap dimanfaatkan untuk melakukan berbagai aktifitas outdoor seperti rafting, tandem kayak, canoe, dan lain-lain. Kota Shimanto juga terkenal akan kulinernya lho, terutama untuk hidangan ikan dan seafood-nya.

Kalian wajib mencicipi kuliner Katsuo no Tataki saat berada di kota ini. Hidangan tersebut adalah ikan bonito yang dibakar sebentar dalam api besar (bagian dalamnya masih mentah).

+             +             +

Diluar kota-kota tersebut, sebetulnya masih banyak aktifitas lain yang bisa kalian lakukan di prefektur Kochi. Misalnya saja melihat ikan paus dan mengunjungi berbagai festivalnya. Masih banyak juga obyek wisata yang belum disebutkan, seperti Shikoku Karst, Monet’s Garden, dan Muroto Global Geopark.

*             *             *             *             *

Tentang Transportasi

  • Sebelum Pergi ke Pulau Shikoku
Ikeda Port di Shodoshima, via 663highland/wikimedia commons
Ikeda Port di Shodoshima, via 663highland/wikimedia commons

– Pulau Shikoku dapat dicapai dengan menggunakan berbagai cara: via pesawat terbang, kereta api, bus, mobil, perahu. Gambaran transportasi menuju Pulau Shikoku bisa dibaca disini: Pulau Shikoku Untuk Pemula: Informasi Dasar, dan Kenapa Harus Kesana.

– Pulau Shikoku memang tidak terhubung dengan shinkansen. Namun jika kalian menggunakan JR Pass, perjalanan mencapai Shikoku di cover sepenuhnya oleh JR Pass (harus transfer dulu di Stasiun Okayama). Itu jika kalian berangkat dari Tokyo maupun Osaka menuju Takamatsu.

– Tertarik untuk datang ke Shikoku menggunakan pesawat? Harga tiketnya sangat bervariasi, tergantung darimana kalian berangkat, airport mana yang dituju, dan maskapai apa yang digunakan. Namun ada kalanya kalian bisa mendapatkan penawaran yang sangat baik, mulai dari JPY4000 sekali jalan (berangkat dari Narita ke Takamatsu Airport). Kalian bisa men-survey sendiri besaran biaya perjalanan yang dibutuhkan dengan mengunjungi aneka situs berikut ini (klik link): All Nippon AirwaysPeach AviationJapan AirlinesSpring AirlinesJetStar Japan.

– Oya, Pulau Shikoku ini juga dapat dicapai dengan menggunakan perahu lho. Jika berangkat dari Hiroshima dan Beppu, kalian hanya membutuhkan waktu 1-3 jam saja (tergantung kota tujuan dan jenis perahu yang digunakan). Namun kalian juga bisa berangkat dari kota lainnya, seperti Tokyo-Tokushima (19 jam), Kobe/Osaka-Toyo (6-8 jam), Kobe-Naoshima (4 jam), dan Kobe-Takamatsu (4,5 jam).

+             +             +

  • Transportasi Lokal
Salah satu kereta wisata di Shikoku, via zekkeijapan
Salah satu kereta wisata di Shikoku, via zekkeijapan

– Secara umum, perjalanan kereta di Shikoku sedikit lebih lambat dibanding tempat lainnya di Jepang karena jalur keretanya rata-rata masih single track. Karenanya, jika ingin bepergian dengan cepat dari satu kota ke kota lain, pertimbangkan untuk menggunakan kereta ekspress atau bus malam.

– Kebanyakan moda transportasi umum di Shikoku, termasuk bus dan kereta, masih menggunakan keterangan dalam bahasa Jepang. Kalian pun mungkin akan kesulitan menemukan orang yang dapat berbahasa Inggris di Shikoku. Ada baiknya jika kalian menyiapkan nama-nama tempat yang akan dikunjungi (dalam tulisan Jepang) untuk memudahkan saat bertanya jalan maupun saat mencari kereta/bus menuju lokasi yang diinginkan.

– Jaringan kereta di pulau Shikoku umumnya sudah cukup baik, walau belum menjangkau seluruh pelosok (terutama untuk daerah terpencil). Jadi, saat merencanakan itinerary di Shikoku, jangan hanya berpatokan pada moda transportasi kereta saja. Terutama jika kalian berencana untuk mengunjungi kota kecil dan daerah rural di Shikoku. Ada kalanya bus malah lebih efektif untuk menjangkau berbagai kota kecil yang belum terhubung oleh kereta. Kombinasi antara rute kereta dan bus bisa menjadi solusi transportasi yang baik selama berada di Shikoku.

