fbpx
Home Guides Serba-Serbi Shinkansen, Kereta Super Cepat Ala Jepang (Part 3 END)

Serba-Serbi Shinkansen, Kereta Super Cepat Ala Jepang (Part 3 END)

Lanjut lagi seputar per-shinkansen-an. Yang belum baca tulisan sebelumnya, bisa baca dulu disini: bagian 1 dan bagian 2.

Kemarin saya sudah mengajak “kenalan” dengan nama-nama berbagai layanan kereta shinkansen di jalur Tokaido Shinkansen, Sanyo Shinkansen, dan Tohoku Shinkansen. Kali ini giliran nama-nama kereta shinkansen yang ada di jalur Joetsu Shinkansen, Nagano Shinkansen, dan Kyushu Shinkansen.

  • Joetsu Shinkansen (Tokyo-Niigata)

Ada 2 kereta yang beroperasi di jalur ini. Yang tercepat adalah Toki, yang bergerak di antara Tokyo dan Stasiun Niigata. Toki ini terdiri dari kereta Toki dan MAX Toki. Lho, bedanya apa? Jika kereta Toki merupakan kereta biasa, maka MAX Toki adalah shinkansen yang terdiri dari 2 tingkat.

Kereta lainnya, yaitu Tanigawa, bergerak lebih lambat dibanding Toki dan berjalan di antara Tokyo dan Stasiun Echigo-Yuzawa. Sama seperti Toki, kereta Tanigawa ini terdiri dari kereta biasa dan MAX Tanigawa.

Shinkansen MAX Toki 321 tipe E4 seri P14 [foto: DAJF/wikimedia]
Shinkansen MAX Toki 321 tipe E4 seri P14 [foto: DAJF/wikimedia]
MAX Toki tipe E1 [foto: Hugovoyages/wikimedia]
MAX Toki tipe E1 [foto: Hugovoyages/wikimedia]
MAX Tanigawa [foto: Rudy Herman/wikimedia],
MAX Tanigawa [foto: Rudy Herman/wikimedia],
Interior MAX Tanigawa [foto: Rudy Herman/wikimedia]
Interior MAX Tanigawa [foto: Rudy Herman/wikimedia]
  • Nagano Shinkansen (Tokyo-Nagano)

Hanya ada 1 kategori kereta yang beroperasi di jalur ini, yaitu AsamaShinkansen Asama bergerak dari Tokyo ke Nagano dengan kecepatan rata-rata 210 km/jam. Pada waktu tertentu, dioperasikan juga tipe MAX Asama yang merupakan shinkansen bertipe double decker.

  • Kyushu Shinkansen (Fukuoka-Kagoshima)

Kereta yang beroperasi di jalur ini rata-rata merupakan terusan dari rute Sanyo Shinkansen. Jadi nggak heran jika di jalur ini ada shinkansen Mizuho sebagai kereta tercepat, disusul olehshinkansen Sakura sebagai kereta tercepat kedua. Kereta terlambat di jalur ini adalah shinkansen Tsubame yang berhenti di semua stasiun antara stasiun Hakata (di Fukuoka) dan stasiun Kagoshima-Chuo (di Kagoshima).

Shinkansen Tsubame [foto: MK Products/wikimedia]
Shinkansen Tsubame [foto: MK Products/wikimedia]
Shinkansen Tsubame [foto: Yamaguchi Yoshiaki/wikimedia]
Shinkansen Tsubame [foto: Yamaguchi Yoshiaki/wikimedia]
Interior Tsubame [foto: GFDL/wikimedia]
Interior Tsubame [foto: GFDL/wikimedia]
Interior Tsubame [foto: David McKelvey/wikimedia]
Interior Tsubame [foto: David McKelvey/wikimedia]

Seputar tipe tempat duduk di shinkansen

Di tulisan-tulisan sebelumnya saya sudah menyinggung sekilas tentang green car, yang saya sebut sebagai kursi kelas dewa a.k.a kursi kelas 1 di shinkansen. Namun sebetulnya, di shinkansen ada 3 jenis kursi:

