fbpx
Home Guides Serba-Serbi Shinkansen, Kereta Super Cepat Ala Jepang (Part 2)

Serba-Serbi Shinkansen, Kereta Super Cepat Ala Jepang (Part 2)

Kemarin saya sudah mengulas sedikit tentang sejarah awal shinkansen dan juga tentang tiket shinkansen yang ternyata terdiri dari beberapa macam harga, mulai dari tiket dasar hingga biaya reservasi tempat duduk. Trus bagaimana caranya kalau mau melakukan reservasi tempat duduk? Penting nggak sih melakukan reservasi sebelum pergi?

Reservasi, penting nggak?

Jika ditanya “penting nggak reservasi tempat duduk saat pergi dengan shinkansen”, jawabannya penting dan nggak penting. Penting bagi yang ingin bepergian dengan damai tanpa harus sikut-sikutan berebut tempat duduk dengan penumpang lainnya. Nggak penting jika memang tujuannya untuk menghemat biaya transportasi.

Soalnya, reservasi tempat duduk memang memerlukan sejumlah biaya plus-plus. Itu jika wisatawan membeli tiket on the spot. Jika sebelumnya sudah membeli tiket terusan seperti JR Pass, reservasi bisa dilakukan secara gratis. Ada 3 alternatif cara untuk melakukan reservasi:

  • melalui counter tiket yang ada di berbagai stasiun JR besar (ingat, ada stasiun JR dan non-JR);
  • melalui vending machine, dan
  • melalui website dari perusahaan JR yang mengoperasikan jalur yang diinginkan.

Reservasi tempat duduk bisa dilakukan mulai dari 1 bulan sebelum tanggal yang diinginkan hingga sesaat sebelum pergi. Data yang dibutuhkan saat membeli tiket shinkansen biasanya sebagai berikut:

  • jumlah mereka yang akan bepergian;
  • tanggal keberangkatan;
  • Stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan;
  • Pilihan tempat duduk (biasa atau green car);
  • pilihan jenis kursi (reserved atau non-reserved).

Jika memilih “reserved seat”, maka informasi yang dibutuhkan bertambah lagi dengan nama kereta dan smoking/non-smoking seat (jika ada). Pembayarannya sendiri bisa menggunakan uang tunai maupun kartu kredit.

 

Seputar nama kereta

Lho, memang kereta ada namanya? Khusus untuk shinkansen, ya. Jadi jika mendengar nama-nama seperti Nozomi, Mizuho, Kodama, dan Tanigawa, itu belum tentu nama artis Jepang yah. Belum tentu juga nama orang Jepang, karena bisa jadi wisatawan sedang diajak kenalan dengan nama layanan kereta shinkansen.

Sama seperti halnya kereta biasa di Jepang, kereta shinkansen juga memiliki beberapa kasta. Ada kereta super cepat (hanya berhenti di beberapa stasiun besar saja), ada juga yang super lambat (berhenti di hampir setiap stasiun). Kurang lebih sama seperti kereta expressrapid, danlocal train dalam kereta biasa. Bedanya, kereta shinkansen tidak diistilahkan dengan “express, rapid, local”, melainkan dengan nama.

Penting nggak mengetahui nama kereta yang ada di setiap jalur? Cukup penting, karena seberapa cepat Anda sampai ke tujuan sangat ditentukan oleh pilihan nama kereta shinkansen. Selain itu, biasanya kereta super cepat nggak di cover oleh JR Pass (yang notabene adalah rail pass paling populer bagi wisatawan asing).

Jadi tak ada salahnya wisatawan mengetahui aneka nama kereta dan “kasta”nya agar dapat mengira-ngira kereta mana yang harus dipilih saat bepergian menggunakan shinkansen. Untuk detailnya, berikut nama jalur dan nama kereta yang beroperasi di jalur tersebut:

  • Tokaido Shinkasen (Tokyo/Yokohama, Nagoya, Osaka/Kyoto)

Kereta tercepat di jalur ini adalah Nozomi (Tokyo-Osaka 2,5 jam). Kereta tercepat kedua di jalur ini adalah Hikari (Tokyo-Osaka 3 jam). Kereta terlambat di jalur ini adalah shinkansen Kodama(Tokyo-Osaka 4 jam).

Shinkansen Nozomi seri 500 [foto: Mitsuki-2368/wikimedia]
Shinkansen Nozomi seri 500 [foto: Mitsuki-2368/wikimedia]
Shinkansen Nozomi seri N700 [foto: Mitsuki-2368/wikimedia]
Shinkansen Nozomi seri N700 [foto: Mitsuki-2368/wikimedia]
Hikari seri 100 [foto: DAJF/wikimedia]
Hikari seri 100 [foto: DAJF/wikimedia]
Kodama seri 500 [foto: Rsa/wikimedia]
Kodama seri 500 [foto: Rsa/wikimedia]
  • Sanyo Shinkansen (Shin-Osaka, Fukuoka)

Kereta tercepat di jalur ini adalah Nozomi (2,5 jam dari Shin-Osaka ke Hakata) dan Mizuho (menghubungkan Shin-Osaka dan Kagoshima-chuo). Kereta tercepat kedua adalah Hikari(menghubungkan stasiun Shin-Osaka dan Okayama) dan Sakura (Shin-Osaka ke Kagoshima-Chuo).