– Namun jika kalian lebih mengutamakan pengalaman dibanding kecepatan bepergian dari satu tempat ke tempat lain, kereta bisa menjadi moda transportasi utama selama di Shikoku. Di Shikoku, ada 6 jalur kereta utama, yaitu JR Shikoku Line, Iyotetsu Line, Tosaden Traffic, Tosa Kuroshio Line, Asato Line, dan Kotoden Line. Aneka kereta di Shikoku memiliki keunikan tersendiri. Ada kereta yang dirancang dengan tema tertentu, ada kereta wisata, dan ada juga kereta yang jalurnya melintasi lembah dan terowongan, dengan view cantik ke arah laut.

– JR Shikoku Line menguasai sebagian besar jaringan kereta di Shikoku, termasuk jaringan yang menghubungkan Shikoku dengan Honshu dan Kyushu. Jika kalian membeli JR Pass, free pass tersebut berlaku untuk mengakses kereta JR di pulau ini.

– Sayangnya, untuk daerah pelosok, biasanya belum tersentuh oleh jaringan JR. Dibanding mengandalkan JR Pass, akan lebih praktis dan efektif jika kalian membeli free pass khusus di Shikoku (lihat bagian selanjutnya).

– Namun jika kalian cukup suka bersepeda, kalian bisa menyewa sepeda untuk jalan-jalan di dalam kota maupun melakukan perjalanan lintas kota/lintas prefektur. Banyak wisatawan dari luar yang sengaja mengelilingi Shikoku dengan bersepeda supaya bisa lebih bisa menikmati keindahan alam Shikoku. Bahkan ada juga lho wisatawan yang bersepeda untuk melakukan 88 Temple Pilgrimage (yang seharusnya dilakukan dengan berjalan kaki).

+             +             +

  • Aneka Free Pass di Shikoku

Berikut ini beberapa free pass yang berlaku di Pulau Shikoku:

  1. JR Pass

Hanya berlaku untuk mengakses kereta JR yang ada di Pulau Shikoku, dan kereta JR yang menuju pulau Shikoku (tidak berlaku untuk naik shinkansen Nozomi dan Mizuho). Detail bisa dibaca disini: Beberapa Freepass yang Wajib Dilirik Oleh Wisatawan ke Jepang

  1. All Shikoku Rail Pass

Tiket ini khusus untuk wisatawan asing yang akan berkunjung ke Shikoku (visa maksimal 90 hari), berlaku untuk mengakses semua jalur kereta yang ada di Shikoku (JR dan non-JR). Kalian dapat membeli tiket ini di luar Jepang maupun di dalam Jepang.

Ada sedikit perbedaan harga jika membeli di Jepang maupun di luar Jepang (lebih murah jika beli di luar Jepang). Free pass ini terdiri dari bermacam tipe, mulai dari tipe untuk 2 hari, 3 hari, 4 hari, dan 5 hari. Detail harganya adalah sebagai berikut (harga tahun 2016):

Jika membeli di luar Jepang

  • Dewasa (usia >12 tahun): JPY7400 (2 hari), JPY8500 (3 hari), JPY9400 (4 hari), JPY10000 (5 hari)
  • Anak-anak (usia 6-11 tahun): JPY3700 (2 hari), JPY4250 (3 hari), JPY4700 (4 hari), JPY5000 (5 hari)

Jika membeli di Jepang

  • Dewasa (usia >12 tahun): JPY7900 (2 hari), JPY 9000 (3 hari), JPY9900 (4 hari), JPY10500 (5 hari)
  • Anak-anak (usia 6-11 tahun): JPY3950 (2 hari), JPY4500 (3 hari), JPY4950 (4 hari), JPY5250 (5 hari)

Untuk tempat pembelian di Indonesia, kalian bisa membeli di tempat-tempat berikut ini http://www.jr-shikoku.co.jp/global/en/agencies/south_east_asia.html  (klik link). Sedangkan jika ingin membeli langsung saat berada di Jepang, kalian bisa membelinya di stasiun utama yang ada di masing-masing ibu kota prefektur (Stasiun Takamatsu, Stasiun Matsuyama, Stasiun Tokushima, dan Stasiun Kochi), dan di 6 cabang JR Shikoku Travel Center (Warp) yang ada di Takamatsu, Matsuyama, Tokushima, Kochi, Umeda, dan Stasiun Sakaide Warp Plaza.

Kalian juga bisa menukarkan bukti pembelian/pemesanan tiket (jika membeli di luar Jepang) di tempat-tempat yang telah disebutkan sebelum ini untuk ditukar dengan tiket fisik.

Ada keuntungan lain yang didapat jika membeli All Shikoku Rail Pass. Selain dapat leluasa naik kereta JR dan non-JR, kalian juga akan mendapat diskon jika naik bus Nangoku Express (antara Matsuyama dan Kochi), diskon naik Nankai Ferry yang menghubungkan Tokushima Port dan Wakayama Port, diskon naik ferry/kapal berkecepatan tinggi yang menghubungkan Matsuyama Port dan Hiroshima Port, dan kalian dapat naik Iyotetsu Takashimaya Ferris Wheel secara gratis (ada di kota Matsuyama).