  • kursi biasa: Ini jenis kursi paling standar di shinkansen. Biasanya gerbong dengan kursi biasa ini terdiri dari 3×2 tempat duduk. Kadang-kadang ada juga sih yang tipe tempat duduknya 3×3 sehingga agak padat. Untuk ukuran dan desainnya bisa berbeda antara tipe shinkansen satu dengan lainnya. Namun kurang lebih beginilah tipikal gerbong biasa di beberapa tipe shinkansen.
Ordinary class non-reserved seri 500 [foto: W0746203-1/wikimedia]
Ordinary class non-reserved seri 500 [foto: W0746203-1/wikimedia]
Ordinary class reserved seat seri 400 [foto: DAJF/wikimedia]
Ordinary class reserved seat seri 400 [foto: DAJF/wikimedia]
Seri 300 [foto: Agochikuwa/wikimedia]
Seri 300 [foto: Agochikuwa/wikimedia]
Seri E5 [foto: Rsa/wikimedia]
Seri E5 [foto: Rsa/wikimedia]
  • Green car: kursi dengan tingkat kenyamanan di atas kursi biasa. Tempat duduknya lebih lebar dan pastinya lebih nyaman dibanding kursi biasa. Biasanya, formasi kursi di green car ini terdiri dari 2×2 tempat duduk. Oya, tiket untuk naik di gerbong green car ini jelas lebih mahal dibanding gerbong biasa, namun cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan karena gerbong green car biasanya lebih sepi dibanding gerbong biasa.
seri N700 [foto: 300VVVF/wikimedia]
seri N700 [foto: 300VVVF/wikimedia]
seri 400 [foto: DAJF/wikimedia]
seri 400 [foto: DAJF/wikimedia]
seri E3 [foto: DAJF/wikimedia]
seri E3 [foto: DAJF/wikimedia]
seri 200 [foto: DAJF/wikimedia]
seri 200 [foto: DAJF/wikimedia]
  • Gran class: jika gerbong green car saya sebut sebagai gerbong dewa a.k.a gerbong kelas 1, maka gran car adalah gerbong bapaknya dewa. Sebetulnya gerbong inilah yang cocok disebut sebagai gerbong kelas 1. Gran class menawarkan ruang yang lebih lebar dan luas dengan format tempat duduk 2×1, sehingga wisatawan bisa menikmati bepergian dalam suasana yang lebih nyaman.
Logo gerbong Gran Class [foto: Jet-0/wikimedia]
Logo gerbong Gran Class [foto: Jet-0/wikimedia]
seri E7 [foto: 黄金のひばりたち/wikimedia]
seri E7 [foto: 黄金のひばりたち/wikimedia]
Gran Class di seri E5 [foto: Kaidog/wikimedia]
Gran Class di seri E5 [foto: Kaidog/wikimedia]
Gran Class di seri E5 [foto: Yisris/wikimedia]
Gran Class di seri E5 [foto: Yisris/wikimedia]

Trus fasilitas standar yang ada di shinkansen apa saja?

Fasilitas standar shinkansen sama seperti fasilitas yang biasa ditemukan dalam kereta di Indonesia. Maksud saya, kereta antar kota (bukan KRL). Soalnya nggak pernah naik KRL, jadi saya nggak bisa membandingkan antara shinkansen dan KRL. Adapun fasilitas standar yang saya maksud adalah toilet yang dilengkapi dengan petunjuk multi-bahasa (Jepang dan Inggris), dan kadang-kadang dilengkapi juga dengan bahasa Korea dan Cina.

Bedanya dengan toilet di kereta api biasa, tolet di shinkansen kadang-kadang dipisahkan berdasarkan jenis kelamin. Beberapa shinkansen bahkan memiliki toilet untuk pengguna kursi roda dan dilengkapi dengan cermin besar.