Kodama menjadi shinkansen terlambat di jalur ini, dan membutuhkan 5 jam untuk menempuh Shin-Osaka ke Hakata. Oya, Nozomi dan Mizuho tidak di cover oleh JR Pass yah. Namun mereka di cover oleh rail pass lain seperti JR Sanyo-Shikoku-Kyushu Pass, JR West Sanyo Area Pass, dan Kyushu Rail Pass. Info lebih lengkap tentang rail pass lainnya bisa dibaca disini: bagian 1bagian 2bagian 3.

Shinkansen seri 0 (kiri) dan N700 (kanan) di jalur Sanyo Shinkansen [foto: Pagemoral/wikimedia]
Shinkansen seri 0 (kiri) dan N700 (kanan) di jalur Sanyo Shinkansen [foto: Pagemoral/wikimedia]
Hikari Railstar [foto: Mitsuki-2368/wikimedia]
Hikari Railstar [foto: Mitsuki-2368/wikimedia]
Shinkansen Sakura seri 800 [foto: Veroyama/flickr]
Shinkansen Sakura seri 800 [foto: Veroyama/flickr]
Interior Shinkansen Sakura [foto: DozoDomo/flickr]
Interior Shinkansen Sakura [foto: DozoDomo/flickr]
  • Tohoku Shinkansen (Tokyo – Aomori)

Ada 4 kereta yang beroperasi di jalur ini, plus 2 kereta di jalur mini-shinkansen yang bergerak di jalur cabang dari Tohoku Shinkansen (yaitu Akita Shinkansen dan Yamagata Shinkansen). Saya bahas dulu 4 kereta di jalur Tohoku Shinkansen yah.

Di jalur Tohoku Shinkansen, kereta tercepatnya bernama Hayabusa. Kereta ini sekaligus menjadi yang tercepat di Jepang karena dapat melaju 320 km/jam. Hayabusa ini tak hanya membawa gerbong biasa, namun juga green car dan gran car.

Apa itu green car dan gran car? Nanti saya jelaskan di bagian terpisah. Kereta tercepat kedua di jalur ini adalah Hayate, disusul dengan keretashinkansen Yamabiko. Kereta terlambat di jalur Tohoku Shinkansen adalan Nasuno yang berhenti di semua stasiun di antara Tokyo dan Koriyama.

Shinkansen Hayabusa seri E5 [foto: Toshinari Baba/wikimedia]
Shinkansen Hayabusa seri E5 [foto: Toshinari Baba/wikimedia]
Shinkansen Hayate seri E2-1000 [foto: View751/wikimedia]
Shinkansen Hayate seri E2-1000 [foto: View751/wikimedia]
Shinkansen Yamabiko seri E2 [foto: Spaceaero2/wikimedia]
Shinkansen Yamabiko seri E2 [foto: Spaceaero2/wikimedia]
Shinkansen Nasuno seri E2 [foto: Rsa/wikimedia]
Shinkansen Nasuno seri E2 [foto: Rsa/wikimedia]   
 

Untuk kereta yang bergerak di jalur mini shinkansen, yaitu di jalur Akita Shinkansen dan Yamagata Shinkansen, hanya memiliki masing-masing 1 kategori kereta. Untuk jalur Akita Shinkansen, ada kereta Komachi yang bergerak di antara Tokyo-Morioka (bersama dengan Hayabusa) dan lanjut bergerak dari Morioka dan Akita.

Sedangkan untuk jalur Yamagata Shinkansen, ada Tsubasayang bergerak dari Tokyo-Fukushima (bersama dengan Yamabiko) dan lanjut dari Fukushima ke Shinjo. Oya, ada yang bingung nggak kenapa ada jalur shinkansen dan mini-shinkansen? Keretashinkansen, karena memiliki kecepatan yang sangat tinggi, bergerak di jalur khusus yang lebih lebar dari jalur kereta biasa.

Sedangkan mini shinkansen bergerak di jalur kereta biasa yang sudah di konversi ke ukuran rel standar shinkansen. Sehingga, mini-shinkansen dapat bergerak hingga 320 km/jam di jalur shinkansen biasa, dan kecepatannya turun menjadi 130 km/jam saat bergerak di jalur minishinkansen.

Shinkansen Komachi seri E6 [foto: Jerôme Laborde/wikimedia]
Shinkansen Komachi seri E6 [foto: Jerôme Laborde/wikimedia]
Komachi seri E3-R13 di Stasiun Akita [foto: Tetsumaru/wikimedia]
Komachi seri E3-R13 di Stasiun Akita [foto: Tetsumaru/wikimedia]
Max-Yamabiko/Tsubasa seri E3-1000 [foto: DAJF/wikimedia]
Max-Yamabiko/Tsubasa seri E3-1000 [foto: DAJF/wikimedia]
Shinkansen di stasiun Yamagata [foto: Contri/wikimedia]
Shinkansen di stasiun Yamagata [foto: Contri/wikimedia]

***

Untuk keterangan seputar jalur sisanya, menyusul yah. Rencananya saya juga akan mengulas tentang aneka tipe tempat duduk dan juga aturan dalam ber-shinkansen ria. Ditunggu yah.

***

* Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

***

Serba-serbi Shinkansen, Kereta Super Cepat ala Jepang (bagian 1bagian 2bagian 3)

Kenali Etika Berkereta Api di Jepang

Aneka Rail Pass di Seluruh Jepang (bagian 1bagian 2bagian 3)

Comments

comments