  1. Shikoku Free Kippu

Rail pass ini dikeluarkan oleh JR dan hanya berlaku untuk naik kereta JR (termasuk kereta limited express) di pulau Shikoku secara unlimited. Rail pass ini berlaku selama 3 hari, dengan harga JPY16140 (untuk dewasa usia >12 tahun) dan JPY8070 (untuk anak-anak 6-11 tahun). Rail pass ini dijual di berbagai stasiun JR yang ada di Shikoku dan Hokkaido.

  1. Birthday Kippu

Sebetulnya rail pass ini sama saja dengan Shikoku Free Pass. Hanya saja, rail pass ini hanya bisa dibeli di bulan ulang tahun kalian. Harganya pun jauh lebih terjangkau, yaitu JPY10280, dan dapat digunakan untuk mengakses seluruh kereta JR di pulau Shikoku dan jaringan Tosa Kuroshio Railroad. 3 orang yang bepergian bersama kalian juga bisa membeli Birthday Kippu ini.

  1. Shikoku Saihakke Haya-Toku Kippu

Rail pass ini berlaku selama satu hari penuh dengan harga JPY2000 saja. Hanya saja ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipahami sebelum membeli rail pass ini. Pertama, rail pass ini hanya berlaku di akhir pekan dan pada hari libur saja. Kedua, rail pass ini hanya berlaku untuk mengakses kereta lokal di Shikoku. Ketiga, kalian harus membeli rail pass ini sehari sebelum tanggal yang diinginkan.

*             *             *             *             *

Akomodasi

Hotel Green Plaza Shodoshima, via 663highland/wikimedia commons
Hotel Green Plaza Shodoshima, via 663highland/wikimedia commons

– Tak perlu khawatir dengan masalah akomodasi. Di kota-kota besar di Shikoku umumnya terdapat berbagai tipe akomodasi, mulai dari guesthouse, hostel, hingga hotel. Kalian bisa memilih sendiri akomodasi mana yang sesuai dengan budget.

– Di Shikoku pun ada beberapa hotel resort yang suasana yang lebih ‘wah’ dengan fasilitas yang lebih lengkap. Beberapa hotel resort berlokasi di spot yang sangat cocok untuk liburan, seperti di Iya Valley. Seandainya kalian berencana melakukan bulan madu di Shikoku, kalian bisa melirik aneka hotel resort tersebut.

*             *             *             *             *

Tips Random Lainnya

– Secara umum, kalian mungkin akan lebih sulit menemukan orang yang dapat berbahasa Inggris saat berada di Shikoku. Beberapa informasi jalan dan tempat pun mungkin hanya menggunakan bahasa Jepang saja. Namun jangan jadi ragu untuk mengunjungi Shikoku, karena traveller sejati akan menganggap kendala bahasa sebagai tantangan.

– Namun jika kalian betul-betul membutuhkan informasi dalam bahasa Jepang, sangat disarankan untuk mengunjungi berbagai Tourist Information Center yang ada di Shikoku. Berikut beberapa Tourist Information Center yang memiliki staff berbahasa Inggris di Shikoku (informasi diambil dari brosur wisata Shikoku):

  1. Tokushima Prefektural International Exchange Association (TOPIA). Clement Plaza, 6/F, 1-61 Terashimahon-cho, Tokushima City 770-0831. Telp: 088-656-3303
  2. Ryokan Sanukiya. 39 Mitsuicho, Muyacho Benzaiten, Naruto City, Tokushima Pref. 772-0014. Telp: 088-686-3301.
  3. Takamatsu City Information Plaza. 1-16-Hamano-cho, Takamatsu City, Kagawa Pref. 760-0011. Telp: 087-851-2009.
  4. Ehime Prefectural International Center (EPIC). 1-1 Dogo Ichiman, Matsuyama City, Ehime Pref. 790-0844. Telp: 089-917-5678.
  5. Dogo Tourist Information. 6-8 Dogo-Yunomachi, Matsuyama City, Ehime Pref. 790-0842. Telp: 089-943-8342.
  6. Matsuyama City Tourist Information. 1-14-1 Minamiedo, Matsuyama City, Ehime Pref. 790-0062. Telp: 089-931-2914.
  7. Sunrise-Itoyama. 2-8-1, Sunabacho, Imabari City, Ehime Pref. 794-0001. Telp: 0898-41-3196.
  8. Komecho Ryokan. 1-1-4 Tokiwa-cho, Imabari City, Ehime Pref. 794-0015. Telp: 0898-32-0554.
  9. “I” Information Center. JR Kochi Station Building, 2-4-10, Sakaeda-cho, Kochi City, Kochi Pref. 780-0061. Telp: 088-826-3337.

Comments

comments