Fasilitas standar lainnya adalah adanya makanan dan minuman ringan yang ditawarkan oleh pramugari (eh, istilah untuk di kereta apa ya?) dengan menggunakan kereta dorong. Namun, ada juga lho beberapa shinkansen yang melengkapi fasilitasnya dengan aneka vending machine. Betul-betul vending machine ada dimana-mana ya! Dan untuk shinkansen tipe terbaru, biasanya sudah ada fasilitas tambahan lain seperti wireless internet dan colokan listrik.

Toilet kursi roda di shinkansen seri E6 [foto: 掬茶/wikimedia]
Toilet kursi roda di shinkansen seri E6 [foto: 掬茶/wikimedia]
Vending machine di seri 700 [foto: Asacyan/wikimedia]
Vending machine di seri 700 [foto: Asacyan/wikimedia]
Café di seri 100 [foto: Dragonballxyz/wikimedia]
Café di seri 100 [foto: Dragonballxyz/wikimedia]
Smoking room di seri 500 [foto: W0746203-1/wikimedia]
Smoking room di seri 500 [foto: W0746203-1/wikimedia]

Shinkansen itu aman nggak?

Saya rasa pasti banyak yang mempertanyakan masalah keamanan shinkansen. Kereta yang berjalan jauh dibawah kecepatan shinkansen saja sering mengalami masalah teknis hingga kecelakaan. Lalu bagaimana dengan si super cepat shinkansen?

Diluar dugaan, shinkansen tergolong moda transportasi yang sangat aman. Sejak pertama diluncurkan hingga saat ini, yang berarti sudah hampir 50 tahun, belum ada (dan jangan sampai ada) kecelakaan fatal yang menimpa shinkansen. Sejauh ini masalah yang menimpa shinkansen baru sebatas penumpang/barang bawaan penumpang terjepit oleh pintu, maupun percobaan bunuh diri.

Salah satu faktor penting dalam sistem operasional shinkansen adalah adanya sistem deteksi dini yang otomatis memberhentikan kereta jika ada gempa bumi. Maklum, Jepang termasuk salah satu negara langganan gempa bumi, sehingga dengan adanya teknologi tersebut di shinkansen, penumpang tak perlu khawatir kereta akan lepas dari rel saat terjadi gempa bumi.

Memang pernah ada kejadian pada tahun 2004 dimana shinkansen melintas di dekat pusat gempa bumi dan akhirnya terlempar dari rel, namun tidak ada yang terluka. Dan nggak perlu khawatir dengan masalah pengereman mendadak, karena shinkansen tipe terkini sudah dilengkapi dengan sayap rem penahan angin. Oh iya, dan nggak perlu khawatir juga shinkansen akan bertubrukan dengan kereta lokal, karena kereta cepat ini memiliki jalurnya sendiri (kecuali untuk minishinkansen).

Lalu bagaimana jika musim dingin tiba? Bukankah beberapa jalur shinkansen melintasi daerah dengan curah salju tinggi? Tak perlu khawatir. Beberapa shinkansen mungkin harus mengurangi kecepatan saat turun salju, sehingga berpengaruh pada time table. Namun ada juga beberapa jalur shinkansen yang telah dilengkapi dengan sprinkler dan slab track, sehingga tak terlalu memiliki masalah untuk menembus salju setinggi 2-3 meter sekalipun.

Tata tertib ber-shinkansen ria

Sebetulnya, tata tertib di shinkansen tidak begitu berbeda dengan tata tertib di kereta lainnya. Saya pernah menulis tentang tata tertib berkereta api disini, monggo dibaca-baca. Singkatnya sih, jangan sampai melakukan hal-hal yang dapat mengganggu orang lain seperti meletakkan barang di lorong, menelepon, maupun merokok. Khusus untuk merokok, jika memang tidak tersedia gerbang maupun spot khusus untuk merokok, disarankan untuk pergi ke bagian di antara gerbong satu dengan lainnya.

Semoga infonya bermanfaat!

***

* Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

***

Serba-serbi Shinkansen, Kereta Super Cepat ala Jepang (bagian 1bagian 2bagian 3)

Kenali Etika Berkereta Api di Jepang

Aneka Rail Pass di Seluruh Jepang (bagian 1bagian 2bagian 3)

Comments

comments